Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi, Pertanian dan Keuangan Kabupaten Takalar, saat foto bersama.

Takalar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Mahasiswa Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) posko 12 Desa Barugaya Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin telah melakukan kegiatan audiensi terkait penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) pada petani tebu di Desa Barugaya, Selasa, 17 Desember 2019.

​Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan oleh mahasiswa posko 12 pada PBL I yang dilakukan pada bulan Juni 2019, ditemukan bahwa penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) pada petani tebu di Desa Barugaya masih rendah. Dari data tersebut juga dapat disimpulkan bahwa peningkatan risiko, hazard, kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat terjadi pada petani tebu di Desa Barugaya. Maka dari itu, mahasiswa PBL FKM Unhas posko 12 Desa Barugaya melakukan audiensi terkait penggunaan APD pada petani tebu di Desa Barugaya kepada Bupati Kabupaten Takalar, Syamsari Kitta SPt MM yang diwakili staf Ahli bidang Ekonomi, Pertanian dan Keuangan Kabupaten Takalar.

Baca Juga :   Dosen Unibos Bantu Budidaya Tambak Desa Tasiwalie

​Audiensi berlangsung pada pukul 11.45 WITA sampai dengan pukul 13.30 WITA. Setibanya di kantor bupati, mahasiswa PBL posko 12 Desa Barugaya disambut dengan sangat baik oleh Sekretaris Daerah Drs H Arsyad MM Kabupaten Takalar dan setelah itu diarahkan untuk bertemu dengan Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi, Pertanian, dan Keuangan Kabupaten Takalar Drs Agus SudirmanM Si.

​Dari hasil audiensi yang dilakukan, Drs Agus Sudirman MSi mengatakan bahwa akan mempertimbangkan segala rekomendasi yang diberikan untuk membuat peraturan daerah yang akan berlaku di Kabupaten Takalar terkait penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) pada petani tebu di Desa Barugaya. Ia juga juga mengucapkan banyak terima kasih karena mahasiswa PBL FKM Unhas telah melakukan kegiatan ini. (*)​