Mahasiswa KKN PPM-UH Siap Wujudkan Desa Sehat di Desa Belabori Gowa

FAJAR Pendidikan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Hasanuddin (KKN PPM-UH) siap menjalankan program Desa Sehat di Desa Belabori, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.

Para mahasiswa dan Dosen Pendamping KKN (DPK) mendapatkan sambutan yang baik dari perangkat Desa Belabori, Senin (18/07).

Kegiatan Penerimaan Mahasiswa KKN PPM Unhas dihadiri oleh Kepala Desa Belabori. Kepala Desa atau yang diwakili oleh koordinator keuangan desa atas nama kepala desa menerima para mahasiswa dan Dosen Pendamping di Kantor Desa Belabori, Gowa.

Kadek Ayu Erika selaku DPK melaporkan terdapat 16 mahasiswa yang akan melakukan KKN di Desa Belabori, dimana 10 mahasiswa keperawatan dan 6 mahasiswa farmasi. KKN PPM-UH adalah salah satu program tematik dengan tujuan membina desa menuju desa sehat. KKN ini akan dilaksanakan selama 1 bulan.

BACA JUGA :   Lewat Permainan Edukatif, PIAUD IAIN Bone Harap Guru Jadi Lebih Kreatif 

”Diharapkan pelaksanaan KKN ini dapat mencapai target-target yang telah ditentukan, seperti pembuatan TOGA (Tanaman Obat Keluarga), DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang), penyuluhan kesehatan, dan pemeriksaan kesehatan, dan lain-lain,” harap salah satu DPK tersebut.

Sultan selaku koordinator keuangan desa menjelaskan geografis singkat Desa Belabori kepada mahasiswa KKN. Desa Belabori memiliki 500-600 KK dengan 2000-2500 penduduk. Sultan mengharapkan mahasiswa KKN dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA :   UNM Hadirkan Ali Masykur Musa di Kuliah Umum, Bahas Transportasi Hingga Tol Laut

”Setiap dusun di Belabori masing-masing memiliki posyandu sehingga mahasiswa bisa bekerja sama dengan PKK dan kader-kader posyandu setempat. Terlebih tahun ini, pemerintah pusat menekankan program ketahanan pangan dan stunting. Oleh karena itu, mudah-mudahan ilmu yang dibawa mahasiswa KKN bisa memberikan manfaat yang nyata dengan mengimplementasikannya ke dalam proker-proker sesuai dengan masalah yang ada di masyarakat,” jelas Sultan.

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI