Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri kegiatan Syawalan 1447 Hijriah Muhammadiyah Sulawesi Selatan yang digelar di halaman Pusat Dakwah Muhammadiyah Makassar, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan warga Muhammadiyah pasca Idulfitri. Hadir dalam acara tersebut berbagai unsur, mulai dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah, organisasi otonom, hingga generasi muda Muhammadiyah dari seluruh Sulawesi Selatan.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut menghadiri kegiatan ini, di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, para kepala daerah, serta Wali Kota Makassar.
Ketua panitia yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, menyampaikan bahwa Syawalan menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus konsolidasi gerakan Muhammadiyah di daerah. Dalam kegiatan tersebut juga diluncurkan program bertajuk “Tauhid sebagai Energi Spiritual dan Sosial Muhammadiyah” sebagai penguatan nilai ideologis dan gerakan sosial ke depan.
Dalam tausiyahnya, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan, termasuk dalam penentuan hari raya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyikapi perbedaan dengan bijak serta menjadikannya sebagai kekuatan dalam membangun kebersamaan.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan mengingatkan pentingnya perhatian terhadap sektor pendidikan, khususnya agar akses pendidikan tidak menjadi beban berat bagi masyarakat.
Kehadiran Bupati Barru dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan nilai keagamaan serta peran organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan sosial.
Dalam keterangannya, Bupati mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui semangat kebersamaan yang tercermin dalam Syawalan.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar tradisi pasca Lebaran, tetapi juga momentum memperkuat persatuan, meneguhkan nilai keislaman, serta mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan daerah.
