Beranda blog Halaman 21

Konferensi PGRI Cabang Bontomarannu Berakhir Tegang Namun Damai, Nurdin Palalang Terpilih sebagai Ketua

0

Konferensi PGRI Cabang Bontomarannu yang digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026, berlangsung dinamis dan sempat diwarnai ketegangan sebelum akhirnya berakhir damai. Agenda rutin lima tahunan tersebut menetapkan Nurdin Palalang, S.Pd., M.Si., sebagai Ketua PGRI Cabang Bontomarannu masa bakti 2026–2031.

Kegiatan yang berlangsung di Sentra Gau Mabaji Samaya, Sekolah Rakyat (dulu Panti Werda Jompo) itu diikuti sekitar 60 peserta serta sejumlah undangan. Hadir dalam kesempatan tersebut unsur Tripika Kecamatan, pengurus cabang, serta perwakilan pengurus PGRI Kabupaten.

Konferensi cabang merupakan forum evaluasi program kerja, pembahasan isu-isu strategis pendidikan, sekaligus pemilihan kepengurusan baru di tingkat kecamatan. Pada kesempatan itu, pengurus periode 2021–2025 menyampaikan laporan pertanggungjawaban, baik terkait penggunaan anggaran maupun pelaksanaan program selama lima tahun terakhir. Forum juga menegaskan komitmen menjaga soliditas organisasi dalam memperjuangkan hak-hak guru dan memajukan pendidikan di wilayah Bontomarannu.

Di bawah kepemimpinan Ardi, S.Pd., M.Pd., PGRI Cabang Bontomarannu mencatat sejumlah prestasi, khususnya di bidang olahraga dan kemasyarakatan, di antaranya juara takraw dan tenis meja tingkat Kabupaten Gowa serta peringkat pertama ketaatan iuran organisasi dari 19 cabang se-Kabupaten Gowa. Atas dinilai sukses memimpin cabang, Ardi kini dipercaya mengemban tugas di tingkat kabupaten membidangi urusan olahraga.

Rangkaian konferensi berlangsung sejak pagi hingga sore hari melalui sidang komisi dan pleno. Sejumlah dinamika muncul dalam pembahasan, termasuk protes dan saran perbaikan dari peserta. Laporan pertanggungjawaban akhirnya diterima dengan catatan perbaikan untuk kepengurusan selanjutnya. Setelah pernyataan demisioner dari pengurus kabupaten, pimpinan sidang diambil alih steering committee untuk memimpin proses pemilihan ketua baru.

Pemilihan berlangsung melalui mekanisme voting dengan 54 peserta memiliki hak pilih dan dipilih. Dua kandidat mengemuka dengan dukungan kuat, yakni Nurdin Palalang, S.Pd., M.Si., dan Muh. Nasrun, S.Pd., M.Pd. Karena perolehan suara dinilai sama kuat, forum atas persetujuan empat ranting sepakat melanjutkan dengan mekanisme aklamasi. Melalui kesepakatan bersama, Nurdin Palalang yang akrab disapa Daeng Gau akhirnya terpilih sebagai ketua.

Kepada media, Nurdin menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh anggota. “Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Insya Allah kami siap bersinergi dengan program PGRI kabupaten serta memperkuat peran ranting di tingkat SD dan SMP se-Kecamatan Bontomarannu,” ujarnya.

Secara rekam jejak, Nurdin Palalang dinilai memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan. Ia pernah menjadi guru SMA (1990–2003), Kepala SMPN 3 Parangloe, Kepala SMP 2 Parangloe, Kepala SMP 1 Barombong, Kepala SMPN 1 Bontomarannu (2016–2023), dan kini menjabat sebagai Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa. Dengan latar belakang tersebut, ia diharapkan mampu membawa PGRI Cabang Bontomarannu semakin solid dan progresif lima tahun ke depan.

Ulasan Aplikasi Xnspy – Solusi Pelacakan Media Sosial yang Dirancang untuk Orang Tua

Pola asuh modern menghadirkan tantangan yang tidak pernah dihadapi generasi sebelumnya: anak-anak menghabiskan waktu berjam-jam di platform media sosial yang tidak diketahui orang tua. Aplikasi seperti Instagram, Snapchat, WhatsApp, dan TikTok memainkan peran utama dalam membentuk cara anak-anak berkomunikasi, mengekspresikan emosi, dan memandang dunia.

Mulai dari tren viral hingga percakapan pribadi, sebagian besar aktivitas digital ini terjadi di luar pengawasan, sehingga orang tua tidak menyadari apa yang memengaruhi perilaku dan kesejahteraan mental anak mereka. Bagaimanapun, media sosial tidak diragukan lagi dapat mengekspos anak Anda pada konten yang tidak pantas, tekanan daring, perundungan siber, dan interaksi berisiko yang dapat berdampak jangka panjang.

Seiring media sosial semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari anak-anak, orang tua semakin membutuhkan aplikasi pemantauan media sosial yang andal untuk memahami dan mengawasi penggunaan platform tersebut oleh anak-anak mereka.

Namun, yang mereka temukan hanyalah kebingungan dan banyaknya pilihan yang harus dipertimbangkan. Inilah mengapa panduan hari ini membahas solusi yang banyak diketahui orang tua tetapi belum ada penilaian akhir. Mari kita lanjutkan membaca untuk mempelajari tentang situs web Xnspy, dasbor, fitur, dan lainnya.

Masalah yang Dihadapi Orang Tua dalam Pengawasan Media Sosial

Pesan Pribadi Tersembunyi: Banyak platform menawarkan pesan yang menghilang dan obrolan terenkripsi, sehingga hampir tidak mungkin bagi orang tua untuk melihat dengan siapa anak-anak mereka berbicara atau apa yang dibagikan. Lagipula, penelitian menunjukkan bahwa 70% insiden pelecehan daring melibatkan manipulasi melalui pesan pribadi.

 Obrolan Grup Berisiko: Percakapan grup dapat menormalisasi penggunaan bahasa yang tidak pantas, perilaku berisiko, atau tantangan berbahaya, yang sering kali meningkat tanpa ada orang dewasa yang menyadari tanda-tanda peringatan dini.

 Perundungan siber: Komentar yang menyakitkan, pengucilan, atau pelecehan yang ditargetkan sering terjadi di balik layar, membuat anak-anak terpengaruh secara emosional sementara orang tua tetap tidak menyadari penyebabnya. Studi global menemukan bahwa tingkat korban perundungan siber sangat bervariasi, dari sekitar 14% hingga lebih dari 57%.

 Perubahan Suasana Hati dan Perilaku: Kecemasan, mudah tersinggung, masalah tidur, atau menarik diri dapat dipicu oleh interaksi daring, tetapi orang tua sering kesulitan menghubungkan perubahan ini dengan aktivitas media sosial.

Batasan Penggunaan yang Tidak Jelas: Tanpa wawasan tentang waktu penggunaan layar yang sebenarnya, orang tua kesulitan untuk menerapkan rutinitas yang sehat atau membatasi penggunaan media sosial yang berlebihan.

Paparan Konten yang Tidak Pantas: Algoritma media sosial dapat menampilkan konten kekerasan, seksual, atau yang menimbulkan tekanan emosional tanpa memandang usia anak. Hal ini dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan mental anak Anda.

Predator dan Pelecehan Online: Orang asing dapat membangun kepercayaan dari waktu ke waktu melalui percakapan santai, yang menimbulkan risiko keamanan serius yang sulit dideteksi sejak dini. Kejadian seperti itu juga dapat menyebabkan pencurian data pribadi.

 Tekanan Teman Sebaya dan Perbandingan: Paparan terus-menerus terhadap gaya hidup yang terkurasi dapat merusak harga diri dan menciptakan standar yang tidak realistis bagi pikiran anak muda.

 Akun dan Aplikasi Rahasia: Anak-anak mungkin menggunakan akun sekunder atau aplikasi yang kurang dikenal untuk menghindari pengawasan orang tua sepenuhnya.

 Kurangnya Konteks: Bahkan ketika orang tua merasakan ada sesuatu yang salah, ketiadaan informasi konkret membuat intervensi yang bermakna menjadi sangat sulit.

Xnspy – Solusi Pelacakan Media Sosial

Xnspy adalah aplikasi pemantauan media sosial yang dirancang untuk membantu orang tua mendapatkan wawasan yang bermakna tentang aktivitas digital dan media sosial anak-anak mereka. Alih-alih membanjiri pengguna dengan data mentah, aplikasi ini berfokus pada pola, perilaku komunikasi, dan potensi tanda bahaya yang mungkin memerlukan perhatian orang tua. Tujuannya adalah untuk mendukung pengasuhan yang terinformasi dan proaktif di dunia yang semakin digital.

Xnspy memungkinkan orang tua untuk mengamati seberapa sering platform media sosial digunakan, aplikasi mana yang mendominasi waktu penggunaan layar, dan bagaimana kebiasaan komunikasi berkembang dari waktu ke waktu. Perspektif yang lebih luas ini membantu orang tua untuk melampaui asumsi dan mendasarkan keputusan pada tren penggunaan yang sebenarnya.

Xnspy juga bertujuan untuk menyoroti potensi risiko, seperti percakapan yang menc worrisome atau penggunaan aplikasi yang berlebihan, sebelum meningkat menjadi masalah serius. Dengan menawarkan visibilitas terstruktur ke dalam interaksi media sosial, Xnspy mendorong orang tua untuk terlibat dalam percakapan yang konstruktif daripada disiplin reaktif.

Bagi keluarga yang kesulitan menyeimbangkan kebebasan digital dengan keamanan, Xnspy hadir sebagai solusi yang menjembatani kesenjangan antara privasi lengkap dan pengawasan yang bertanggung jawab. Fitur-fiturnya dirancang untuk membantu orang tua memahami lingkungan daring anak mereka dan menanggapi kekhawatiran yang muncul dengan bijak.

Bagaimana Xnspy Melacak Aktivitas Media Sosial

Perekaman Layar: Xnspy merekam aktivitas layar secara berkala. Dengan bantuan tangkapan layar ini, Anda dapat melihat petunjuk visual tentang bagaimana aplikasi media sosial digunakan secara real-time dan memahami interaksi di layar. Untuk memudahkan Anda lebih lanjut, aplikasi ini mengatur setiap tangkapan layar yang diambil dalam tab aplikasi terpisah yang relevan.

Keylogging: Dengan fitur ini, Xnspy merekam input yang diketik dan membantu orang tua mengidentifikasi frasa, pencarian, atau percakapan yang mencurigakan di berbagai platform media sosial. Selain itu, aplikasi ini juga membantu Anda melihat komentar media sosial untuk mendapatkan wawasan tambahan yang lebih mendalam.

 Pemantauan Obrolan: Xnspy menyediakan akses ke percakapan obrolan dari 13+ platform media sosial dan aplikasi perpesanan. Setelah diambil, aplikasi ini kemudian menampilkan semua obrolan tersebut dalam tata letak utas yang terorganisir, sehingga memudahkan Anda untuk memahami alur percakapan dan mendapatkan wawasan lengkap tentang pola komunikasi.

Peringatan Kata Kunci: Anda, sebagai orang tua, dapat mengatur kata kunci spesifik yang terkait dengan perundungan, melukai diri sendiri, atau konten yang tidak pantas dan menerima peringatan email instan saat kata kunci tersebut muncul. Dengan cara ini, Anda mendapatkan pemberitahuan secara real-time saat hal itu paling dibutuhkan.

 Analisis Waktu Penggunaan Layar: Dengan laporan terperinci dari Xnspy, Anda dapat melihat berapa banyak waktu yang dihabiskan di setiap aplikasi media sosial. Ini membantu Anda mengenali kecanduan online atau kebiasaan yang tidak sehat.

 Aplikasi Terinstal: Fitur ini menampilkan semua aplikasi yang terinstal beserta nama, versi, dan tanggal instalasinya. Fitur ini sangat berguna karena juga menampilkan aplikasi yang tersembunyi.

 Riwayat Browser: Xnspy melacak aktivitas penjelajahan dan bahkan menunjukkan situs web yang dikunjungi, bahkan dalam mode penyamaran. Selain itu, aplikasi ini juga menunjukkan semua situs web yang telah di-bookmark oleh anak Anda di ponsel mereka. Plus, Anda akan dapat memperoleh laporan situs web yang paling sering dikunjungi untuk melihat sekilas.

Pemblokiran Aplikasi: Kita semua tahu bagaimana beberapa aplikasi media sosial sangat membuat ketagihan, tetapi sekaligus kontroversial. Jika Anda melihat penggunaan aplikasi tersebut yang bermasalah, salah satu cara mudah untuk mengatasinya dari jarak jauh adalah dengan menggunakan fitur pemblokiran aplikasi Xnspy. Anda cukup mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini dari dasbor online Anda dan membatasi penggunaan aplikasi tersebut.

 Akses Multimedia: Xnspy juga memberi Anda akses ke multimedia yang dipertukarkan melalui aplikasi media sosial. Ini dapat membantu Anda mengidentifikasi lebih lanjut jenis konten yang diakses anak Anda secara online.

Manfaat Xnspy bagi Orang Tua

Deteksi Risiko Dini: Xnspy membantu mengidentifikasi tanda-tanda peringatan seperti percakapan berbahaya atau waktu penggunaan layar yang berlebihan sebelum masalah semakin memburuk. Setelah terdeteksi, Anda dapat mengambil tindakan tepat waktu, seperti mendiskusikan risiko dengan anak-anak Anda atau menerapkan rutinitas penggunaan layar.

Memahami Pemicu Emosional: Dengan memberikan akses ke obrolan dan media, Xnspy memungkinkan Anda untuk mengenali peristiwa atau interaksi yang dapat memengaruhi suasana hati anak Anda. Ini sangat penting terutama ketika perubahan suasana hati yang tiba-tiba mulai muncul tanpa penjelasan yang jelas.

 Percakapan Berbasis Data: Ketika Anda memiliki data faktual, akan lebih mudah untuk melakukan percakapan yang lebih informatif dan tenang dengan anak-anak Anda. Dengan cara ini, Anda dapat menghindari bagian di mana Anda harus menghadapi konfrontasi yang canggung.

 Mengurangi Spekulasi: Dengan bantuan aplikasi pemantauan media sosial Xnspy, Anda tidak perlu lagi hanya mengandalkan intuisi saat menetapkan batasan atau mengatasi masalah.

 Pengawasan yang Seimbang: Xnspy mendukung pemantauan tanpa gangguan terus-menerus, mendorong pengawasan yang cermat daripada kontrol yang ketat.

Kesimpulan

Seiring media sosial terus membentuk kehidupan anak-anak, pengawasan digital yang bertanggung jawab telah menjadi bagian penting dari pola pengasuhan modern. Aplikasi pemantauan seperti Xnspy dapat berfungsi sebagai alat yang berharga jika digunakan secara etis dan transparan.

Tujuannya tidak lain adalah keselamatan anak-anak Anda. Untuk mencapai hal itu, melindungi kesejahteraan mental mereka, mengidentifikasi risiko sejak dini, dan memastikan dialog terbuka sama pentingnya.

Ketika orang tua menggunakan alat seperti Xnspy dengan batasan yang jelas dan komunikasi yang jujur, pemantauan menjadi sarana bimbingan. Aplikasi ini menyoroti bagaimana teknologi, jika diterapkan dengan bijak, dapat membantu orang tua tetap terhubung dengan dunia digital anak-anak mereka sekaligus memperkuat kepercayaan, dukungan, dan perilaku daring yang bertanggung jawab.

Haseng Ditemukan Selamat, Misteri Hilangnya Barru Terjawab

0

Barru – Kabar menggembirakan datang dari Desa Pujananting, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru. Seorang warga bernama Haseng yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah masuk ke kawasan Hutan Dusun Alakale, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat, Rabu (18/2/2026).

Haseng ditemukan sekitar pukul 11.00 WITA di area bekas persawahan di Dusun Tangngassoe, Desa Jangan-Jangan. Ia pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Rustam dalam kondisi sadar dan selamat.

Kapolsek Pujananting, IPTU Sahabuddin, membenarkan penemuan tersebut. Ia memastikan kondisi Haseng dalam keadaan baik.

“Alhamdulillah, yang bersangkutan sudah ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat,” ujar IPTU Sahabuddin.

Sebelumnya, Haseng diketahui berangkat ke kawasan hutan Dusun Alakale pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 07.00 WITA bersama enam rekannya. Namun di tengah perjalanan, rombongan tersebut terpencar dan Haseng tidak kembali bersama yang lain.

Laporan dugaan orang hilang diterima aparat pada Rabu pagi sekitar pukul 07.30 WITA. Menindaklanjuti informasi tersebut, Polsek Pujananting bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan Tim TRC BPBD Barru langsung melakukan pencarian terpadu.

Tim gabungan terdiri dari aparat kepolisian, TNI, pemerintah desa, BPBD, serta masyarakat Dusun Alakale. Mereka melakukan pengumpulan informasi, pemetaan lokasi, hingga penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur yang dilalui korban.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya Haseng dalam kondisi selamat. Pihak keluarga pun menyampaikan rasa syukur atas keselamatan yang bersangkutan.

Sekitar pukul 14.00 WITA, seluruh rangkaian kegiatan pencarian dinyatakan selesai dalam keadaan aman dan terkendali. Situasi di wilayah Desa Pujananting terpantau kondusif.

Kapolres Barru Ikuti Anev, Fokus Perkuat Sektor Pertanian

0

BARRU – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H., mengikuti Rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) Program Ketahanan Pangan Nasional yang digelar Mabes Polri secara virtual, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres, Kabag SDM, serta para pejabat utama Polres Barru.

Rapat dipimpin Karo Binkar SSDM Mabes Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo, S.I.K., M.H. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa peran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Polri juga menjadi penggerak dan pendukung program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk di sektor ketahanan pangan,” tegasnya.

Jenderal bintang satu itu berharap seluruh jajaran membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan para pemangku kepentingan agar program ketahanan pangan berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kapolres Barru menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program prioritas pemerintah tersebut.

Ia menjelaskan, Polres Barru telah menjalin kerja sama lintas sektoral dengan Dinas Pertanian Kabupaten Barru hingga Perum Bulog.

“Hingga Februari 2026, kami telah menyalurkan 220,35 ton jagung pakan kering ke Perum Bulog Parepare,” ujarnya.

Jagung tersebut merupakan hasil panen petani yang mendapat pendampingan dari Bhabinkamtibmas dan Polisi Penggerak Polres Barru.

Langkah ini menjadi wujud nyata keterlibatan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung kesejahteraan petani di Kabupaten Barru.

Aspal Baru Retak, Perbaikan Tidak Otomatis Bebas Hukum

0

Aspal belum lama terhampar. Papan proyek masih berdiri tegak. Namun retakan sudah muncul, bahkan lubang mulai menganga. Kerusakan ini tampak mata. Publik pun bertanya: apakah ini sekadar kegagalan teknis, atau ada dugaan perbuatan curang di baliknya?

Dalam hukum, proyek yang cepat rusak tidak bisa disederhanakan hanya dengan kalimat “masih masa pemeliharaan” atau “akan diperbaiki.” Jika ditemukan penyimpangan dari spesifikasi kontrak yang disengaja demi keuntungan, ranahnya bisa bergeser ke pidana.

Perbuatan Curang dalam KUHP Baru

Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Bab XXVII – Tindak Pidana Perbuatan Curang – mengatur tindakan menipu atau melakukan penyimpangan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, yang dapat merugikan pihak lain secara ekonomi atau hukum.

Dalam proyek jalan, unsur perbuatan curang bisa muncul jika:

Ketebalan aspal dikurangi dari standar kontrak.

Material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi teknis.

Volume pekerjaan dimanipulasi agar pembayaran tetap dicairkan penuh.

Dokumen uji laboratorium atau laporan progres direkayasa.

Pekerjaan dinyatakan selesai 100% padahal kualitasnya tidak memenuhi standar.

Jika sejak awal proyek sudah dilakukan dengan penyimpangan seperti ini, unsur perbuatan melawan hukum sudah terpenuhi.

Dalam hukum pidana, perbuatan yang telah memenuhi unsur tetap dapat diproses, meski pelaku mengembalikan kerugian atau memperbaiki pekerjaan.

Unsur Niat Jahat (Mens Rea)

Hukum pidana menilai ada tidaknya niat jahat. Jika sengaja mengurangi kualitas demi keuntungan tertentu, pidana melekat pada tindakan tersebut. Perbaikan setelah ketahuan hanya menjadi faktor pertimbangan hakim, bukan penghapus pidana.

Jika Proyek Bersumber dari APBD/APBN

Apabila proyek menggunakan anggaran negara dan menimbulkan kerugian, perkara bisa masuk ranah tindak pidana korupsi (UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi).

Pengembalian kerugian negara hanya meringankan hukuman, tidak menghentikan proses hukum. Jadi dalih “sudah dikembalikan” atau “sudah diperbaiki” tidak otomatis menutup kemungkinan pidana.

Perlu dicatat, tidak semua proyek yang cepat rusak berarti pidana. Faktor cuaca ekstrem, kondisi tanah labil, beban kendaraan berlebih, atau kesalahan teknis tanpa unsur kesengajaan bisa menjadi penyebab.

Dalam situasi ini, masalah dapat masuk ranah administratif atau perdata, misalnya kewajiban perbaikan dalam masa pemeliharaan atau klaim jaminan mutu.

Karena proyek infrastruktur menggunakan uang rakyat, setiap kerusakan yang tampak mata harus diuji secara transparan. Audit independen, uji laboratorium ulang, dan pemeriksaan dokumen kontrak menjadi langkah penting untuk memastikan ada tidaknya kelalaian atau perbuatan curang.

Intinya

Mengembalikan uang tidak otomatis bebas pidana.

Memperbaiki pekerjaan tidak menghapus tanggung jawab hukum.

Jika unsur perbuatan melawan hukum dan niat jahat terbukti, pidana tetap bisa berjalan.

Pengembalian kerugian hanya meringankan hukuman.

Dalam hukum pidana, pertanggungjawaban tidak berhenti pada perbaikan kerusakan, tetapi pada ada tidaknya pelanggaran yang disengaja. Karena itu, dalih “sudah diperbaiki” tidak boleh menjadi tameng untuk menutup kemungkinan penegakan hukum.

Yang dipertaruhkan bukan sekadar aspal yang retak, tetapi integritas pengelolaan anggaran dan kepercayaan publik. Jadi membangun jalan bukan sekadar membentangkan aspal, tetapi membangun akuntabilitas kepada rakyat.

 

Hengki alias Bojes

Kerja Minim dan Honor P3K Jadi Topik Reses Nur Hasbiah di Barru

0

Barru – Agenda reses Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, Hj. Nur Hasbiah Main, di Kabupaten Barru dibanjiri beragam aspirasi warga. Mulai dari persoalan sungai dan infrastruktur, lapangan kerja, layanan PDAM, hingga minimnya gaji tenaga honorer P3K mencuat dalam pertemuan tersebut.

Kegiatan yang digelar di Jalan Asoka, Kelurahan Tuwung, Kecamatan Barru, Selasa (17/2/2026), dihadiri ratusan warga. Mereka tampak antusias menyampaikan keluhan secara langsung kepada legislator provinsi itu.

Salah seorang warga, Ahmad, menyoroti minimnya peluang kerja di Barru. Ia berharap pemerintah bisa mendorong masuknya investor baru agar lapangan kerja terbuka lebih luas.

“Kami berharap lapangan kerja terbuka,” ujarnya.

Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan keterbatasan fasilitas bagi ketua RT. Usulan pengadaan kendaraan operasional hingga dukungan anggaran menjadi perhatian dalam forum tersebut.

Keluhan serupa disampaikan terkait pelayanan air bersih. Sejumlah warga mengaku jaringan PDAM belum menjangkau beberapa perumahan, sehingga kebutuhan air bersih masih menjadi kendala.

Aspirasi lainnya datang dari warga yang menyoroti minimnya gaji tenaga honorer P3K. Mereka meminta pemerintah memberi perhatian lebih terhadap kesejahteraan pegawai, khususnya yang berstatus paruh waktu.

Menanggapi berbagai aspirasi itu, Nur Hasbiah mengaku akan menindaklanjuti dengan mengecek langsung program yang direncanakan pada 2026.

“Kami akan cek dulu apakah sudah masuk dalam anggaran 2026. Kalau ternyata belum, tentu akan kita dorong kembali agar bisa segera dianggarkan,” katanya.

Terkait masuknya investor, ia mengingatkan bahwa sejak 2014 telah ada Perda tentang Kawasan Industri, Salah satu wilayah yang ditetapkan sebagai kawasan industri.

Karena status tersebut, pembangunan rumah tinggal di kawasan itu tidak lagi diperbolehkan. Menurutnya, mendatangkan investor tak bisa hanya melihat kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga kesiapan lahan, regulasi, dan dampak lingkungan.

“Pemerintah kabupaten tentu ingin investor masuk untuk menggerakkan ekonomi. Tapi prosesnya harus matang dan mempertimbangkan banyak hal,” jelasnya.

Ia memastikan setiap aspirasi akan dipilah sesuai kewenangan dan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten, termasuk kepada bupati.

Persoalan lain yang mengemuka adalah kondisi PDAM yang dinilai belum mampu membiayai operasional secara mandiri dan masih bergantung pada suntikan APBD.

“Kita berharap manajemennya bisa lebih baik ke depan agar PDAM bisa menjadi sumber PAD yang besar bagi daerah,” ujarnya.

Ia juga menyinggung banyaknya perumahan BTN yang belum memiliki meteran air. Akibatnya, warga belum bisa menjadi pelanggan resmi meski membutuhkan layanan air bersih. Keterbatasan anggaran disebut menjadi penyebab utama belum tersedianya meteran tersebut.

“Kita jangan hanya mengkritik, tapi juga memberi solusi agar manajemen PDAM bisa memperbaiki kinerjanya,” tambahnya.

Terkait usulan kendaraan operasional untuk RT, Nur Hasbiah menjelaskan regulasi tidak membenarkan pengadaan kendaraan bermotor untuk RT karena lingkup wilayahnya terbatas.

“RT itu rukun tetangga, jaraknya dekat. Kalau dusun mungkin bisa dipertimbangkan karena wilayahnya luas. Kalau untuk RT, sepeda mungkin lebih realistis,” ujarnya.

Isu paling krusial yang dibahas adalah honor tenaga P3K dan tenaga paruh waktu di Barru. Ia menegaskan besaran gaji ASN maupun P3K sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah.

Sebagai perbandingan, di Makassar honor tenaga paruh waktu bisa mencapai Rp3,8 juta per bulan karena PAD kota tersebut sekitar Rp5 triliun per tahun. Sementara APBD Kabupaten Barru hanya sekitar Rp800 miliar per tahun, dengan hampir setengahnya terserap untuk belanja pegawai.

“Kalau hampir Rp400 miliar sudah untuk gaji ASN, sisanya harus dibagi untuk sekolah, jalan, kesehatan, dan kebutuhan tujuh kecamatan serta 55 desa dan kelurahan,” paparnya.

Ia juga mengungkapkan sempat ada tenaga paruh waktu yang belum memiliki alokasi gaji. Pemerintah daerah disebut berupaya menganggarkan minimal Rp500 ribu per bulan, namun tetap bergantung pada kondisi keuangan.

Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar soal pengangkatan P3K, melainkan kemampuan daerah memenuhi hak dan tanggung jawab keuangan.

Lebih jauh, ia mengingatkan pada 2026 mendatang masa kontrak ribuan P3K akan berakhir. Di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, sekitar 10 ribu P3K disebut akan habis masa kontraknya pada tahun tersebut.

“Ini bisa menjadi persoalan besar jika tidak ada solusi terkait kemampuan anggaran,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Tuwung Iin Agreani, Anggota DPRD Kabupaten Barru dari PKS Rizaldi, serta ratusan warga dan tokoh masyarakat setempat.

 

Hengki

Potret Kampung Terisolir di Barru, Polisi Tumbang di Medan Ekstrem

0

Barru – Perjalanan menuju Kampung Tiro, Dusun Dengen-Dengen, Desa Pujananting, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, bukanlah perjalanan biasa. Jalan tanah liat pecah, bebatuan tajam, serta dua aliran sungai menjadi tantangan berat yang harus dilalui.

Sabtu (15/2/2026), Kapolsek Pujananting IPTU Sahabuddin turun langsung meninjau kondisi warga yang hingga kini belum pernah menikmati aliran listrik.

Pantauan wartawan di lokasi, jalur yang ditempuh didominasi tanah liat licin bercampur batu tajam. Di sejumlah titik, badan jalan terbelah akibat erosi. Sepeda motor trail yang digunakan rombongan pun beberapa kali kehilangan traksi karena permukaan yang labil.

Di sebuah tanjakan curam, motor yang dikendarai IPTU Sahabuddin tak mampu menanjak sempurna. Ban belakang selip, motor oleng, dan ia pun terjatuh di jalur berbatu. Meski sempat tersungkur, Kapolsek segera bangkit dan memastikan rombongan tetap aman sebelum melanjutkan perjalanan.

“Medannya memang cukup ekstrem. Tapi kami ingin melihat langsung kondisi warga di sini,” kata IPTU Sahabuddin kepada wartawan di lokasi.

Perjuangan belum selesai. Rombongan masih harus menyeberangi dua sungai dengan arus cukup deras. Motor dituntun perlahan melewati bebatuan licin agar tidak tergelincir. Perjalanan yang semestinya singkat berubah menjadi berjam-jam karena beratnya akses.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi warga Kampung Tiro yang hingga kini belum tersentuh jaringan listrik.

Tanpa penerangan, aktivitas warga sangat terbatas saat malam hari. Anak-anak belajar dengan lampu seadanya, sementara roda perekonomian berjalan lambat.

Tokoh masyarakat Kampung Tiro, Abidin (52), mengaku kampungnya belum pernah menikmati listrik sejak Indonesia merdeka.

“Mulai sejak Indonesia merdeka kami belum ada penerangan listrik sampai sekarang,” kata Abidin di kediamannya.

Ia meminta pemerintah melihat langsung kondisi kampungnya.

“Coba kita lihat saja sendiri, Pak. Jalannya saja gelap kalau malam, apalagi listrik memang tidak ada,” ujarnya dengan nada kesal.

Tak hanya persoalan listrik, akses jalan juga memprihatinkan. Anak-anak harus berjalan sekitar 4 kilometer menuju sekolah dengan medan berat.

“Kalau banjir, anak kami tidak pergi ke sekolah karena khawatir terbawa arus. Berangkat pagi pulang sore, padahal itu masih siswa SD,” keluhnya.

Abidin berharap pemerintah daerah maupun pusat memberi perhatian serius.

Menurutnya, perbaikan jalan dan masuknya listrik akan sangat membantu warga, termasuk mempermudah hasil bumi dijual ke kota.

Terpisah, Kepala Dusun Dengen-Dengen, Suryadi, membenarkan kondisi ekstrem tersebut. Ia menegaskan, sejak Indonesia merdeka, Kampung Tiro belum pernah tersentuh listrik dan akses jalannya sangat berat.

“Kalau kami ke Dusun Landange, ada dua sungai yang harus dilewati. Kalau air naik, tidak bisa lewat,” kata Suryadi kepada wartawan.

Saat debit air meningkat, aktivitas warga lumpuh. Anak-anak terpaksa tidak bersekolah karena dikhawatirkan hanyut.

“Di Kampung Tiro ini memang belum pernah ada listrik dari PLN sejak dulu,” ujarnya.

Kunjungan Kapolsek Pujananting menjadi gambaran nyata beratnya akses menuju wilayah tersebut. Jatuh di tanah liat dan menyeberangi sungai bukan sekadar insiden perjalanan, melainkan potret keseharian warga yang hidup dalam keterbatasan.

Di balik gelapnya malam tanpa listrik dan jalan ekstrem yang membelah sungai, warga Kampung Tiro hanya menginginkan hal sederhana: terang yang menyala dan jalan yang layak dilalui.

 

Hengki

Indonesia Merdeka, Kampung Tiro di Barru Belum Nikmati Listrik

0

BARRU – Aduan warga terkait belum adanya aliran listrik di Kampung Tiro, Dusun Dengen-Dengen, Desa Pujananting, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, langsung direspons cepat jajaran Polsek Pujananting.

Laporan tersebut dikirim warga melalui pesan langsung (DM) ke akun Instagram resmi Polsek Pujananting. Tak berselang lama, Kapolsek Pujananting, IPTU Sahabuddin, bersama Bhabinkamtibmas turun langsung ke lokasi pada Sabtu (14/2/2026) untuk mengecek kondisi di lapangan.

Di lokasi, polisi mendapati sejumlah rumah warga memang belum teraliri listrik. Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari, menjadi terbatas karena minim penerangan.

“Begitu kami menerima laporan melalui DM, kami langsung cek ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya,” ujar IPTU Sahabuddin kepada wartawan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan perintah Kapolres Barru agar seluruh personel selalu hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Ini kami lakukan atas perintah Bapak Kapolres Barru, agar kami selalu hadir dan melayani masyarakat dengan baik,” katanya.

Menurutnya, kehadiran polisi bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga memastikan setiap keluhan warga mendapat perhatian dan solusi.

“Kami datang untuk memastikan apa yang benar-benar dibutuhkan warga dan apa yang bisa kami bantu,” tegasnya.

Tokoh masyarakat Kampung Tiro, Abidin (52), mengaku kampungnya belum pernah menikmati listrik sejak Indonesia merdeka.

“Mulai sejak Indonesia merdeka kami belum ada penerangan listrik sampai sekarang,” kata Abidin saat ditemui di kediamannya.

Ia mengaku bersyukur atas kunjungan Kapolsek ke kampungnya.

“Kami juga bersyukur, baru kali ini ada Kapolsek yang datang langsung ke kampung kami. Kami berterima kasih kepada Kapolres, baru kali ini ada polisi yang melihat langsung kondisi kampung kami,” ujarnya.

Tak hanya persoalan listrik, akses jalan menuju kampung tersebut juga memprihatinkan. Anak-anak harus menempuh jarak sekitar 4 kilometer untuk bersekolah dengan kondisi jalan yang cukup berat.

“Kalau banjir, anak kami tidak pergi ke sekolah karena khawatir terbawa arus. Berangkat pagi pulang sore, padahal itu masih siswa SD,” keluhnya.

Abidin berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat memberi perhatian serius, terutama terkait penyediaan listrik dan perbaikan jalan agar hasil bumi warga lebih mudah dijual ke kota.

Terpisah, Kepala Dusun Dengen-Dengen, Suryadi, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut akses menuju Kampung Tiro masih sangat ekstrem.

“Kalau kami ke Dusun Landange, ada dua sungai yang harus dilewati. Kalau air naik, tidak bisa lewat,” kata Suryadi.

Saat debit air meningkat, anak-anak terpaksa tidak bersekolah karena risiko hanyut.

“Di Kampung Tiro ini memang belum pernah ada listrik dari PLN sejak dulu,” ujarnya.

Warga berharap ada perhatian dan langkah konkret dari pemerintah agar Kampung Tiro tidak lagi tertinggal, baik dari sisi penerangan maupun infrastruktur jalan, sehingga aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat dapat berjalan lebih layak.

Berpindah, Manajer PLN ULP Barru, Hermawan, memastikan sejumlah wilayah di Kabupaten Barru yang sebelumnya mengalami kendala listrik kini mulai terealisasi secara bertahap.

Kepada wartawan, Hermawan menjelaskan bahwa wilayah Rumpia, Dengen-Dengen, Bonto Rea, dan Bunga Eja telah ditinjau langsung oleh pihak PLN.

“Benar pak, semua itu sudah kami tinjau. Per hari ini, khusus untuk Bunga Eja sudah terealisasi dan listriknya sudah masuk dari Pangkep,” ujar Hermawan.

Ia menambahkan, Kampung Bonto Rea ditargetkan segera dialiri listrik pada tahun ini.

“Insyaallah untuk Kampung Bonto Rea tahun ini akan kita upayakan masuk listrik,” katanya.

Hermawan juga menjelaskan bahwa program listrik desa menggunakan skema APN dan seluruh lokasi telah melalui proses survei lapangan.

“Untuk listrik desa itu menggunakan APN, dan semua sudah kami survei,” jelasnya.

Sementara itu, untuk wilayah Dengen-Dengen, jaringan listrik disebut sudah masuk dalam tahap proses. Namun masih terdapat kendala administrasi berupa pengurusan hutang lindung.

“Untuk Dengen-Dengen sendiri jaringan sudah masuk. Yang terkendala hanya hutang lindung dan sementara dalam proses pengurusan di Makassar. Insyaallah kami berupaya agar warga segera menikmati listrik sambil menunggu penyelesaian administrasi tersebut,” sambungnya.

PLN memastikan akan terus mempercepat pemerataan listrik desa guna mendukung aktivitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pelosok Kabupaten Barru.

 

Hengki

Momentum Konsolidasi, PGRI Bajeng Sukses Gelar Konferensi Cabang 2026

0

Konferensi Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Bajeng digelar pada Jumat, 14 Februari 2026, di Gedung PKG SDN Limbung Puteri, Kabupaten Gowa Regency. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi para pendidik untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah kepengurusan PGRI Cabang Bajeng periode 2025–2030.

Agenda utama konferensi adalah pemilihan pengurus PGRI Cabang Bajeng untuk masa bakti 2025–2030. Proses pemilihan berlangsung secara demokratis, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Suasana tersebut mencerminkan komitmen anggota dalam membangun organisasi yang solid dan profesional.

PGRI Bajeng
PGRI Bajeng

Melalui mekanisme sidang pleno, konferensi menetapkan Zulkifli, S.Pd., M.Pd. sebagai Ketua PGRI Cabang Bajeng terpilih. Ia akan didampingi Firman, S.Pd. sebagai Wakil Ketua I dan Ramli Tola, S.Pd., M.M. sebagai Wakil Ketua II. Jabatan Sekretaris diamanahkan kepada Fadjriaty Gasba, S.Pd., M.Pd., sementara Bendahara dijabat Hj. Suriati, S.Pd. dan Wakil Bendahara Suriani, S.Pd., bersama jajaran pengurus lainnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Camat Bajeng, Sekretaris Kecamatan Lizan Shidqi, S.PT., M.M., serta pengurus PGRI tingkat kabupaten, yakni H. Muh. Taufik, S.Sos., M.M., Syarifuddin Munir, S.Pd., M.Si., dan Muhammad Syarif, S.Pd., M.M. Hadir pula pengurus PGRI Cabang Bajeng periode 2020–2025, di antaranya H. Muhtar, S.Pd., M.Si., Muliadi, S.Pd., M.Pd., Ketua KKKS Hamzari Hafid, S.Pd., M.Pd., para kepala sekolah, serta perwakilan guru dari berbagai satuan pendidikan di Kecamatan Bajeng.

Dalam sambutannya, Syarifuddin Munir menegaskan pentingnya peran Persatuan Guru Republik Indonesia sebagai wadah perjuangan dan pengembangan profesionalisme guru. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu memperkuat solidaritas anggota sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kecamatan Bajeng.

Ketua terpilih, Zulkifli, menyampaikan komitmennya untuk mempererat kebersamaan dan kerja sama antaranggota, serta meningkatkan kompetensi guru di wilayah tersebut.

Konferensi berlangsung lancar dalam suasana penuh kekeluargaan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi mengikuti seluruh rangkaian acara hingga penutupan.

Kepsek SDN 143 Lili Riawang Komitmen Wujudkan Sekolah ASRI

0

Plt Kepala UPT SDN 143 Lili Riawang, Asniar berkomitmen untuk terus menata sekolah, mewujudkan sekolah aman, sehat, resik dan indah (ASRI). Hingga saat ini beberapa aspek vital di sekolah telah mulai dibenahi secara bertahap agar menciptakan suasana sekolah yang ASRI.

“Kita benahi sedikit demi sedikit sesuai kemampuan kita, agar sekolah jadi lebih baik, ” kata Asniar saat ditemui FAJAR PENDIDIKAN di SDN 143 Lili Riawang, Desa Lili Riawang, Kecamatan Bengo, Bone, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Asniar mengatakan, dalam mewujudkan sekolah ASRI dirinya tak bisa berjalan sendirian. Dibutuhkan kesepahaman dan sinergitas warga sekolah. Selain itu, kolaborasi lintas sektoral juga sangat dibutuhkan.

Sejauh ini, kata dia, dukungan dan sinergitas warga sekolah dan warga setempat sangat baik. Ia pun berupaya melakukan yang terbaik untuk kemajuan sekolah yang dipimpinnya.

Pantauan media, beberapa aspek yang dibenahi di sekolah ini, diantaranya musholah sekolah, kantin lebih tertata hingga ruang guru. Selain itu, bangunan dan lingkungan sekolah dipercantik hingga rencana memasang CCTV demi keamanan sekolah.