Beranda blog Halaman 3381

Menag Batal ke Kampung JK, FEBI Akhirnya Diresmikan Dirjen Pendis

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI Prof Dr Phil Kamaruddin Amin meresmikan gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Kampus II IAIN Bone, Selasa (22/1/2019).

FEBI Kampus II IAIN Bone terletak di Kelurahan Polewali, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Pantauan FAJAR PENDIDIKAN, peresmian gedung FEBI ditandai dengan gunting pita oleh Prof Dr Phil Kamaruddin Amin didampingi Wakil Bupati Bone Drs Ambo Dalle MM bersama Forkopimda, Rektor IAIN Bone Prof Dr A Nuzul SH M Hum, para Wakil Rektor dan mahasiswa IAIN Bone.

Sebagaimana diketahui, informasi awal menyebutkan Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin akan kunjungan kerja di Kabupaten Bone.

Menag, sebelumnya dijadwal kunjungan ke kampung kelahiran Wapres Jusuf Kalla (JK) sekaligus meresmikan Gedung kuliah FEBI IAIN Bone dan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji dalam Lingkungan Kanwil Kemenag Sulsel . Namun pada akhirnya batal dan digantikan Dirjen Pendis Kemenag RI Prof Dr Phil Kamaruddin Amin MA.

Reporter: Abustan

BEM FKM Unhas Gelar Desa Sehat di Kabupaten Bulukumba

Bulukumba, FajarPendidikan,co.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2018/2019 menyelenggarakan Program Desa Sehat Winslow 2019 yang dilaksanakan di Desa Bontobangun, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba.

Kegiatan ini akan berlangsung selama sepekan, mulai dari tanggal 21-27 Januari 2019. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya pola hidup sehat dengan penerapan gizi seimbang pada masyarakat, meningkatkan pengetahuan bahaya rokok bagi kesehatan, HIV/AIDS dan penyalahgunaan NAPZA, memberikan pemahaman pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta memberdayakan masyarakat sebagai penggerak dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Program Desa Sehat Winslow yang mengusung tema, “Voice and Choice: Aktualisasi Peran dan Penguatan Kapasitas Menuju Masyarakat Sadar Sehat” ini merupakan salah satu program unggulan yang dicanangkan oleh BEM FKM UNHAS periode 2018/2019.

Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu: Penyuluhan kesehatan: PHBS (Perilaku Hidup bersih dan Sehat dengan CTPS) di sekolah-sekolah yang ada di Desa Bontobangun serta masyarkat desa, Penyuluhan Bahaya Rokok, Gizi Remaja, HIV & AIDS serta NAPZA, Pembuatan dan pembudidayaan TOGA (Tanaman Obat Keluarga), Bakti Sosial bersama masyarakat Desa, Donor Darah, Senam Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan serta agenda-agenda lainnya.

“Program kerja ini hadir sebagai salah satu rangkaian proses pembelajaran lapangan untuk Keluarga Mahasiswa FKM Unhas sekaligus sebagai rangkaian wujud inplementasi nilai dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian masyarakat,” jelas Presiden BEM FKM Unhas, Aryangga Pratama.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa, dengan hadirnya Program Desa Sehat Winslow ini diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat lebih sadar dan tanggap akan pentingnya pola hidup sehat disetiap aktivitas kesehariannya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia, Muhammad Solihin, dan didampingi oleh Sekretaris, Nurul Nabila Askar mengatakan bahwa, panitia telah menyiapkan susunan acara yang akan berlangsung selama satu minggu tersebut, mulai kegiatan pagi hari sampai sore bahkan malam hari.

“Setiap malam kami jadwalkan ada briefing paling tidak untuk mengevaluasi kegiatan yang dilaksanakan pada pagi atau siang hari. Untuk memudahkan kegiatan ini, kami membagi tugas pada teman-teman tentang kegiatan apa yang dilaksanakan dan siapa penanggung jawabnya,” jelas Solihin.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi, SKM., MKes., MSc.PH, PhD mengatakan bahwa kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan bagi mahasiswa FKM Unhas setiap tahunnya.

“Kita patut memberikan apresiasi kepada mereka karena hampir seluruh proses konsep dan implementasinya adalah dirancang oleh mahasiswa. Meskipun nanti tetap ada dosen yang akan mendampingi di lapangan. Kegiatan pengabdian masyarakat bagi mahasiswa FKM adalah hal yang biasa bagi mereka karena mereka sudah terbiasa di lapangan melalui kegiatan Praktek Belajar Lapangan. Mahasiswa FKM Unhas sangat pandai di dalam mengorganisasikan dan menggerakkan masyarakat,” tutupnya.(*)

Perkenalkan Dunia Industri ke Mahasiswa, PNUP Adakan Kunjungan Industri

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Sebanyak 75 mahasiswa tingkat I Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) bersama tujuh dosen pendamping melakukan kunjungan industri ke PT.Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group), Senin 21 Januari 2019. Kegiatan yang merupakan program dari Unit Career Centre and Tracer Study (CCTS) PNUP ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih dini kepada mahasiswa bagaimana dunia industri yang sebenarnya dan sebagai persiapan sebelum mereka memasuki dunia kerja.

“Kunjungan industri yang melibatkan mahasiswa dari jurusan akuntansi PNUP ini rutin dilakukan sebagai salah satu bentuk aplikasi antara ilmu yang mereka dapatkan selama di kelas perkuliahan dengan realita yang terjadi di lapangan,” terang Yuliani, ST., MEng., selaku Kepala Unit CCTS-PNUP

Lewat kunjungan langsung, sambungnya, mahasiswa dapat mengenal kegiatan apa saja yang berlangsung di dunia industri seperti bagaimana manajemen dan ritme kerja pabrik hingga proses apa saja yang terjadi di suatu industri.

Melalui kunjungan industri, ia bersama tim unit CCTS-PNUP dapat mengetahui bagaimana kesesuaian antara kurikulum yang tengah dijalankan di kampus dengan kebutuhan industri yang tengah berkembang. Selain itu juga sebagai bahan evaluasi langsung tentang kondisi alumni PNUP yang bekerja di perusahaan tersebut apakah bidang tugas yang diberikan sesuai dengan bidang ilmu dan kompetensi yang dimiliki atau tidak.

Salah seorang HRD Trainer Mayora Group, Indrawati, mengaku sangat senang mendapat kunjungan industri dari mahasiswa PNUP karena dapat dijadikan sebagai umpan balik untuk memberikan pandangan yang lebih terbuka tentang dunia industri kepada para mahasiswa. “Saat ini banyak alumni PNUP yang berkarya di Mayora Group dan mereka menunjukkan kinerja yang berkualitas,”
ungkap Indrawati.

Kunjungan industri mahasiswa PNUP ke Mayora Group terdiri atas sesi indoor dan outdoor. Selama sesi indoor, mahasiswa PNUP melakukan pertemuan dan diskusi dengan pihak manajemen Mayora Group tentang jenis produk, proses, pemasaran hingga kepemilikan saham. Diskusi menjadi lebih menarik karena diselingi dengan berbagai kuis. Kegiatan ditutup dengan mengunjungi lokasi pabrik guna melihat secara langsung proses produksi, pengemasan, dan pengepakan minuman. (FP)

JK Resmikan Rusun Aspuri Ponpes DDI Mangkoso Barru

0

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Wakil Presiden Republik Indonesia, HM Jusuf Kalla meresmikan Rumah Susun (Rusun) Asrama Putri (Aspuri) Pondok Pesantren Darud Da’wa (DDI) Wal Irsyad Mangkoso, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Minggu, 20 Januari 2019.

Pada acara peresmian tersebut orang nomor dua di Indonesia ini didampingi, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Bupati Barru Suardi Saleh dan juga Staf
Khusus Wapres Bidang Umum, HM Alwi Hamu.

Sekedar untuk diketahui bahwa pengerjaan pembangunan fasilitas pesantren menghabiskan anggaran sekitar RP 6,9 miliar dari APBN TA 2018.

Dari data yang dihimpun FAJARPENDIDIKAN.co.id, bahwa bangunan yang diresmikan tersebut merupakan gedung berlantai tiga dengan 12 ruang asrama dengan daya tampung 216 santri. Tiap kamar dilengkapi meubelair seperti kasur lemari dan lainnya. Waktu pelaksanaan pengerjaan sembilan bulan dari 15 Maret-15 Desember 2018.

Dalam sambutannya, Wapres mengungkapkan, puji syukur atas peringatan milad ke-80 Pondok Pesantren Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) Mangkoso ke-80, sebuah amal jahiriah yang cukup panjang.

”Selama 80 tahun, sudah ribuan alumni yang digelontorkan dan terbesar di Sulsel dan nusantara pada umumnya,” ujarnya.

Reporter: Abd Latif Ahmad

MoU Polres-Pemkab, Pelajar Dilarang Pakai Motor ke Sekolah. Bupati Bone Adakan Bus Sekolah?

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Penandatangan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bone dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bone berlansung di gedung PKK Jl Mappayukki, Watampone, Jumat (18/1/2019).

MoU tersebut ditanda tangani Kepala Disdik Kabupaten Bone Drs Rosalim HAB dan Kasat Lantas Polres Bone Akp Thamrin disaksikan oleh Kapolres Bone AKBP Kadarislam Kasim dan Bupati Bone Dr Andi Fahsar M Padjalangi.

Mou memuat tentang Pembinaan Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas dan Penindakan Hukum Bagi Pelajar Tingkat SMP yang memakai kendaraan bermotor ke sekolah. Tahap awal khususnya di wilayah hukum bagian kota Watampone.

Kapolres Bone , AKBP Muhammad Kadarislam Kasim dalam sambutannya mengatakan, lalu lintas adalah etalase kehidupan masyarakat. Apabila ada kemacetan maka akan berdampak pada aspek kehidupan lainnya. Olehnya itu, aturan berlalu lintas harus digali, bagaimana supaya bisa betul-betul menumbuhkan kesadaran hukum dan taat hukum dalam bermasyarakat.

“Kita ingin menyelesaikan masalah lalu lintas secara bersama lewat memupuk kesadaran hukum. Kalau kita sadar dan taat akan aturan, insya Allah kita di Bone akan lebih baik,” kata Akbp Muhammad Kadarislam.

“Lalu lintas layaknya urat nadi kehidupan. Jika ada terputus atau ketidakpatuhan aturan lalu lintas akan menimbulkan keburukan, kemacetan, ketidaklancaran ekonomi. Olehnya itu, taat aturan lalu lintas harus dimulai sejak dini,” jelasnya.

Sementara Bupati Bone, Dr H A Fahsar Mahdin Padjalangi mengapresiasi terobosan Satlantas Polres Bone dan Disdik Bone. Fahsar ingin MoU tidak bersifat seremonial belaka tetapi terus berkelanjutan untuk Bone yang lebih baik.

Fahsar menilai terobosan yang dilakukan memang sudah sesuai dengan kebutuhan, mengingat pertumbuhan kendaraan di Bone sudah tinggi. Sementara dilain sisi jalan masih itu saja dan pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor kian hari makin banyak.

“Ini (Padatnya kendaraan di kota) membuat potensi laka lantas di Bone makin tinggi dan itulah perlunya terus memupuk kesadaran taat aturan berlalu lintas,” katanya.

Bupati dua priode ini juga mengaku prihatin dengan sikap sebagian besar orangtua pelajar yang cenderung melakukan pembiaran terhadap anaknya untuk berkendara sendiri ke sekolah.

“Katanya sayang anak,dibiarkanlah berkendara. Nanti kecelakaan baru sadar bahwa membiarkan anak dibawah umur berkendara bukan wujud sebenarnya dari kasih sayang, tetapi malah menjerumuskan anak pada kecelakaan,” jelasnya.

Pantauan FAJAR PENDIDIKAN meskipun mengaku sangat perihatin dengan pembiaran orang tua terhadap anaknya dan adanya laka lantas kalangan pelajar lantaran berkendara sendiri ke sekolah, namun pada kesemptan itu Bupati Bone belum menyinggung adanya dukungan berupa pengadaan Bus Sekolah di Bumi Arung Palakka. Padahal kebutuhan akan Bus Sekolah juga sangat perlu untuk mendukung kesuksesan MoU tersebut.

Reporter: Abustan

Puskesmas Tandung Nanggala Diresmikan

0

Toraja Utara, FAJARPENDIDIKAN.co.id-
Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Elizabet Zakaria meresmikan Puskesmas Tandung Nanggala  di Lembang Tandung Nanggala Kecamatan Nanggala, Kamis (17/1/2019).

Kalatiku Paembonan menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat terhadap pembangunan sarana dan prasarana Kesehatan, sebagai bentuk dukungan segala program pembangunan pemerintahan di Kabupaten Toraja Utara.

Pada kegiatan itu, Bupati memantau langsung bangunan Puskesmas yang baru selesai dikerjakan, Puskesmas itu dilengkapi satu unit perumahan dokter umum.

Sementara perwakilan dari tokoh masyarakat, Yakobus Duma Roni mengatakan bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan Puskesmas Tandung Nanggala tetap ada, salah satunya dalam pengadaan air bersih, masyarakat setempat rela dengan menggunakan dana swadaya.

Yakobus melanjutkan bahwa Puskesmas Tandung Nanggala saat ini, sangat membutuhkan Dokter Umum untuk segera di tempatkan di Puskesmas.

Turut hadir Camat Nanggala M Tiku Banne Kepala Lembang Tandung Nanggala Obed Pagita, Kepala Puskesmas Tandung Nanggala Elisabet SKP MARS, Para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat serta Pegawai dan Staf Puskesmas Tandung Nanggala.

Reporter: Mar/Ptr

Pupuk Jiwa Entrepreneur, Mahasiswa Akuntansi PNUP Gelar Expo Kewirausahaan

Makassar, FajarPendidikan.co.id  – Ratusan mahasiswa jurusan akuntansi Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) ikut ambil bagian di acara expo kewirausahaan yang digelar di pelataran gedung jurusan akuntansi kampus I PNUP, Kamis, 17 Januari 2019. Mereka mengisi sebanyak 40 stand yang telah disiapkan sebagai salah satu cara untuk melatih mahasiswa menjadi entrepreneur. Usaha kewirausahaan yang dipamerkan bervariasi seperti makanan, minuman, photobooth, dan lain sebagainya.

Saat membuka expo kewirausahaan, Ir Muhammad Anshar, Ph D., selaku Direktur PNUP berharap agar kegiatan ini bisa mengasah jiwa dan kemampuan berwirausaha mahasiswa untuk semakin tertarik menciptakan lapangan kerja sendiri. “Apalagi mereka telah mendapatkan pengetahuan terkait kewirausahaan sehingga tinggal bagaimana diaplikasikan secara mandiri,” ucap Anshar dalam sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Jurusan Akuntansi PNUP, Dr Bahri, M Si., mengatakan bahwa expo kewirausahaan telah menjadi kegiatan tahunan mahasiswa di jurusan akuntansi. Tahun ini peserta expo kewirausahaan diikuti sebanyak 164 mahasiswa yang terbagi menjadi 40 stand. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu yang hanya diikuti 144 mahasiswa yang terbagi menjadi 36 stand.

Selain sebagai praktikum untuk implementasi program mata kuliah kewirausahaan, kata Bahri, expo ini juga secara langsung akan memupuk ide dan kreativitas mahasiswa untuk mencari dan menciptakan sendiri jenis usaha yang berpeluang untuk mendatangkan pembeli yang banyak dan menghasilkan untung yang besar.

“Para mahasiswa akuntansi PNUP yang mengikuti expo kewirausahaan telah mendapat semacam pembimbingan mengenai strategi penjualan, pemasaran, dan kiat menggaet pembeli. Mereka juga dibekali bagaimana cara membuat jurnal harian yang memuat modal, aktivitas, dan keuntungan selama mengikuti expo,” jelas Bahri.

Setiap kelompok wajib menampilkan bisnis model yang dipajang di depan stand masing-masing. Bisnis model itu mencantumkan sejumlah instrumen penunjang usaha yang sedang dilakukan seperti segmentasi konsumen, pemanfaatan media sosial, dan lain-lain.

Salah seorang mahasiswa peserta expo kewirausahaan, Dian, mengaku senang bisa ikut berpartisipasi di expo kewirausahaan kali ini. Bersama tiga teman kelompoknya, dia memilih usaha kuliner sehat kekinian yang tengah naik daun.  “Melalui expo kewirausahaan ini, saya bisa langsung memahami bagaimana sebenarnya kondisi pasar dan persaingan dengan kompetitor melalui interkasi langsung dengan konsumen,” ungkapnya. (FP)

Belasan Rumah Warga Pulau Badi’ Diterjang Angin Kencang

0

Pangkep, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Belasan rumah warga di Pulau Badi’ Desa Mattiro Deceng Kecamatan Liukang Tupa’biring Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) diterjang angin kencang Kamis, 17 Januari 2019.

Menurut Sekretaris Camat Liukang Tupa’biring, Wahyudin, kejadian itu terjadi sekitar pukul 11.30 wita dan menyebabkan 16 rumah warga di Pulau itu rusak akibat angin kencang.

Dari  16 rumah warga ini yang terdampak, 7 rumah  mengalami rusak berat, rusak ringan sebanyak 9 rumah, bangunan sekolah dan perpustakaan SD 27 Pulau Badi’.

“Menindak lanjuti informasi dari perangkat desa Mattiro deceng, kami langsung melakukan pendataan rumah warga yang terkena dampak angin kencang,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, saat ini upaya pemerintah setempat, masih melakukan pendataan terhadap korban yang terkena dampak angin kencang dan telah  dilaporan ke pihak Dinas Sosial Kabupaten Pangkep.

“Korban jiwa tidak ada, hanya saja rumah warga yang terkena dampak. Dan saat ini juga kita masih menaksir kerugian yang dialami,” katanya.

Lanjut, Wahyudin pun mengimbau kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Liukang Tupabbiring, agar lebih waspada dan selalu memperhatikan update informasi dari BMKG.

Reperter: Adhan

Tingkatkan wawasan Pengetahuan Guru, Gugus Piongan Gelar KKG

0

Toraja Utara, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) bersama Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Piongan mengelar pelatihan bertempat di UPT SDN 5 Denpina, Rabu, 16-19 Januari 2019.

Kegiatan itu, melibatkan para guru di gugus Piongan yang berasal dari empat SD dengan menghadirkan Nety Ringan Spd sebagai pemateri.

Nety Ringan menyampaikan kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal, terutama pada penguasaan substansi materi pembelajaran.

Nety Ringan melanjutkan salah satunya mengenai strategi dan metode pembelajaran dalam melaksanakan Pendidikan Karakter Kurikulum 2013.

Melalui kegiatan ini, Nety berharap kegiatan ini bisa meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di Gugus Piongan.

Reporter: Patrun

Bupati Toraja Utara Berharap Masyarakat Merelakan Tanahnya Untuk Pembangunan Jalan

0

Toraja Utara, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Pemda Toraja Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Toraja Utara bekerjasama Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan memsosialisasikan Peningkatan jalan poros provinsi yang melalui jalur Tedong Bonga (Rura) sampai ke Rantebua perbatasan Kabupaten Luwu.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan  di Kantor Kecamatan Kesu’, Selasa, 15/1/2019.

Sosialisasi itu turut dihadir para stake holder Pemda Toraja Utara bersama Pemprov Sulawesi Selatan dan tokoh – tokoh masyarakat diantaranya: YS Dalipang, Sumule Tandirerung, dr Lita Palinggi, Ir Tony Paranoan, Layuk Sarungallo, dan para Lurah dan Kepala Lembang se-Kecamatan Kesu’ serta Anggota DPRD Toraja Utara, Aryadi Gala.

Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan menyampaikan, apresiasinya atas sinerjitas antara Pemerintah Pusat, Provinsi Sulsel dan Pemda Toraja Utara sehingga proyek ini dapat dilaksanakan di Kabupaten Toraja Utara.

“Saya mengapresiasi atas terjalinnya koordinasi yang baik antara Kementerian PUPR, Dinas PU Provinsi dan Dinas PUPR Toraja Utara yang telah memprogramkan pembangunan berbagai infrastruktur di Toraja Utara,” tuturnya.

Bupati Kalatiku melanjutkan Proyek peningkatan jalan poros menjadi proyek strategis yang akan sangat mendukung laju pembangunan di Kabupaten Toraja Utara, terutama dalam menggerakkan laju perekonomian daerah dan sektor-sektor pembangunan lainnya termasuk pariwisata yang menjadi sektor unggulan Toraja Utara.

Dengan adanya proyek peningkatan jalan ini, akan mendukung konektivitas serta mobilisasi penduduk yang akan memicu aktivitas ekonomi masyarakat yang akan mestimulasi bertumbuhnya kegiatan-kegiatan perekonomian lokal.

Untuk itu, lanjut Bupati kepada pemuka masyarakat, pemuka adat, dan pemerintahan lembang perwakilan masyarakat yang berada disepanjang jalur proyek pengerjaan, agar mendorong partisipasi masyarakat untuk mendukung suksesnya pelaksanaan proyek ini, karena manfaat peningkatan infrastruktur jalan ini diperuntukkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

Bupati berharap dukungan penuh dari masyarakat khususnya masyarakat yang berada di pinggir jalan agar merelakan tanahnya untuk kepentingan umum.

Pemprov Sulsel alokasikan anggaran untuk empat proyek pelebaran dan pengerasan jalan Provinsi di Kabupaten Toraja Utara

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Toraja Utara, Yorry Lesawengen menegaskan, pelaksanaan proyek yang rencananya akan mulai dikerjakan awal tahun ini nantinya sangat ditentukan oleh kesediaan dan persetujuan masyarakat yang berada di jalur pengerasan dan pelebaran jalan yang di mulai dari Tedong Bonga (Rura) sampai di Kecamatan Rantebua perbatasan Kabupaten Luwu.

“Pentingnya dukungan masyarakat dalam memberikan tanahnya untuk peningkatan jalan dalam program perencanaan anggaran tahun 2019. Poros dari Patung Kerbau sampai perbatasan Luwu dengan pelebaran serta pengerasan dengan lebar 14 meter, itu sudah termasuk bahu jalan dan drainase. Informasi dari Bina Marga Provinsi Sulsel bahwa awal tahun ini anggarannya sudah siap jika masyarakat dapat bekerja sama. Jika masyarakat tidak bersedia, maka anggaran ini akan dipindahkan ke lokasi prioritas lainnya,” jelas Yorry.

Sementara perwakilan Dinas PU dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan, Christian mengatakan, ada empat proyek pengerasan dan pelebaran jalan provinsi yang akan dikerjakan oleh Dinas PU dan Bina Marga Pemprov Sulsel di Kabupaten Toraja Utara yang tahapannya dimulai tahun 2019 ini, termasuk juga dengan mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan jalan.

“Untuk tahun 2019, Program yang akan dilaksanakan, yaitu: Poros Tedong Bonga sampai ke Rantebua (Perbatasan dengan Kab. Luwu) dan Poros Rantepao melalui Sa’dan sampai Batusitanduk, Kabupaten Luwu. Sementara Poros Rantepao yang melalui Singki sampai Madandan Rantetayo, dan Poros Rantepao melalui Tikala sampai ke Baruppu (perbatasan dengan Mamuju Sulbar) pada tahun berikutnya.
Selain Jalan, Dinas PU dan Bina Marga Provinsi Sulsel juga menganggarkan program pembangunan pedestrian (trotoar) dari perbatasan Tana Toraja – Rantepao. Disamping itu disediakan juga anggaran maintenance sebesar 2 milyar rupiah,” ungkapnya.

Christian menambahkan Pemprov Sulsel menyerahkan dana pembangunan objek jalan kepada Pemerintah Kabupaten Toraja Utara senilai 12 Miliar yang rencananya akan digunakan untuk membangun aksesibilitas ke objek pengembangan wisata yaitu jalan poros Ke’te ke Londa dan Jalan Palawa ke Bangkelekila dan rencananya akan dikerjakan pada tahun ini.

Kepala Dinas PUPR Toraja Utara Yorry menyampaikan rencana peningkatan jalan poros Bonoran sampai ke Panga’ yang anggaran bersumber dari APBD Toraja Utara T.A 2019.
Peningkatan Jalan dengan spesifikasi lebar 9 meter yang akan dikerjakan tahun 2019 ini ditujukan untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas yang sering terjadi di jalur tersebut khususnya pada musim kunjungan wisatawan.

Repoter: Gabriel/PTR.