- Advertisement -

Tahukah Kamu 3 Bahaya Jika Meminum Air Laut? Simak Disini

70 persen bumi kita adalah air, 60 persennya adalah air asin. Dengan keberadaannya yang melimpah, mungkin akan terbesit di pikiran untuk mengonsumsi air laut. Lalu, apakah boleh kita mengonsumsi air laut?

Minum air laut tidak diperbolehkan, bahkan jika berada dalam kondisi bertahan hidup di laut sekalipun. Air garam adalah air yang telah terkontaminasi dengan garam dan mineral lainnya, seperti merkuri atau arsen. Dan air laut sendiri merupakan contoh air yang memiliki kandungan garam yang sangat tinggi.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ada beberapa masalah kesehatan jika kita mengonsumsi air laut. Beberapa efek kesehatan dari minum air laut adalah sebagai berikut:

1. Dehidrasi

Minum air laut justru akan membuat tubuh kita mengalami dehidrasi. Hal ini karena garam sendiri juga dapat membuat tubuh dehidrasi, sehingga semakin banyak air garam yang Anda minum akan semakin banyak cairan tubuh yang hilang.

BACA JUGA:  Kebiasaan Usai Makan Siang Selalu Mengantuk, Ini Alasannya

Jika minum air laut, air yang sudah ada di dalam tubuh akan dialihkan untuk membantu tubuh mencairkan kelebihan garam. Akibatnya, fungsi tubuh lainnya akan mulai menderita karena kurangnya asupan air dalam sistem tubuh.

2. Diare

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dalam beberapa jam setelah minum air garam, kamu mungkin akan mengalami gejala yang terkait dengan tingginya kadar garam yang ada di tubuh. Gejala awal bisa ditandai dengan diare berat dan tak kunjung hilang. Ini karena usus hanya dapat menyerap sejumlah garam dalam jangka waktu tertentu.

BACA JUGA:  Begini Proses Terjadi dan Jenis-Jenis Kabut Atau Uap Air

Air laut menyebabkan kelebihan garam sehingga sering tersisa di bagian saluran usus, sehingga air mengalir keluar dari sel dan masuk ke saluran usus. Kondisi itu menyebabkan isi usus menjadi encer, dan mengakibatkan diare.

3. Gejala kronis

Asupan jangka panjang dari air garam menyebabkan dehidrasi berat, yang bisa memicu efek yang serius. Tubuh cenderung kehilangan sejumlah besar air dan dapat mengalami halusinasi dan mengigau.

Perlahan-lahan, kamu akan kehilangan kesadaran dan menderita kejang. Tubuh tidak dapat berfungsi tanpa air, dan pada saat kehilangan 15% dari total air dalam tubuh, risiko untuk mengalami koma, kerusakan otak, dan bahkan kematian akan semakin meningkat.

Bagikan

BACA JUGA:

9 Ciri-ciri Strict Parents yang Perlu Kamu Tahu

Apa arti strict parents dalam bahasa gaul dan bagaimana ciri-cirinya? Biasanya kalimat Strict Parents disematkan untuk orangtua yang galak, namun benarkah artinya seperti demikian? Dalam...

Penyebab Perubahan Iklim, Siswa Harus Tahu

Iklim merupakan perubahan cuaca yang terjadi di setiap negara dengan masing-masing ciri khas yang dimiliki. Mulai dari iklim tropis, sub tropis, iklim sedang, hingga iklim...

Kenangan Musik Beraliran Emo di Indonesia, Ingat Masa Lalu!

Killing Me Inside sedang bersiap-siap untuk memainkan sebuah tembang andalan From First To Last, Ride The Wings of Pestilence. Di dalam video yang diunggah di YouTube...

Ini Isi Pasal 340 KUHP, Pasal yang Mengatur Pembunuhan Berencana

Biasanya, tindakan berencana didasarkan pada pemutusan kehendak untuk melakukan suatu perbuatan pada waktu tertentu. Lantas, bagaimana dengan bunyi pasal pembunuhan berencana? Pasal Pembunuhan Berencana Mengutip jurnal...

Ini 3 Negara yang Jadi Paru-paru Dunia

Hutan hujan merupakan salah satu penyerap emisi karbon terbesar di dunia. Karena itu, hutan hujan kerap disebut sebagai paru-paru dunia. Hutan merupakan sumber sekaligus penyelamat masalah...

POPULER