Beranda blog Halaman 20

Contoh Upaya Guru Mempelajari Target Perilaku pada Pelaksanaan Kinerja PMM

0

Mengisi lembar Pelaksanaan Kinerja di Platform Merdeka Mengajar (PMM) bukanlah sekadar memenuhi kewajiban administrasi. Tahapan ini merupakan bagian penting dari proses refleksi diri guru dalam mengembangkan profesionalisme secara berkelanjutan. Pelaksanaan Kinerja PMM

Salah satu pertanyaan yang kerap muncul pada tahap ini berkaitan dengan langkah konkret yang akan dilakukan guru untuk mempelajari target perilaku yang telah dipilih sebelumnya. Pertanyaan tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan tahap Observasi PMM, di mana guru dan kepala sekolah menyepakati jadwal observasi, melaksanakan praktik kinerja di kelas, serta melakukan tindak lanjut hasil observasi.

Target perilaku menjadi rujukan utama karena merepresentasikan sikap dan kebiasaan profesional yang ingin dibangun secara konsisten. Oleh sebab itu, jawaban yang disusun perlu mencerminkan kesadaran diri, rencana tindakan yang jelas, serta komitmen untuk melakukan perbaikan nyata dalam praktik pembelajaran.

Bagian ini dinilai krusial dalam penilaian kinerja karena menjadi dasar untuk menilai sejauh mana kesiapan guru dalam berkembang dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Untuk membantu penyusunan jawaban agar lebih tepat sasaran, berikut pembahasan dan contoh jawaban yang dapat dijadikan referensi saat mengisi dokumen Pelaksanaan Kinerja PMM.

Upaya Mempelajari Target Perilaku dalam PMM

Sejalan dengan semangat pembelajaran yang mendorong refleksi dan antusiasme belajar berjudul “TKA dan Antusiasme Belajar”—guru diharapkan mampu menjadikan proses ini sebagai sarana pembelajaran profesional, bukan sekadar formalitas.

Jawaban Kunci

Upaya yang akan saya lakukan untuk mempelajari target perilaku diawali dengan menelaah kembali indikator perilaku yang telah saya pilih berdasarkan hasil observasi praktik kinerja. Saya akan memahami maknanya secara lebih spesifik dan mengaitkannya dengan situasi nyata yang sering saya hadapi di kelas.

Selanjutnya, saya akan menerapkan perilaku tersebut secara sadar dalam setiap proses pembelajaran, terutama pada momen-momen yang selama ini menjadi tantangan bagi saya. Setelah penerapan, saya akan melakukan refleksi rutin untuk menilai konsistensi pelaksanaan serta dampaknya terhadap keterlibatan dan respons siswa.

Melalui langkah tersebut, target perilaku tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi dilatih secara berkelanjutan hingga menjadi bagian dari kebiasaan profesional saya sebagai guru.

Contoh Jawaban Alternatif Upaya Mempelajari Target Perilaku

Alternatif 1

Saya akan memulai dengan mengevaluasi kebiasaan mengajar yang selama ini saya lakukan. Dari evaluasi tersebut, saya akan mengidentifikasi perilaku yang sudah sesuai dan aspek yang masih perlu ditingkatkan. Selanjutnya, saya menetapkan satu fokus perilaku untuk dilatih secara konsisten dalam beberapa pertemuan, disertai evaluasi berkala.

Alternatif 2

Saya mempelajari target perilaku melalui praktik bertahap di kelas. Perubahan tidak dilakukan sekaligus, melainkan dimulai dari tindakan kecil yang realistis dan dapat diterapkan secara konsisten. Setiap akhir pekan, saya melakukan refleksi untuk menyesuaikan penerapan dengan kebutuhan siswa.

Alternatif 3

Upaya yang saya lakukan adalah berdiskusi dengan rekan sejawat atau kepala sekolah untuk memperoleh gambaran konkret penerapan target perilaku. Selain itu, saya mengamati praktik baik guru lain sebagai referensi sebelum menyesuaikannya dengan karakter kelas yang saya ajar.

Alternatif 4

Saya menjadikan respons siswa sebagai indikator keberhasilan dalam mempelajari target perilaku. Setiap penerapan, saya mengamati perubahan suasana kelas dan tingkat keterlibatan siswa, lalu melakukan penyesuaian jika hasilnya belum optimal.

Alternatif 5

Langkah yang saya lakukan meliputi:

  • Menelaah kembali hasil observasi praktik kinerja
  • Memahami indikator perilaku secara spesifik
  • Mengaitkan perilaku dengan situasi nyata di kelas
  • Menerapkannya secara bertahap dan konsisten
  • Melakukan refleksi rutin untuk mengevaluasi perkembangan

Alternatif 6

Saya memasukkan target perilaku ke dalam rencana pengembangan diri dengan menetapkan jangka waktu tertentu, misalnya satu bulan. Selama periode tersebut, saya menerapkannya secara sadar dan mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas interaksi dan pembelajaran.

Alternatif 7

Saya menjadikan target perilaku sebagai fokus pembiasaan dalam setiap pembelajaran. Meskipun dimulai dari skala kecil, saya berupaya konsisten menerapkannya serta mencatat kendala yang muncul untuk dicarikan solusi melalui refleksi atau diskusi dengan rekan sejawat.

Alternatif 8

Saya menganalisis situasi kelas yang selama ini menjadi tantangan dalam penerapan perilaku profesional. Dari analisis tersebut, saya menentukan momen-momen kunci yang perlu diperbaiki dan melatih penerapannya secara sadar pada pembelajaran berikutnya.

Alternatif 9

Saya membuat catatan perkembangan setiap selesai mengajar. Catatan ini berisi situasi yang berhasil ditangani serta bagian yang masih perlu ditingkatkan, sehingga saya dapat memantau perkembangan target perilaku secara lebih objektif.

Alternatif 10

Saya mengintegrasikan target perilaku ke dalam perencanaan pembelajaran dengan menuliskannya secara eksplisit dalam RPP atau modul ajar. Dengan cara ini, target perilaku menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang disiapkan sejak awal.

Disclaimer

Artikel ini disusun sebagai referensi pengisian dokumen refleksi tindak lanjut di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Guru disarankan menyesuaikan jawaban dengan pengalaman mengajar, target perilaku yang dipilih, serta konteks pembelajaran masing-masing agar refleksi tetap autentik dan relevan.

Contoh Upaya Guru Mempelajari Target Perilaku dalam Pelaksanaan Kinerja PMM

0

Pengisian lembar Pelaksanaan Kinerja di Platform Merdeka Mengajar (PMM) merupakan tahapan penting dalam proses refleksi dan evaluasi profesional guru. Pada fase ini, guru diminta menguraikan langkah-langkah konkret yang akan dilakukan untuk mempelajari target perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya.

Tahap Pelaksanaan Kinerja tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dengan tahap Observasi PMM, di mana guru bersama kepala sekolah menyepakati jadwal, pelaksanaan, serta tindak lanjut praktik kinerja di kelas. Oleh karena itu, jawaban yang disusun perlu mencerminkan kesiapan guru dalam mengembangkan praktik pembelajaran secara berkelanjutan.

Target perilaku menjadi acuan utama karena merepresentasikan sikap, kebiasaan, dan nilai profesional yang ingin dibangun secara konsisten. Bagian ini juga memiliki bobot penting dalam penilaian kinerja, sebab menjadi dasar untuk melihat sejauh mana guru berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sebagai referensi, berikut pembahasan serta contoh jawaban yang dapat dijadikan acuan saat mengisi dokumen Pelaksanaan Kinerja di PMM.

Upaya Mempelajari Target Perilaku dalam PMM

Merujuk pada semangat pembelajaran reflektif, kritis, dan kreatif berjudul “Deep Learning: Pembelajaran Reflektif, Kritis, dan Kreatif”—guru diharapkan tidak sekadar memenuhi kewajiban administrasi, tetapi benar-benar memaknai proses pengembangan diri.

Jawaban Kunci

Upaya yang akan saya lakukan untuk mempelajari target perilaku diawali dengan memahami kembali indikator perilaku yang telah saya pilih berdasarkan hasil observasi praktik kinerja. Saya menyadari bahwa target perilaku bukan sekadar komponen administrasi, melainkan arah pengembangan profesional yang perlu diterapkan secara konsisten dalam pembelajaran.

Untuk itu, langkah-langkah yang saya lakukan meliputi:

  • Menelaah kembali makna dan indikator target perilaku secara spesifik
  • Mengaitkannya dengan kebiasaan mengajar yang selama ini saya terapkan
  • Mengidentifikasi situasi kelas yang paling membutuhkan perubahan perilaku
  • Menerapkan target perilaku secara sadar di setiap pertemuan pembelajaran
  • Melakukan refleksi rutin untuk menilai konsistensi dan dampaknya terhadap siswa

Melalui langkah tersebut, saya berharap target perilaku tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam praktik profesional saya sebagai guru.

Contoh Jawaban Alternatif Langkah Guru Mempelajari Target Perilaku

Alternatif 1

Untuk mempelajari target perilaku, saya akan memulai dengan evaluasi diri secara jujur terhadap kebiasaan mengajar yang selama ini saya lakukan. Saya akan mencatat perilaku yang sudah sesuai serta aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Langkah yang saya lakukan:

  • Menyusun jurnal refleksi setelah pembelajaran
  • Mengamati respons siswa terhadap perubahan perilaku
  • Menetapkan satu fokus perilaku setiap minggu
  • Mengevaluasi konsistensi penerapan

Alternatif 2

Saya akan mempelajari target perilaku melalui diskusi dan kolaborasi dengan rekan sejawat maupun kepala sekolah. Saya meyakini bahwa perspektif orang lain dapat membantu melihat aspek yang belum saya sadari.

Upaya yang saya lakukan:

  • Berdiskusi mengenai contoh konkret penerapan perilaku
  • Mengamati praktik baik guru lain
  • Meminta umpan balik secara berkala
  • Menyesuaikan strategi dengan karakteristik kelas

Alternatif 3

Saya mempelajari target perilaku melalui praktik bertahap dan realistis. Perubahan dilakukan secara perlahan melalui tindakan kecil yang konsisten.

Langkah yang saya lakukan:

  • Menentukan satu situasi kelas sebagai fokus latihan
  • Mencatat perkembangan di setiap pertemuan
  • Mengidentifikasi kendala yang muncul
  • Menyesuaikan strategi berdasarkan hasil refleksi

Alternatif 4

Saya menjadikan respons siswa sebagai indikator keberhasilan dalam mempelajari target perilaku. Perubahan perilaku guru saya nilai dari suasana kelas dan tingkat partisipasi siswa.

Langkah yang dilakukan:

  • Mengamati keterlibatan siswa setelah perubahan perilaku
  • Melakukan refleksi singkat bersama siswa
  • Menilai efektivitas komunikasi pembelajaran
  • Menyesuaikan pendekatan jika belum optimal

Alternatif 5

Saya mengintegrasikan target perilaku ke dalam perencanaan pembelajaran agar penerapannya lebih terarah dan terukur.

Upaya yang dilakukan:

  • Menuliskan target perilaku dalam modul ajar
  • Menentukan indikator keberhasilan perilaku
  • Menyusun aktivitas pembelajaran yang mendukung
  • Mengevaluasi penerapan di akhir pembelajaran

Alternatif 6

Saya menjadikan target perilaku sebagai bagian dari rencana pengembangan diri jangka menengah.

Langkah yang dilakukan:

  • Menetapkan rentang waktu penerapan, misalnya satu bulan
  • Mencatat perkembangan secara berkala
  • Membandingkan kondisi awal dan hasil setelah penerapan
  • Merefleksikan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran

Melalui pendekatan ini, target perilaku tidak dipahami sebagai kewajiban administratif semata, melainkan sebagai proses pembelajaran profesional yang berkelanjutan.

Disclaimer

Artikel ini disusun sebagai referensi pengisian lembar Pelaksanaan Kinerja di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Guru disarankan menyesuaikan jawaban dengan pengalaman mengajar, target perilaku yang dipilih, serta konteks pembelajaran masing-masing agar refleksi tetap autentik dan relevan.

Pendalaman Experiential Learning dalam PPG Kemenag 2025 pada Modul 2 PSE Topik 3

0

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kementerian Agama tahun 2025 menempatkan pendalaman Experiential Learning sebagai bagian penting dalam Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) Topik 3. Pada modul ini, peserta tidak hanya dituntut memahami konsep, tetapi juga merefleksikan penerapannya secara nyata dalam praktik pembelajaran di kelas.

Melalui sesi cerita reflektif yang tersedia di Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), peserta PPG diminta menjawab pertanyaan kunci terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. Jawaban yang diharapkan bukan bersifat normatif semata, melainkan disusun secara kritis, kontekstual, dan berangkat dari pengalaman mengajar yang autentik.

Konsep Dasar Experiential Learning

Mengacu pada buku Pengembangan Model Manajemen Pelatihan Experience Learning Cycle (2024) karya Imas Ratna Ermawati, Rita Retnowati, dan Herfina, experiential learning dipahami sebagai proses belajar yang mengaktifkan peserta didik untuk membangun pengetahuan, keterampilan, nilai, serta sikap melalui pengalaman langsung.

Pendekatan ini akan menjadi semakin bermakna ketika peserta didik tidak hanya terlibat dalam aktivitas, tetapi juga diajak untuk merenungkan pengalaman tersebut, memahami maknanya, lalu mengaitkannya dengan konsep yang dipelajari. Dengan demikian, peran guru tidak berhenti pada penyediaan kegiatan praktik, melainkan memastikan adanya proses refleksi dan pemaknaan yang utuh.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penerapan Experiential Learning

Dalam penerapan experiential learning, aspek utama yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan antara pengalaman, refleksi, dan pemaknaan konsep. Pembelajaran berbasis pengalaman tidak akan efektif apabila hanya berisi aktivitas tanpa ruang refleksi yang terstruktur.

Selain itu, kesiapan peserta didik dan relevansi pengalaman juga menjadi faktor penting. Aktivitas pembelajaran sebaiknya dekat dengan konteks kehidupan siswa agar terasa bermakna dan mudah dipahami. Guru perlu menyediakan sesi refleksi yang jelas dan terarah, sehingga siswa mampu menarik pelajaran dari pengalaman yang mereka alami.

Dengan mengikuti alur pengalaman konkret – refleksi – konseptualisasi – penerapan kembali, experiential learning dapat berjalan secara efektif dan berdampak langsung pada penguasaan kompetensi peserta didik.

Contoh Jawaban Reflektif Alternatif Peserta PPG

Alternatif 1
Dalam menerapkan experiential learning, perencanaan yang matang menjadi kunci utama. Guru perlu memastikan bahwa pengalaman belajar yang diberikan selaras dengan tujuan pembelajaran dan indikator kompetensi. Waktu refleksi juga harus disediakan secara memadai, karena tanpa refleksi, pengalaman tidak akan berkembang menjadi pemahaman yang mendalam.

Alternatif 2
Hal yang perlu diperhatikan adalah kesiapan dan karakteristik siswa. Setiap siswa memiliki latar pengalaman yang berbeda, sehingga aktivitas perlu disesuaikan agar tetap inklusif. Selain itu, guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang aman agar siswa merasa nyaman berbagi pengalaman dan pendapat saat refleksi berlangsung.

Alternatif 3
Dalam experiential learning, proses evaluasi perlu dirancang secara komprehensif. Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada keterlibatan siswa selama proses mengalami dan merefleksikan pembelajaran. Umpan balik yang konstruktif menjadi sarana penting untuk membantu siswa mengenali kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.

Alternatif 4
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan experiential learning meliputi:

  • Kesesuaian pengalaman dengan tujuan pembelajaran
  • Tahapan refleksi yang terstruktur
  • Relevansi aktivitas dengan konteks kehidupan siswa
  • Keterlibatan aktif seluruh peserta didik
  • Evaluasi proses dan hasil belajar

Alternatif 5
Hal penting dalam experiential learning antara lain:

  • Merancang pengalaman konkret yang bermakna
  • Memberikan ruang diskusi dan refleksi
  • Mengaitkan pengalaman dengan konsep teori
  • Mendorong penerapan kembali dalam situasi baru
  • Menggunakan umpan balik sebagai penguatan belajar

Alternatif 6
Dalam pelaksanaannya, guru perlu memperhatikan:

  • Iklim kelas yang aman dan suportif
  • Peran guru sebagai fasilitator pembelajaran
  • Kesempatan siswa berbagi pengalaman pribadi
  • Konsistensi penerapan di setiap pertemuan
  • Dokumentasi hasil refleksi siswa

Alternatif 7
Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kejelasan tujuan sebelum aktivitas dimulai
  • Keterkaitan pengalaman dengan kompetensi yang ditargetkan
  • Pemberian pertanyaan pemantik reflektif
  • Monitoring partisipasi siswa
  • Penyesuaian strategi jika aktivitas kurang efektif

Penegasan Akhir

Artikel ini disusun sebagai referensi pendukung bagi peserta PPG Kemenag 2025 dalam menyusun Cerita Reflektif Modul 2 PSE Topik 3 di Ruang GTK. Jawaban sebaiknya tetap disesuaikan dengan pengalaman dan praktik mengajar masing-masing peserta agar refleksi yang dihasilkan autentik, relevan, dan bermakna.

Nantikan Sembako Kemensos, Warga Barru Siap Terima Bantuan

0

Barru – Sebanyak 148 warga Kabupaten Barru akan menerima bantuan sembako dari Kementerian Sosial melalui program Bantuan Atensi, yang disalurkan melalui Sentra Gau Mabaji. Bantuan diberikan langsung dalam bentuk sembako, bukan uang tunai. Tahun sebelumnya, nilai bantuan per penerima mencapai Rp1,5 juta.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Barru, Asteriana Aras, menjelaskan bahwa bantuan ini datang langsung dari Kementerian, dengan UPT berada di Kabupaten Gowa. Dinas Sosial Barru hanya bertugas mendampingi proses penyaluran di lapangan.

“Bantuan ini langsung datang dari Kementerian, dan Dinas Sosial hanya mendampingi serta membantu proses penyaluran,” kata Asteriana kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (23/2/2026).

Awalnya, jumlah permintaan bantuan mencapai 200 orang, namun realisasi sekitar 170-an penerima. Dari jumlah tersebut, 148 warga masuk kategori prioritas. Distribusi bantuan dilakukan per desa dan kelurahan, sehingga alokasi sesuai data penerima yang terverifikasi.

“Data penerima dikumpulkan dari tiap desa maupun kelurahan. Kami hanya mendampingi penyaluran, sembako saja, bukan uang tunai. Lokasi penerimaan akan diumumkan kemudian,” tambah Asteriana.

Program Bantuan Atensi berbeda dengan Program Keluarga Harapan (PKH). Warga yang sudah menerima bantuan lain kemungkinan tidak akan menerima bantuan ini, guna menghindari tumpang tindih.

Total alokasi Bantuan Atensi tahun 2026 mencapai 148 orang. Sebelumnya, Dinas Sosial mengajukan 170 penerima, namun terjadi penyesuaian data. Pihak Dinas Sosial berkomitmen membantu peningkatan alokasi pada tahun berikutnya.

Program ini diharapkan dapat meringankan beban warga dan memastikan bantuan sosial tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang belum menerima bantuan pemerintah lainnya.

 

Hengki

Polisi Barru Koordinasi Dinsos, Tak Ingin Warganya ODGJ Terabaikan

0

BARRU – Kepedulian terhadap warga kurang mampu kembali ditunjukkan aparat kepolisian di Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru.

Kapolsek Pujananting, IPTU Sahabuddin, bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Barru terkait penanganan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) serta persoalan kepesertaan BPJS yang tidak aktif, Senin (23/2/2026).

Langkah ini dilakukan menyusul laporan masyarakat mengenai seorang warga yang mengalami gangguan jiwa dan kesulitan mendapatkan layanan kesehatan karena BPJS nonaktif.

“Kami langsung berkoordinasi agar penanganannya cepat dan tepat sasaran,” kata IPTU Sahabuddin kepada wartawan.

Dia menegaskan, persoalan ODGJ bukan hanya tanggung jawab tenaga medis. Diperlukan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan instansi sosial agar hak-hak warga tetap terpenuhi.

“Koordinasi ini penting agar pasien segera mendapatkan penanganan medis dan hak-haknya sebagai warga negara tetap terpenuhi,” ujarnya.

Kapolsek Pujananting, IPTU Sahabuddin, Datangi Warganya!
Kapolsek Pujananting, IPTU Sahabuddin, Datangi Warganya!

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Barru, Asteriana Aras, menjelaskan bahwa di tingkat desa sudah tersedia fasilitator sosial yang menangani persoalan warga.

“Sebenarnya di desa ada fasilitator. Untuk persoalan ini bisa dikoordinasikan melalui fasilitator,” jelas Asteriana.

Ia menambahkan, pihaknya siap membantu proses pengecekan data maupun administrasi agar warga tersebut dapat kembali mengakses layanan kesehatan.

“Nanti coba difoto saja Kartu Keluarga (KK) dan kirimkan ke saya, akan kami cek. Kami juga akan bantu,” tambahnya.

Asteriana pun mengapresiasi langkah cepat Kapolsek Pujananting yang dinilainya memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat kecil.

“Kami berterima kasih karena Kapolsek sangat peduli terhadap warganya. Ini benar-benar bentuk perhatian kepada masyarakat,” tutupnya.

Sinergi antara kepolisian dan Dinas Sosial ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi warga yang membutuhkan, sekaligus memastikan tidak ada lagi masyarakat yang terhambat berobat hanya karena persoalan administrasi.

 

Hengki

 

THAAD vs S-500 Prometheus: Mana Sistem Pertahanan Udara yang Lebih Unggul?

0

Dalam dunia militer modern, ancaman tidak hanya datang dari pesawat tempur, tetapi juga dari rudal balistik dan senjata hipersonik. Untuk menghadapi ancaman tersebut, Amerika Serikat dan Rusia mengembangkan sistem pertahanan udara tercanggih mereka, yaitu THAAD dan S-500 Prometheus.

Sekilas, keduanya terlihat serupa. Namun sebenarnya, fungsi dan cara kerjanya sangat berbeda.

Perbedaan Utama THAAD dan S-500

Perbedaan paling mendasar terletak pada tujuan penggunaan:

  • THAAD dibuat khusus untuk menghancurkan rudal balistik yang hampir mencapai target.
  • S-500 dirancang sebagai sistem serba bisa, mampu menghadapi berbagai ancaman udara sekaligus.

Artinya, THAAD adalah spesialis, sementara S-500 adalah sistem multitalenta.

THAAD: Fokus Menghancurkan Rudal Balistik

THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) berfungsi melindungi wilayah penting seperti kota besar atau pangkalan militer dari serangan rudal balistik jarak pendek hingga menengah.

Kelebihan THAAD

  • Sangat akurat, berkat radar canggih yang bisa membedakan hulu ledak asli dan umpan.
  • Menggunakan sistem hit-to-kill, yaitu menghancurkan target dengan hantaman langsung tanpa bahan peledak.
  • Teknologinya sudah terbukti dan digunakan secara nyata oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Kekurangan THAAD

  • Tidak bisa menghadapi pesawat tempur atau rudal jelajah yang terbang rendah.
  • Mahal dan hanya efektif untuk satu jenis ancaman saja.

S-500 Prometheus: Pertahanan Udara Serba Bisa

S-500 Prometheus adalah proyek ambisius Rusia untuk menciptakan pertahanan udara masa depan. Sistem ini dirancang sebagai lapisan pertahanan paling atas, di atas sistem S-400.

Kelebihan S-500

  • Mampu menghadapi berbagai ancaman: pesawat, rudal balistik, senjata hipersonik, hingga satelit orbit rendah.
  • Diklaim bisa mencegat target yang bergerak sangat cepat, termasuk senjata hipersonik.
  • Jika semua klaimnya terbukti, S-500 bisa mengubah peta pertahanan udara dunia.

Kekurangan S-500

  • Banyak kemampuan masih belum terbukti di pertempuran nyata.
  • Biaya per unit sangat mahal dan teknologinya sangat kompleks.
  • Jumlah unit yang bisa dioperasikan kemungkinan terbatas.

Kesimpulan

THAAD dan S-500 tidak bisa dibandingkan secara hitam-putih.

  • THAAD unggul dalam tugas spesifiknya: menghancurkan rudal balistik dengan tingkat keberhasilan tinggi.
  • S-500 unggul dalam konsep, menawarkan perlindungan luas terhadap hampir semua ancaman udara.

Perbedaan ini menunjukkan cara berpikir militer kedua negara:
Amerika Serikat memilih sistem khusus yang sudah terbukti, sementara Rusia membangun sistem terpadu untuk menghadapi ancaman masa depan.

Jadi, mana yang lebih baik?
Jawabannya tergantung pada ancaman apa yang ingin dihadapi.

MTs An-Nahl Nangaroro Gelar Pesantren Kilat Ramadan 1447 H

0

MTs An-Nahl Nangaroro menggelar kegiatan Pesantren Kilat Ramadan ke-2 Tahun 2026 dalam rangka menyambut dan mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 24 Februari 2026, bertempat di lingkungan MTs An-Nahl Nangaroro.

Pesantren kilat tahun ini mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Peningkatan Iman dan Amal”, yang mencerminkan komitmen madrasah dalam membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi MTs An-Nahl Nangaroro beserta para guru, utusan siswa-siswi SMP Negeri 1 Nangaroro dan guru pendamping, SMP Negeri 3 Nangaroro, SDI Tongatei, SDI Madambake, SDI Ndenasangi, serta anak-anak Panti Asuhan Yatim Piatu dan Duafa Umar bin Khattab Mbay-Flores.

Selama pelaksanaan pesantren kilat, peserta mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, seperti tadarus Al-Qur’an, ceramah dan kajian Islam, pembinaan akhlak, praktik ibadah, serta diskusi keislaman.

Rangkaian kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman keagamaan, kualitas ibadah, serta membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Kepala MTs An-Nahl Nangaroro Mohamad Sadikin, S.Pd.I menyampaikan bahwa pesantren kilat merupakan salah satu program strategis madrasah dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.

Menurutnya, tantangan generasi muda di era globalisasi dan digitalisasi saat ini semakin kompleks, sehingga diperlukan penguatan iman dan akhlak sebagai benteng moral.

“Pesantren Kilat ini tidak hanya bertujuan menambah wawasan keagamaan, tetapi juga membina akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, serta menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian sosial di kalangan peserta didik,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum pembinaan diri bagi para siswa agar nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Kepada seluruh peserta, agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan dan niat yang ikhlas. Ia mengajak para siswa menjadikan pesantren kilat sebagai sarana memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempererat persaudaraan dan kebersamaan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MTs An-Nahl Nangaroro berharap dapat mencetak generasi muda yang religius, berkarakter islami, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Akses Sempat Lumpuh, Polsek Barru Evakuasi Pohon Tumbang

0

Barru – Pohon berukuran besar tumbang dan menutup badan jalan di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sumpang Binangae, Kecamatan Barru, Sabtu (21/2/2025). Arus lalu lintas sempat tersendat akibat kejadian tersebut.

Pohon itu roboh dan melintang di tengah jalan sehingga menghambat kendaraan yang melintas. Kondisi ini juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kapolsek Barru AKP Rudi, S.E., mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan warga.

“Begitu dapat informasi, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas,” kata Rudi.

Setibanya di lokasi, personel Polsek Barru memasang pengamanan di sekitar titik pohon tumbang dan mengatur kendaraan agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan.

Petugas kemudian bersama warga mengevakuasi pohon dengan memotong batang serta membersihkan ranting dan dahan yang menutup badan jalan. Proses evakuasi berlangsung relatif cepat.

“Alhamdulillah pohon berhasil dievakuasi dan arus lalu lintas kembali normal,” ujarnya.

Rudi mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, terutama saat cuaca tidak menentu. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan situasi darurat atau gangguan kamtibmas.

Saat ini, situasi di lokasi dilaporkan aman dan arus kendaraankembali lancar.

Harga Sembako di Barru Stabil, Polisi Turun Pantau Pasar

0

Barru – Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional wilayah Kabupaten Barru terpantau stabil pada awal bulan suci Ramadan. Sejauh ini, belum ditemukan lonjakan signifikan pada sejumlah komoditas utama.

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan pemantauan dan pengawasan pasar yang dilaksanakan Jumat (20/02/2026) di Pasar Pekkae, Kecamatan Tanete Rilau.

Wakapolres Barru Kompol Lamakkanenneng, S.E., didampingi Kasat Reskrim Iptu Akbar Sirajuddin, SH., serta Kapolsek Tanete Rilau Iptu Yusran, S.Sos., turun langsung melakukan pengecekan harga dan ketersediaan bahan pokok.

Kegiatan itu juga melibatkan Tim Satgas Pangan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja serta Dinas Pertanian Kabupaten Barru.

Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok selama Ramadan.

Dari hasil pemantauan di lapangan, stok bahan pokok dinyatakan relatif aman.

Sebagian besar harga komoditas juga masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan data survei harga per 20 Januari 2026, beras medium masih bertahan di angka Rp11.000 per liter. Beras premium berbagai merek dijual di kisaran Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras SPHP berada di harga Rp12.000 per kilogram.

Gula pasir tercatat Rp18.000 per kilogram. Minyak goreng premium seperti Bimoli dijual Rp21.000 per liter, sementara Minyak Kita Rp18.000 per liter.

Komoditas lainnya seperti tepung terigu, telur ayam ras, telur ayam kampung, daging ayam broiler, mie instan, tempe, tahu hingga tomat juga terpantau stabil.

Sementara itu, daging sapi lokal mengalami penyesuaian harga dari Rp125.000 menjadi Rp130.000 per kilogram. Namun kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum berdampak signifikan terhadap stabilitas pasar secara umum.

Pihak kepolisian bersama Satgas Pangan memastikan pengawasan akan terus dilakukan guna menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan.

Jalan Poros Parepare-Barru Disulap Jadi Sirkuit, Polisi Bubarkan

0

Barru – Aksi balap liar terjadi di Jalan Poros Parepare-Barru, tepatnya di Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Kamis (19/2/2026). Polisi langsung turun tangan membubarkan aksi tersebut.

Sejumlah pemuda menjadikan badan jalan sebagai lintasan balap sepanjang kurang lebih 300 meter. Mereka bahkan memutar balik kendaraan hingga menutup arus lalu lintas dari dua arah.

Pengguna jalan yang melintas di jalur poros utama itu terpaksa memperlambat laju kendaraan karena situasi dinilai membahayakan.

Personel Polsek Mallusetasi Polres Barru yang tiba di lokasi mendapati para pelaku langsung melarikan diri. Sekitar 10 unit sepeda motor kabur untuk menghindari pemeriksaan.

Kapolsek Mallusetasi Iptu Muhammad Tang mengatakan balap liar sangat berisiko dan bisa memicu kecelakaan lalu lintas.

“Balap liar ini sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. Selain mengganggu arus lalu lintas, juga berpotensi menimbulkan korban,” ujar Muhammad Tang.

Ia menyebut para pelaku tidak hanya berasal dari Barru. Sebagian di antaranya datang dari Kota Parepare.

“Pelaku tidak hanya dari Barru, ada juga kelompok dari Parepare,” tambahnya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, polisi akan meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan, khususnya pada jam-jam yang kerap dimanfaatkan untuk balap liar.

Polisi juga mengimbau orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada sore hingga malam hari.