Monday, October 26, 2020

Disebut Makan Mi Instan Bisa Picu Kanker, Ini Penjelasan Dokter

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Akibat terlalu banyak makan mi instan, seorang pria di Bogor mengaku divonis dokter tak bisa lagi mengonsumsi produk makanan itu selamanya. Dikatakan ia mengalami radang kerongkongan dan khawatir berkembang menjadi kanker bila pola makannya tidak dijaga.

“Berhenti total makan mi sejak kena radang kerongkongan itu. Sejak dibilang sama dokter supaya berhenti, karena kalau diteruskan saya bisa kena kanker kerongkongan,” kata pria berinisial T (32), Selasa (23/6/2020).

Diketahui selain gemar mengonsumsi mi instan, T juga rutin mengonsumsi makanan pedas dan asam, makanan ringan (kripik), kopi, dan soda. Hal ini dilakukan T selama bertahun-tahun, dari tahun 2008 hingga 2020. Malangnya, nasi sudah menjadi bubur, kerongkongan dan lambungnya tiba-tiba terasa panas seperti terbakar dan ia mengalami muntah darah sebanyak dua kali.

Menurut ahli pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, pola makan tidak sehat yang dilakukan T, seperti mengonsumsi mi instan, kopi, soda, dan makanan pedas bila dilakukan secara berlebihan bisa menyebabkan gastroesophageal reflux (GERD). GERD merupakan munculnya rasa terbakar di dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan.

“GERD dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Hal ini terjadi karena asam lambung atau isi lambung yang naik dapat menyebabkan luka pada dinding dalam kerongkongan. Awalnya hanya perlukaan, luka yang terjadi bisa makin luas dan bisa menyebabkan penyempitan dari kerongkongan bawah,” jelas Prof Ari kepda detikcom, Rabu (24/6/2020).

“Bahkan, GERD dapat menyebabkan perubahan struktur dari dinding dalam kerongkongan dan menyebabkan terjadinya penyakit barrett’s (penyakit saluran pencernaan bagian atas) yang merupakan lesi prakanker,” pungkasnya.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Unibos Kukuhkan 537 Wisudawan, Orang Tua Saksikan Secara Daring

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Rektor Universitas Bosowa (Unibos) hari ini kukuhkan 537 Wisudawan yang dilakukan secara offline bagi para wisudawan dan online untuk...

Nelayan Terima Mesin Konversi BBM ke BBG

Pangkep, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Nelayan tangkap mendapatkan bantuan konverter dari mesin BBM ke bahan bakar gas (BBG). Ini merupakan bantuan Kementerian ESDM bekerjasama Komisi VII...

Kunjungan Kerja, Bupati Pangkep Resmikan SPBU

Pangkep, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid, meresmikan secara langsung SPBU satu harga di Pulau Kalu - Kalukuang, Kecamatan Liukang Kalmas, Rabu (21/10).

Sehari Jelang Sertijab, Kadiskes Lantamal VI Makassar Berpamitan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sehari jelang Serah Terima Jabatan (Sertijab), Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) Letkol Laut...

Vicon Bersama Tim Penilai Nasional Kemenpan RB, Lantamal VI Paparkan Evaluasi Perkembangan Pembangunan Zona Integritas

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Zona Integritas (ZI) Reformasi Birokrasi (RB) yang sedang dilaksanakan oleh Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) untuk menuju...

REKOMENDASI