Beranda blog Halaman 2

Meriah! Pesta Panen Adat Barru, Polisi Jaga Keamanan Warga

0

Barru, fajarpendidikan.co.id – Suasana Pesta Panen Adat Pa’engnge Majjimpo-jimpo di Dusun Birue, Desa Siawung, Kecamatan Barru, Senin (27/4/2026), berlangsung meriah dan dipadati antusias warga.

Tradisi tahunan ini menjadi salah satu momen yang selalu dinantikan masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen.

Ratusan warga terlihat hadir memenuhi lokasi kegiatan untuk menyaksikan rangkaian acara adat yang sarat nilai budaya tersebut.

Di tengah keramaian, jajaran Polsek Barru hadir melakukan pengamanan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Kapolsek Barru, AKP Rudi, S.E., memimpin langsung pengamanan bersama personelnya di lapangan.

Aparat kepolisian juga bersinergi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat setempat dalam menjaga kelancaran kegiatan.

Sejak awal kegiatan, personel Polsek Barru tampak melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi acara.

Petugas juga disiagakan di sejumlah titik untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Kapolsek Barru AKP Rudi mengatakan, pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat.

“Kami hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi Pa’engnge Majjimpo-jimpo merupakan warisan budaya yang masih dijaga hingga saat ini oleh masyarakat setempat.

Berkat sinergi aparat kepolisian, pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.

Pastikan Kedisiplinan, Bupati Bone Bakal Sidak di Rumah ASN WFH

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menetapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Bone yang diberlakukan setiap hari Rabu. Untuk memastikan WFH berjalan dengan baik, sewaktu-waktu ASN WFH memungkinkan disidak di rumahnya.

Kebijakan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas kedinasan secara fleksibel sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4/617/ORG tertanggal 22 April 2026. Dalam skema tersebut, ASN menjalankan WFH setiap Rabu, sementara hari kerja lainnya tetap work from office (WFO).

Meski memberikan fleksibilitas, Bupati menegaskan bahwa kinerja ASN tidak boleh menurun. Ia meminta seluruh pegawai tetap bekerja secara profesional dan bertanggung jawab meskipun menjalankan tugas dari rumah.

“Walau WFH, saya minta ASN bekerja dengan sungguh-sungguh,” tegas Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Selasa (28/4/2026).

Untuk memastikan kedisiplinan, pemerintah daerah akan melakukan pengawasan ketat. Bahkan, Bupati menyatakan tidak menutup kemungkinan dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah ASN yang menjalankan WFH.

“Sewaktu-waktu yang WFH akan disidak di rumahnya untuk memastikan apakah benar-benar berada di rumah atau tidak, bukan di tempat lain seperti berlibur atau keluar nongkrong,” ujarnya.

Selain itu, dalam kebijakan tersebut juga diatur berbagai ketentuan, di antaranya komposisi WFH sebesar 50 persen ASN, pelaksanaan rapat secara hybrid, serta efisiensi penggunaan energi dan anggaran. ASN yang menjalankan WFH juga diwajibkan tetap berada di wilayah tugas, responsif, serta melakukan absensi berbasis aplikasi.

Pemerintah Kabupaten Bone berharap kebijakan kerja fleksibel ini dapat meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik, sekaligus menjaga produktivitas kinerja ASN.*

Baba Yaga, Penyihir Misterius dari Legenda Slavia yang Menyeramkan sekaligus Membantu

0

Baba Yaga merupakan salah satu tokoh paling ikonik dalam cerita rakyat Rusia dan kawasan Slavia. Sosok ini dikenal sebagai penyihir tua yang hidup terasing di tengah hutan, menempati rumah unik yang berdiri di atas kaki ayam—sebuah gambaran yang sekaligus aneh dan menyeramkan.

Dalam banyak kisah, Baba Yaga digambarkan sebagai figur berbahaya. Ia kerap dikaitkan dengan penculikan hingga memakan manusia, terutama anak-anak yang tersesat di dalam hutan. Citra ini membuatnya menjadi simbol ketakutan dalam dongeng-dongeng tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Namun, karakter Baba Yaga tidak sepenuhnya hitam. Dalam beberapa cerita, ia justru berperan sebagai sosok yang membantu tokoh utama. Bantuan tersebut biasanya diberikan jika sang pahlawan mampu menunjukkan keberanian, kecerdikan, serta sikap hormat. Hal ini menjadikan Baba Yaga sebagai karakter kompleks—tidak hanya jahat, tetapi juga bisa menjadi penguji sekaligus penolong.

Ciri khas lain yang melekat pada Baba Yaga adalah cara bepergiannya. Ia digambarkan terbang menggunakan lesung besar yang digerakkan dengan alu, sementara di tangannya terdapat sapu yang digunakan untuk menghapus jejaknya di udara. Elemen-elemen ini semakin memperkuat aura mistis yang menyelimuti sosoknya.

Selama berabad-abad, legenda Baba Yaga telah menjadi bagian penting dari budaya Slavia. Kisah-kisahnya sering dimaknai sebagai peringatan tentang bahaya hutan yang liar, sekaligus mengajarkan nilai keberanian dan kecerdikan dalam menghadapi situasi sulit.

Hingga saat ini, Baba Yaga tetap hidup dalam berbagai karya modern, mulai dari sastra, film, hingga permainan video. Kehadirannya menunjukkan bahwa mitos lama masih memiliki daya tarik kuat dan terus berevolusi mengikuti zaman.

Daftar Kampus Terpopuler di Jakarta Versi uniRank 2026: Bukan Soal Akademik, Tapi Eksistensi Digital

0

Jakarta kembali mencuri perhatian, bukan hanya sebagai pusat bisnis dan gaya hidup, tetapi juga sebagai salah satu kota dengan pilihan perguruan tinggi yang sangat beragam. Banyaknya kampus di ibu kota sering membuat calon mahasiswa kesulitan menentukan pilihan yang tepat.

Di era digital seperti sekarang, penilaian terhadap kampus tidak lagi hanya bergantung pada akreditasi atau kualitas akademik. Kehadiran di dunia online juga menjadi faktor penting. Inilah yang menjadi dasar pendekatan yang digunakan oleh uniRank dalam menyusun pemeringkatan perguruan tinggi.

Berbeda dari lembaga pemeringkatan lainnya, uniRank tidak menilai aspek akademik seperti riset atau publikasi ilmiah. Sebaliknya, mereka mengukur performa digital kampus melalui berbagai indikator, seperti popularitas website, jumlah pengunjung, hingga visibilitas di mesin pencari. Data yang digunakan pun berasal dari sumber independen, bukan laporan internal kampus.

Pendekatan ini dinilai relevan dengan kebiasaan masyarakat saat ini yang sangat bergantung pada internet untuk mencari informasi. Kampus dengan website aktif, informatif, dan mudah diakses cenderung lebih dikenal luas oleh publik.

Berikut daftar 10 kampus di Jakarta dengan peringkat tertinggi versi uniRank:

  1. Universitas Bina Nusantara – peringkat 6
  2. Universitas Budi Luhur – peringkat 22
  3. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta – peringkat 42
  4. Universitas Negeri Jakarta – peringkat 46
  5. Universitas Bina Sarana Informatika – peringkat 52
  6. Universitas Esa Unggul – peringkat 53
  7. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka – peringkat 56
  8. Universitas Mercu Buana – peringkat 74
  9. Universitas Trisakti – peringkat 92
  10. Universitas Pertamina – peringkat 97

Daftar ini menunjukkan keberagaman, mulai dari perguruan tinggi negeri hingga kampus swasta ternama. Menariknya, beberapa kampus yang jarang menjadi sorotan justru memiliki performa digital yang kuat dan konsisten.

Universitas Bina Nusantara (Binus) masih mempertahankan posisinya sebagai yang teratas di Jakarta. Sementara itu, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, berhasil mengalami peningkatan peringkat, menandakan konsistensi mereka dalam membangun kehadiran digital.

Fenomena ini menegaskan bahwa eksistensi di dunia online kini menjadi bagian penting dari reputasi sebuah kampus. Website yang informatif, pembaruan konten yang rutin, serta interaksi aktif di platform digital dapat meningkatkan daya tarik institusi pendidikan di mata calon mahasiswa.

Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa pemeringkatan uniRank tidak mencerminkan kualitas akademik secara menyeluruh. Faktor lain seperti program studi, fasilitas, hingga kebutuhan pribadi tetap harus menjadi pertimbangan utama dalam memilih kampus.

Pada akhirnya, memilih perguruan tinggi bukan sekadar soal peringkat, tetapi tentang menemukan tempat yang paling sesuai dengan tujuan dan kebutuhan. Namun, daftar ini bisa menjadi referensi awal untuk melihat kampus mana yang paling menonjol di ranah digital.

Tangis dan Pelukan Warnai Perpisahan Siswa SMPN 24 Barru

0

Barru, fajarpendidikan.co.id – Suasana haru menyelimuti UPTD SMP Negeri 24 Barru saat menggelar kegiatan Last Ceremony bagi siswa kelas IX, Senin (27/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lapangan upacara sekolah itu diikuti 35 siswa kelas akhir. Kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan turut hadir dalam momen perpisahan tersebut.

Acara digelar sebagai bentuk penghargaan kepada siswa atas perjuangan mereka selama menempuh pendidikan di bangku SMP. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi penyemangat bagi siswa sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK.

Rangkaian acara diawali dengan upacara pengibaran bendera yang seluruh petugasnya berasal dari siswa kelas IX.

Penampilan pasukan paskibraka dengan seragam khusus menjadi salah satu momen yang paling menarik perhatian peserta kegiatan.

Namun, suasana paling emosional terjadi saat prosesi sungkeman dimulai. Satu per satu siswa menghampiri guru mereka untuk menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih.

Beberapa siswa tampak menitikkan air mata ketika memeluk guru yang selama ini mendampingi mereka selama tiga tahun terakhir.

Kepala SMP Negeri 24 Barru, Resyani, mengatakan last ceremony bukan sekadar acara perpisahan, tetapi juga bentuk apresiasi atas perjuangan siswa.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi sebelum siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Resyani kepada wartawan.

Ia juga berpesan agar para siswa tetap menjaga adab, tidak melupakan guru, dan menjaga nama baik almamater.

“Terus semangat melanjutkan pendidikan dan jadilah alumni yang beradab, unggul, serta berkarakter,” ujarnya.

Selain suasana haru, angkatan tahun ini juga mencatat sejumlah prestasi membanggakan.

Di antaranya juara lari 100 meter putri tingkat Kabupaten Barru serta prestasi cabang olahraga jalan cepat.

Pihak sekolah menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendampingan guru dalam pengembangan akademik maupun non-akademik siswa.

Salah seorang guru mengaku bangga sekaligus terharu melepas siswa kelas IX tahun ini.

“Kami berharap nilai disiplin, kejujuran, kerja keras, dan pantang menyerah tetap melekat pada diri siswa,” katanya.

Sementara itu, para siswa mengaku senang sekaligus sedih mengikuti last ceremony. Mereka mengenang berbagai kebersamaan selama mengikuti kegiatan sekolah, mulai dari ekstrakurikuler, porseni, hingga lomba tingkat kecamatan dan kabupaten.

Sebagian siswa bahkan telah berencana melanjutkan pendidikan ke sejumlah SMA favorit, termasuk SMAN 4 Barru.

Bagi warga sekolah, kegiatan ini menjadi momen kebersamaan terakhir sebelum para siswa melanjutkan pendidikan di tempat berbeda. Pihak sekolah pun memastikan last ceremony akan menjadi agenda rutin tahunan.

SMAN 15 Bone Raih Juara Umum 1 Lomba Kapaskibrakaan Sulsel

SMAN 15 Bone kembali mengukir prestasi membanggakan. Kali ini meraih juara umum 1 lomba kepaskibarakaan tingkat SMAN/SMK/MA sederajat se-Sulsel. Prestasi ini diraih usai memborong tujuh emas satu perak.

“Juara Umum 1 lomba kepaskibrakaan GALAKSI 154 Volume 6 tahun 2026 SE-SULAWESI SELATAN TINGKAT SMAN/SMK/MA sederajat di Pare-Pare, “demikian dilansir di akun medsos SMAN 15 Bone, Senin (27/4).

Dalam akun tersebut disebutkan, dari sembilan lomba yang diikuti, hanya satu yang tidak dapat juara. Sehingga tim SMAN 15 Bone berhasil meraih tujuh Emas dan 1 perak.

Prestasi luar biasa ini diraih Paskibra SMAN 15 Bone berkat kolaborasi berbagai elemen.

“1 Tekad, 1 Tujuan, Prestasi, Korsa.🔥🔥
Pergi dengan tekad, pulang membawa kemenangan, ” tulis di akun tersebut.

“Kolaborasi yang hebat dari, pembina, pendamping, tim sponsor dan anggota Paskib, menghasilkan kemenangan, ” lanjutnya.

Sebelumnya, prestasi membanggakan juga diraih PMR SMAN 15 BONE dalam lomba Gemilang Vol.2 SE-BOSOWA. SMAN 15 Bone berhasil meraih Juara 1 Cerdas Cermat Juara 1 Pembuatan Tandu Darurat dan Juara Harapan 2 Pertolongan Pertama

“Alhamdulillah dapat 3 dari 4 lomba yg diikuti.
PMR Smanlibels memang luar biasa.. Kemana-mana bertarung selalu pulang bawa piala kemenangan😍, “demikian disampaikan pada unggahan lain di akun tersebut.

ITM Rayakan Dua Dekade, Semangat Brotherhood Tetap Menyala

0

GOWA – Komunitas motor Ikatan Thunder Makassar (ITM) merayakan anniversary ke-20 tahun atau dua dekade dengan penuh semangat persaudaraan di Pantai Galesong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (26/4/2026).

Perayaan tersebut dihadiri para pendiri, member aktif, hingga keluarga besar ITM. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat mewarnai jalannya acara sejak pagi hingga malam hari.

Momentum dua dekade ini menjadi bukti bahwa komunitas pecinta motor Suzuki Thunder tersebut masih tetap solid meski zaman terus berubah dan produksi motor Thunder telah lama dihentikan.

Ketua Harian ITM, Akbar yang akrab disapa Fadly, mengatakan anniversary kali ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penguat solidaritas antaranggota.

“Momentum 2 dekade ini bukan sekadar perayaan, tapi menjadi bukti bahwa solidaritas dan persaudaraan di Ikatan Thunder Makassar tetap terjaga hingga hari ini. Kami berharap ITM terus eksis dan semakin solid ke depannya,” ujar Fadly.

Sementara itu, salah satu pendiri ITM, Ilyas, mengapresiasi dedikasi Fadly dalam menjaga eksistensi komunitas hingga mampu bertahan selama 20 tahun.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bro Fadly. Berkat dedikasi dan konsistensinya, ITM masih bisa eksis sampai saat ini,” katanya.

Ilyas juga mengenang perjuangan para ketua terdahulu yang dinilai memiliki peran besar dalam membesarkan komunitas tersebut.

“Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para ketua terdahulu, mulai dari Fitra, Tahir, Dheni (almarhum), hingga Joy, yang telah memperjuangkan dan membesarkan ITM sampai sekarang,” tambahnya.

Menurut Ilyas, berhentinya produksi Suzuki Thunder tidak boleh membuat komunitas kehilangan semangat.

“Walaupun produksi Suzuki Thunder sudah tidak ada lagi, kita sebagai komunitas harus tetap ada. ITM harus terus hidup dan menolak punah,” tegasnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Musyawarah Besar (Mubes) ITM untuk menentukan kepengurusan selanjutnya.

Hasil Mubes menetapkan Fadly kembali dipercaya sebagai Ketua Harian ITM.

Sementara Jupe ditunjuk sebagai Sekretaris, Atho sebagai Bendahara, dan Angga sebagai Humas ITM bersama keluarga besar komunitas tersebut.

Dengan semangat dua dekade, ITM berharap tetap menjadi wadah persaudaraan bagi para pecinta Suzuki Thunder di Sulawesi Selatan dan terus eksis di tengah perkembangan komunitas otomotif modern.

Hattrick Juara! SMAN 4 Barru Kembali Bersinar di FLS3N

0

Barru, fajarpendidikan.co.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMAN 4 Barru pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Barru tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Barru, Sabtu (26/4/2026), itu diikuti delapan SMA/SMK se-Kabupaten Barru dengan total 14 cabang lomba.

Dalam ajang tersebut, SMAN 4 Barru mengirimkan perwakilan pada delapan cabang lomba, mulai dari nyanyi solo, komik digital, desain poster, kriya, cipta puisi, baca puisi, menulis cerpen hingga monolog.

Hasilnya, para siswa SMAN 4 Barru sukses membawa pulang sejumlah prestasi membanggakan.

Pada cabang nyanyi solo puteri, Ainun Tsania Ahmad berhasil meraih juara pertama. Prestasi serupa juga diraih Nur Zakyla Chairil A yang keluar sebagai juara pertama cabang komik digital.

Sementara itu, Naqeisha Sakhi Hafizha Chaidir meraih juara ketiga pada cabang cipta puisi dan Dewi Indrawati meraih juara ketiga pada cabang desain poster.

Seluruh siswa peraih prestasi tersebut berasal dari kelas X dan XI SMAN 4 Barru.

Kepala SMAN 4 Barru, Hasby, S.Pd., M.Pd., mengaku bangga atas capaian para siswanya pada ajang FLS3N tahun ini.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih siswa-siswi SMAN 4 Barru. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras, latihan, dan pembinaan yang dilakukan selama ini membuahkan hasil,” ujar Hasby kepada wartawan, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, capaian tersebut terasa semakin istimewa karena cabang nyanyi solo puteri berhasil mempertahankan gelar juara pertama selama tiga tahun berturut-turut.

“Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah kami,” katanya.

Hasby menjelaskan, keberhasilan para siswa tidak diraih secara instan. Sekolah telah melakukan persiapan intensif selama kurang lebih satu bulan melalui latihan, seleksi, dan pendampingan dari para guru pembimbing.

Adapun guru pembimbing yang terlibat di antaranya Khusnul Khotimah, S.Pd., M.Pd., Gr., Sinarmawati, S.Pd., M.Pd., Nurfajrianti Akhmad, S.Pd., M.T., Gr., Sukmawati, S.Pd., Gr., dan Nur Mila, S.Pd., Gr.

Meski demikian, berbagai tantangan tetap dihadapi selama proses persiapan, terutama dalam menjaga konsentrasi dan motivasi siswa menjelang perlombaan.

Salah seorang guru pembimbing menyebut FLS3N menjadi wadah penting bagi siswa untuk menyalurkan bakat dan kreativitas di bidang seni, sastra, dan digital.

“FLS3N memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” ujarnya.

Para siswa yang meraih juara mengaku bersyukur atas hasil yang diperoleh. Mereka juga merasa bangga karena mendapat kesempatan mewakili Kabupaten Barru ke tingkat provinsi.

Diketahui, siswa peraih juara pertama pada cabang nyanyi solo puteri dan komik digital akan melanjutkan perjuangan di FLS3N tingkat provinsi.

SMAN 4 Barru pun berkomitmen terus meningkatkan pembinaan dan intensitas latihan agar mampu meraih hasil maksimal pada kompetisi berikutnya.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan berani tampil dalam berbagai ajang perlombaan.

 

Rupiah Digital dan Ancaman Stabilitas Keuangan Indonesia

0

fajarpendidikan.co.id – Mengenai uang yang kita gunakan, mungkin sudah pernah terlintas bayangan dimana suatu saat nanti mata uang yang digunakan berbasis digital dalam sistem keuangan modern.

Di tengah euforiadigitalisasi, tampaknya upaya Indonesia untuk masuk dalam tren global dengan merancang Rupiah Digital (Central Bank Digital Currency/CBDC) sebagai bagian dari transformasi dalam sistem keuangan.

Tentu saja inovasi ini terdengar sangat modern dan efisien serta mencerminkan adanya kemajuan teknologi dalam sistem pembayaran. Akan tetapi, adabaiknya untuk mengetahui bahwa, walaupun sistemnya digital, Rupiah Digital ini masih merupakan bagian dari jumlah uang yang beredar dan sejatinya didistribusikan menggunakan sistem perbankan, sehingga tidak mungkin bagi bank umum di Indonesia hilang dalam sistem keuangan.

Mengingat narasi tentang transformasi, timbul pertanyaanyang sering kali belum dibahas, “Apakah Indonesia sudah siap dan kuat dalam sistem keuangan, atau malah berisiko karena tergesa-gesa mengejar tren global?”

Bank Indonesia memang memiliki argumen yang kuat. Menurut Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025, tujuan dari Rupiah Digital adalah mempertahankan kedaulatan moneter di era berkembangnya digital asset berupa kripto dan stablecoin ini.

Fenomena ini juga semakin marak di tingkat global. Berdasarkan statistik dari Bank for International Settlements (BIS), hampir semua bank sentral di dunia saat ini sedang mengembangkan CBDC (Central Bank Digital Currency).

Namun hal tersebut hanya bersifat tipis sebab ketika dilihat lebih lanjut, pemberlakuan ini justru akan memberikan

dampak yang sangat signifikan bagi sistem keuangan karena mencerminkan perubahan fundamental dari hubungan antara masyarakat, bank, dan bank sentral. Pada titik ini terletak isu yang mengkhawatirkan, yakni adanya potensi yang membawa efek negatif bagi keseimbangan sistem keuangan.

Pertama, potensi disintermediasi perbankan menjadi salah satu isu penting dalam pemberlakukan kebijakan Rupiah Digital. Saat ini, uang rakyat disimpan pada bank komersial, yang kembali dipinjamkan sebagai modal dalam bentuk kredit. Namun dengan munculnya Rupiah Digital, rakyat dapat menyimpan uangnya di Bank Indonesia.

Logikanya, mengapa uang harus disimpan pada bank komersial jika bisa disimpan di Bank Indonesia yang jelas-jelas lebih aman? Jika fenomena ini berlangsung, tentunya fungsi utama bank dalam memberikan kredit kepada rakyat akan melemah.

Lebih mengkhawatirkan lagi adalah ancaman digital bank run yang juga tidak boleh diremehkan. Apabila ada situasi krisis kepercayaan, masyarakat tak perlu repot mengantre di bank, karena prosesnya pun dapat berlangsung dengan cepat dalam hitungan detik dalam sistem digital.

Jadi, transisi uang akan semakin cepat menuju Rupiah Digital. Bahkan menurut studi Bank for International,Settlements (BIS, 2021), adanya CBDC bisa mempercepat tekanan likuiditas pada perbankan apabila dirancang dengan kurang bijaksana. Dengan demikian, teknologi yang seharusnya memberikan stabilitas malah bisa jadi penyebab terjadinya krisis.

Pada tahap ini, tampaknya ada paradoks kebijakan. Sebagai contoh, pada satu sisi Bank Indonesia telah berusaha untuk mendukung stabilitas sistem keuangan dengan teknologi.

Namun, di sisi lain, teknologi yang dikembangkan ternyata bisa berpengaruh kepada stabilitas itu sendiri yang ditopang oleh kepercayaan dan keseimbangan likuiditas perbankan. Ini menunjukkan bahwa tidak selalu setiap inovasi dalam sistem keuanganmenghasilkan stabilitas. Justru dalam beberapa kasus, inovasi dapat menciptakan bentuk risiko baru yang sbelumnya tidak ada.

Problematika ini semakin menjadi-jadi bila dicontohkan dalam konteks LPS sebagai pihak yang memberikan jaminan simpanan di bank demi menjamin kepercayaan publik terhadap institusi perbankan melalui jaminan simpanan.

Kehadiran Rupiah Digital bisa jadi akan menciptakan standar baru tentang “kepercayaan”, di mana uang simpanan yang disimpan di bank sentral dipercaya lebih aman dari uang simpanan yang berada di bank. Tanpa pengelolaan yang jelas, situasi ini justru berpotensi membahayakan posisi LPS secara perlahan dalam mendukung sistem kepercayaan perbankan.

Menurut pendapat saya, masalah terbesar bukan terletak pada teknologi Rupiah Digital itu sendiri, tapi lebih kepada persiapan dan kesiapan ekosistem keuangan Indonesia.

Indonesia masih menghadapi beberapa kendala fundamental seperti literasi keuangan yang belum merata, kesenjangan digital, serta tingkat kepercayaan publik yang masih belum cukup kuat terhadap lembaga-lembaga keuangan.

Dalam kondisi tersebut, upaya mendesak adopsi CBDC malah berpotensi menciptakan ketidakseimbangan di mana hanya sebagian masyarakat saja yang siap menerapkannya secara optimal.

Selanjutnya, ada tendensi bahwa kebijakan digitalisasi sering dianggap sebagai hal yang modern tanpa diimbangi dengan analisis kritis terhadap implikasinya kedepan.

Di sisi lain, Rupiah Digital cenderung menjadi proyek yang ambisius, tetapi belum tentu siap secara implementasi.

Pada titik ini, penting untuk memahami bahwa peranan pemerintah di sini tidak cukup dengan dukungan. Lebih baik pemerintah memiliki fungsi sebagai penyeimbang sistem keuangan, dan tidak sekadar memfasilitasi inovasi tersebut.

Dengan kata lain, sebelum menyerukan implementasi Rupiah Digital, ada beberapa hal penting yang sebaiknya dipersiapkan oleh pemerintah yaitu menjamin adanya  regulasi yang komprehensif sehingga memberi kepastian bagi setiap individu di dalam sistem keuangan tersebut.

Selain itu, perlindungan konsumen pun perlu dikuatkan untuk bisa mengantisipasi risiko yang ada di ranah digital. Infrastruktur digital pun harus memadai di seluruh daerah sehingga tidak ada lagi kesenjangan dalam aksesnya.

Hal yang sama penting adalah koordinasi antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Tanpa adanya hal-hal tersebut, kebijakan Rupiah Digital dapat menjadi sebuah kebijakan yang kuat namun lemah dalam praktiknya.

Selanjutnya, saya sendiri berpandangan bahwa pendekatan yang terlalu ambisius tentunya harus dihindari. Rupiah Digital seharusnya tidak langsung dianggap sebagai solusi pengganti sistem keuangan yang ada, tetapi hanya sebagai instrumen penunjang yang seharusnya dilakukan secara bertahap dengan melakukan evaluasi berkala.

Kalau tidak, Indonesia nantinya akan membuat “eksperimen besar” dalam sistem keuangan tanpa adanyaperlindungan yang cukup. Karena itu, Indonesia tidak perlu yang paling cepat dalam menggunakan CBDC, tapi harus yang paling siap.

Secara akhirnya, tentunya Rupiah Digital membawa konsep keuangan yang modern. Namun kita harus menyadari bahwa semua inovasi tidak perlu selalu diadopsi begitu saja dan dengan segera.

Inovasi dalam sistem keuangan tentunya perlu lebih banyak dipertimbangkan dari pada segi tren, karena sistem keuangan perlu memiliki ketahanan untuk mengatasi hal tersebut. Tanpa kesiapan, inovasi ini justru berpotensi menciptakan risiko baru yang sulit dikendalikan.

 

Referensi

Bank Indonesia. (2023–2025). Project Garuda: Digital Rupiah. Project Garuda: Digital Rupiah

Bank for International Settlements. (2021). Central Bank Digital Currencies: Foundational Principles and Core Features. Central Bank Digital Currencies

Katadata. (2024). BI Siapkan Rupiah Digital, Versi Stablecoin RI yang Beda dari Kripto. BI Siapkan Rupiah Digital, Versi Stablecoin RI yang Beda dari Kripto

Republika. (2025). BI Tegaskan Akan Kembangkan Rupiah Digital, Apa Bedanya dengan Uang Elektronik? BI Tegaskan Akan Kembangkan Rupiah Digital, Apa Bedanya dengan Uang Elektronik

Unesa University. (2022). Analisis Dampak Moneter, Kesiapan Teknologi, dan Ancaman KeamananMata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) Analisis Dampak Moneter, Kesiapan Teknologi, dan AncamanKeamananMataUangDigitalBankSentral (CBDC)

 

Penulis : Zahwah Athifah Mutiah

Prodi. : Ekonomi Pembangunan

Universitas Muhammadiyah Malang

 

Regenerasi Pramuka SMAN 4 Barru, Pengurus Baru Resmi Terpilih

0

Barru, fajarpendidikan.co.id – Kegiatan pembubaran sekaligus pembentukan Pengurus Dewan Ambalan Latanring dan A. Sima Tana Pramuka SMAN 4 Barru berlangsung tertib dan lancar pada Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan yang digelar di lingkungan sekolah tersebut melibatkan seluruh anggota pramuka serta para pembina.

Agenda tahunan ini menjadi momentum evaluasi program kerja kepengurusan periode 2025–2026.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi anggota dalam memahami proses persidangan organisasi dan pemilihan pengurus baru.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pencapaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) Bantara dan Laksana, khususnya pada aspek kepemimpinan dan organisasi.

Sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias.

Beberapa anggota lainnya berhalangan hadir karena sedang mengikuti kegiatan lomba di luar sekolah.

Empat orang pembina turut hadir mendampingi jalannya kegiatan yang berada di bawah tanggung jawab kepala sekolah dan pembina pramuka.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan latihan (upabuklat) yang berlangsung khidmat.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan bakti lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan sekolah.

Agenda kemudian berlanjut ke dalam ruangan dengan pembahasan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus sebelumnya.

Selain itu, peserta juga membahas adat ambalan sebagai bagian dari tradisi organisasi pramuka.

Tahapan berikutnya adalah pemilihan pengurus baru yang berlangsung demokratis dan penuh semangat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pengukuhan pengurus terpilih serta upacara penutupan latihan.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ketua Gugus Depan, Kak Zainuddin.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya proses, tanggung jawab, dan keikhlasan dalam berorganisasi.

“Teruslah berproses untuk menjadi yang terbaik, baik di mata manusia maupun di mata Allah SWT. Amanah yang diberikan harus dijaga dengan baik,” ujarnya.

Para pembina juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang berjalan tertib dan penuh makna.

Mereka berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi pramuka yang lebih kompeten dan berkarakter.

Salah satu peserta, Meyva Ramadhanty, mengaku proses pemilihan berlangsung lancar dan demokratis.

“Pemilihan berjalan sangat baik sesuai pilihan kami. Semoga Pramuka SMAN 4 Barru ke depan semakin berkembang,” katanya.

Dari hasil kegiatan, laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya dinyatakan diterima seluruh anggota.

Dalam pemilihan tersebut, Muh. Mifzal Helmi terpilih sebagai Pradana Putra dengan Firmansyah sebagai pemangku adat.

Sementara itu, Nurjihan terpilih sebagai Pradana Putri dengan Meyva Nur Ramadhanti sebagai pemangku adat.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung tanpa kendala berarti dan sesuai dengan rencana.

Kegiatan ini dinilai memberikan manfaat besar bagi siswa, terutama dalam mengasah kepemimpinan, komunikasi, serta keberanian berbicara di depan umum.

Ke depan, pengurus terpilih akan segera menyusun struktur organisasi dan program kerja satu periode mendatang.

Diharapkan kegiatan seperti ini terus mendapat dukungan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas generasi muda di Barru.