BERANI BERMIMPI

FAJAR Pendidikan

Setiap orang mempunyai impian, entah itu mimpi yang besar atau mimpi yang biasa-biasa saja. Tapi, pada umumnya orang-orang banyak yang memiliki mimpi yang besar. Hal itu lah yang di alami semua orang. Termasuk diriku sendiri … Bayangkan; sakit mana yang belum pernah saya rasakan? Tentang keluarga? Tentang pertemanan? Tentang percintaan? Tentang jatuh dari kegagalan? Down dengan omongan orang lain? Kekecewaan? Bahkan pengkhianatan? Sampai-sampai mentalku dihajar! Habis-habisan.

Tapi, kekecewaan terbesar saya, ketika semua berakhir nestapa dengan kepergian orang tua .. And My biggest regret, when I failed to make my parents happy. Iya really don’t want to fail at what I did for my parents! Apa yang kita jalani saat ini, insyaallah semua akan mudah untuk di laksanakan. Apalagi di masa muda saat ini banyak lah mencari kegiatan yang bermanfaat untuk semua orang, dengan banyak kegiatan kita hanya membutuhkan skill yang kita miliki untuk masa depan nanti. I’ II prove it, with the dreams I’ve always wanted.

Saya, Fadia Hadifatuzzahra seorang pelajar yang kini memiliki mimpi yang tinggi. Tapi, rintangan yang selalu ada di setiap langkah … Yang namanya mimpi pasti banyak proses yang di lalui, entah omongan tetangga, mental yang menurun, banyak hinaan yang terdengar di telinga. Bahkan semua yang di lakukan sudah pasti salah di mata orang lain.

Tidak apa-apa, belum tentu salah di mata nya Allah … Selagi kita memiliki niat yang baik, yaitu hanya satu tujuannya, dengan membahagiakan kedua orang tua, dari berbagai sumber dan cara yang saya lakukan untuk bisa bangkit dan mengangkat derajat orang tua. Perlahan saya bangkit dari keterpurukan, melihat banyak info lomba yang tertera ingin mengikuti. Pikiran seakan tidak bisa untuk melakukannya. Ketika di coba dengan mengikuti pelatihan menulis, jujur awalnya ragu untuk memulai, dengan percaya diri, berdoa dan optimis, seiring berjalannya waktu.

Selalu sabar mengikuti ketentuan yang berlaku, menulis satu hari dua bab? Bayangkan; satu bab nya saja target sepuluh halaman, bagaimana nanti sampai ending nya? Tapi, saya tidak memikirkannya, deadline terngiang-ngiang di kepala. Setiap hari menulis sampai akhirnya ending sebuah cerita. Tidak menyangka selesai dalam sepuluh hari dengan jumlah seratus lima puluh lima halaman.

Meskipun tubuh semakin menurun karena tengah malah mengerjakan. Rasa terharu, senang, bahagia, apa yang saya impikan telah terwujud. Dengan meraih kategori peserta terbaik di angkatan menulis. Masih banyak lagi mimpi yang saya inginkan. Setelah buku solo saya terbit. Saya mengikuti lomba menulis puisi, cerpen. Yang saya bilang tapi, semakin mempunyai tekad yang kuat dan niat dalam melakukan sesuatu pasti dimudahkan. Di satu3 sisi melihat tingkat lomba nya saja sudah mengerikan.

Apalagi mengikuti lombanya. Tidak bisa saya bayangkan. Ketika terus mencoba sampai mendapatkan medali sebagai kategori penyair terpilih tingkat nasional yang di ikuti oleh 4.621 peserta. Hingga di percayai menjadi mentor pelatihan menulis. Dan di undang acara seminar Akbar Online maupun offline.

Betapa bangga nya orang tua saya, sampai mereka terharu dan memeluk saya dengan mengeluarkan air mata kebahagiaan. Sampai saat ini masih banyak impian yang kini muncul di pikiran saya. Dengan meraih Olimpiade ekonomi nasional dengan meraih medali perak. Masyaallah saya bersyukur atas apa yang saya miliki saat ini. Suatu bentuk doa dan support orang tua, keluarga besar, kawan-kawan, sahabat, dan guru-guru saya. Tanpa mereka saya tidak bisa untuk bangkit dari semuanya.

Hikmah yang dapat di ambil dari kisah nyata saya: “Jangan pernah takut mencoba, jangan pernah berubah pikiran yang negatif akan suatu hal. Ketika kita sudah merasakan apa yang selama ini kita takuti ternyata itu salah. Semua ada proses nya, selalu kuat menghadapi apa pun rintangannya. Karena orang tua adalah orang yang mendidik dan mengurus kita hingga kita dewasa, orang tua juga diartikan sebagai orang yang sudah hampir tidak berdaya dan berkelakuan seperti bayi karena usianya yang sudah tidak muda dan tubuhnya yang tidak mampu melakukan banyak aktivitas.

Tanpa kita sadari mimpi mereka tertunda karena adanya kita lahir ke dunia. Jangan menangisi orang tua karena kelakuan kalian yang seenaknya. Tapi, air mata yang keluar dari orang tua hanyalah terharu melihat anak yang ia didik berhasil sampai ke jenjang apa yang mereka inginkan. Kebahagiaan itu bisa di lakukan lewat berbagai cara. Hanya kita lah yang bisa mengelola nya dengan baik atau tidak. Thank you for your support my big family. I hope I can get through it. And my parents are always by my side.”

sebuah cerpen yang berjudul ‘BERANI BERMIMPI’ oleh Putri Tsaniaturrahmadani yang diperlombakan dalam lomba menulis cerpen fajar pendidikan

Bagikan:

- Advertisment -
REKOMENDASI UNTUK ANDA