Barru – Dari luar tampak megah dengan kubah biru yang mencolok, namun dari dalam jauh dari kata layak. Itulah kondisi Masjid Agung Barru, bangunan yang diharapkan menjadi pusat ibadah dan ikon keagamaan Kabupaten Barru. Meski menelan anggaran besar, masjid ini hingga kini belum bisa difungsikan karena berbagai persoalan teknis.
Pantauan Fajar Pendidikan di lokasi, Minggu (14/9/2025), memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan. Lantai masih kosong, plafon belum terpasang, atap bocor saat hujan, hingga beberapa tiang terlihat mulai retak.
“Kalau hujan, air pasti merembes di tiang-tiang ini. Atap belum terpasang sepenuhnya, plafon belum selesai, dan kaca pun masih perlu diberi karet tambahan. Masjid baru ini belum layak dipakai,” ungkap Husain, pengurus sekaligus pemegang kunci masjid, saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, kebocoran bukan hanya di satu-dua titik, melainkan hampir di seluruh bagian masjid.
“Saya diberi kunci untuk menyalakan lampu, tapi bagaimana mau ditempati kalau bocornya banyak sekali. Bahkan kaca pun masih seadanya, tidak ada karetnya,” keluhnya kepada Fajar Pendidikan.
Husain menambahkan, pihak pengurus telah melaporkan persoalan ini ke Ketua DPRD Barru, namun hingga kini masih menunggu kepastian tindak lanjut.
Sementara itu, masjid lama yang biasa digunakan warga kondisinya juga sudah rusak parah.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki, supaya masjid baru ini bisa segera digunakan jamaah,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Inspektorat Kabupaten Barru, Abdul Rahim, mengaku belum melakukan pemeriksaan detail terkait kondisi masjid.
“Itu sudah diperiksa BPK, memang ada temuan dan ada denda. Kami hargai hasil pemeriksaan BPK itu. Kalau soal bocor, nanti saya sampaikan ke PPK-nya. Kami baru akan periksa setelah pencairan 100 persen,” jelasnya saat ditemui, Senin (15/9/2025).
Sementara, upaya konfirmasi ke PLT Kepala Dinas PU Barru, A. Indra Jaya, melalui pesan WhatsApp, belum mendapat respons hingga berita ini diterbitkan.
Kini, meski berdiri kokoh dan menjadi kebanggaan masyarakat, Masjid Agung Barru justru menyisakan tanda tanya besar soal kualitas pembangunan dan kapan benar-benar siap digunakan untuk beribadah.
Data Proyek
Proyek Pembangunan Masjid Agung Kabupaten Barru resmi dimenangkan oleh PT Tiara Teknik dengan nilai HPS Rp 24,009 miliar dari pagu anggaran Rp 24,462 miliar, bersumber dari APBD-DAU 2024 melalui Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman.
Ruang lingkup pekerjaan mencakup penyediaan tenaga kerja, bahan, dan peralatan, termasuk pengamanan serta pengawasan selama proyek berlangsung. Item pekerjaan meliputi:
1. Persiapan proyek
2. Pembangunan area masjid (tanah, pondasi, struktur, arsitektur, tangga, fasad, ornamen, profilan, atap, MEP)
3. Pembangunan 4 unit menara
4. Area koridor & pelataran
5. Kamar mandi & tempat wudhu (2 unit)
6. IPAL
7. Kubah masjid
8. Penangkal petir
9. Site development (halaman)
10. Pekerjaan akhir
CV Mallomo Engineering ditunjuk sebagai konsultan perencanaan (HPS Rp 567 juta), sedangkan CV Bajirupa Consultant menjadi konsultan pengawas (HPS Rp 471 juta).
Namun, pembangunan yang menelan anggaran Rp 23,8 miliar ini mengalami keterlambatan. Berdasarkan papan proyek, seharusnya masjid sudah rampung akhir 2024, tetapi hingga awal 2025 pekerjaan belum selesai.

Sebagai tambahan, Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Pekerjaan Umum akan melaksanakan proyek Pembangunan Koridor/Selasar Masjid Raya di Jl. Sultan Hasanuddin, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru, dengan pagu anggaran Rp 951 juta dan nilai HPS Rp 950 juta.
Lingkup pekerjaan koridor meliputi:
Pekerjaan persiapan, kolom, ringbalok, dan plat
Pasangan dinding dan finishing
Lantai, pengecatan, plafon, atap, dan elektrikal
Proyek tambahan ini diharapkan mempercepat penyelesaian Masjid agung Barru sehingga bisa segera difungsikan sebagai pusat ibadah dan ikon keagamaan Kabupaten Barru. Sumber: LPSE Kabupaten Barru
Hengki.
