Beranda blog Halaman 3387

Dua Pelajar Tewas di Kolam, Kapolres Bone: Jaga Anak Saat Bermain

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Dua orang anak berstatus pelajar ditemukan tewas di sebuah kolam buatan, tempat penampungan air untuk air minum ternak sapi, di Mattirowalie, Kecamatan Libureng, Bone, Kamis (13/12/2018) sekira pukul 15:16 Wita.

Keduanya diduga tewas tenggelam. Mereka seorang pelajar yang beralamat di Dusun Talumae Desa Mattirowalie Kec Libureng Kab Bone. Yakni, Muh Irsan (9) dan Muh Padil (7).

Kedua korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandung salah satu korban Muh Irsan, yakni Sutarmi (25). Setelah kedua korban dievakuasi oleh masyarakat setempat, selanjutnya korban dibawa oleh keluarga masing – masing untuk disemayamkan dirumah duka.

Kronologis kejadian, kedua korban meninggalkan rumah sekira pukul 13.30 wita dengan bermaksud bermain dan mandi-mandi di TKP. Namun, korban tak kunjung pulang. Sekira pukul 15.00 wita, orang tua korban pun mencari anaknya yang belum kembali dari bermain, sehingga melakukan pencarian di sekitar TKP dimana keduanya sering bermain, dan setibanya di TKP saksi melihat salah satu korban telah terapung didalam kolam yang diperkirakan memiliki kedalaman kurang lebih dua meter dan lebar empat meter, sementara salah satu korban ditemukan telah berada didasar kolam tersebut.

“Diperkirakan karena keduanya keasyikan bermain dan mandi akhirnya tercebur kedalam kolam tersebut dan meninggal dunia. Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi karena mengangap kejadian tersebut murni adalah kecelakaan,”kata Kapolres Bone, Akbp Kadarislam Kasim dalam rilisnya kepada wartawan.

Atas kejadian tersebut, Kapolres Bone menghimbauan kepada orang tua agar selalu menjaga dan memperhatikan anaknya ketika bermain terutama ditempat-tempat yang dapat menimbulkan bahaya bagi keselamatan sang anak.

Reporter: Abustan

Bupati Wajo Terpilih Akan Renovasi Sekretariat Hipermawa

0

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Bupati Terpilih Wajo Amran Mahmud berencana akan merenovasi Sekretariat Pengurus Pusat Hipermawa yang terletak di Jalan Sungai Lama, Makassar.

Melalui Tim Transisi Bupati Terpilih Wajo, bangunan Sekretariat Pengurus Pusat Hipermawa saat ini memang butuh perhatian. Apalagi lokasinya yang sangat strategis.

“Kalau kita melihat Sekretariat Pengurus Pusat Hipermawa saat ini butuh perhatian dan renovasi. Kita sudah komunikasikan ke bupati dan mantan ketua Hipermawa terkait rencana ini, dan saya pikir sekretariat ini perlu mendapat perhatian pemerintah kedepan, agar bagaimana nantinya bisa menjadi aset Pemda,” kata salah satu Anggota Tim Transisi Bupati Terpilih Wajo, Elfrianto, Rabu (12/12).

Menurut Elfrianto yang akrab disapa Kevin, sekretariat ini nantinya bisa multifungsi, bukan hanya asrama atau sekretariat saja, tapi disana nanti bisa menjadi tempat pertemuan atau menerima tamu dari Wajo.

“Bahkan bisa juga dikomersialkan yang nantinya akan dikelola pengurus pusat Hipermawa, sehingga organisasi ini bisa mandiri jika punya sumber keuangan sendiri, sehingga mahasiswa bisa lebih kreatif membuat kegiatan positif dan meningkatkan keinginan mahasiswa untuk berorganisasi,” ujarnya.

Soal sumber dana, lanjut Kevin, bukan hanya dari Pemda Wajo tapi juga Saudagar Wajo dan orang-orang Wajo yang sudah sukses di luar Sulawesi.

“Nanti saat Harlah Wajo akan kita presentasikan, agar mereka (orang-orang sukses Wajo) bisa memberikan bantuan. Kalau dibangun empat lantai saya kira itu sudah luar biasa, sehingga nantinya sekretariat ini menjadi tempat yang manarik untuk mahasiswa beraktualisasi,” harapnya.

Sementara Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Hipermawa Harmansyah, mengapresiasi atas komitmen dan kepedulian besar Bupati dan Wabup terpilih Wajo Amran Mahmud-H Amran terhadap Hipermawa.

“Kondisi sekretariat pusat memang sangat memperihatinkan, saya diminta beliau untuk mendampingi teman-teman tim transisi untuk memberikan masukan tentang konsep yang paling mendasar dari kebutuhan kelembagaan adik-adik mahasiswa dan saya selaku mantan ketua umum merasa senang, apalagi adik-adik yang masih aktif berlembaga, ini adalah kebangkitan bagi Hipermawa dan sekali lagi terima kasih banyak buat beliau,” ujarnya.

Reporter: Baso Lutfi

Pangkep Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan Hingga 1,13 Persen

0

Pangkep, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga 1,13 persen. Demikianlah hasil rilis BPS yang disampaikan langsung oleh Kepala Bappeda Kabupaten Pangkep, Dr Abdul Gaffar, melalui via Whatsapp, 12 Desember 2018.

Menurutnya, sekarang Kabupaten Pangkep telah menempati urutan ke 23 dari 24, menggeser posisi Kabupaten Je’neponto. Tahun 2017 lalu persentasi kemiskinan di Pangkep ada pada angka 16.22 dan turun menjadi 15.10 persen pada tahun 2018.

“Tentunya, keberhasilan ini berkat peran semua stekholder yang terus berupaya dalam melaksanakan program penuntasan kemiskinan,” kata Gaffar.

Dia juga mengatakan aksi kongkrit di lapangan sudah semakin kuat dilakukan melalui peran fasilitasi pemerintah dengan swasta, masyarakat dan perguruan tinggi.

Sementara pada pertemuan pekan lalu Distrik Koordinator Kompak Pangkep, Nasthain Gasba, mengatakan, cara penanggulangan kemiskinan. Katanya harus jelas indikator penyebab kemiskinan lalu menyelesaikannya dengan metode yang bukan lagi berupa himbauan tapi perlakuanya harus dengan intervensi secara terfokus sesuai data yang telah di himpun saat ini.

“Saya yakin dengan intervensi terfokus, penanggulangan kemiskinan di Pangkep lebih terukur secara signifikan, sehingga memudahkan kita untuk melangkah secara merata,” kata Nas.

Reporter: Adhan

IAIN Bone Akan Pertukaran Mahasiswa ke Sejumlah Negara

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, Kabupaten Bone, Sulsel, akan melaksanakan pertukaran mahasiswa ke sejumlah negara, yakni Malaysia dan Thailand. Rencanan tersebut bakal dilaksanakan awal tahun 2019 ini.

Hal itu diungkapkan Plt Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, IAIN Bone, Drs Aminullah MPd.

“Perjalanan saya (ke sejumlah kampus di sejumlah negara) membuahkan dua MoU internasional, di Malaysia dan Thailand,”ungkap Aminullah menjawab FAJAR PENDIDIDKAN beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Aminullah mengatakan, keberangkatannya dalam Stundent Mobility Program (SMP) di Thailand, Singapura, dan Malaysia atas nama Warek III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, berhasil membawa kembali dua MoU Internasional, yakni dengan Universitas Selangor Malaysia dan Fatani Universirty di Thailand. MoU tersebut sebagai buah keikutsertaannya dalam SMP.

Adapun isi kerjasamanya dalam MoU tersebut, antara lain, pertukaran mahasiswa, mahasiswa magang, riset dan jurnal, komferensi internasional, pengabdian masyarakat dan hal lainnya yang dinilai penting untuk dikerjsamakan. Selain itu, MoU dibutuhkan dalam akreditasi institusi.

“Bulan dua Insya Allah saya upayakan akan berangkatkan sejumlah mahasiswa untuk magang, pertukaran mahasiswa”ungkapnya.

Reporter: Abustan

Bupati Bone: Melalui Porseni HAB ke-73 Kita Tingkatkan Persaudaraan

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia yang ke-73, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone menggelar upacara pembukaan kegiatan pekan olahraga dan seni (Porseni), di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Bone, Jln. Jend. Ahmad Yani No. 5 Watampone, Selasa (11/12/2018).

Para peserta terdiri dari Guru Madrasah, Pondok Pesantren, dan Pegawai KUA Kecamatan lingkup Kemenag Kabupaten Bone turut meramaikan kegiatan pembukaan Porseni tersebut.

Bupati Bone Dr H A Fahsar M Padjalangi MSi dalam sambutannya mengatakan, melalui kegiatan Porseni dapat meningkatkan persaudaraan, saling menghormati dan mengedepankan kebersamaan. Selain itu, Fahsar mengapresiasi kepada pihak Kemenag Bone atas diselenggarakannya Porseni dalam rangka memperingati HAB Kemenag RI.

Bupati berharap, dengan kegiatan yang positif, ada peningkatan Ukhuwa Islamiyah dan sinergitas dalam menyonsong kinerja yang lebih baik. ASN harus sadar, memberikan pelayanan terbaik dan kerjasama antara pemerintah untuk menjadikan Kabupaten Bone yang mandiri dan sejahtera.

Pantauan FAJAR PENDIDIKAN, Setelah Upacara, dilanjutkan dengan pelepasan balon oleh Bupati Bone sebagai tanda pembukaan Porseni HAB Kemenag RI ke 73 Kabupaten Bone telah. Acara pun dilanjutkan dengan berbagai kegiatan dan lomba hingga beberapa hari kedepan.

Turut hadir dalam kegiatan pembukaan Porseni tersebut adalah Kepala Bidang Penais , Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Drs. H. Rappe, M.Pd, Kepala Bagian Kesrah dan Kepala Bagian Umum Pemerintah Daerah Kabupaten Bone, Kepala Kantor beserta para Kepala Seksi dan Penyelenggara Kantor Kemenag Kabupaten Bone.

Reporter: Abustan

Semarak HAB ke-73, Kemenag Bone Gelar Aksi Peduli Sosial dan Lomba

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Semarak memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia yang ke-73, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone menggelar pekan olahraga dan seni (Porseni), di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Bone, Jln. Jend. Ahmad Yani No. 5 Watampone, Selasa (11/12/2018).

Melansir di laman Kemenag Sulsel, HAB Kemenag RI  ke -73 Kabupaten Bone kali ini, dengan mengangkat tema ‘Bersih Melayani’ menyelenggarakan puluhan cabang lomba. Yakni, lomba mewarnai, lari kelereng, lari karung, joget balon, masukkan pensil dalam botol, catur, tenis meja, bulu tangkis, pildacil tingkat MI, sepak takrow, lomba administrasi KUA, barazanji, pidato bahasa inggris tingkat MTs, mars santri nasional, membaca kitab kuning, tadarrus, pengurusan jenazah, asmaul husna, lagu solo dan mars madrasah tingkat MA.

Selain kegiatan olahraga dan seni, panitia juga mengagendakan aksi peduli sosial, seperti donor darah dan general check UP, anjangsana, kunjungan ke panti asuhan, kerja bakti. Kegiatan lainnya, gerak jalan santai dan diakhiri kegiatan ramah tamah dan peringatan maulid pada 31 Desember 2018.

Sebagai puncak acara pada tanggal 3 Januari 2019 yaitu upacara HUT atau HAB Kemenag RI ke 73 di Tribun Lapangan Merdeka Watampone.

Reporter: Abustan

Ini Sebab SMP Negeri 1 Barru Raih Akreditasi A

0

Barru FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Barru JL. Jend.Sudirman, Sumpang Binangae Barru Kabupaten Barru merupakan salah satu sekolah binaan Bidan Dikdas Dinas pendidikan Kab.Barru mendapatkan Nilai Akreditasi Peringkat A dari Badan Akreditasi Nasional SMP/Madrasah, setelah dilakukan proses penilaian pada Bulan November 2018  yang lalu.

Diketahui bahwa proses visitasi akreditasi di SMP Negeri 1 Barru dilakukan oleh Badan Akreditasi SMP/Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan, hal tersebut berlangsung pada Senin (12/11) hingga Selasa (13/11).

Pada kesempatan itu bertindak sebagai Assesor utusan dari Badan Akreditasi Nasional SMP/Madrasah Prov.Sulsel Dr.Irma Suriyani.

Proses akreditasi tersebut terdiri dari aktivitas penilaian berkas administrasi pengelolaan sekolah yang terdiri dari 8 standar penilaian yaitu; Standard Isi, Proses, Kompetensi, Pendidik, Sarana, Pengelolaan, Biaya dan Nilai, aktivitas lainnya yaitu visitasi meninjau kegiatan pembelajaran secara langsung dan kondisi fisik sekolah serta upaya Crosscheck ulang dikemudian hari setelah proses akreditasi dan visitasi dilakukan.

Kepala SMP Negeri 1 Barru, Zainal Abidin, S,Pd.M, Pd saat di jumpai wartawan FAJARPENDIDIKAN.co.id, menuturkan bahwa,

seluruh unsur sekolah mulai dari pimpinan serta dewan guru dan karyawan mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas pencapaian ini dan tentunya mengucapkan selamat serta sukses kepada Tim Akreditasi Sekolah yang telah mempersiapkan kegiatan akreditasi dengan baik, “Capaian ini merupakan karunia dari Allah SWT, dan hasil kerja keras dari semua Tim, sehinggah Sekolah kita mendapatkan hasil yang maksimal” ungkapnya

Reporter: Abd Latif Ahmad

HMI: Tahun Politik Sangat Lekat Dengan Tindak Korupsi

0

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id—Dipenghujung akhir tahun 2018, Himpunan Mahasiswa Islam  Koordinator Komisariat Universitas Bosowa Makassar (HMI Korkom Unibos) mengadakan dialog akhir tahun dengan mengusung tema “Korupsi dan Tahun Politik” dengan mengang narasumber yang ahli dibidangnya, diantaranya Akademisi Unibos, Prof. Dr. Marwan Mas SH MH, Pengamat Politik, Arief Wicaksono S Ip MA, Koordinator Tindak Pidana Khusus Kejati Sulsel, Nana Riana SH MH, dan Wakapolrestabes Makassar, Adhi.

Dialog Akhir Tahun HMI Korkom Unibos

Berbicara tentang korupsi dan tahun politik, dari kacamata akademisi mengatakan bahwa sepanjang tiga tahun berturut-turut selalu disebut tahun politik. “Sudah tiga tahun itu  selalu disebut tahun politik, kapan tahun kesejahteraan rakyat, tahun kebangkitan rakyat ? Seolah-olah negeri ini dikuasai oleh para politikus. Pertanyaannya kenapa sih kata-kata ini hanya dipenuhi dengan kata-kata politik ?” paparnya dalam dialog yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa tersebut. Selasa, 11 Desember 2018.

Tahun politik tidak terlepas dari praktek korupsi sebab demokrasi langsung yang dilakukan di negeri ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga tidak heran jika sejak awal korupsi sudah menjadi cita-cita. “Akibat dari pilkada dan politik langsung itu seolah membuka peluang bagi orang untuk melakukan korupsi. Dapat kita lihat pada jaman Presiden Soeharto memimpin korupsi itu tersentralisasi jadi hanya terjadi dipusat, berbeda dengan saat ini korupsi itu tidak terpusat, tidak hanya terjadi di pemerintah pusat tapi juga sudah sampai kedaerah-daerah. Korupsi meluas dari pusat hingga ke daerah, dan karena biaya untuk menjadi kepala daerah sangat mahal,” jelasnya.

Di Indonesia, korupsi bak penyakit kronis yang sulit untuk disembuhkan karena terjadi dimana-mana dan disemua kalangan.  Koordinator Tindak Pidana Khusus Kejati Sulsel, Nana Riana SH MH menuturkan terdapat sepuluh wilayah yang sangat sensitif akan kasus korupsi sehingga memang diperlukan tindakan untuk meminimalisir tindak korupsi tersebut.

“Ada sepuluh sektor yang tindak korupsinya banyak, diantaranya sektor pengadaan barang dan jasa, sektor perpajakan, sektor migas, BUMN, APBN, APBD, Politik, dll. Dan dampak dari tahun politik ini pasti akan terjadi tindakan-tindakan korupsi,” ujarnya.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia menjadi ladang bagi pelaku korupsi, uniknya semakin banyak institusi yang menangani tindak pidana korupsi, diharapkan dapat meminimalisir tindakan korupsi yang memang sedang marak tapi hal ini justru jauh dari harap karena korupsi tetap ada bahkan makin banyak.

Oleh sebab itu, sebagai agen of change, mahasiswa yang terhimpun dalam HMI Korkom Unibos melalui dialog yang diadakan di Warkop Fly Over berharap ada pembahasan menarik yang dapat diambil dari diskusi singkat tersebut.

“Kami berharap dari diskusi ini ada hal yang dapat dilakukan instansi terkait dalam menyikapi dengan tegas kasus-kasus korupsi yang merugikan banyak pihak, terlebih ini adalah tahun politik dimana banyak dana yang beredar, jangan sampai terjadi money politik yang hanya menguntungkan satu dan beberapa pihak saja,” kata Wira, perwakilan HMI Korkom Unibos.

Mulai Desember, Wisudawan Unhas dibekali Surat Keterangan Pendamping Ijazah

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Tim penyusun petunjuk teknis Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) Unhas melakukan finalisasi buku pedoman di Hotel Maxone, Jl. Taman Makam Pahlawan, Makassar, 8-9 Desember 2018.

Finalisasi buku pedoman ini dipimpin oleh Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhas, Prof Dr drg A Arsunan Arsin, MKes. Hadir pula Wakil Rektor Bidang Akademik Unhas, Prof Dr Muh Restu MP bersama direktur Alumni dan Penyiapan Karir Unhas, Abdullah Sanusi PhD dan tim lainnya dari unsur dosen dan pegawai Unhas.

“Wisudawan Unhas periode Desember 2018 ini akan dibekali dengan SKPI pertama kalinya. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 Tahun 2104 dan Peraturan Rektor Unhas Nomor 1832/UN4.1/KEP/2018 tentang SKPI,” terang Prof Arsunan.

Apa itu SKPI?

SKPI atau Diploma Supplement merupakan surat pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi, berisi informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan pendidikan tinggi bergelar.

Prof Arsunan menekankan pentingnya keberadaan SKPI ini buat mahasiswa Unhas.  “Singkatnya, SKPI ini bisa dikatakan sebagai rekam jejak aktivitas mahasiswa selama masa studi terutama di bidang penunjang kehidupan akademik, meliputi kemampuan skill non akademik yang bisa memberikan nilai tambah, juga penguasaan pengetahuan dan sikap yang memudahkan pengguna lulusan Unhas di tengah kehidupan masyarakat nantinya,” jelas Prof Arsunan.

SKPI akan diterbitkan sebagai pendamping ijazah dan transkrip akademik. Jika ijazah dan transkrip lebih ditekankan sebagai bukti selesainya jenjang pendidikan tertentu beserta dengan nilai capaian mahasiswa selama menempuh pendidikan. Menariknya, SKPI akan menerangkan kualifikasi dan prestasi yang telah dicapai mahasiswa selama menempuh pendidikan sesuai kebutuhan pengguna sehingga lebih cepat terserap dalam dunia kerja.

Pada dasarnya, format SKPI Unhas mengacu pada Permendikbud Nomor 81 tahun 2014 meliputi identitas diri pemegang SKPI; Identitas Penyelenggara Program; Isi Kualifikasi dan Hasil yang dicapai; Informasi tentang Sistem Pendidikan tinggi di Indonesia; Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan Pengesahan SKPI. Formatnya pun menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Direktur Alumni dan Penyiapan Karir Unhas, Abdullah Sanusi PhD menjelaskan prosedur sistem penerbitan SKPI secara on line. “Setiap mahasiswa akan diberikan akun Single Sign On untuk menginput sendiri capaian prestasi terbaiknya pada sistem; kasubag kemahasiswaan dan akademik Fakultas yang selanjutnya akan memverifikasi bukti-buktinya sebelum dilakukan pencetakan,” ujarnya.

Keberadaan SKPI ini sangat penting. Sedari awal, mahasiswa Unhas diharapkan untuk aktif berkontribusi dan dapat mencapai berbagai prestasi dan penghargaan pada level lokal, nasional, regional dan internasional. Beberapa prestasi dan penghargaan mahasiswa dapat berupa kegiatan dibidang penalaran; organisasi dan kepemimpinan; seni dan budaya; olahraga; kemampuan bahasa asing, pengabdian masyarakat dan kegiatan lainnya.(Rls)

Buat Kamu Pejuang PTN, Catat ini Perubahan SBMPTN 2019

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Bagi kalian, para pejuang PTN sudah siapkah kalian menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019? Terlepas dari kesiapannya kalian, ada hal penting yang perlu juga kalian ketahui terkait dengan perubahan pelaksanaan SBMPTN 2019. Berikut ini Fajar Pendidikan akan menguraikan satu per satu hasil wawancara bersama Kepala Humas Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman.

  1. Proses dan Pelaksanaan Tes Seleksi akan Diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT)

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi atau LTMPT merupakan lembaga nirlaba yang mendapat amanah dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk memproses dan melaksanakan tes seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

“Dulu ‘kan (tes seleksi masuk PTN pada tahun-tahun sebelumnya) diselenggarakan Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (Panpus SNPMB PTN) dan dibantu oleh panitia lokal atau Panlok. Nah, dengan dibentuknya LTMPT ini, maka Panpus dan Panlok ditiadakan,” terang Ishaq.

  1. Tes Akan Dilaksanakan dengan Hanya Satu Metode

Jika sebelumnya, peserta tes dapat memilih antara Metode Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) atau Metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC), tahun depan, tes seleksi hanya dilakukan dengan satu metode yaitu,  UTBK.

Terkait poin perubahan ini, kata Ishaq, dapat menghemat anggaran pelaksanaan tes masuk PTN. “Kalau UTBK ini ‘kan artinya sudah tidak ada lagi biaya yang keluar untuk proses cetak soal, pengeluaran-pengeluaran yang lainnya pun bisa dihemat,” ungkapnya.

  1. Tes Dulu Baru Daftar dan Peserta Bisa Ikut Tes Maksimal Dua Kali

Salah satu perubahan pelaksanaan tes masuk PTN yang paling berbeda dengan pelaksanaan tes masuk PTN pada tahun-tahun sebelumnya yaitu, pelaksanaan tes masuk PTN 2019 memberlakukan sistem tes dulu baru daftar dan peserta bisa ikut tes maksimal dua kali.

“Jadi sebelum mendaftar SBMPTN, peserta mendaftar untuk mengikuti UTBK dan diberikan kesempatan tes sebanyak dua kali. Jadi jika pada tes pertama, peserta merasa skor yang diperolehnya masih rendah, ia masih bisa mengikuti tes untuk kedua kalinya. Skor UTBK ini yang akan dipakai untuk menyeleksi calon mahasiswa,” papar Ishaq.

Lebih lanjut Ishaq menjelaskan, dengan diberlakukan tes dulu baru daftar, calon mahasiswa bisa mengetahui peluangnya untuk bisa lulus SBMPTN. “Misalnya, jika si A ingin mendaftar di fakultas kedokteran namun skor UTBKnya dianggap rendah, jadi dia bisa memperikirakan akan lulus atau tidak dengan total skor yang yang kantongi,” terang Ishaq.

Biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti satu kali ujian adalah Rp200 ribu, tidak naik dari tahun lalu. “Jadi sekali tes itu biaya pendaftarannya Rp 200 ribu. Jika peserta ingin melakukan tes dua kali, maka dia harus membayar lagi Rp 200 ribu,” jelasnya.

Jadi, sambung Ishaq, jika tahun-tahun sebelumnya, calon mahasiswa bisa memilih antara kelompok tes Sains dan Teknologi (Saintek), kelompok tes Sosial dan Humaniora (Soshum), atau dapat memilih keduanya, namun pada pelaksanaan tes seleksi 2019, peserta hanya memiliki dua pilihan, saintek atau soshum. Dan peserta tes hanya dapat mendaftar untuk dua pilihan program studi di satu PTN atau dua program studi di 2 PTN berbeda.

Ada dua materi utama yang bakal diujikan yakni, Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).

“Penerimaan Mahasiswa baru PTN akan dilaunching tanggal 4 Januari 2019 di Semarang. Setelah dilaunching, tanggal 12 Januari – 27 Maret 2019, calon mahasiswa baru sudah bisa mendaftar UTBK. Setelah mendaftar, peserta tes akan mendapat jadwal tesnya. Waktu pelaksanaan tes UTBK itu antara tanggal 30 Maret – 26 Mei 2019. Tesnya akan dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu. jadi ada 12 kali dan satu kali tes terdiri dari dua sesi (pagi dan sore). Jadi totalnya ada 24 kali tes,” tandasnya. (FP)