Beranda blog Halaman 3388

Kapolres Barru Melayat ke Rumah Duka Tiga Bocah Yang Tenggelam

0

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id–  Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Barru Akbp Dr. H. Burhaman SH.MH melayat di rumah duka keluarga 3 murid Sekolah Dasar (SD) korban musibah tenggelam yang terseret arus hingga ke perairan pantai Garongkong, Kelurahan Mangempang Barru, Kabupaten Barru Sulawesi Selatan, pada hari Senin 10 Desember 2018.

Dalam layatannya itu Kapolres Akbp Dr. H. Burhaman SH.MH, tampak didampingi Kabag Ops Polres Barru Kompol Akbar Usman, bersama Kapolsek Barru Kompol Syaripuddin, dan Kasubag Kehumasan Polres Barru Akp Zainuddin beserta personilnya.

Dari pantauan wartawan Akbp Dr.H. Burhaman bersama rombongan terlebih dahulu bertandang di rumah duka keluarga salah seorang korban yang terakhir ditemukan di Gusung Padongko Barru yakni Almarhum Abdillah (9 tahun) murid kelas III di SD Grongkong, kemudian menuju rumah duka (Alm) Andika yang juga adalah murid SD Garongkong yang mayatnya di semayamkan di Lasalama, Kecamatan Balusu pada minggu 9 Desember, kemudia yang terakhir di rumah duka (Alm) Muh.Aqilah alias Reski juga mayatnya disemayamkan di Jl. HM Akbar Sumpang Binagae Barru.

Kapolres Barru Akbp Dr. H. Burhaman saat melayat di rumah duka keluarga Almarhum Andika, di Jl.Merdeka Garongkong, Kelurahan Mangempang Barru itu tampak di sambut langsung oleh Lurah Mangempang Puja Setawan S,Ip.MH,  orang tua Korban Dg. Nompo, sanak famili tokoh masyarakat dan warga Garongkong, sambil bersalam-salaman Kapolres Barru itu mengucapkan belah sungkawa yang sedalam-dalamnya.

“Kehadiran kami selaku Kapolres Barru dan pribadi mengucapakan turut  berduka cita atas musibah yang menimpah anak kami Almarhum Andika, semogah orang tua, keluarga dan sanak famili yang ditinggalkan dapat diberi Ketabahan dan kesabaran atas musibah yang menimpah Anak Kami (Alm) Andika”, pangkasnya.

Berawal dari musibah tenggelamnya tiga orang siswa Sekolah Dasar di Garngkong itu, diketahui ketiganya sedang berenang diperairan Garongkong, tiba-tiba para korban diduga terseret arus dan tenggelam, selang beberapa jam dicari dengan cara menyisir perairan Garongkong oleh masyarakat dan tim Sar beserta personil Polres, Polsek dan TNI yang diturunkan, barulah selang beberapa jam kemudian akhirnya tim menemukan dua bocah korban diperairan Sumpang Binangae Barru.

Hinggah berita ini diturunkan ketiga korban yang telah berhasil ditemukan yakni, Almarhum Muh.Aqilah alias Reski (9), Andika (9) dan terakhir ditemukan pagi hari ini (Alm) Abdillah(9).

Reporter: Abd.Latif Ahmad

Lantik Pembantu Direktur Periode 2018-2022, ini Pesan Direktur PNUP

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Ir Muhammad Anshar, MSi, PhD., melantik dan mengambil sumpah jabatan empat pejabat pembantu direktur PNUP periode 2018-2022, Senin, 10 Desember 2018 bertempat di gedung aula lantai 3 kampus I PNUP.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rapat senat agenda proses pemilihan pembantu direktur PNUP yang telah dilaksanakan pada Kamis, 6 Desember 2018. Keempat pembantu direktur PNUP yang dilantik yakni, Ahmad Zubair Sultan, ST., MT., PhD., sebagai pembantu direktur I bidang akademik; Dr Tawakkal, SE., MSi. Ak., sebagai pembantu direktur II bidang administrasi umum; Lidemar Halide, ST., MT., sebagai pembantu direktur III bidang kemahasiswaan, dan Fajar, ST., MEng., sebagai pembantu direktur IV bidang kerjasama dan hubungan industri.

Dalam pidato sambutan, Direktur PNUP mengucapkan selamat kepada para pembantu direktur yang telah terpilih. Jabatan yang baru saja dipercayakan tersebut merupakan amanah yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab. Untuk itu, dirinya berharap dapat segera bersinergi dengan para pembantu direktur yang baru guna mendukung semua program-program yang telah rencanakan untuk segera dilaksanakan selama kurun waktu empat tahun mendatang.

“Tugas dan tanggung jawab para pembantu direktur PNUP yang baru ke depannya tidaklah mudah, sebab masih banyak tantangan harus hadapi. Salah satu yang menjadi fokus penting adalah menjadikan PNUP sebagai pusat pendidikan vokasi yang unggul dan mampu bersaing di tingkat internasional,” paparnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Anshar, berbagai langkah awal mulai dilakukan seperti pembenahan kualitas sumber daya manusia mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Selain itu, pembenahan lembaga kemahasiswaan di PNUP juga tidak luput dari perhatian Direktur PNUP dan jajarannya dengan melakukan pembinaan serta penyediaan sarana dan prasarana berkegiatan bagi mahasiswa termasuk dengan membina hubungan kerjasama dengan berbagai industri.

“Tantangan dunia pembangunan dan industri yang lebih kompleks seiring dengan diberlakukannya revolusi industri 4.0 tentu membutuhkan sinergitas dengan dunia industri dan pendidikan tinggi apalagi yang berbasis vokasi seperti PNUP,” tandasnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur PNUP mewakili sivitas akademika juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pembantu direktur sebelumnya atas segala usaha, dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan kepada PNUP melalui sejumlah pencapaian dan prestasi di bidang masing-masing.

Menutup sambutan, dirinya menyampaikan harapan kepada pembantu direktur baru agar dapat meneruskan dan meningkatkan apa yang telah dicapai oleh pejabat sebelumnya dalam hal PNUP.

Acara yang dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari pejabat lama ke pejabat baru ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari para anggota senat, para jajaran pejabat struktural, dan tamu undangan lainnya. (FP)

Lembaga Dakwah Fakultas Kompleks Kesehatan Gelar Seminar Kesehatan Islam

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Seminar Kesehatan Islam digelar oleh Lembaga Dakwah Fakultas Se-Kompleks Kesehatan-Farmasi Universitas Hasanuddin dengan judul “Take Care of Your Hearth With Al- Qur’an and Sunnah” pada tanggal 9 Desember 2018 di Auditorium Lembaga Administrasi Negara Antang. Adapun seminar tersebut dihadiri oleh sekitar 600 peserta.

Seminar Kesehatan Islam dihadiri dan sekaligus dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof Sukri Palutturi, SKM., MKes., MScPH, PhD.

Dalam Sambutannya, Prof Sukri memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk mengadakan seminar kesehatan Islam internasional dan bekerjasama dengan pimpinan fakultas tahun depan.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof Sukri Palutturi, SKM., MKes., MScPH, PhD., saat membuka Seminar Kesehatan Islam.[Foto:/Ist]
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof Sukri Palutturi, SKM., MKes., MScPH, PhD., saat membuka Seminar Kesehatan Islam.[Foto:/Ist]
“Insyaa Allah tahun ajaran baru 2019 FKM Unhas akan ada dua program utama yang di laksanakan yaitu gerakan menghafal dan shalat berjamaah FKM Unhas, dan training penyelengaraan jenazah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Kesehatan Islam Al Akh Taufiqurrahman Abbas dalam laporannya mengatakan, kegiatan seminar kesehatan Islam sudah dua tahun berturut- turut berjalan secara rutin dengan kerja sama LD AL- Aafiyah FKM Unhas, LD As- Syifa FK Unhas, dan LD Salsabil Fakultas Farmasi Unhas.

​Adapun pemateri Seminar Kesehatan Islam terdiri dari Keynote Speaker, Prof Dr Ridwan Amiruddin, SKM., MKes, MScPH., yang merupakan Ketua Umum PERSAKMI dan Guru Besar FKM Unhas. Topik yang dibawakan adalah “Take Your Heart with Alquran And Sunnah”. Pembicara lainnya adalah Ustadz dr Raehanul Bahraen, SpPK., yang merupakan koordinator Indonesia bertauhid, Pembina Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia, Pimpinan Redaksi Majalah Kesehatan Muslim, Kontributor muslimafiyah.com, muslim.or.id, konsultasisyariah.com. Raehanul membawakan materi dengan tema “Meraih Kebahagiaan Hakiki dengan Hati yang Bersih”.

Pembicara lainnya adalah Muhammad Iqbal Basri, MKes., SpS., yang merupakan dokter spesialis syaraf, dan dosen fakultas kedokteran Unhas dan membawakan materi dengan topik, “The Miracle of The Heart”.

Seminar tersebut dipandu oleh drg Fuad Husain akbar, MKes, PhD., yang merupakan dosen fakultas kedokteran gigi Unhas.(Rls)

20 Peserta Uji Kompetensi Wartawan di Bone Dinyatakan Kompeten

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Sebanyak 20 orang dari 21 wartawan yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel Novena Watampone, Jl Jend A Yani, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulsel mendapatkan predikat kompeten, Jumat (7/12/2018). Sedangkan satu orang lainnya, harus mengulang di UKW berikutnya.

Hasil UKW Angkatan ke 13 tersebut disampaikan lansung oleh Koordinator ujian, Fathurrahman, Jumat (7/12).

“Peserta UKW berjumlah 21 orang, peserta muda semua. Setelah dilakukan uji kompetensi selama dua hari, peserta yang belum kompeten satu. Peserta yang kompeten adalah 20 orang,” kata Fathurrahman, saat membacakan hasil UKW.

Ketua PWI Provinsi Sulsel yang diwakili Ketua Bidang Organisasi, Drs H Mappiar, dalam penutupan UKW yang terlaksana berkat kerjsama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Bone dengan Kepolisian Resort (Polres) Bone mengatakan, teman teman wartawan yang sudah kompeten adalah sebuah keberhasilan tersendiri. Menurutnya, UKW adalah pintu masuk wartawan menjadi kompeten di dalam melaksanakan profesinya sebagai wartawan.

“Dan ini tidak mudah karena kita akan bekerja sebagai orang kompeten, orang yang harus bertanggungjawab dalam profesinya. Baik itu media dan etika kita, ketika kita sudah kompeten, kita harus lebih baik lagi dari sebelumnya,”ujarnya

Bahkan lanjut Mappiar, wartawan yang berpredikat kompeten juga harus mengalami perubahan prilaku, dalam kehidupan sehari-harinya. Harus lebih baik dari sebelumnya.

“Insya Allah kalau prilaku kita kompeten, pasti penerimaan masyarakat dan pejabat, pasti juga berubah lebih baik kepada kita,”tambahnya.

Reporter: Abustan

Bersama Polres, PWI Bone Tingkatkan Profesionalisme Wartawan

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Puluhan Wartawan media cetak dan atau online yang bertugas di Kabupaten Bone mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel Novena, Jl Ahmad Yani Watampone. Kamis hingga Jumat (06-07/12/2018).

Hadir dalam UKW ini, tiga orang penguji dari Dewan Pers yakni Faisal, Faturrahman dan Suwardi Thahir. Selain itu, hadir, Kapolres Bone Akbp Muh Kadarislam Kasim dan Jajaran Humas Polres Bone, Wakil Ketua PWI Provinsi Sulsel Bidang Organisasi Mappiar, Sekretaris PWI Provinsi Sulsel, Kepala Sekolah Kewartawanan Provinsi Sulsel Usman Nu’man.

UKW ini mengangkat tema “Dengan UKW, Kita Tingkatkan Profesionalitas Wartawan” terlaksana berkat kerjasama PWI Kabupaten Bone dengan Kepolisian Resort (Polres) Bone.

Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim membuka UKW ini.

Dalam sambutannya, Muhammad Kadarislam mengatakan, UKW untuk meningkatkan profesionalitas wartawan di Bumi Arung Palakka yang sudah lama digagasnya. Hanya saja, waktu itu kegiatan masih sangat padat. Inisiatifnya itu, banyak didukung oleh media dan wartawan, khususnya di Kabupaten Bone.

“Kedekatan kita, kedekatan profesional. Jangan karena kita dekat, malah pemberitaan yang seharusnya menjadi tangga perbaikan, tidak diberitakan. Bukan begitu,”tegas Muahmmad Kadarislam

Apalagi pada saat ini, lajutnya, Polri memacu kinerja yang Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter). Program tersebut dapat terwujud apabila didukung oleh semua pihak, termasuk media. Media, dikuinya telah banyak memberi sumbansi positif dalam menjalankan tugas-tugasnya di Bone.

“Pers itu, salah satu pilar keutuhan NKRI maka kompetensinya harus sejajar dengan tiga pilar lainnya. Wartawan adalah profesi yang mulia, maka jangan main-main dalam melakoni profesi ini, sehingga itulah diantara sebab mengapa wartawan harus UKW,” jelasnya.

“Lewat UKW inilah, menjadikan profesi wartawan sebagai profesi pengabdian kepada negara,”tutupnya.

Ketua PWI Kabupaten Bone Baktiar Sairing mengatakan, PWI Kabupaten Bone sangat mengapresiasi inisiatif positif Kapolres Bone, karena atas kerjasamanya sehingga sejumlah wartawan di Kabupaten Bone dapat mengikuti UKW dengan gratis, guna meningkatkan dan mengembangkan kapasitas dalam tugas kewartawanannya.

“Luar biasa atensi Kapolres Bone terhadap wartawan di Kabupaten Bone,” ujar Baktiar.

Ketua PWI Provinsi Sulsel yang diwakili H Ismail Asnawi, Wakil Ketua Bidang Pendidikan, berharap agar apa yang dilakukan Kapolres Bone dapat menjadi contoh kabupaten/kota lainnya di Sulsel.

“PWI Prov Sulsel mengapresiasi Kapolres Bone, dan semoga ini dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya,” harapnya.

Reporter: Abustan

PNUP Gelar Workshop Penyusunan Peraturan Perundang-undangan

Makassar, FajarPendidikan.co.id  – Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kemampuan tentang bagaimana teknik penyusunan peraturan perundang-undangan khususnya keputusan dan dokumen hukum yang terkait dengan pendidikan tinggi, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menyelenggarakan workshop penyusunan peraturan perundang-undangan, Jumat, 7 Desember 2018 bertempat di kampus I PNUP. Workshop yang diiikuti oleh para anggota senat dan pejabat struktural PNUP ini, menghadirkan pemateri dari Biro Hukum dan Organisasi Kemenristekdikti.

“Workshop ini bertujuan untuk menambah referensi informasi dan meningkatkan pemahaman di kalangan anggota senat dan para pejabat struktural PNUP dalam menyusun berbagai produk hukum seperti rancangan keputusan, rancangan peraturan, dan lain sebagainya sehingga dalam proses perencanaan, pembahasan, dan penetapannya tidak mengalami berbagai kendala baik dalam teknik penulisan maupun substansi dari apa yang diatur atau akan ditetapkan serta dapat dipertanggungjawabkan,” demikian disampaikan Ir Muhammad Anshar, MSi., PhD., selaku Direktur PNUP saat membuka workshop tersebut.

Workshop penyusunan peraturan perundang-undangan diselenggarakan PNUP menghadirkan pemateri dari Biro Hukum dan Organisasi Kemenristekdikti.[Foto:/Ist]
Workshop penyusunan peraturan perundang-undangan diselenggarakan PNUP menghadirkan pemateri dari Biro Hukum dan Organisasi Kemenristekdikti.[Foto:/Ist]
Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kemenristekdikti, Ani Nurdiani Azizah, SH., MSi., yang hadir sebagai pemateri, melalui pemaparannya menjelaskan bahwa, peraturan perundang-undangan bukanlah artikel yang bisa dibuat berdasarkan pendapat atau teori semata. Peraturan perundang-undangan merupakan dokumen hukum yang memiliki konsekuensi sanksi bagi pihak yang diatur serta mengandung kepentingan dari berbagai pihak yang terlibat didalamnya. Untuk itu, dalam menyusun peraturan perundang-undangan yang baik, seseorang harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menyusunnya apalagi dalam hal ini terkait dengan produk hukum yang mengatur tentang pedidikan tinggi.

“Penyusunan peraturan perundang-undangan dalam lingkup pendidikan tinggi sangat diperlukan mengingat begitu banyak hal-hal kompleks yang terkait dengan pengaturan penyelenggaraan pendidikan tinggi seperti sistem pendidikan tinggi, pengaturan program studi, pemberian gelar, ijazah, dan lain-lain,” papar Nurdiani.

“Untuk membentuk peraturan perundang-undangan yang baik dalam hal aturan pendidikan tinggi diperlukan berbagai persyaratan yang berkaitan dengan sistem, asas, tata cara penyiapan, pembahasan, teknik penyusunan, dan pemberlakuannya setelah menjadi produk hukum yang sah,” tutupnya. (FP)

Hadir di Gerakan Unhas Mengaji dan Sholat Berjamaah, Begini Isi Ceramah Imam Masjid New York

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Dalam ceramahnya di Gerakan Unhas Mengaji dan Sholat Berjamaah, Imam Masjid New York, Syamsi Ali mengatakan bahwa tanggung jawab dakwah itu merupakan perkara besar dalam hidup setiap muslim. Tanpa kecuali, kata Syamsi Ali, semua muslim adalah pelanjut tugas dakwah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

“Yang menjadi dilema adalah bahwa dakwah kerapkali kita terjemahkan dengan ceramah-ceramah. Padahal ceramah itu hanya sekitar 25 sampai 20 persen daripada dakwah itu. Sesungguhnya dakwah yang paling efektif dan mendasar adalah bagaimana kita bisa menampilkan Islam ini sebelum membicara Islam itu,” ungkap Syamsi Ali.

“Membangun universitas yang bergengsi, menuntut ilmu secara sungguh-sungguh, melakukan pekerjaan secara profesional, dedikasi dalam membangun negeri, semuanya itu adalah bukti kerja nyata daripada dakwah itu sendiri. Jadi sekali lagi, jangan dipersempit definisi dakwah itu,” terang Syamsi Ali.

Dalam ceramah yang berdurasi sekitar 40 menit itu, Syamsi Ali berbagi pengalaman dan pendekatan dakwahnya di Amerika Serikat. Pendekatan dakwahnya dilakukan secara sosial dengan berbaur dan bersikap moderat di tengah-tengah masyarakat New York. Sikap moderat dalam Islam, kata Syamsi Ali, adalah selalu memposisikan diri di tengah-tengah atau ummatan wasathan.

Kegiatan ceramah ini berlangsung hingga menjelang magrib yang ditutup dengan sesi tanya jawab. Shalat magrib berjamaah diimami langsung Syamsi Ali, sebelum akhirnya lelaki yang sudah lebih 22 tahun hidup di New York itu meninggalkan Masjid Kampus Unhas.(Rls)

Unhas Hadirkan Imam Masjid New York Syamsi Ali di Masjid Kampus

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Gerakan Unhas Mengaji dan Sholat Berjamaah (GUMSB), suatu acara rutin yang diinisiasi Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, menghadirkan Ustadz Al Imam Syamsi Ali, Ph.D di Masjid Kampus Unhas Tamalanrea, pada Selasa sore, 4 Desember 2018. GUMSB merupakan kegiatan rutin yang melibatkan dosen, mahasiswa, pegawai, dan masyarakat umum lainnya.

Unhas mengaji dan shalat berjamaah kali ini dihadiri oleh sekitar 500 jamaah, laki-laki dan perempuan. Acara ini juga dihadiri oleh Rektor Unhas, Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV, sejumlah dekan, para dosen, dan pegawai yang berada di lingkungan Unhas.  Program ini telah diluncurkan oleh Rektor Unhas sejak Februari 2017 lalu. Sejak itu, Unhas secara rutin menggelar kegiatan mengaji bersama dan shalat berjamaah pada waktu ashar hingga magrib.

Kegiatan islamiyah itu selalu diawali dengan mengaji bersama secara berkelompok dari kelompok juz 1 sampai kelompok juz 30. Setiap kelompok secara simultan melantunkan ayat-ayat Al Qur’an pada masing-masing juz di kelompoknya. Setelah mengaji bersama, dilanjutkan dengan ceramah yang pada kali ini diisi oleh Ustadz Al Imam Syamsi Ali. Mantan Imam Masjid Islamic Center, New York, tersebut membawakan ceramahnya dengan tema “ Tanggung Jawab Dakwah dan Dunia Global. ”

Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Ustadz Syamsi Ali yang telah menyempatkan hadir dalam kegiatan Unhas mengaji dan sholat berjamaah. Ia menyatakan, visi misi Unhas pada dasarnyai ingin menciptakan insan cendikia, bukan saja di dunia, tapi di alam akhirat kelak. Sehingga program keagamaan, seperti Gerakan Unhas Mengaji dan Shalat Berjamaah ini menjadi tanggung jawab semua dosen dan pimpinan di universitas.

“Oleh karena itu, makin hari makin lama gerakan Unhas mengaji dan shalat berjamaah ini banyak peminatnya. Beberapa fakultas, seperti Fakultas Kesehatan Masyarakat sudah mendeklarasikan gerakan Unhas mengaji dan shalat berjamah,” kata Prof Dwia.

Rektor mengajak jamaah untuk bersyukur berada dan hidup di lingkungan yang Islami seperti di Indonesia ini. Ketika berada di luar dengan suasana yang global, tantangannya, khususnya dalam dakwah, tidak mudah. Hidup dan berdakwah di daerah yang mayoritas nonmuslim membutuhkan strategi khusus. Sehingga melalui kesempatan yang dihadiri Syamsi Ali ini akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan jamaah lainnya untuk selalu menjadi hamba Allah dimana pun berada.

“Tanggung jawab kita untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan diri sendiri dan masyarakat sekitar menjadi tanggung jawab bersama. Mudah-mudahan kehadiran Pak Imam dan teman-teman semua lebih menyemangati upaya-upaya kita untuk memperbaiki keimanan dan ketawakwaan kita. Saya kira itu, mari kita simak dan ikuti bersama ceramah beliau. Semoga ini memberikan manfaat dan berkah buat kita semua dan lembaga, serta masyarakat di sekitar,” tutup Rektor Unhas.(Rls)

Pelarian Pelaku Pembakar Isteri di Barru Akhirnya Usai

0

Barru, FajarPendidikan.co.id — Sepekan dalam kejaran aparat kepolisian, akhirnya  Abdul Arham (45 tahun) tersangka pelaku pembakar isterinya berhasil ditangkap. Unit Resmob Sat Reskrim Polres Barru yang bekerjasama dengan Resmob Polda Sulsel membekuk tersangka di Wisma Pondok Indah jalan Insfeksi Kanal, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar pada hari Selasa 4 Desember sekira pukul 23.55 wita.

Kapolres Barru AKBP. Dr. H. Burhaman SH.MH.

Diketahui hal tersebut terjadi berawal dari seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Umrah, warga Pekkae, Kelurahan Lalolang, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru nyaris tewas setelah dibakar oleh suaminya  suaminya sendiri yang tak lain adalah Abdul Arham, pada hari Senin, 26 Nopember lalu sekira pukul 07.30 di depan rumahnya.

Umrah dibakar menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite, hinggah saat ini korban masih menderita kesakitan, sejak peristiwa pembakaran tersebut geger aparat Kepolisian Resort (Polres) Barru langsung melakukan pengejaran selama kurang lebih sepekan.

Kapolres Barru Akbp Dr.H. Burhaman SH.MH pada penyampaiannya, bahwa Unit Resmob Sat Reskrim Polres Barru yang di beckup Unit Resmob Polda Sulsel telah berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan berat dengan cara membakar istri  (KDRT) sesuai dasar laporan polisi nomor : LP/ 116/ XI / Res. 1.8 / 2018 / Res. Barru / Sek. Tanete Rilau. Tanggal 26 November 2018.

“Disaat akan kami lakukan penangkapan pelaku berusaha melarikan diri hingga diberi tembakan peringatan sebanyak 3 kali, namun karena tetap berusaha kabur pelaku akhirnya kita lumpuhkan dengan cara menembak yang mengenai pada kedua betisnya, kemudian selanjutnya pihak kami membawa pelaku ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan tindakan Medis”, ungkap Kapolres.

Lebih lanjut Akbp Dr. H. Burhaman juga menambahkan bahwa motif pelaku membakar istrinya, karena pelaku sakit hati kepada korban (istrinya) dikarenakan korban menggugat cerai,” untuk sementara pihak kami masi mendalami apakah ada motif lain, berdasarkan hasil interogasi pelaku membakar istrinya karena sakit hati digugat cerai, “jelas Kapolres Barru AKBP. Dr. H. Burhaman SH.MH.

Repoeter: Abd Latif Ahmad

Lima Penyebab Perang Suriah Yang Harus Diwaspadai Oleh Indonesia

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id— Sejatinya peperangan tak akan membawa hasil bagi kedua pihakyang bertikai. Terlebih jika motivasinya hanyalah berupa ambisi politis  dan sejumlah kekayaan materi. Alhasil, masyarakat awam yang bakal menajdi korban sesungguhnya.

Berikut penyebab-penyebab perang di Suriah yang memang harus di waspadai agar tidak mengalami hal yang serupa;

  1. Isu panas politik yang dibungkus dengan nama agama

Menjelang tahun politik 2019 mendatang, mansyarakat indonesia sering terpapar oleh adanya berita dan isu-isu menjurus hoax yang kerap hilir mudik dimedia sosial. Oleh beberapa pihak yangg tidak bertanggungjawab, hal tersebut bahkan dikait-kaitkan dengan sebuah ormas yang mengusung agama didalamnya. Tentu saja, hal ini bisa menimbulkan polemik sekaligus rawan terjadinya gesekan ditengah-tengah masyarakat Indonesia yang dikenal beragam dan majemuk.

  1. Membenturkan kepercayaan yang ada di tengah-tengah masyarakat

Isu lainnya yang tak kalah penting adalah pembenturan keyakinan agama antara satu dengan yang lainnya. Berkaca dari kondisi Suriah seperti  yang  dituliskan oleh BBC.com, unsur sekitaran menjadi salah satu pemicu konflik yang berkepanjangan. Tentu saja hal ini tidak boleh terjadi di Indonesia. Negara kepulauan yang terdiri dari banyak suku dan keberagaman kepercayaan.

  1. Waspadai pengaruh pihak luar yang bisa menjadi bibit konflik

Berdasarkan penuturan WNI yang sempat menjadi bagian dari ISIS, semua propagandayang dilancarkan ke kelompok tersebut hanyalah kepalsuan belaka. Dilansir dari BBC. Com, hal ini terbongkar kala mereka yang semp[at ‘silau’ oleh ideologi kelompok teroris tersebut pulang ke Indonesia . Sejatinya bibit-bibit radikalismemacam ISIS di Timur Tengah merupakan ideologi yang salah dalam memahami ajaran Islam secara utuh. Hal inilah yang harus menjadi perhatian bagi pemerintah agar mengawasi masyarakatnya. Terutama hasutan-hasutan berbau propaganda yang menyerukan peperangan terhadap sesama umat dan penganut agama lainnya.

  1. Hasutan radikalisme untuk memberontak pada pemerintah yang sah

Sudah takdirnya, bahwa mereka yang telah termakan propaganda semu macam ISIS, berusaha menebar bebih-benih teror di Indonesia. Hal ini terkait Indonesia merupakan negara muslim terbesar Indonesia selain negara-negara yang berada  di Timur Tengah.

  1. Kondisi Masyarakat yang menjadi propaganda

Sebelum suriah dilanda konflik bersenjata, banyak warga yang mengeluh tentang tingginya angka pengangguran, korupsi dikalangan pegawai negeri dan tak adanya kebebasan berpolitik. Hal ini serupa dengan yang dialami oleh Indonesia. Dikawatirkan kondisi semacam ini bisa ditunggagi oleh kelompok tertentu untuk melancarkan misi terselubungnya. Dengan menyiarakan propaganda yang bermuatan narasi penderitaan rakya, ketidakmampuan pimimpin dalam mengelolah negara, korupsi dan sebagainya bisa memicu konflik yang berpotensi memecah belah kerukunan diantara masyarakat.