Sunday, May 31, 2020

Kemendikbud Imbau Sekolah Bentuk Tim Pencegahan Tindak Kekerasan

- Advertisement -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan rasa prihatin atas kejadian di Seminari St. Maria Bunda Segala Bangsa Maumere, Nusa Tenggara Timur. Hal tersebut diutarakan Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Ade Erlangga Masdiana, di Jakarta, Rabu (26/02/2020).

“Kami turut prihatin atas kejadian di Seminari St. Maria Bunda Segala Bangsa Maumere. Semoga kejadian-kejadian serupa tidak terjadi lagi, baik di sekolah tersebut ataupun di sekolah lainnya,” ucap Erlangga.

Dengan adanya berbagai tidak kekerasan di sekolah belakangan ini, Kemendikbud mengimbau sekolah segera membentuk tim pencegahan tindak kekerasan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 82 Tahun 2015, tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

“Kami mengimbau kepada sekolah untuk menaati Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015, dan segera membentuk tim pencegahan tindak kekerasan, agar tidak terjadi lagi kasus-kasus kekerasan di lingkungan satuan pendidikan,” pesan Erlangga.

Komponen pendekatan penanganan tindak kekerasan di sekolah, kata Erlangga, mengharuskan sekolah, guru, dan pemerintah daerah untuk secara sigap dan tertata melakukan segala langkah penanggulangan terhadap tindak kekerasan yang telah dan sedang terjadi. Pemberian sanksi yaitu regulasi yang dibuat dengan tegas mencantumkan sanksi untuk pelaku tindak kekerasan.

“Pencegahan mengharuskan sekolah, guru, dan pemerintah daerah untuk menyusun langkah-langkah pencegahan tindak kekerasan, termasuk penyusunan prosedur anti kekerasan dan pembuatan kanal pelaporan, berdasarkan pedoman yang diberikan oleh Kemendikbud,” terang Erlangga.

Kemendikbud mengapresiasi laporan warga mengenai kekerasan yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan. Terkait dengan kasus yang terjadi di salah satu satuan pendidikan di Maumere NTT tersebut, Kemendikbud melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi NTT terus lakukan mediasi antara pengelola seminari dan orang tua siswa.

“Kami juga mendorong terselenggaranya pendidikan karakter dengan memanusiakan manusia, dan melarang segala bentuk tindakan ataupun pendekatan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan,” kata Erlangga.

Sumber : SIARAN PERS Nomor : 37/Sipres/A6/II/2020

- Advertisement -

TERKINI

Pemudik Asal Bone Ingin Balik ke Jakarta Ternyata Positif Covid-19

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Seorang warga dari Desa Pattimpa Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, yang hendak balik ke Jakarta ternyata terkonfirmasi Positif Covid-19, Sabtu (30/5/2020).

Bersama Petani, Bupati Barru Tanam Bawang Di Dusun Bette

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Selaku Kabupaten termasuk penyanggah pangan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Bersama Petani Dusun Bette, Bupati Barru Ir. H. Suardi...

Bupati Barru Harap Camat, Lurah dan Kades Tetap Mengedukasi Warga Tentang Covid- 19

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Bupati Barru Suardi Saleh memimpin rapat kordinasi virtual bersama Pimpinan OPD, Camat, lurah dan kepala desa diruang Basic Barru,...

Pasca Isolasi di Bone, Dua Santri Sembuh dari Covid-19

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Pasien sembuh dari Covid-19 di Kabupaten Bone kembali bertambah dua orang per Sabtu (30/5/2020). Mereka adalah dua dari tiga santri...

REKOMENDASI