Akademisi sekaligus pengamat politik pemerintahan, Dr. Andi Luhur Prianto, menilai dinamika politik di Kabupaten Barru mengalami perubahan signifikan dalam setahun terakhir di bawah kepemimpinan Bupati Andi Ina Kartika Sari.
Penilaian tersebut disampaikan dalam Dialog Publik bertema “Barru dalam Nakhoda Perempuan: Setahun Kepemimpinan Andi Ina Kartika Sari” yang digelar di Kantor Tribun Timur, Makassar, Selasa (17/2/2026).
Menurut Andi Luhur, kepemimpinan saat ini menunjukkan tingkat konsolidasi politik yang lebih baik dibanding periode sebelumnya. Ia melihat adanya kekompakan di antara elite politik yang sebelumnya cenderung terfragmentasi.
“Dalam beberapa tahun terakhir, dinamika politik di Barru cukup beragam. Namun pada periode ini, konsolidasi antar-elite terlihat lebih solid,” ujarnya.
Ia juga menyinggung bahwa pada masa sebelumnya, kelompok-kelompok politik di Barru kerap sulit bersatu. Kondisi tersebut kini dinilai mulai berubah seiring kepemimpinan baru.
Meski demikian, Andi Luhur mengingatkan bahwa pemerintahan saat ini dihadapkan pada tantangan fiskal yang tidak ringan. Kebijakan penghematan anggaran serta penyesuaian program daerah dengan prioritas pemerintah pusat membuat ruang gerak pemerintah daerah menjadi lebih terbatas.
Di sisi lain, pemerintah daerah tetap dituntut untuk merealisasikan target pembangunan yang telah ditetapkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Ia juga menekankan pentingnya memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam menurunkan angka kemiskinan.
Selain itu, pada sektor pertanian, meski terjadi peningkatan produksi, ia menilai perlu adanya pengembangan sektor unggulan lain sebagai upaya diversifikasi ekonomi daerah.
Dialog publik tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga praktisi, yang membahas capaian dan tantangan pembangunan Barru dalam satu tahun terakhir.
