Renungan Harian Katolik, Kamis 18 Agustus 2022: Undangan Sang Raja

Renungan Harian Katolik, Minggu 11 September 2022: Akan Ada Sukacita di Surga Karena Satu Orang Berdosa yang Bertobat
Renungan Harian Katolik, Minggu 11 September 2022: Akan Ada Sukacita di Surga Karena Satu Orang Berdosa yang Bertobat

Renungan Harian Katolik hari ini, Kamis 18 Agustus 2022 berjudul: “Undangan Sang Raja”.

Renungan Harian Katolik hari ini, Kamis 18 Agustus 2022 dikutip dari halaman website renunganpkarmcse.com. Sebagai penulis Fr. Gregorius Maria, CSE

Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh.
(Mzm 51:12)

Yeh 36:23-28; Mzm 51:12-15.18-19; Mat 22:1-14

Dari bacaan Injil, kita dapat mengatakan bodohnya para undangan yang tidak datang berpesta bersama Sang Raja karena lebih memilih mengerjakan urusannya.

Betapa bahagia mereka yang tidak diundang namun dipanggil untuk menikmati pesta kebaikan Sang Raja.

BACA JUGA :   Renungan Harian Kristen, Minggu 25 September 2022: Persiapan Melayani (2): Bukan Soal Semangat

Bagaimana dengan kita? Dalam setiap kesempatan, Tuhan Sang Raja sering memanggil kita untuk menerima rahmat-Nya sebagai anak-anak Allah, misalnya memberikan kita pekerjaan.

Apakah kita melihatnya sebagai beban sehingga menolaknya, supaya dapat mengikuti keinginan kita yang lebih menyenangkan, atau melihatnya sebagai suatu kesempatan dari Tuhan untuk berkembang sehingga kita bekerja dengan gembira mengingat Tuhan yang memberi pasti diperlengkapi dengan rahmat.

Bila kita renungkan mungkin kita adalah orang yang tidak layak atau orang yang tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menerima tawaran Tuhan ini, tapi karena Tuhan yang menghendakinya, maka Ia tidak meninggalkan kita?

BACA JUGA :   Renungan Harian Kristen, Senin 19 September 2022: Apakah Anda Terus Bersama Yesus?

Jangan sampai kita menerima pekerjaan ini, dengan setengah hati, sehingga kita putus asa dan akhirnya seperti orang yang tidak berpakaian pesta itu, kita mengerjakan tanggungjawab kita tidak dengan cara anak-anak Allah yang benar.

Semoga kita selalu memilih untuk menjadi anak-anak Allah seturut kehendaknya.

Sumber: Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”