Saturday, August 15, 2020

Ingin Bikin Buras, Pembelajaran Daring di SD 142 Tidak Dilaksanakan

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Gegara ingin membuat Buras, pembelajaran daring di UPT SD Negeri 142 Lilina Ajangale, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, diduga tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya, Kamis (30/7/2020).

Pasalnya, pantauan FAJAR PENDIDIKAN saat menyambangi sekolah tersebut sekira pukul 09:28 Wita, sudah tidak ditemui Kepala Sekolah maupun Guru di Sekolah itu.

Kapala Sekolah UPT SD Negeri 142 Lilina Ajangale, Andi Darmawarti belum berhasil dikonfirmasi terkait hal itu.

Salah satu Pengawas SD di Kecamatan Ulaweng, Syahruddin SPd MM, yang dikonfirmasi terkait hal tersebut menjelaskan, untuk saat ini kegiatan pembelajaran non tatap muka, yakni daring dan/atau luring selama empat jam pembelajaran. Mulai dari pukul 08.00 s/d pukul 12:00 Wita.

Olehnya itu, Dia menyebut dengan sudah kosongnya aktivitas kepala sekolah dan guru di sekolah sekitar pukul 09:23 Wita itu terlalu cepat pulang dan menyalahi aturan yang ada.

“Kemungkinan kalau guru tidak ada di sekolah, mungkin jadi guru kunjung (akses internet tidak ada/siswa tidak punya HP ), akan tetapi jika akses internet baik maka guru melakukan pembelajaran daring,”jelasnya

Berselang beberapa saat, Dia juga menjelaskan, berdasarkan laporan dan informasi yang diperolehnya dari pihak UPT SD Negeri 142 Lilina Ajangale, bahwa pada hari ini, terdapat dua orang guru yang hadir memberi pembalajaran daring dari sekolah. Hanya saja pulang sekitar pukul 09:00 Wita.

Sementara yang lainnya meminta izin karena ada kegiatan dan hendak membuat makanan berbahan dasar beras yang dikenal dengan nama buras.

“Sudah saya konfirmasi juga sama Kaseknya, katanya ada izin karena ada acara dan lainnya bikin buras untuk persiapan Idul Adha,”ungkapnya

Pengawas sejumlah SD di Kecamatan Ulaweng dan Bengo itu berterima kasih atas informasi yang dikonfirmasi kepada dirinya. Hal itu disebutnya sangat penting sebagai bahan evaluasi peningkatan mutu pendidikan saat dirinya turun ke sekolah sekolah.

Reporter: Abustan

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Semarakkan Hari Kemerdekaan, Lantamal VI Tayangkan Ucapan HUT Ke-75 RI Tahun 2020 Di TV Tron

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Dalam rangka HUT Ke-75 kemerdekaan RI Tahun 2020 pada 17 Agustus 2020 nanti, Lantamal VI menyemarakkan Kegiatan Tahunan ini...

SMP Islam Athirah 1 Makassar Uji Kreativitas Peserta Didik Melalui Lomba

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kegiatan Muharram dan Semarak Kemerdekaan di SMP Islam Athirah 1 Makassar diadakan secara virtual. Dua kegiatan itu untuk pertama kalinya...

Memperingati Hari Pramuka, Murid SDN Borong Kerja Bakti di Rumah

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - "Perkenalkan, nama saya Nur Aliah Suci Ramadhani dari kelas 4B, SD Negeri Borong. Saya akan melakukan kegiatan menyapu, menyiram...

Sambut HUT Ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020, Lantamal VI Gelar Zikir Bersama

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Dalam rangka menyambut peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020, Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) menggelar acara...

OPINI : Sekolah Tatap Muka Antara Harapan dan Minimnya Persiapan

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 saat ini masih belum usai, selama hampir 4 bulan lebih Indonesia Lockdown yang berarti segala aktivitas seperti sekolah,...

REKOMENDASI