ADV A1

Perubahan Sedang di Perdebatkan

Penulis: Aguini Providensia Tjandra

FAJAR Pendidikan

“Palingan covid-19 cuman hoax!” Saya yakin banyak pelajar yang masih terperangkap dalam pola pikir seperti itu.

Tidak mau berubah, tidak mau bertindak, dan menyepelekan semua perubahan yang telah kita alami bersama.

Seharusnya kita lebih waspada dalam keadaan seperti sekarang ini, bukankah kita pelajar coronial? Atau bahkan belum paham apa itu coronial? Pelajar coronial adalah pelajar yang mampu untuk mencari dan memanfaatkan semua kesempatan sebaik mungkin.

Lebih produktif, lebih waspada, lebih cerdas, dan maju mengikuti perkembangan teknologi. Coba pikirkan lagi, sudahkah kita menjadi pelajar yang seperti itu? atau justru sebaliknya, selalu menyalahkan keadaan dan tidak mau mencari kesempatan.  Istilah kekinian-nya kalian itu terjebak dalam zona nyaman.

“Kenapa harus berubah? Apa yang diubah?” senang sekali rasanya kalau saya mengupas hal ini secara rinci.

Langkah pertama, yang harus di ubah adalah pikiran. Pikirkan apa saja keuntungan dan kerugian yang kita dapatkan dari covid-19 ini.

Jangan menyepelekan apapun, pikirkan setiap risiko dari tindakan kita, tapi jangan sampai overthinking.

Langkah kedua, buat perencanaan. Kalau covid ini masih terus ada sampai dua atau tiga tahun kedepan bagaimana? Mungkin salah satu rencananya adalah berbelanja kebutuhan sebulan sekali, buat list apa saja kebutuhan itu.

Lalu merencanakan healing seperti apa yang akan kalian lakukan setelah selesai belajar daring.

Yang ketiga, buat prioritas. Prioritas pelajar adalah beribadah, peduli kepada keluarga, dan belajar.

Boleh sesekali bermain game, tapi sebaiknya lakukan yang prioritas dulu dan setelah itu bisa bermain game atau nonton drakor, ingat jangan sampai lupa waktu, kendalikan diri, bersikap dewasa.

Yang keempat, mau berubah. Yang dulunya belajar tatap muka, sekarang harus daring. Yang dulunya pakai buku cetakan, sekarang mungkin hanya buku elektronik.

Yang dulunya ngopi di cafe, sekarang di teras rumah. Saya yakin sebenarnya kita bisa berubah, tapi terhalang dengan pikiran yang memberatkan diri sendiri, selalu pesimis.

“Apa saja kerugian kita sebagai pelajar dalam wabah covid ini?”
Sulit memahami materi pembelajaran karena pembelajaran di lakukan secara daring.

Waktu belajar yang terbatas. Waktu belajar ini memang sengaja dibatasi, karena pelajar akan lebih cepat jenuh. Kehilangan niat belajar.

BACA JUGA :   Strategi SIMPEL sebagai Solusi Pembelajaran di Tengah Pandemi COVID-19

Mungkin ini bisa diatasi dengan cara mengubah pola pikir, harus sadar bahwa belajar itu sangat penting, dan cari cara belajar yang menyenangkan menurutmu.

Misalnya memberi saran kepada guru untuk membuat powerpoin yang menarik dan asik untuk di baca, membuat games online, atau menyediakan video animasi untuk belajar.

Belajar akan sangat menyenangkan jika dilakukan sepenuh hati dan dengan cara yang benar.

Tidak punya kuota internet yang cukup. Kalau tentang masalah ini, harus dibicarakan dengan guru atau pihak sekolah agar mendapat solusi yang tepat.

Tidak mampu membeli buku. Kalau tentang ini, bisa cari di internet saja, sekarang pemerintah dan para pembuat buku banyak yang menyediakan buku gratis, bisa langsung kalian download dengan mudah. Tinggal klik!

“Lalu, keuntungannya apa?” Video pembelajaran lebih banyak di internet, ini bisa mempermudah kita dalam mengolah informasi. Sekarang dapat ilmu bukan hanya dari Sekolah saja.

Ruang lebih luas untuk berkarya, kita bebas berkarya di mana saja. Diinstagram, youtube, tiktok, dan aplikasi lainnya.

Yang punya bakat di bidang melukis, menyanyi, membaca puisi, membuat artikel, bisa mencari info tentang lomba online di sosial media. Penonton, pembaca, dan pendengar juga mungkin lebih banyak.

Tempat yang tepat untuk mencari ide. Lebih banyak peluang untuk mencari lapangan pekerjaan , misalnya jualan online atau jadi influencer.

Jadi youtuber juga bisa, jadi apapun bisa selagi hal itu baik dan kita bisa membagi waktu antara kerja, belajar, dan prioritas kita yang lainnya.

Mengurangi biaya. Saya pernah dengar kata-kata “Hidup murah, yang mahal itu gengsi.” itu benar, terkadang kita memilih beli barang mahal buka karena kita butuh, tapi karena ingin berlomba-lomba terlihat keren di mata orang lain.

Belajar hidup sederhana, jika ada kelebihan kenapa tidak disumbangkan kepada yang membutuhkan saja? Misalnya beli buku elektronik itu murah, tapi kalian lebih mementingkan membeli tas yang lagi trend.

Padahal mana yang lebih di butuhkan? Tas atau buku? Kalau memang kalian pada saat itu lebih butuh tas, maka tak masalah untuk membeli tas. Sekali lagi, jadilah pelajar coronial yang cerdas, buat Indonesia bangga punya pelajar seperti kita!

BACA JUGA :   Penerapan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) Menimbulkan Beberapa Akibat yang Bertuju pada Peningkatan Learning Loss di Masa Pandemi Covid-19

“Lantas jika perubahan itu positif, kenapa masih diperdebatkan?” kita bisa melihat sisi positif dari belajar daring.

Yang dulunya takut presentasi, sekarang lebih berani karena yang di lihat teman sekelas hanya video kita dan tidak saling bertatapan secara nyata, hanya lewat aplikasi.

Yang kesusahan beli buku karena harga mahal, sekarang bisa download lewat ponsel. Yang korban bully dengan kekerasan, sekarang hanya tatap-tatapan.

Masih banyak lagi keuntungan dari covid ini sebenarnya, hanya saja kita yang terlalu takut untuk berubah.

Keadaan memang selalu di lihat dari dua sisi yang berbeda, ada yang melihat bahwa vaksin bisa berbahaya, tetapi ada yang juga yang melihat vaksin itu bermanfaat untuk menjaga kekebalan tubuh.

Ada yang melihat repot kalau harus pakai masker, tapi ada juga senang membiasakan diri pakai masker agar terhindar dari debu dan virus.

Ada bilang covid ini membuat kerugian besar bagi para pekerja, tapi para dokter malah semakin sibuk bekerja. Ya memang seperti itu, selalu ada sisi baik dan buruk dari setiap hal yang terjadi.

Kesimpulannya, berdebat itu tidak salah. Apalagi yang berdebat adalah para pelajar, wah bagus sekali itu, akan banyak opini positif yang mengalir.

Dari sekian banyak perbedaan pendapat, perdebatan akan menjadi sangat menarik untuk di diskusikan bersama.

Tapi, berdebat itu akan di salahkan jika menggunakan cara yang salah dan berkata kasar atau menyinggung suatu pihak. Jadilah pelajar yang cerdas dalam mengolah kata demi kata.

Untuk covid-19, terima kasih telah membawa perubahan untuk Indonesia. Untuk perubahan yang positif, semoga bisa tetap terlaksana.

Untuk perubahan yang negatif, semoga bisa segera di atasi. Terima kasih untuk semua pelajar coronial cerdas yang membanggakan Indonesia di bidang pengetahuan, teknologi, dan perubahan yang memajukan Indonesia.

Perubahan yang membuat saya, kamu, dan seluruh pelajar coronial bisa belajar lebih produktif di kehidupan yang baru ini. Pelajar coronial.. kalian hebat! Semangat Indonesia, kita pasti bisa bangkit bersama dan menata kembali Negara tercinta.

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI