Rakor Program MBG Barru, Pj Sekda Soroti Pentingnya Sinergi dan Koordinasi

Rapat koordinasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Barru dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah, Abubakar, di Ruang Data Kantor Bupati Barru, Selasa (10/3/2026).

Memasuki hari ke-20 Ramadan, rapat tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, para camat, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), serta koordinator wilayah dan kecamatan program MBG.

Dalam arahannya, Pj Sekda menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi antar pihak agar program strategis nasional ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus.

ADVERTISEMENT

Ia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan awal dalam pelaksanaan program adalah belum optimalnya koordinasi antara pemerintah daerah dan pelaksana di lapangan. Oleh karena itu, komunikasi antara camat, OPD, koordinator wilayah, koordinator kecamatan, hingga kepala SPPG perlu terus diperkuat.

Selain itu, para pelaksana di lapangan diminta menjalin hubungan yang baik dengan camat sebagai penanggung jawab wilayah, serta rutin melaporkan perkembangan maupun kendala yang dihadapi.

Baca Juga:  Bupati Barru Hadiri Jalan Sehat Reuni Alumni 1993, Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan

Pj Sekda juga mengingatkan agar setiap permasalahan disikapi dengan semangat kerja sama, bukan saling menyalahkan.

ADVERTISEMENT

Dalam rapat tersebut turut dibahas sejumlah aspek teknis, seperti pengawasan kualitas bahan makanan, validasi data penerima manfaat, serta sistem pelaporan yang harus dilakukan secara akurat dan transparan.

Kepala SPPG diminta memastikan mutu bahan pangan yang diterima dari mitra atau pemasok melalui pengecekan langsung saat distribusi. Selain itu, seluruh pihak diwajibkan mengikuti petunjuk teknis yang telah ditetapkan, termasuk larangan bagi pihak tertentu untuk merangkap sebagai pemasok bahan makanan.

Penyusunan data penerima manfaat juga menjadi perhatian utama. Data harus disusun secara detail dan valid, mencakup peserta didik mulai dari jenjang PAUD hingga SD, serta kelompok lain seperti ibu menyusui dan anak di bawah dua tahun.

ADVERTISEMENT

Data tersebut juga harus dibagikan kepada camat guna memudahkan proses pengawasan di masing-masing wilayah.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Barru, Jamaluddin, menegaskan pentingnya keakuratan data penerima manfaat. Dari total 2.857 penerima, data harus mencakup rincian jumlah peserta didik, kelompok sasaran, serta tenaga pendidik yang terlibat.

Baca Juga:  Pemkab Barru Perkuat Arah Pembangunan 2027, Wabup Tekankan Perencanaan Terintegrasi

Ia juga menekankan perlunya koordinasi intensif dengan camat agar setiap perkembangan program dapat segera terpantau oleh pemerintah daerah.

Di sisi lain, Asisten Administrasi Umum Setda Barru, Andi M Batara, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 17 SPPG yang telah beroperasi dengan jumlah penerima manfaat mencapai 37.555 orang, sementara lima unit lainnya masih dalam tahap persiapan.

Pemerintah daerah berharap sebagian SPPG yang tengah dipersiapkan dapat mulai beroperasi setelah Idulfitri, sehingga jumlah penerima manfaat dapat meningkat hingga melampaui target 54.000 orang di Kabupaten Barru.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan kolaborasi seluruh pihak semakin kuat sehingga pelaksanaan Program MBG dapat berjalan optimal, tepat sasaran, serta berkontribusi dalam menciptakan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Bagikan:

BERITA TERKAIT

ARTIKEL POPULER

BERITA TERBARU