Setahun Pimpin Barru, Andi Ina Paparkan Capaian dan Tantangan Anggaran

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Kabupaten Barru yang berkeadilan, maju, dan berkelanjutan, sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat bersama Wakil Bupati Abustan A. Bintang.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam dialog publik bertema kepemimpinan setahun Andi Ina di Makassar, Selasa (17/2/2026).
Dalam forum tersebut, Andi Ina mengakui bahwa awal masa kepemimpinannya diwarnai tantangan cukup berat, khususnya dari sisi keuangan daerah. Pada tahun 2025, Pemkab Barru menghadapi defisit anggaran sekitar Rp40 miliar. Memasuki 2026, tekanan kembali muncul akibat pengalihan dana transfer pusat yang mencapai Rp133 miliar.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ujian dalam merealisasikan program dan janji politik yang telah disampaikan kepada masyarakat.
Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan perkembangan positif. Tingkat kemiskinan, berdasarkan data kepesertaan BPJS, mengalami penurunan dari 8,03 persen pada 2024 menjadi sekitar 8 persen di tahun 2025.
Di sektor pendidikan, Barru berhasil memperoleh program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Dari kuota terbatas secara nasional, Barru berhasil mendapatkan bagian setelah melalui proses persaingan yang cukup ketat. Program ini memiliki nilai anggaran sekitar Rp270 miliar dan telah mulai dibangun sejak akhir tahun sebelumnya.
Selain itu, daerah juga mendapatkan program Kampung Nelayan dengan anggaran sekitar Rp9 miliar yang saat ini tengah dalam tahap pengerjaan.
Pada sektor pertanian, yang menjadi penopang utama ekonomi masyarakat, produksi padi pada 2025 tercatat meningkat signifikan hingga lebih dari 21 persen dan melampaui target nasional, sekaligus mendukung program swasembada pangan.
Sementara di bidang ketenagakerjaan, angka pengangguran mengalami penurunan, salah satunya dipengaruhi oleh pengangkatan sekitar 2.000 tenaga melalui skema PPPK, serta berbagai program penyerapan tenaga kerja lainnya.
Sejumlah pengamat menilai capaian tersebut menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, serta konsolidasi internal birokrasi yang berjalan cukup baik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Barru juga dilaporkan mengalami peningkatan, mencerminkan perbaikan akses masyarakat terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Namun demikian, tantangan tetap ada. Isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang mencapai puluhan ton per hari, menjadi perhatian serius yang perlu ditangani secara terintegrasi.
Selain itu, tantangan pembangunan ke depan juga mencakup pemerataan infrastruktur antarwilayah, keterbatasan anggaran, serta tuntutan respons cepat terhadap berbagai persoalan publik.
Di sisi lain, peluang pengembangan sektor pariwisata dan penataan kawasan perkotaan dinilai mulai menunjukkan potensi positif yang dapat terus dikembangkan.
Beberapa kalangan juga menilai kepemimpinan Andi Ina menghadirkan pendekatan yang komunikatif serta peka terhadap isu sosial. Ke depan, diharapkan kebijakan yang diambil semakin responsif, termasuk dalam perspektif kesetaraan gender.
Dengan berbagai capaian dan tantangan yang ada, Pemerintah Kabupaten Barru optimistis dapat terus mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga:  Pemkab Barru Perkuat Penyusunan RKPD 2027 Melalui Forum Konsultasi Publik

Bagikan:

BERITA TERKAIT

ARTIKEL POPULER

BERITA TERBARU