Beranda blog Halaman 3382

Fisip Unismuh Bahas Kajian Aspek Sosial Politik Tata Kelola Bencana

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar gelar Professor : Disaster Governance in Vulnarable Society”, kegiatan ini sebagai upaya mengkaji aspek-aspek sosial politik dari tata kelola bencana.

Acara ini mendatangkan pakar terkemuka, Profesor Dr. Dinil Pushpalal ahli Human Security dari Tohoku University Jepang dan Profesor Musa Hubeis ahli System Thinking dari Institut Pertanian Bogor.

Melalui Dekan Fisip Unismuh, Dr Ihyani Malik mengatakan sejauh ini kajian tentang penanggulangan bencana tidak dibahas dalam kajian ilmu sosial, padahal bencana itu perlu dibahas dalam berbagai disiplin ilmu.

“Ini kita gagas karena selama ini penanggulangan bencana hanya dibahas dalam satu disiplin ilmu, padahal dibutuhkan banyak perpektif termasuk dalam ilmu sosial,” ujarnya, Senin (14/1/2019).

Bencana, kata dia tidak bisa diselesaikan dalam satu aspek, harus dilihat secara konprehensif, terutama lewat kebijakan publik.

“Bencana itu harus dilihat secara luas,” tambahnya.

Sementara Akasemisi IPB, Prof Musa Hubeis mengatakan paradigma dalam penanggulangan bencana harus bergeser, karena sejauh ini penanggulangan bencana hanya bicara soal kebencanaan dan upaya penanganannya.

“Harus ada perubahan paradigma dalam penanganan bencana,” jelasnya.

Kata dia, pola pikir harus bersistem atau kesisteman dalam artian bahwa harus ada strategi secara sistematis dalam penanggulangan bencana.

“Harus dilihat dati berbagai perspektif keilmuan,” ujarnya.

Kegiatan ini nantinya terbentuk gugus riset ilmu sosial politik tentang Tata Kelola Bencana dengan bekerja sama dengan Tohoku University Jepang , serta lembaga seperti IPB, Universitas Tadulako, LIPI dan STAIN Sorong.

Reporter : Ahadri

FKIP Unismuh Makassar Gagas P2K Kemanusiaan

0

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Bencana alam yang terjadi di kota Palu sampai hari ini masih menyisahkan trauma yang mendalam bagi masyarakat. sehingga membutuhkan tenaga untuk memulihkan kembali kondisi yang terjadi disana.

Trauma yang dialami oleh masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah masih sangat membutuhkan sentuhan dan pendekatan sehingga mereka betul betul bisa kembali seperti sedia kala.

Atas dasar inilah yang membuat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar merasa terpanggil untuk hadir ditengah masyarakat kota palu dengan memberikan trauma healing kepada para korban bencana.

FKIP Unismuh yang menggagas program Pengembangan Profesi Keguruan (P2K) Kemanusiaan, sebanyak 8 orang mahasiswa FKIP dilepas secara resmi oleh Wakil Dekan II FKIP Andi Adam S Pd MPd untuk mengikuti program tersebut, Senin (14/1/2019).

“Dimana, program ini merupakan salah satu pilihan bagi mahasiswa yang akan mengikuti P2K,” kata Dekan FKIP Unismuh, Erwin Akib, Spd Mpd Phd saat dikonfirmasi kru FAJAR PENDIDIKAN.

Erwin menambahkan, dibawah koordinasi MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Muhammadiyah Wilayah Sulawesi Selatan. Dimana kegiatan selama mereka disana adalah memberikan pendampingan pembelajaran kepada siswa siswa yang ada disekolah yang akan ditentukan oleh MDMC nantinya.

“Khusus untuk P2K Kemanusiaan FKIP UNISMUH Makassar akan dilaksanakan kurang lebih 1 bulan. Harapan kami bahwa melalui kegiatan ini akan bisa memberi nilai bagi masyarakat Palu itu sendiri dan juga tentunya kita berharap bahwa mahasiswa yang menjadi peserta P2K akan lebih terketuk kepekaannya terhadap sesama,” jelasnya.

Selain FKIP Unismuh Makassar, Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan Universitas Muhammadiyah Malang yang juga akan melaksanakan kegiatan KKN Kemanusiaan.

Reporter : Ahadri 

Mahasiswa FKM Unhas Ikut Simulasi Konfrensi United Nation di Malaysia

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), Nurul Magfirah dan Patrecia Batti berkesempatan untuk mengikuti Konferensi Global Goals Model United Nation yang berlangsung di Malaysia pada tanggal 11-14 Januari 2019.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 471 peserta dari berbagai universitas dan negara seperti Filipina, Mexico, India dan beberapa negara lainnya termasuk Indonesia. Dalam kegiatan ini Nurul Magfirah memainkan peran diplomat Australia.

“Saya mengajukan usulan untuk menjadi diplomat Indonesia dan Australia tetapi keputusannya ada pada panitia dan panitia memutuskan pada saya untuk menjadi diplomat Australia dalam simulasi ini. Di konferensi ini kami membahas topik yang sesuai dengan goalnya dan tiap perwakilan negara diberi kesempatan untuk berbicara terkait topik yang dibahas misalnya memberikan tanggapan, saran dan solusi. Kebetulan saya mendapat alokasi di goal enam yaitu clean water and sanitation,” jelas Nurul.

Sementara Patricia Batti memainkan peran diplomat Argentina. Penentuan negara ini ditentukan oleh komite dan setiap peserta dibagikan negara dari seluruh dunia. “Saya mendapat Argentina. Topik yang dibahas dalam tim kami berkaitan dengan goals tiga SDGs yaitu good health and well being yang menekankan pada subtopik providing the solution in reducing global maternal mortality in the developing and under-developing countries,” kata Patricia.

Menurut Patricia, kegiatan tersebut memberikan kesempatan padanya untuk belajar banyak dari orang-orang-orang dari negara lain, bisa berkomunikasi tentang bagaimana kondisi di negara lain. “Saya juga senang bisa mengambil bagian dalam mewujudkan SDGs melalui forum ini. Kami berharap bahwa forum seperti ini ke depan juga bisa dilakukan di Indonesia sehingga semua generasi muda menyadari bahwa kita adalah orang-orang yang bisa mewujudkan SDGs dan juga akan merasakan manfaat SDGs ini di masa depan,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi, SKM., MKes., MSc PH, PhD yang dihubungi secara terpisah menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada mahasiswa yang telah mewakili FKM dan Unhas keseluruhan pada forum internasional itu.

“Ini adalah pembelajaran yang sangat baik kepada mahasiswa dan pemuda Indonesia untuk dapat berkiprah dan mengambil peran dalam pembangunan berkelanjutan ini. Selamat kepada adek berdua,” katanya.(*)

Indonesia Menjadi Tuan Rumah Pameran Pendidikan Terbesar di Dunia

0

Jakarta, FajarPendidikan.co.id – Bertempat di Bengawan Solo Coffee Duta Merlin Jakarta,  Ikatan Guru Indonesia (IGI) melakukan pertemuan perdana dengan perwakilan Tarsus Indonesia, membahas Global Education Support And Solution (GESS) 2019 yang akan dilaksanakan pada September 2019 mendatang.

GESS adalah pameran pendidikan terbesar di dunia, dan Indonesia terpilih untuk menjadi salah satu tempat pelaksanaannya.

Berdasarkan penilaian Tarsus, GESS 2018 September lalu yang merupakan kolaborasi antara Tarsus dan IGI, berlangsung jauh lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya, baik dari sisi kualitas, maupun kuantitas pengunjung. Karena itulah Tarsus sangat bersemangat untuk bekerja sama kembali dengan IGI, pada GESS 2019.

Dalam pertemua  tersebut, IGI diwakili oleh Muhammad Ramli Rahim selaku Ketua Umum IGI dan Tarsus diwakili oleh dua orang, yaitu Gita Estanislao dan Kerstin Koschnick.

Pertemuan kali ini, kedua belah pihak berusaha mengolaborasikan ide dan gagasan dari IGI, sebagaimana pada GESS 2018, yang terlihat sangat cemerlang. Namun, semua itu hanya sebagai bahan bagi Tim Tarsus Indonesia untuk diiusulkan ke Tarsus UK, yang selanjutnya akan dibicarakan kembali pada pertemuan selanjutnya setelah ada petunjuk dari Tarsus UK.

Ada beberapa usulan yang disampaikan oleh IGI pada pertemuan tersebut, diantaranya adalah perlu disediakan ruangan yang lebih luas, yang mampu menampung jumlah peserta dan beragam kreativitas dari para guru anggota IGI, dari seluruh wilayah di Indonesia.

“Mengapa demikian? Karena di 2019 IGI akan kembali memberikan anugerah pendidikan Indonesia kepada para pimpinan daerah, para legislator, tokoh pendidikan dan para profesional yang secara nyata telah terbukti berpartisipasi terhadap upaya peningkatan kompetensi guru di seluruh Indonesia,” jelas Ramli.

IGI juga akan mempertemukan 1000 kepala sekolah terbaik dari seluruh pelosok tanah air, untuk mengikuti seminar internasional yang akan menghadirkan pembicara ternama dari Oxford University, dan beberapa perguruan tinggi terkemuka di dunia. Adapun materi utama seminar tersebut adalah pembahasan tentang STEM, HOTS dan upaya menghadapi era 4.O.

Selain  itu, kata Ramli, materi tentang manajemen sekolah, yaitu bagaimana seharusnya seorang kepala sekolah mampu memimpin sekolahnya, sehingga sekolah tersebut akan mampu melahirkan siswa-siswa yang tidak hanya memiliki kemampuan pengetahuan yang tinggi, akan tetapi juga memiliki kreativitas dan daya cipta yang luar biasa, dan diharapkan akan mampu menghadapi perkembangan zaman yang terus-menerus berubah.

Seribu kepala sekolah tersebut, akan diseleksi dan diusulkan oleh ketua daerah di kabupaten/kota masing-masing, dan untuk selanjutnya akan dilakukan seleksi tahap akhir oleh Pengurus Pusat IGI, bersama dengan pengurus wilayah IGI. Seribu kepala sekolah tersebut, selanjutnya akan diberikan penghargaan sebagai kepala sekolah paling inovatif di Indonesia

“IGI juga tetap akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional 2019, yang akan dimulai dengan mengadakan rapat virtual, satu bulan sebelum pelaksanaan GESS di Jakarta. Hal tersebut dimaksudkan untuk lebih memudahkan koordinasi antara pusat, wilayah dan daerah,” terangnya.

“IGI juga meminta agar konferensi yang akan dilaksanakan di lima ruangan kecil saat GESS nanti untuk dikelolanya, dengan menampilkan Best Practice Pemanfaatan Pelatihan-Pelatihan IGI oleh para alumni pelatihan,” pungkasnya.(*)

Direktur PNUP Lantik 45 Pejabat Stuktural

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Ir Muhammad Anshar, MSi., PhD., mengambil sumpah dan melantik 45 pejabat struktural/nonstruktural baru lingkup PNUP di aula kampus I PNUP, Kamis, 10 Januari 2019.

Acara yang dihadiri para pembantu direktur, senat, dosen, tenaga kependidikan, dan sejumlah undangan lainnya diawali dengan pembacaan surat keputusan Direktur PNUP dilanjutkan pembacaan sumpah secara bersama oleh para pejabat baru.

Pejabat struktural/nonstruktural yang dilantik terdiri dari dua kepala bagian, lima kepala subbagian, dua kepala pusat, 19 kepala unit, 11 sekretaris pusat/unit, dan enam kepala urusan dan koordinator. Pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat baru disaksikan rohaniwan yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara.

Dalam sambutan usai mengambil sumpah dan melantik 45 pejabat baru, Direktur PNUP mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang luar biasa kepada para pejabat lama atas segala pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan.

Kepada yang baru dilantik, dirinya berharap agar para pejabat baru tersebut semakin meningkatkan integritas dan kualitas kerja. Jabatan yang baru saja dipercayakan merupakan amanah yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab. “Integritas dan kualitas setiap pejabat merupakan modal utama untuk membangun PNUP ke arah yang lebih baik,” kata Anshar.

Ditambahkan lagi olehnya bahwa pejabat baru yang terpilih telah melalui sejumlah tahap monitoring dan evaluasi.

“Hal tersebut dilakukan mengingat tugas dan tanggung jawab para pejabat struktural/nonstruktural ke depannya tidaklah mudah sebab masih banyak tantangan yang PNUP harus hadapi. Salah satunya adalah tantangan dunia pembangunan dan industri yang lebih kompleks seiring dengan diberlakukannya revolusi industri 4.0 yang tentu saja membutuhkan sinergitas dari semua pemangku kepentingan yang terlibat didalamnya,” jelasnya.

Sebagai perguruan tinggi negeri vokasi, kata Anshar, tentunya PNUP harus mampu menunjukkan kualitas yang dilandasi basis pengetahuan yang kokoh dan teruji mengingat kerasnya persaingan tingkat kompetisi antar perguruan tinggi.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, segenap elemen yang ada dalam lingkup PNUP harus bersinergi satu sama lain, saling menopang, dan saling mendukung guna meningkatkan kualitas dan kuantitas di segala lini,” pungkasnya. (FP)

46 Mahasiswa Kelas Kerja Sama PNUP-PLN Ikut Pembekalan Magang

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) bersama PT. PLN (Persero) menggelar kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan magang untuk 46 mahasiswa semester enam kelas kerja sama PNUP-PLN di kampus I PNUP, Selasa, 8 Januari 2019.

Kegiatan pembekalan yang menghadirkan dua pemateri dari PT. PLN (Persero) Udiklat Makassar ini, turut dihadiri oleh direktur, para pembantu direktur, serta ketua program studi D3 teknik listrik PNUP.

Direktur PNUP, Ir Muhammad Anshar, MSi., PhD., dalam sambutannya mengatakan bahwa sejak berlakunya pasar bebas tenaga kerja, ijazah tidak lagi menjadi satu-satunya syarat penting dalam dunia kerja. Saat ini, kata  Anshar, untuk dapat berkompetisi, setiap lulusan perguruan tinggi harus memiliki kompetensi di bidang keilmuan masing-masing yang merupakan akumulasi kemampuan lulusan dalam melaksanakan sebuah pekerjaan berdasarkan keahlian yang dimilikinya secara terukur melalui sejumlah asesmen tertentu dan terstruktur. “Salah satu cara untuk melatih dan meningkatkan kompetensi adalah dengan melalui kegiatan magang yang bersertifikat dan mendapat pengakuan dari Lembaga Sertifikasi Indonesia (LSI),” jelasnya.

Untuk itu, dirinya berpesan kepada 46 mahasiswa kelas kerja sama PNUP-PLN yang akan melakukan magang di berbagai unit kerja PT. PLN (Persero) agar benar-benar memanfaatkan kesempatan berharga selama satu semester ini  dengan disiplin serta tetap menjaga nama baik almamater.

“Magang merupakan kegiatan penting bagi mahasiswa tingkat akhir untuk dapat mengimplementasikan semua ilmu yang dipelajari selama kuliah untuk dapat diaplikasi di dunia kerja. Selain itu, dari kegiatan ini pula nantinya akan menjadi sumber bahan pembuatan tugas akhir sebagai syarat kelulusan mahasiswa. PNUP sebagai pendidikan tinggi berbasis vokasi menerapkan sistem magang di semua program studi,” paparnya.

Sementara itu  salah satu pemateri, Adrian Mansyur, menjelaskan bahwa kegiatan magang selama satu semester telah menjadi salah satu syarat bagi mahasiswa kelas kerjasama PLN. Hal ini penting untuk lebih menggali wawasan dan pemikiran mahasiswa dengan ide-ide baru yang lebih kreatif dan inovatif serta tentunya memberi pengalaman langsung tentang dunia kerja yang sebenarnya. Salah satu materi yang diberikan adalah tentang bagaimana meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan dan keselamatan di dalam lingkungan kerja selain beberapa materi penting lainnya.

PNUP dan PT PLN (Persero) telah berkolaborasi membuka kelas kerja sama sejak 2010 lalu dan sudah meluluskan enam angkatan yang bekerja dan ditempatkan di seluruh wilayah kerja PLN se-Indonesia. Kelas kerja sama PNUP-PLN merupakan program pendidikan D3 teknik listrik yang menggunakan sistem gugur dengan sejumlah persyaratan yang telah ditentukan oleh pihak PLN dimana lulusannya langsung mengikuti diklat prajabatan PT. PLN (Persero) sebagai prasyarat untuk diangkat menjadi pegawai PT. PLN (Persero) jika selama masa studi  di PNUP memenuhi syarat.(*)

 

Ratusan Mahasiswa Kena DO di UNM

Makassar, FAJARPEDIDIKAN.co.id- Universitas Negeri Makassar (UNM) di awal tahun 2019 mengeluarkan surat keputusan (SK) terkait Drop Out (DO) dini terhadap 342 mahasiswa dari berbagai jurusan di sembilan fakultas yang ada dilingkup kampus ‘orange’.

Total 342 mahasiswa yang di DO ini didominasi mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan sebanyak 83 orang, dan paling sedikit dari Fakultas Psikologi yakni enam orang.

Rektor UNM Prof Husain Syam dalam keterangannya mengatakan, keputusan keluarnya DO ini berdasar kepada peraturan akademik yang berlaku dengan surat keputusan Rektor Universitas Negeri Makassar, nomor 6513/UN36/KM/2018 Tanggal 26 Desember 2019 tentang penetapan mahasiswa putus studi/Drop Out pada program sarjana dan Program Diploma UNM.

“Keluarnya surat keputusan ini mengacu pada peraturan akademik UNM, batas waktu studi, lewat masa studi, serta tidak aktif tiga semester menjalani proses perkuliahan,” ujar mantan Dekan FT UNM ini, Rabu (9/1/2019).

Lanjut Prof Husain, dengan keluarnya surat keputuaan ini, mahasiswa tidak bisa lagi melakukan kompromi, karena selama diberi kesempatan untuk melaksanakan haknya sebagai mahasiswa tidak terpenuhi dengan baik.

Berikut ini jumlah 342 mahasiswa yang di Droup Out, berdasar fakultas yakni, MIPA (30), FT (60), FIK (56), FIP (83), FBS (47), FIS (21), FPsik (6), FSD (20), dan FE (19).

Mahasiswa Manajemen Observasi di SMP 8 dan SMA 9 Bone

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Sejumlah Mahasiswa Menejemen Pendidikan Islam (MPI) IAIN Bone, semester III melakukan observasi di SMP Negeri 8 Watampone dan SMA Negeri 9 Bone.

Observasi ini dalam rangka menyelesaikan tugas Mata Kuliah Bimbingan Konselin yang diberikan Dosen.

“Ini berkunjung ke sekolah untuk observasi terkait Bimbingan Konselin di SMP Negeri 8 Watampone, tinggal menunggu Kepala Sekolah dan Guru BK nya,”ungkap salah seorang mahasiswi, Tenri kepada FAJAR PENDIDIKAN.

Selain di SMP 8, Mahasiswa yang dibagi beberapa kelompok ini, juga melakukan observasi di SMA 9 Bone. Mereka mengobservasi seputar pelaksanaan Bimbingan Konselin di dua sekolah tersebut.

“Kami sudah sediakan angket untuk Guru BK di Sekolah,”kata Mahasiswi lainnya, Selvi.

Reporter: Abustan

Listrik Padam, Siswa SUPM Bone Ditusuk dan Leher Diiris

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Andi Muhammad Rivaldi seorang siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Bone, Sulawesi Selatan, alami penganiayaan di Kompleks SUPM Kelurahan Waetuo, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Selasa (8/1/2019).

Akibatnya, Rivaldi mengalami sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya. Kini, dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Bone.

Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Muhammad Pahrun saat dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan LP/011/I/2019/Res Bone disebutkan, kronologis kejadian bermula saat terjadi pemadaman listrik di SUPM Bone sehingga korban pergi tidur di lorong asrama. Saat itu, kemudian datang pelaku menganiaya korban, sehingga korban mengalami luka iris, robek dan luka tusuk.

“Korban alami luka iris pada leher dengan jahitan 14 jahitan, luka iris pada lengan tangan kanan, luka tusuk pada bahu sebelah kanan dan luka robek pada kepala,”kata Iptu Pahrun kepada FAJAR PENDIDIKAN

Sejak berita ini dirilis, pelaku masih dalam lidik.

Reporter: Abustan

WR III UIN Alauddin Adakan TOT Gender dan Radikalisme

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UIN Alauddin Makassar, Prof St Aisyah melaksanakan Training Of Trainer (TOT) Gender dan Radikalisme yang diikuti sebanyak 13 Mahasiswi UIN Alauddin Makassar. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Rektorat Lantai 3. Senin, 7 Januari 2019.

Prof Aisyah Kara selaku pemateri mengatakan kegiatan ini dikhususkan untuk mahasiswi, dengan tujuan menyiapkan agen of change dalam inklusifitas dan toleran dari kalangan  perempuan-perempuan.

Lebih lanjut, wanita kelahiran Bima Nusa Tenggara Barat ini berharap kegiatan ini mampu menjadi langkah awal untuk membuat mahasiswi UIN Alauddin Makassar untuk lebih aktif dalam beraksi positif, utamanya dalam menulis, riset, dan penelitian.

Senada dengan hal tersebut, salah satu peserta TOT, Mustabsyiratul Ailah, juga menyampaikan harapannya agar kelompok kecil ini bisa menghasilkan suatu karya yang bisa dinikmati bersama. “Seperti mengaktifkan kelompok kecil kita ini untuk hal yang positif, bisa juga dengan bersama-sama menulis dan membuatnya jadi buku,” tutur ketua umum UKM RITMA Periode 2018 ini.(*)