Geger Barru! Pemuda Ngaku Ditampar, Dikejar, Knalpot Dirampas

BARRU – Tiga pemuda asal Tanete Riaja, Kabupaten Barru, masing-masing Richo, Mohammad Haikal, dan Aksan, melaporkan dugaan penganiayaan dan intimidasi yang mereka alami saat dalam perjalanan menuju angkringan, Rabu malam (27/5/2026) sekitar pukul 23.00 WITA.

Mohammad Haikal mengungkapkan, peristiwa itu terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan SMAN 1 Barru.

Hal itu disampaikan Haikal kepada fajarpendidikan.co.id pada 1 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

Saat itu, Haikal bersama dua rekannya melintas dari arah Tanete Riaja menuju angkringan di kawasan Pantai Sumpang.

Ia mengaku sempat menyalip rombongan pengendara lain yang kemudian diduga menjadi pelaku.

Tak lama berselang, rombongan tersebut disebut melakukan pengejaran.

ADVERTISEMENT

“Sekitar 10–20 meter mereka langsung mengejar kami. Motor saya sempat ditendang sampai masuk got,” kata Haikal.

Di lokasi pertama, di Jalan Jenderal Sudirman, Sumpang Binangae, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Haikal mengaku sempat dimaki dengan kata-kata kasar serta mendapat ancaman dari salah satu terduga pelaku.

Baca Juga:  Meski Lari Antarprovinsi, Polisi Barru Kejar Pencuri dari Barru

Warga sekitar yang melihat kejadian sempat berusaha melerai sebelum rombongan tersebut pergi dari lokasi.

ADVERTISEMENT

Namun, situasi disebut belum selesai.

Beberapa menit kemudian, korban mengaku kembali dihadang di Jalan Andi Saripin, tepat di depan toko kosmetik Beauty House.

Di lokasi kedua, Haikal kembali mengaku dimaki. Ia juga menyebut sempat mencium bau minuman dari salah satu terduga pelaku.

Ia menambahkan, dirinya dimaki dengan kata-kata kasar dan bergaya seperti aparat, kemudian ditampar hingga bagian telinga mengalami luka dan mengeluarkan darah.

“Dia bilang belum selesai masalah ini, lalu menampar saya sampai telinga berdarah,” ujar Haikal dengan wajah sedih.

Baca Juga:  Tegang! Simulasi PHH di Barru Uji Nyali Polisi Muda

Haikal juga mengaku sempat diancam akan ditahan bersama sepeda motornya.

Terduga pelaku kemudian disebut meminta agar knalpot motor korban dibuka di lokasi kejadian.

Dalam kondisi tertekan, korban akhirnya mengikuti permintaan tersebut, sambung Haikal selaku korban.

Knalpot motor kemudian dilepas di sebuah bengkel di kawasan Sumpang Binangae, jalur dua, dan kemudian diambil oleh terduga pelaku.

Haikal juga menyebut kunci motor sempat diambil, dan dirinya diminta mengantarkan motor dengan cara didorong hingga ke wilayah Bunne, Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja.

Setelah rangkaian kejadian tersebut, korban bersama rekannya akhirnya diperbolehkan meninggalkan lokasi.

Kami kemudian melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian.

Mereka berharap aparat segera mengusut dan mengamankan pihak yang diduga terlibat, harap Haikal.

 

Hengki.

Bagikan:

BERITA TERKAIT

ARTIKEL POPULER

BERITA TERBARU