Saturday, September 19, 2020

Duta Baca Pelajar Dapat “Berkah” dari Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Duta Baca Pelajar kota Makassar, Diva, Cris dan Liza tersenyum sumringah saat Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Moh Hasan membuka dompet dan memberikan kepada Duta Baca masing-masing tiga lembar uang “merah”.

“Ini Jum’at berkah untuk Duta Baca,” ungkap Moh Hasan sembari tersenyum.

Kehadiran mereka bertiga diundang khusus oleh Dinas Perpustakaan Makassar untuk ikut menerima kunjungan kerja Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan bersama rombongan di Ruang Sipakalebbi – Ruang Pola Balaikota Makassar, Jumat, 14 Februari 2020.

Kunjungan kerja diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan kota Makassar, Siswanta A Attas mewakili Pj Walikota dan didampingi dari unsur pejabat struktural dan fungsional Dinas Perpustakaan kota Makassar, Dinas Kearsipan kota Makassar, Bappeda, Sekretariat DPRD dan beberapa perwakilan tenaga perpustakaan sekolah SD, SMP dan SMA.

Dalam sambutannya, Kadis Perpustakaan Provinsi memberikan apresiasi kepada kota Makassar yang selama ini telah “mewarnai” Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dengan berbagai kegiatan dan inovasi.

Disela-sela sambutan, Kadis tidak lupa juga menyapa Duta Baca Pelajar yang terlihat duduk manis sambil ikut menyimak seluruh rangkaian acara.

Duta Baca Pelajar kota Makassar adalah program tahunan Dinas Perpustakaan kota Makassar untuk memilih figur pelajar teladan yang membantu Dinas Perpustakaan kota Makassar mengkampanyekan kegemaran membaca ditengah-tengah masyarakat khususnya para pelajar.

Untuk periode tahun 2019-2020, Duta Baca Pelajar kota Makassar yang terpilih dari rangkaian seleksi adalah Diva Nurmala Sari atau dipanggil Diva dari SMA Negeri 20 Makassar untuk kategori SMA.

Untuk kategori SMP, Cristopher Kandiawan atau dipanggil Cris dari SMA Katolik Rajawali Makassar dan Siti Nurwastu Journaliza Daeng Ratu atau dipanggil Liza dari SDIT Wahdah Islamiyah 01 Makassar. (FP)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

BPJS Ketenagakerjaan Gencar Ajak Guru Mengaji Jadi Peserta, Ini Manfaatnya!

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- BPJS Ketenagakerjaan gencar melakukan sosialisai mengajak penerimaan insentif guru mengaji untuk menjadi pesertanya. Hal tersebut seperti yang...

DKM Bakal Lakukan Pameran Daring ‘Semangat 2020’

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari setengah tahun. Semua lini kehidupan seperti sedang diuji daya tahannya, termasuk posisi seni...

Danlantamal VI Sambut Hangat Kunjungan Dirut PT. Semen Tonasa

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP., menyambut hangat kunjungan Direktur Utama...

REKOMENDASI