Friday, August 14, 2020

Rektor UIN Alauddin Kukuhkan 238 Wisudawan Angkatan 86

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis mengukuhkan 238 Wisudawan sesi pertama Angkatan 86 di Training Center, Jalan Sultan Alauddin Makassar, Selasa 28 Juli 2020.

Prosesi wisuda kali ini dilakukan melalui luar jaringan (Luring) dan Via dalam jaringan (Daring) diikuti dua Fakultas yakni Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

Prof Hamdan Juhannis dalam pidatonya menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan dan wisudawati dimanapun berada.

“Selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dimanapun kalian berada, semoga gelar akademik yang anda sandang sekarang ini membawa berkah kepada anda semua, terutama kepada keluarga besarnya,” ucap Rektor.

Khusus kepada wisudawan dan wisudawati terbaik, penulis buku Melawan Takdir itu, mengucapkan selamat atas kerja kerasnya selama ini, selama menjalani proses perkuliahan.

“Tetaplah menjadi terbaik dimanapun anda berkarya dan berkarir,” pesannya.

Pada momentum acara wisuda virtual ini, lanjut Rektor, dua pesan penting kepada seluruh wisudawan. Pertama, era pandemi Covid 19 ini telah mengajarkan kepada kita semua, bahwa pengetahuan atau skill kepada teknologi dan penguasaan informasi menjadi kunci kesuksesan dalam menjalani kehidupan yang tidak menentu ini.

“Dua hal ini adalah sebuah keniscayaan bagi siapa saja yang tidak ingin digilas oleh zaman,” ujarnya.

Rektor juga berharap alumni tidak menjadi bagian dari permissive society, masyarakat yang tidak mau tahu dan tidak peduli terhadap perkembangan teknologi dan informasi.

“Kalian dituntut untuk terus adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga tetap bisa berdialog dan bernegosiasi dengan tuntutan dan perubahan zaman,” ucapnya.

“Sebagai seorang sarjana, tentu anda akan mengalami tantangan baru yang lebih kompleks di luar sana. Kalau masa perkuliahan anda di kampus, anda sering melakukan demonstrasi dengan cara menutup jalan, membakar ban bekas dan berdiri dengan gagah di atas truk, maka sebagai seorang sarjana, tentu demonstrasinya harus berbeda,” bebernya. (*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

OPINI : Sekolah Tatap Muka Antara Harapan dan Minimnya Persiapan

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 saat ini masih belum usai, selama hampir 4 bulan lebih Indonesia Lockdown yang berarti segala aktivitas seperti sekolah,...

Hasan Sijaya: Seni Budaya Kita di Sulsel Tidak Kalah Dengan Daerah Lain

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Moh. Hasan Sijaya, membuka acara Festival Tari Pakarena Turiolo dan Tunrung Rinci...

Wadan Lantamal VI Bersama Forkopimda Sulsel Ikuti Rakorsus Tingkat Menteri Melalui Vidcon

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Wakil Komandan (Wadan) Lantamal VI Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki, S.H., M.M., bersama Forkopimda Sulsel mengikuti Rapat Koordinasi...

Jalin Silaturahmi, STIE Nobel Indonesia Jajaki Potensi Kerjasama dengan HIPMI Sulsel

FAJARPENDIDIKAN.co.id - STIE Nobel Indonesia melakukan pertemuan dengan jajaran pengurus DPD HIPMI Sulsel yang dihadiri langsung oleh ketua dua lembaga tersebut, Dr...

Rasa dan Wanginya Beda-beda, Ini nih Jenis Beras Putih Lokal Favorit Orang Indonesia

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Nasi adalah makanan pokoknya orang Indonesia. Nggak heran kalau ada ungkapan, ‘Belum makan namanya kalau belum makan nasi’. Saking vital...

REKOMENDASI