Tuesday, July 14, 2020

Mahasiswa KKN PPM UNM Bulukumba Kenalkan Alat Pendeteksi Banjir

Bulukumba, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Mahasiswa Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Universitas Negeri Makassar (UNM) Tahun 2019 memperkenalkan inovasi alat Pendeteksi Banjir.

Melalui Seminar Program Kerja dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Teknologi Informasi untuk Pembudayaan Sikap, Keterampilan dan Strategi Adaptasi dalam Menghadapi Bencana di Daerah Pesisir Pantai Kab. Bulukumba” di Kantor Desa Salemba Kec. Ujungloe Kab. Bulukumba, Rabu (17/07).

Haswandi selaku Koordinator Desa mengungkapkan bahwa seminar tersebut dilakukan untuk mengenalkan dan mensosialisasikan fungsi serta prinsip kerja alat yang dapat mendeteksi kenaikan muka air sungai maupun laut di Desa Salemba yang merupakan lokasi rawan banjir. Sehingga, diharapkan alat tersebut mampu membantu mengurangi resiko bencana banjir di Desa Salemba.

“Jadi belum ada kegiatan untuk pemasangan disini, nanti misalkan kedepannya warga masyarakat khususnya Desa Salemba menerima dengan baik, merespon dengan baik kemungkinan akan ada pemasangan nantinya,” ungkap pria asal Palopo ini.

Jayadi, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sekaligus salah seorang peserta seminar mengaku tertarik dengan alat tersebut. Menurutnya, alat tersebut sangat berguna untuk masyarakat Desa Salemba dalam mempersiapkan diri menghadapi banjir.

Alat Pendeteksi banjir yang diciptakan Mahasiswa KKN UNM (FOTO/IST)

“Kan sebelum-sebelumnya kan Air sudah naik, di tempat kami memang biasa kena banjir. dan jika adanya alat pendeteksi banjir seperti imni, kita bisa waspasa sebelumnya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa apabila alat seperti itu telah ada di Desa Salemba, hal tersebut dapat meringankan pihak kabupaten dalam turun tangan membantu masyarakat Desa Salemba karena masyarakat dapat lebih waspada banjir. “Sebelum-sebelumnya kan langsung dari kabupaten bantuannya toh, semuanya dari bawah,” pungkasnya.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Bupati Barru Tegaskan, Proses Rapid Test Gratis Masyarakat Dipermudah

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Bupati Barru Suardi Saleh, mengimbau kepada Tim Gugus Tugas (TGT) Coronavirus deseases 2019 (Covid-19) Barru, agar mempermudah pelayanan rapid...

Posal Pinrang Lantamal VI Ikuti Apel Gabungan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 di Makodim 1405/Mlts Parepare

Parepare, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19 Kotamadya Parepare Sulsel, Personel Pos TNI AL (Posal) Pinrang Lantamal VI mengikuti...

OPINI: Era Digitalisasi Perpustakaan dan Budaya Keilmuan

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Sebenarnya metode ini sangat populis dan cukup diterima oleh berbagai kalangan terutama generasi muda yang setiap hari berkutat dengan gadget mereka. Kaitannya...

Mengapa Burung Nggak Pernah Nyasar?

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Studi baru mengatakan bahwa keberadaan protein tertentu di mata adalah faktor kunci dalam sistem navigasi burung. Navigasi memiliki nilai...

Adu Balap Burung-burung Tercepat di Dunia

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Hingga saat ini, para peneliti belum sepakat tentang burung apa yang paling cepat di dunia. Namun, tidak ada salahnya jika kita mengulas...

REKOMENDASI