Wednesday, July 8, 2020

Wow, Raih IPK 3.99 Anak Buruh Sawit Ini Jadi Lulusan Terbaik

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pemilik nama lengkap Riani Rahmawati, sukses mencatatkan namanya sebagai lulusan terbaik I tingkat universitas dengan perolehan IPK 3.99.

Setelah mengenyam pendidikan selama empat tahun di fakultas sastra, Riani, sapaan akrabnya, akhirnya pada Kamis, 17 Oktober 2019 di Balai Sidang 45 Makassar, dalam acara pengukuhan wisudawan wisudawati ke-56 periode II Tahun Akdemik 2018/2019 Universitas Bosowa (Unibos), resmi menyandang gelar sarjana sastra inggris.

Kesuksesan yang diraihnya tentu saja tak terlepas dari doa tulus seorang ibu yang kesehariannya bekerja di perkebunan kelapa sawit.

Kesuksesannya menyelesaikan pendidikan dan meraih predikat terbaik juga ia persembahkan kepada mendiang ayahnya.

“Saya tahu ibu saya berusaha sendiri tanpa ayah saya, apa lagi saya punya adik. Ini yang membuat saya harus lebih giat untuk tidak menyia-nyiakan waktu dan usaha orang tua saya. Sebelumnya saya pernah berpikir untuk bekerja sembari kuliah, tetapi ibu saya pernah berucap untuk saya harus fokus kuliah saja. Jadi hanya dengan prestasi saya bisa membalas jasa ibu saya,” ucap wanita kelahiran 1997 itu.

Menurut Riani, IPK tinggi itu tidak hanya didapatkan dari kecerdasan seseorang. Namun harus beriringan dengan attitude, ketekunan, sikap disiplin, dan baik terhadap sesama terlebih lagi pada dosen yang telah berbagi ilmu.

“IPK kadang memang bukan hal yang utama yang dikejar. Tetapi bagi saya ini sangat penting, karena setiap ibu saya bertanya nilai apa yang saya dapatkan dan saya menyampaikan mendapat nilai A, ibu saya selalu berucap terima kasih telah membalas usaha ibu dengan hasil yang baik,” ungkapnya.

Penerima beasiswa PPA ini  juga mengatakan, aktif berorganisasi selama kuliah juga perlu untuk mendapat pengalaman dan melatih skill di luar kegiatan akademik. Jika diberikan kesempatan, Riani ingin melanjutkan studinya di negeri sakura. (FP)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Tiga Peserta UTBK Berkebutuhan Khusus Ikut Ujian di UNM Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tiga peserta Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) dengan berkebutuhan khusus mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)...

Pendaftaran UMPTKIN 2020 Ditutup, UIN Alauddin Peringkat Pertama Kampus Paling Diminati

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2020 telah resmi ditutup pada Minggu (5/7/2020). Dari...

Pustakawan dan Organisasinya

REFLEKSI HUT IPI KE 47 | 7 JULI 1973 -  7 JULI 2020Oleh: Tulus Wulan Juni (Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan Kota Makassar)

Dosen Unhas Segera Lakukan Rapid Test, Berikut Jadwalnya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Upaya melakukan pemutusan rantai penularan Covid-19, sebanyak 1.652 dosen Universitas Hasanuddin dari seluruh fakultas dan program studi akan segera...

Dear Mahasiswa, Ini Syarat Penerima Bantuan Keringanan Biaya Kuliah di Masa Pandemi

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Pemerintah mengeluarkan aturan keringanan uang kuliah tunggal bagi mahasiswa yang terkena dampak Covid-19. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun...

REKOMENDASI