Tuesday, July 14, 2020

Mahasiswa PBL FKM Unhas Lakukan Audiensi dengan Pemda Takalar Tentang Penggunaan APD

Takalar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Mahasiswa Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) posko 12 Desa Barugaya Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin telah melakukan kegiatan audiensi terkait penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) pada petani tebu di Desa Barugaya, Selasa, 17 Desember 2019.

​Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan oleh mahasiswa posko 12 pada PBL I yang dilakukan pada bulan Juni 2019, ditemukan bahwa penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) pada petani tebu di Desa Barugaya masih rendah. Dari data tersebut juga dapat disimpulkan bahwa peningkatan risiko, hazard, kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat terjadi pada petani tebu di Desa Barugaya. Maka dari itu, mahasiswa PBL FKM Unhas posko 12 Desa Barugaya melakukan audiensi terkait penggunaan APD pada petani tebu di Desa Barugaya kepada Bupati Kabupaten Takalar, Syamsari Kitta SPt MM yang diwakili staf Ahli bidang Ekonomi, Pertanian dan Keuangan Kabupaten Takalar.

​Audiensi berlangsung pada pukul 11.45 WITA sampai dengan pukul 13.30 WITA. Setibanya di kantor bupati, mahasiswa PBL posko 12 Desa Barugaya disambut dengan sangat baik oleh Sekretaris Daerah Drs H Arsyad MM Kabupaten Takalar dan setelah itu diarahkan untuk bertemu dengan Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi, Pertanian, dan Keuangan Kabupaten Takalar Drs Agus SudirmanM Si.

​Dari hasil audiensi yang dilakukan, Drs Agus Sudirman MSi mengatakan bahwa akan mempertimbangkan segala rekomendasi yang diberikan untuk membuat peraturan daerah yang akan berlaku di Kabupaten Takalar terkait penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) pada petani tebu di Desa Barugaya. Ia juga juga mengucapkan banyak terima kasih karena mahasiswa PBL FKM Unhas telah melakukan kegiatan ini. (*)​

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Bupati Barru Tegaskan, Proses Rapid Test Gratis Masyarakat Dipermudah

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Bupati Barru Suardi Saleh, mengimbau kepada Tim Gugus Tugas (TGT) Coronavirus deseases 2019 (Covid-19) Barru, agar mempermudah pelayanan rapid...

Posal Pinrang Lantamal VI Ikuti Apel Gabungan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 di Makodim 1405/Mlts Parepare

Parepare, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19 Kotamadya Parepare Sulsel, Personel Pos TNI AL (Posal) Pinrang Lantamal VI mengikuti...

OPINI: Era Digitalisasi Perpustakaan dan Budaya Keilmuan

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Sebenarnya metode ini sangat populis dan cukup diterima oleh berbagai kalangan terutama generasi muda yang setiap hari berkutat dengan gadget mereka. Kaitannya...

Mengapa Burung Nggak Pernah Nyasar?

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Studi baru mengatakan bahwa keberadaan protein tertentu di mata adalah faktor kunci dalam sistem navigasi burung. Navigasi memiliki nilai...

Adu Balap Burung-burung Tercepat di Dunia

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Hingga saat ini, para peneliti belum sepakat tentang burung apa yang paling cepat di dunia. Namun, tidak ada salahnya jika kita mengulas...

REKOMENDASI