Monday, July 13, 2020

Ketua STIE Nobel Indonesia Berpesan Kepada Lulusan Jaga Nama Baik Almamater

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia kembali mencetak lulusan sebanyak 261 wisudawan/wisudawati, yang terdiri dari 164 lulusan Sarjana Manajemen, 53 lulusan Sarjana Akuntansi dan 44 orang lulusan Magister Manajemen (S2).

Sehingga dengan demikian jumlah lulusan yang telah dihasilkan oleh STIE Nobel sejak didirikan pada tahun 1999 telah mencapai 1.569 lulusan yang terdiri dari 1.256 lulusan program sarjana (S1) dan 313 lulusan program magister (S2).

Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Upacara Wisuda Sarjana Angkatan XIII dan Wisuda Angkatan V Program Pascasarjana STIE Nobel Indonesia itu berlangsung di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar, Rabu, 19 Juni 2019.

Dr H Mashur Razak, SE., MM., selaku Ketua STIE Nobel Indonesia dalam sambutannya mengatakan, untuk memberikan jaminan kualitas bagi setiap lulusan, STIE Nobel Indonesia mengembangkan Sistem Penjaminan Mutu Internal maupun Sistem Penjaminan Mutu Eksternal.

“Sampai saat ini semua prodi memiliki Akreditasi B dari BAN-PT dan telah terakreditasi institusi dari BAN-PT,” jelas Mashur Razak.

Dalam rangka pengembangan institusi, kata Mashur Razak, STIE Nobel Indonesia saat ini sedang mempersiapkan penambahan prodi sistem dan teknologi informasi yang selanjutnya akan mengajukan permohonan perubahan status dari Sekolah Tinggi menjadi Instutut Teknologi dan Bisnis.

“Selain itu, juga sedang dipersiapkan pembukaan program doktor (S3) dalam bidang Ilmu Manajemen,” Kata Mashur Razak.

Di ujung sambutannya, Mashur Razak titip pesan kepada wisudawan/wisudawati untuk senantiasa menjaga nama baik almamater.

“Kepada seluruh wisudawan/wisudawati, kami ingin menitip pesan agar terus belajar sebab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat. Selain itu, kami mohon untuk mempertahankan integritas, menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran sehingga setiap aktivitas dan pengabdian yang dilakukan senantiasa mendapat berkah dari Allah SWT,” tutupnya. (FP)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

OPINI : Kasus Covid Meningkat, Akibat Pelonggaran Kebijakan

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pemerintah mengatakan anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19 yang sebesar Rp 87,55 triliun tidak akan bertambah hingga akhir tahun walaupun kasus...

Penulis Novel Kelahiran Sidrap Serahkan Karyanya ke Perpustakaan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Lewat chat WhatsApp, penulis novel S. Gegge Mappangewa mengabarkan kepada Tulus Wulan Juni Pustakawan Makassar akan mengirimkan bukti terbit...

Sebulan Dikepung Banjir, Warga Kelurahan Tempe Mulai Mengeluhkan Kurangnya Air Bersih

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Ratusan orang terpaksa meninggalkan rumah-rumah dan lahan-lahan pertanian mereka untuk menghindari banjir di Kabupaten Wajo. Pihak berwenang memerintahkan warga...

Lantamal VI Gelar LDD SIMAK BMN T.A 2020

Makassar, FAJARPENDIDIDKAN.co.id - Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) gelar Latihan Dalam Dinas (LDD) Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik...

Cegah Covid-19, Sejumlah Ruang Pertemuan di Mapolres Bone Disemprot Disinfektan

Bone, Fajarpendidikan.co.id- Polres Bone melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah ruang pertemuan kantor, Senin (13/07/2020). Sejumlah tempat yang dilakukan penyemprotan...

REKOMENDASI