Beranda blog Halaman 3386

IGI Kota Surabaya dan Samisanov Adakan Pelatihan Guru SDN Simomulyo 1 Surabaya

0

Surabaya, FajarPendidikan.co.id – Tidak seperti biasanya,  pelatihan kali ini Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Surabaya dan Samisanov mendapatkan kepercayaan untuk melatih para guru dari SDN Simomulyo 1 Surabaya.

Pelatihan yg diselenggarakan di SDN Simomulyo 1 Surabaya itu mengusung tema “Belajar Jadi Asyik dengan QR Code” pada 18 dan 20 Desember 2018.

Di pertemuan pertama ini, Aries Eka Prasetya sebagai pembicara tunggal memberikan materi tentang:pengenalan organisasi IGI sebagai lembaga profesi guru yang penuh inovasi, pengenalan kanal Samisanov yang punya banyak inovasi untuk mencipta kreasi dalam proses belajar mengajar (PBM) dan akan diajarkan dalam pelatihan-pelatihannya.

Materi yang lainnya yaitu, tips dan trik cara menumbuhkan inovasi dalam diri guru, macam-macam inovasi pembelajaran yang dapat dikembangkan baik berbasis IT maupun keunikan PBM yang bikin siswa tertarik buat belajar.

Nantinya akan diajarkan pula praktek yakni: pembuatan QR code melalui HP dan laptop, praktek membaca QR code dengan QR scanner, penerapan inovasi QR code untuk pembelajaran dan kebutuhan di sekolah, dan pastinya tiap peserta pelatihan wajib membuat satu inovasi berbasis QR code yang bisa diimolementasikan dalam PBMnya nanti

Waktu perkenalan, guru-guru SDN Simomulyo 1 ini sangat tertarik melihat profil pembicara yang ternyata pernah nongol di beberapa TV. Sampai ada yang nyletuk. “Mangkane kok tau ngerti mas iki tapi nandi aq lali eh ternyata nang tipi hehe,” ucap salah satu guru.

Antusiasme guru-guru peserta pelatihan terhadap QR Code sangat hebat, yang bikin pembicara kagum, saat pemaparan materi semua peserta diam. “Namun saat diberikan waktu praktek, langsung on fire hehhe keren guru-guru disini (SDN Simomulyo 1),” terang Aries.

“Pembuatan QR Code langsung dari HP masing-masing bisa berjalan lancar. Kondisi ruang pertemuan sedikit gaduh ketika peserta saling men-scan karya QR yang telah mereka buat. Karena macam-macam dan lucu-lucu isi QR code yang dibuat peserta,” tuturnya.

Maka selanjutnya, sambung  Aries, peserta dilatihkan untuk memindai (menscan)  QR-nya sendiri menggunakan aplikasi penindai QR yang bisa di-download di Play Store. “Kelebihan pemindai QR bisa menscan gambar QR yang telah ada di HP masing-masing. Jadi tidak perlu lagi minta bantuan temen buat men-scan-nya,” jelasnya.

Tantangan bertambah ketika peserta diminta untuk meng-upload materi atau evaluasinya ke google drive yang selanjutnya link tadi dijadikan QR.

“Kreasi peserta bertambah dengan mencoba memasukan lagu, gambar, aplikasi dan sebagainya sehingga tambah seru dan makin heboh pelatihan ini,” kata Aries

Di bagian akhir, peserta diwajibkan membuat satu inovasi yang menggunakan teknologi QR Code untuk pembelajaran nanti.

“Inilah ciri dari pelatihan yang dilakukan oleh Samisanov yaitu, penugasan tidak hanya menduplikasi atau mengadaptasi apa yang telah dilakukan dalam pelatihan. Tapi sudah harus memproduksi satu inovasi agar tiap guru punya satu inovasi yang siap pake saat PBM nanti tiba. Inilah SAMISANOV Satu Minggu Satu Inovasi,” tandasnya.(Rls)

Warga Harap Ada Caleg Yang Bisa Perjuangkan adanya SMP Negeri di Kecamatan Makassar

0

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Sejumlah warga di Kecamatan Makassar sampai saat ini berharap ada dibangun SMP Negeri di kecamatan tersebut. Pasalnya dari 15 kecamatan di Kota Makassar, hanya kecamatan Makassar yang sampai saat ini masih belum memiliki SMP Negeri seperti di kecamatan lain. Dari penuturan warga, jika pemerintah serius sebenarnya ada banyak lokasi yang bisa didirikan SMP Negeri di Kecamatan tersebut.

“Ada banyak lokasi di Kecamatan Makassar yang bisa dibanguni SMP Negeri seperti eks THR di Kerung Kerung, dekat kanal Bara-Baraya dan di Maccini Gusung, jika pemerintahnya serius, makanya kami butuh Caleg yang memiliki komitmen untuk mendirikan SMP Negeri di kecamatan kami ” ujar Riswan salah satu tokoh pemuda Maccini saat ditemui di Maccini.

Disisi lain tokoh aktivis pemuda itu berharap agar masyarakat jangan terpancing dengan pemberian uang para caleg yang akan bertarung pada Pemilu tahun 2019 ini, “Yang utama, apakah mereka (Caleg-red) akan memperjuangkan kecamatan kita memiliki SMP Negeri atau tidak? Makanya kami butuh komitmen Caleg untuk memperjuangkan SMP Negeri di Kecamatan ini yang sudah lama kami idamkan,” terang Riswan yang mengaku miris, sebab kecamatan tetangganya seperti Bantoala dan Panakkukang memiliki SMP Negeri.

“Dari 15 Kecamatan, hanya Makassar belum memiliki SMP Negeri. Caleg jangan coba-coba beri kami uang tanpa memperjuangkan adanya SMP Negeri di Kecamatan ini, pasti kami tolak. Apalagi tingkat pengangguran dari 15 Kecamatan di Kota Makassar, di kecamatan kami (Makassar-red) yang paling tertinggi angka penganggurannya. Itu semua harus dituntaskan” tandas Riswan yang berharap warga jangan tergiur dari janji caleg.

Pemberian uang kata Riswan adalah pembodohan, dan warga harus paham apa yang menjadi tujuan utama dari setiap caleg yang katanya mewakili kecamatan.

“Ketika dia sudah duduk, maka kami pasti dilupakan. Jadi kami sekali lagi meminta adanya MOU atau komitmen caleg untuk mengatasi adanya SMP Negeri di Kecamatan Makassar dan Memberdayakan masyarakat pengangguran menjadi produktif dan menghasilkan,” Kunci Riswan. (RLS)

Lembaga Dakwah Al Aafiyah FKM Unhas Menggelar Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Lembaga Dakwah Al Aafiyah Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas), menggelar kegiatan Pembekalan Penyelenggaraan Jenazah sebagai rangkaian Bakti Sosial Bersama Al-‘Aafiyah (BASMALAH) 2018.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang KA-105  Sabtu, 15 Desember 2018. Seperti yang dilaporkan oleh pihak panitia, kegiatan ini dihadiri oleh 56 orang peserta, yang terdiri dari 27 orang cleaning service  FKM, FKG, FK, dan pasca serta 29 orang mahasiswa FKM.

Selain kegiatan tersebut, pada hari yang sama juga dilaksanakan kegiatan Taklim untuk cleaning service. Adapun materi Taklim dibawakan oleh salah satu Dosen FKM Unhas yakni Dr Hj Erniwati Ibrahim, SKM., MKes.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi, PhD.,mengatakan, kegiatan seperti ini sangat penting bagi semua dosen, tenaga pendidikan dan mahasiswa. “Tahun depan FKM akan banyak mengembangkan kegiatan keagamaan termasuk dalam hal ini Gerakan FKM Unhas Menghafal Alquran dan Sholat Berjamaah,” katanya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, ia berharap dapat terjalin ukhuwah dengan masyarakat khususnya cleaning service serta menjadi sarana menimba ilmu agama bagi masyarakat.

Kegiatan ini ditutup dengan pembagian sembako kepada cleaning service. (FP)

Selamat Hari Jadi Sang Inspirator

0

Pimpinan dan segenap Kru Fajar Media Pendidikan Mengucapkan Selamat Ulang Tahun yang ke 73 kepada Pembina Fajar Grup. Bapak H Syamsu Nur

Tumpeng yang diberikan untuk H Syamsu Nur
Pendiri Fajar Group, Alwi Hamu dan para sahabat saat mendampingi H Syamsu Nur memotong Tumpeng

Pesan Dekan FKM Unhas pada Acara Yudisium Periode Desember 2018

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Dalam acara yudisium FKM Unhas yang dilaksanakan di Aula Gedung Pascasarjana Unhas, Senin, 17 Desember 2018, Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam, SKM., MKes., M Med Ed., banyak memberikan pesan kepada mereka yang baru diyudisium. Ia pertama-tama menyampaikan selamat kepada yang baru diyudisium dan juga kepada keluarga.

“Dalam era yang serba digital saat ini, mahasiswa dituntut tidak hanya soft skill seperti tanggung jawab, kejujuran, komitmen dan kemampuan untuk saling memaafkan, tetapi dalam era revolusi industri 4.0, kita dituntut untuk melakukan peningkatan skill digitalisasi untuk mendorong pelayanan kesehatan yang semakin cepat dan efisien. Bagaimana pelayanan makanan bergizi yang semakin cepat dan berkualitas, sistem rujukan yang semakin cepat dan atau inovasi pengukuran kualitas air minum,” papar Aminuddin.

“Mereka yang memiliki skill dan kompetensi yang memadai yang dapat  bersaing dalam pasar terbuka ini, termasuk dalam bidang pelayanan kesehatan,” tandasnya.

Jumlah peserta yudisium FKM Unhas periode Desember 2018 ini sebanyak 102 orang. Terdiri dari S1 Kesmas 24 orang, S1 gizi 27 orang, S2 Kesmas 46 orang dan S3 Kesmas sebanyak lima orang.

Acara yudisium ditutup dengan sesi foto bersama antara peserta yudisium dan para dosen, staf pegawai dan pimpinan jurusan dan fakultas kesehatan masyarakat. (FP)

BSLT BEM FKM Unhas Ditutup oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Basic Student Leadership Training (BSLT) bagi mahasiswa baru angkatan 2018 yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) ditutup oleh Dekan FKM Unhas yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan, Prof Sukri Palutturi, SKM., MKes., MSc PH, PhD.

Kegiatan BSLT tersebut dilaksanakan pada hari Jumat sampai Minggu, 14-16 Desember 2018. Tema BSLT  tahun ini adalah “Intensifikasi Kapabilitas, Meretas Peliknya Fenomena Kesmas”. BSLT merupakan tahap terakhir pengkaderan ditubuh KM FKM Unhas yang diikuti oleh 227 peserta. Kegiatan ini berlangsung di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Makassar yang berlokasi di jalan Antang Raya Makassar.

Aryangga Pratama selaku Presiden BEM FKM Unhas menjelaskan, tujuan dari BSLT adalah untuk meningkatkan sikap kepemimpinan peserta, penguatan wacana dalam melihat realitas sosial yang ada serta melatih peserta untuk turut menyikapi fenomena.

Adapun materi dan pemateri yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah para aktivis pada masanya yaitu materi Filosofi Pemimipin oleh Muhammad Ruslan, SKM; Wajah Kampus Hari Ini oleh Nurfadillah, SKM; Gerakan Mahasiswa Kesmas oleh Batari Dwi Ramadhani, SKM; materi Bedah Film oleh Jordan Tirto Sumule; materi Konstitusi oleh Wilda Amrah.

Materi lainnya adalah tentang Persidangan oleh Ain Widyani Surgawi; Kesekretariatan oleh Nurul Novi Pratiwi dan Tafsir Tujuan oleh Aryangga Pratama.

Aryangga berharap para  mahasiswa baru dapat memahami dan mengimplementasikan setiap materi yang telah diberikan. (FP)

IGI Deli Serdang Gelar Workshop Sagusampe

0

Deli Serdang, FajarPendidikan.co.id – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Deli Serdang menyelenggarakan Workshop Satu Guru Satu Media Penyimpanan (Sagusampe), Minggu 16 Desember 2018 bertempat di Aula SMA Negeri 1 Tanjung Morawa.

Workshop dibuka oleh Ketua IGI Kabupaten Deli Serdang, Rita Andriani Sitorus, SSos dan sebagai pelatih dipercayakan kepada, Drs H Muliadin Harahap, MM yang juga Ketua IGI Sumatera Utara dibantu oleh para mentor Sagusampe, Abdi Eka Tarigan, Kartini Kapadia Br. Sembiring dan Muhammad Irwan Nasution.

Ketua IGI Kabupaten Deli Serdang dalam sambutannya mengatakan bahwa siapa yang mengajar, jangan pernah berhenti belajar. “Bapak Ibu guru yang telah sudi meluangkan waktunya di hari libur seperti saat ini, untuk hadir mengikuti workshop merupakan guru-guru pembelajar yang hebat,” katanya disambut tepuk tangan para guru yang hadir.

Lebih lanjut, dikatakannya, sebelum workshop dilaksanakan, IGI Kabupaten Deli Serdang telah beraudensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang beserta jajarannya. Dimana dari hasil audensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam hal ini, dinas pendidikan berkomitmen untuk mengagendakan Workshop Satu Guru Satu Media Penyimpanan ini bagi 1000 guru yang ada di Deli Serdang di tahun 2019 yang akan datang.

Materi yang disampaikan dalam workshop ini berupa pemanfaatan cloud storage yaitu teknologi penyimpanan data digital yang memanfaatkan server virtual sebagai media penyimpanan. Metode ini memiliki sejumlah keunggulan, antara lain: data dapat diakses kapanpun dan dimanapun, data yang disimpan bisa untuk semua jenis file (dokumen, foto, video, dsb), bisa di akses melalui PC, Laptop, Tablet, Smartphone dan dapat di share ke orang lain.

Workshop dilaksanakan dengan cara tatap muka di 16 Desember 2018 dan dilanjutkan dengan kegiatan tugas-tugas dan bimbingan online mulai 17 hingga 22 Desember 2018.

Setelah mengikuti workshop, Ketua IGI  Kabupaten Deli Serdang berharap nantinya para guru mulai beralih ke cloud storage dan tidak lagi bergantung hanya kepada flashdisk, harddisk external, CD dan memory dalam menyimpan file file penting yang berkaitan dengan tugasnya sebagai guru dan file-file lainnya.(Rls)

 

 

IGI Tamiang Latih Guru Sagusaka

0

Aceh Tamiang, FajarPendidikan.co.id – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Aceh Tamiang melatih guru Sagusaka (Satu Guru Satu Koreksi LJK Berbasis Android). Kegiatan yang diikuti 106 guru jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK se-Kabupaten Aceh Tamiang ini berlangsung di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang pada Minggu, 16 Desember 2018.

Ketua Panitia, Ahmad Mersyal dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan Sagusaka bertujuan untuk melatih guru memeriksa LJK secara cepat, tepat dan efisien berbasis TIK. Tingginya minat peserta mengikuti kegiatan ditandai dengan membludaknya pendaftar yang mencapai 106 orang, sementara awalnya hanya berkapasitas 50 orang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang yang diwakili Kabid GTK, Drs Muhammadsyah saat membuka kegiatan mengucapkan terima kasih kepada IGI Aceh Tamiang yang telah banyak membawa perubahan di dunia pendidikan Aceh Tamiang. Ia menegaskan bahwa undang-undang guru dan dosen menjelaskan organisasi profesi guru bukan hanya menampung aspirasi guru saja tetapi bekerjasama meningkatkan mutu pendidikan.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab dinas pendidikan. Kegiatan yang dilakukan IGI Tamiang sudah sesuai dengan fungsi organisasi profesi dan sangat membantu tugas dinas pendidikan,” jelas Muhammadsyah.

Lebih lanjut, Muhammadsyah mengaskan bahwa, IGI saat ini dimana-mana terus bergerak melakukan perubahan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Ia juga mengapresiasi antusiasme guru dalam mengikuti kegiatan Sagusaka. Kegiatan ini sangat bermanfaat mengikuti perkembangan zaman. Bahkan ia meminta Ketua IGI untuk memberi laporan sekolah mana saja yang tidak mengirim peserta mengingat kegiatan ini sangat penting.

Pada kesempatan yang sama, Ketua IGI Aceh Tamiang, Hadi Firmansyah mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang atas dukungan selama ini kepada IGI. Mulai dari launching buku karya sagusaku saat HGN maupun kegiatan lain yang selalu didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang.

Coach nasional sagusaka, Jon Darmawan, SPd., MPd sangat terharu melihat antusiasme peserta yang rela datang dari daerah pelosok untuk mengikuti kegiatan sagusaka meskipun hari libur. Kepuasan coach semakin nyata saat peserta mampu mengaplikasikan semua ilmu yang diterima. “Saya berharap ilmu yang diperoleh dapat dibagikan kepada sesama guru lainnya di sekolah,” harapnya.(Rls)

IGI Jakarta Selatan Tampil di Festival Film Pendek Bondowoso 2018

0

Jakarta, FajarPendidikan.co.id – Bercerita lewat film. Begitu, biasanya film dokumenter diibaratkan. Film dokumenter dibuat untuk menyampaikan fakta yang senyata-nyatanya dan disertai data yang akurat. Lalu bagaimana dengan film pendek? Ini menjadi pehatian khusus IGI Jakarta Selatan (Jaksel) dalam memberikan pelayanan kepada guru lainnya agar bisa melakukan pendekatan kepada generasi milenial secara lebih atraktif dan dinamis, sehingga harapannya para guru semakin andal dan terampil dalam pemanfaatan TIK dan menjawab tantangan zaman now.

Kenyataan, fakta, dan data. Ketiga hal tersebut jadi penting adanya dalam pembuatan film apa pun. Dan IGI Jaksel berusaha melakukan ketiga hal di atas dengan pendekatan sedekat-dekatnya. Baik kepada guru pada saat event Lomba Film Pendek 2018 IGI Jaksel yang diselenggarakan pada bulan November 2018 di SMA Pangudi Luhur waktu yang lalu atau di saat ajang Lomba Film Pendek Bondowoso (LFPB) 2018.

Nah, yang menjadi Pe-eR itu kini bagaimana cara mengawinkan ketiga hal itu. Yang sayangnya, mau tidak mau, suka ataupun tidak, prosesi kawin-mengawinkan tersebut musti dilakukan jika ingin membuat sebuah film dokumenter yang kece (baca: menarik).

Langkah konkret yang dilakukan IGI Jaksel dalam memecahkan masalah di atas adalah dengan membuat banyak pendekatan dan langkah yang sebisa mungkin efektif dan efisien. Salah satu langkah yaitu dengan banyak menggali info mengenai dunia pembuatan film pendek hingga mengikuti proses/alur saat lomba di banyak even yang diadakan di luar IGI dan dunia guru.

Festival Film Pendek Bondowoso yang pada tahun 2018 ini menginjak tahun ketiga diadakan. Even rutin untuk menggali dan mengapresiasi sineas muda dalam wadah kompetisi tingkat Nasional menjadi salah satu kegiatan yang perlu diikui oleh IGI Jaksel. Karena selain bertaraf Nasional, Bondowoso dan daerah Jawa Timur lainnya memiliki potensi sebagai “juara langganan” dalam lomba film pendek.

Tak hanya menjadi tamu undangan di event FFPB 2018,  IGI Jaksel ikut berperan aktif dalam mengisi acara yaitu menampilkan pembacaan puisi berantai yang digawangi oleh Suamah, Azijah dan Asro. Penampilan trio IGI Jaksel ini makin berwarna dengan sapuan pembuka Andya, lakon pembantu dari bu hilwah dan putranya. Sontak ini menjadi warna baru dalam pengisi acara Malam Penganugerahan  FFPB 2018 yang berlangsung di GOR Pelita, Bondowoso.

“Riset, riset, dan riset,” Begitu kata Mas Rizky selaku Juri dari pihak PUSTEKKOM coba menjawab. Dan, ternyata, para praktisi film dokumenter pun sepakat.

Ini merupakan suatu kebanggaan bagi IGI Jaksel tampil di malam Penganugrahan Film Bondowoso, yang di pimpin oleh Arif Firmansyah (guru SMKN 1 Bondowoso) selaku ketua panitia, acara ini juga di hadiri oleh wakil bupati Bondowoso Irvan Bakhtiar , MM. Serta Dinas pariwisata,  dukungan dari wakil bupati serta dinas pariwisata merupakan angin segar bagi FFPB.

“Yah, memang nggak gampang membuat film dokumenter. Butuh akurasi dan data yang maksimal. Oiya, dan kejujuran mengungkapkan cerita tersebut ditambah selalu bersemangat saat membuatnya menjadi nilai tambah,” ucap Arif.(Rls)

Dukung SRA, IGI Sulsel Dapat Penghargaan dari Menteri PPPA

0

Bandung, FajarPendidikan.co.id – Salah satu penghargaan kategori yang diperebutkan dalam acara penganugrahan kabupaten/kota layak anak isu perempuan dan anak oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Prof Yohana Susana Yembise yaitu, kategori lembaga masyarakat pendukung aktif sekolah ramah anak (SRA).

Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulsel dan IGI NTB, dinilai punya peran sehingga pantas menyabet penghargaan kategori tersebut dan piagam penghargaan diterima langsung oleh Abdul Wahid Nara sebagai Ketua IGI Sulsel dan Ernawati, Ketua IGI NTB, Minggu, 16 Desember 2018 di Sasana Budaya Ganesa ITB Bandung didampingi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Menurut Yohana, acara penganugrahan kabupaten/kota layak anak isu perempuan dan anak adalah cross cutting issues dan melebur disetiap lini pembangunan. Untuk memecahkan berbagai permasalahan yang terkait dengan perempuan dan anak tentunya dibutuhkan koordinasi yang kuat dari semua pemangku kepentingan yang ada, mulai dari pemerintah sampai ke masyarakat. “Tak mungkin kementrian PPPA yang kerja sendiri, harus semua pihak,” katanya. “Termasuk lembaga masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, ketua IGI Sulsel menjelaskan jika peran guru dalam mensukseskan sekolah ramah anak sangat besar sehingga organisasi guru mesti mendorong anggotanya dalam mensukseskan SRA tersebut.

“Kita berharap agar generasi bangsa  Indonesia didik dengan baik, cerdas dan penuh keramahan sehingga generasi kita lahir dan mampu membesarkam bangsa ini,” jelas Wahid Nara  yang juga mantan ketua BEM UNM ini.

Menurutnya, kekerasan terhadap anak bisa terjadi jika di sekolah tidak dilakukan pembiasaan bertindak ramah kepada anak. “Guru harus tampil digarda terdepan dalam melahirkan generasi yang siap membesarkan bangsa ini,” ucapnya.

Dalam kegiatan penganugerahan tersebut dihadiri ribuan undangan dari berbagai kalangan pejabat, anak-anak, perempuan yang diselingi dengan penampilan tari musik dan lagu dari siswa maupun band papan atas.(Rls)