Beranda blog Halaman 3392

Pemilik 52 Gelar Nonakademik ini Berbagi Pengalaman Tentang Manajemen Waktu

0

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Master trainer NNLP membuat peserta melek akan pembahasan tentang sugesti diri untuk perbaikan manajemen diri di kafe kece badai yaitu Cafeteria 99, Pasar Segar, Makassar.

Komunitas Pecandu Aksara mengundang Risman Aris sebagai pemateri untuk mengisi kelas Self Management pada 25 November 2018 mulai pukul 21.35 hingga 22.30.

Belasan peserta fokus dengan penyampaian yang diberikan oleh President RAA.

Pemilik 52 gelar nonakademik, Risman berbagi pengalaman tentang bagaimana melakukan self management seperti Hipnosis untuk memprogram pikiran bawah sadar seseorang.

“Kedua Reframing bagaimana merubah sudut pandang dengan hitungan detik agar lebih mampu management emosi negatif,” lanjut pria kelahiran Sidrap.

Owner The Indonesian Teaching of Mind Tecnology juga menambahkan yang ketiga melakukan time management berupa skala prioritas.

“Dan juga memahami bagaimana manusia berfikir dan bertindak melalui Neuro-Linguistic Programming,” tambah Risman.

“Untuk merilekskan diri sugesti diri sendiri selama semenit mulai dari kepala, tenggorokan, lengan-tangan, badan, paha, betis dan kaki. Katakan sekarang istirahat dan ketika mata terbuka di pagi hari akan segar kembali,” pungkas alumni Kesehatan Masyarakat Unhas, Risman Aris.

Penulis/Citizen Jurnalis: Azimah Nahl (Anggota Pecandu Aksara)

Pangkep Replikasi Kelas Perahu Keseluruh Pesisir Kecamatan Kepulauan

0

Pangkep, FajarPendidikan.co.id– Setelah sukses mengantarkan Program Kelas Perahu hingga ke level 40 tingkat nasional, kini Pemkab Pangkep, tengah merancang program replikasi ke seluruh pesisir pulau yang ada di wilayahnya, dengan tujuan penuntasan wajib belajar 12 tahun, diskusi tersebut dilaksanakan di Kafe Logos, Senin, 26 November 2018.

Education Manejer Kompak, Nurman Siagian, M.A, dalam kesempatan tersebut, mengatakan, peran serta penggagas Inovasi kelas perahu sementara menyusun draf replikasi kelas perahu, sebagai upaya pengembangan sistem replikasi terarah yang lebih baik untuk di terapkan di seluruh kepuluan Pangkep.

“saat ini, kita sementara membangun Pondasi, bagaimana siswa yang ada di kepulauan, tidak putus sekolah walau dia, tidak secara formal ikut belajar dalam bangunan sekolah, hal ini sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat pulau agar tetap mencintai alamnya, menghargai kearifan lokal yang ada di wilayahnya,”Kata Ibu Nurman.

Menurut Ibu Nurman, Kegiatan diskusi Kelompok terarah untuk replikasi kelas perahu yang di lakukan saat ini, akan melahirkan struktur yang lebih jelas di lapangan, sehingga, memudahkan dalam mendapatkan data dan sistem owngangharan kedapannya.

Dia berharap, Inovasi kelas perahu ini jangan sampai putus, harus berjalan dengan metode pelaksanaan yang lebih inovatif, ini adalah inapirasi anak bangsa yang sangat mendukung program pemerintah pada dunia pendidikan.

Sementra, Inisiasi dan pelopor kelas perahu, Ibu Rukmini, mengatkan Dinas pendidikan sementara menjaring informasi kelas perahu di semua kecamatan Kepulauan, dengan upaya dapat melahirkan replikasi yang lebih sempurna dengan yang sudah ada.

“Kami, sementara mencari solusi dari tantangan yang ada saat ini, untuk menciptakan sebuah data yang kongkrit, dan melahirkan capaian yang ter arah dengan data yang kita miliki,”terang Rukmini.

Dia berharap, kedepannya replikasi kelas perahu dapat membantu orang tua dan siswa itu sendiri dalam mencari nafkah kemudian tetap berskolah dengan mengikuti kondisi alam yang ada di wilayahnya.

Repoter: Adhan

Persakmi Sulsel Gelar Pelatihan Amdal Dasar

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Sulsel menggelar Pelatihan Amdal Dasar. Kegiatan yang telah berlangsung selama tiga hari, 23-25 November 2018 ini dipusatkan di Hotel Jolin, Jl Pengayoman No 7, Masale, Panakukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Peserta tidak hanya memperoleh materi di kelas, tetapi peserta  juga melakukan kunjungan lapangan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Demikian dilaporkan oleh Ketua panitia, Muliana, SKM., MKes.

“Pelatihan tersebut diikuti oleh utusan dari berbagai provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua Barat. Masing-masing peserta berasal dari instansi yang berbeda yaitu dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, dan Badan Lingkungan Hidup,” jelas Muliana (26/11).

Narasumber utama pelatihan ini adalah Prof Dr Anwar Daud, SKM., MKes. Ia menyampaikan bahwa tujuan dari pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan maupun perusahaan bagaimana pengelolaan amdal di rumah sakit, PKM dan perusahaan. Pelatihan tersebut ditutup oleh Ketua Persakmi Sulsel, Prof Sukri Palutturi, PhD.(Rls)

 

Editor: Ibhel

Usia 36 Tahun, FKM Unhas Raih Segudang Prestasi

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Minggu, 25 November 2018, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) merayakan puncak acara sebagai bagian dari rangkaian kegiatan dies Natalis yang ke-36.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Jumriani, SKM., M Kes., beberapa kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka memeriahkan dies natalis diantaranya, FKM Unhas peduli Palu, Seminar JKN dan pembiayaan kesehatan, Bedah buku, Launching Gerakan FKM Unhas menghafal Alquran dan sholat berjamaah, Training GIS, Kuliah tamu dalam dan luar negeri, Workshop analisis risiko kesehatan lingkungan, Pengabdian masyarakat di Takalar dan Mimika dan Penandatanganan MoU.

Sementara itu, Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam, SKM., MKes., M Med Ed., dalam sambutannya menyebutkan prestasi-prestasi yang telah diraih FKM Unhas. “FKM telah mencatat prestasi dibidang akademik, sarana dan prasarana dan kemahasiswaan, pada masanya masing-masing mulai dari Prof dr Siradjuddin BM, SKM sampai Prof Dr drg Andi Zulkifli, MKes. Saya ini dekan ke-10 dan belum banyak berbuat,” katanya merendah.

Meskipun demikian, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA., justru memiliki pandangan lain bahwa FKM ini termasuk fakultas favorit di Unhas, telah mencatat prestasi  yang gemilang.

“Blended learning yang dibuat di FKM pertama di Unhas, persiapan akreditasi laboratorium juga pertama di Unhas, jumlah scopus dan h indeks yang tinggi Fkm Unhas juga berada di papan atas dan yang terakhir hari ini, FKM Unhas dapat melakukan penandatanganan MoA dengan rumah sakit di Sulawesi dan beberapa di Kalimantan,” tutur Prof Dwia.

“Itu artinya, sarana bukan soal. Orang bisa berprestasi karena motivasi dan komitmen yang tinggi,” pungkasnya.

Pada agenda dies Natalis tersebut juga menghadirkan para pendiri FKM Unhas atau diwakili keluarganya. Prof Nasri sebagai salah satu pendiri menyampaikan terima kasih kepada semua staf dosen, pegawai dan mahasiswa. “Jaga kekompakan tersebut, itulah kunci kesuksesan tersebut,” pesan Prof Nasri.

Acara diakhiri dengan penyerahan hadiah dan doorprise dan acara hiburan. (FP)

Kawasan Perdesaan Sehat Menjawab Persoalan Stunting di Sulawesi Selatan

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr dr H Bachtiar Baso, M Kes., memiliki segudang inovasi dalam memajukan pembangunan kesehatan di Provinsi Sulawesi Selatan.

Setelah berhasil melakukan penandatanganan MoU dengan dekan kesehatan se Unhas meliputi fakultas kedokteran, fakultas kesehatan masyarakat, fakultas kedokteran gigi, fakultas farmasi dan fakultas keperawatan beberapa waktu yang lalu saat upacara hari kesehatan di rumah jabatan Gubernur Provinsi Sulsel, Bachtiar juga merancang sebuah program kawasan perdesaan sehat di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros.

Demikian catatan singkat dalam diskusi santai yang berlangsung di Hotel Grand Puri Tamalanrea dekat BTP Makassar, Minggu 25 November 2018.

Menurut Bachtiar, diperlukan kolaborasi masalah kesehatan. “Dinas kesehatan hanya mampu dan memiliki kewenangan untuk menyelesaikan masalah kesehatan tidak lebih dari 30 persen, termasuk masalah Stunting. Sekitar 70 persen masalah kesehatan berada di luar dari sektor kesehatan. Karena itu, keterlibatan sektor lain sangat diperlukan misalnya dinas pertanian, dinas peternakan, tata ruang dan sebagainya,” ungkapnya.

Dalam konsep ini, sambungnya, upaya promotif dan preventif dimaksimalkan misalnya, penempatan satu desa satu sarjana kesehatan masyarakat (SKM) untuk memantau masalah kesehatan pada wilayah tersebut atau satu student satu family bagi mahasiswa kedokteran untuk memantau masalah gizi ibu hamil dan sebagainya.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut Prof Dr dr Wardihan Sinrang, MS, SP And; Prof Dr Eng Dadang Ahmad Surimihardja, MEng; Prof Sukri Palutturi, SKM., MKes., MSc PH, PhD; Hasbullah, SKM., MKes., dan drg Fuad Husain Akbar, MKes., PhD.

Prof Wardihan yang merupakan guru besar kedokteran Unhas setuju dengan konsep perdesaan sehat di Tompo Bulu. Menurut Prof Wardihan, Tompo Bulu adalah sebuah perdesaan yang cukup dekat dengan perkotaan. “Dengan posisi yang dekat dengan Kota Makassar, penyakit menular ataupun tidak menular dapat terjadi karena transisi yang berada diperbatasan wilayah yang menyebabkan perilaku masyarakat mengalami pergeseran,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, guru besar FKM Unhas dengan kepakaran Healthy Cities, Prof Sukri Palutturi, menambahkan bahwa, perdesaan sehat memiliki kesamaan konsep dengan Healthy Cities tetapi dalam ukuran wilayah yang lebih mikro.

“Desa sehat perlu dikembangkan dalam pengertian yang lebih luas. Stunting dapat ditangani dengan pendekatan ini karena konsep perdesaan sehat tidak hanya menyelesaikan masalah kesehatan dalam pengertian penyakit tetapi juga melihat masalah kesehatan pada tingkat populasi dan setting,” jelas Prof Sukri.

Oleh karena itu, lanjutnya, kemitraan antar sektor pada semua lini serta dukungan pemerintah daerah merupakan kunci.(Rls)

 

Editor: Ibhel

Persakmi Sulsel Gelar Pelatihan Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit dan Puskesmas

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Sulsel menggelar Pelatihan Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit dan Puskesmas.

Kegiatan yang telah berlangsung selama tiga hari 23 – 25 November 2018 ini, dipusatkan di Hotel Jolin, Jl Pengayoman No 7, Masale, Panakukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut Prof Dr Anwar Daud, SKM., MKes., sebagai narasumber utama mengatakan bahwa, selain memperoleh materi di ruangan, peserta juga melakukan kunjungan lapangan pada hari Minggu 25 November 2018 yang akan dipusatkan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Lebih lanjut dilaporkan bahwa Pelatihan pengelolaan limbah medis rumah sakit dan puskesmas tersebut diikuti oleh utusan dari berbagai provinsi seperti Sulawesi selatan, Sulawesi tengah, Maluku dan Papua Barat. “Peserta berasal dari masing-masing instansi yang berbeda yaitu perusahaan, puskesmas dan rumah sakit. Adapun Tujuan dari pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan maupun perusahaan bagaimana pengelolaan limbah medis di rumah sakit, PKM dan perusahaan,” tutupnya.(Rls)

Editorial Tabloid Fajar Pendidikan Edisi 303: Bijak Sikapi Isu Penculikan Anak

0

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Masyarakat Indonesia sedang dihebohkan dengan isu penculikan anak selama beberapa pekan terakhir. Isu ini semakin menghebohkan, sebab anak yang diculik akan dijual (trafficking) untuk diambil organ tubuhnya, baik hati , mata, ginjal, maupun organ tubuh lainnya.

Meskipun isu ini telah mencemaskan dan meresahkan masyarakat, namun aparat keamanan belum dapat mengungkapkan kebenarannya hingga saat ini. Oleh karena itu, kecemasan dan keresahan masyarakat hendaknya tidak berlebihan hingga mengganggu ketenangan dan kenyamanan sosial.

Masyarakat diharapkan tidak mencurigai seseorang sebagai pelaku penculikan anak, hendaknya jangan menyebarkan terlebih dahulu sebelum membuktikan kebenarannya. Ini penting dilakukan, agar tidak mencemaskan dan meresahkan msyarakat lain.

Selain itu, pengguna media sosial hendaknya lebih bijak dalam menyebarkan suatu peristiwa. Peristiwa  yang belum dapat dipastikan kebenarannya, hendaknya tidak dijadikan sebagai konsumsi publik.

Masyarakat dituntut untuk selalu melakukan cek dan ricek terhadap berbagai informasi yang diterima. Apalagi, seiring dengan perkembangan media sosial yang begitu mewabah, terus memberikan dampak positif dan negatif bagi pengguna media sosial.

Pada satu sisi, media sosial dapat menjadi saluran informasi yang sangat cepat bagi pengguna media. Namun di sisi lain, media sosial juga menyimpan berbagai informasi bohong (hoaks).

Masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi yang diterima. Artinya, masyarakat harus cerdas dalam menyaring informasi yang diterima. Sebab, tidak semua informasi yang diterima itu sebuah kebenaran.

Selain itu, masyarakat juga tetap waspada. Meskipun sebuah isu, harus dikelola dengan bijak dan arif. Masyarakat perlu terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman penculikan anak setiap saat.

Bagi orang tua, hendaknya terus berkomunikasi intens dengan pihak sekolah. Sekolah sebagai pihak yang mengelola anak-anak memiliki kewajiban untuk menjamin keamanan anak di sekolah.

Kewaspadaan penculikan anak dak hanya dilakukan ketika maraknya isu tersebut. Akan tetapi, anak-anak tetap harus terjaga dari berbagai ancaman, kapan pun. Sebab itu, menyediakan lingkungan yang nyaman dan aman kepada anak-anak merupakan tanggung jawab semua pihak, baik keluarga, masyarakat, aparat keaman- an, maupun pemerintah.

Redaksi;

Pasca Diresmikan, IAIN Bone Akan Gelar Konferensi Internasional

0

Bone, FAJARPENDIDIKANKAN.co.id– Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone akan menyelenggarakan International Conference on Social Sciences and Technology (ICONSITECH) 2018. Konferensi Internasional tersebut akan diselenggarakan di Hotel Arthama Jalan Haji Bau No. 5 Makassar, Sabtu 24-25 November 2018.

Dengan mengusung tema “Transforming Social Sciences and Technology”, konferensi internasional ini menjadi istimewa karena merupakan suatu even internasional yang diselenggarakan oleh satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Bumi Arung Palakka pasca peresmian alih status dari sekolah tinggi menjadi institut tepatnya pada 19 November 2018 yang lalu.

Dr. Muhammad Rusydi, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku General Coordinator of ICONSITECH 2018 dalam rilisnya kepada FAJAR PENDIDIKAN menyatakan bahwa, tema yang diangkat dalam kegiatan kali ini memiliki keterkaitan yang erat dengan visi kelembagaan IAIN Bone, untuk menjadi kampus yang unggul dan humanis sekaligus menjadi lokus kajian ilmu-ilmu keislaman yang lebih responsif terhadap realitas sosial di sekitarnya.

“Sekaligus lebih progresif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang mendudukkan manusia dalam keunggulan yang tidak melupakan sisi humanisnya,” kata Dr. Muhammad Rusydi, Jumat (23/11/2018).

Lebih lanjut Rusydi menyebutkan, dalam konferensi ini akan menghadirkan peneliti, akademisi, praktisi, serta mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia seperti Sulawesi, Jawa, dan Sumatera. Meraka nantinya akan berdiskusi aktif dengan presenter dan peserta aktif dari luar negeri seperti Malaysia, Thailand, Sudan, dan Mesir.

“Ada 37 paper yang lolos proses blind review dari sekian banyak paper yang di-submit melalui easy chair untuk selanjutnya akan diarahkan pada publikasi internasional terindeks,”katanya.

Kegiatan ini, masih lanjut Rusydi, akan menghadirkan beberapa keynote speakers yang dalam hal ini adalah Assoc. Prof. Kamaluddin Nurdin Marjuni, Ph.D. (Universiti Sains Islam Malaysia), Assoc. Prof. Ahmad Sanusi bin Azmi, Ph.D. (Universiti Teknikal Malaysia Melaka), Dr. Syekh Mohammed al-Hosaini Farj, M.A. (Universitas al-Azhar Mesir), serta Dr. Afifuddin, M.A. (UIN Alauddin Makassar).

“Kedatangan Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A., Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, atau pejabat yang mewakili untuk membuka konferensi internasional ini secara resmi masih dalam tahap konfirmasi,” Tambah Muhammad Rusydi.

Reporter: Abustan

Pererat Silaturahmi serta Kebersamaan Melalui Maulid

0

Toraja Utara, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian Toraja Utara Drs Fitra Rusdi menyampaikan kepada seluruh masyarakat Toraja Utara agar selalu menjaga kebersamaan dan bijak dalam bermedia sosial, baca dan cek kebenarannya sebelum memfosting berita di media sosial. Hal tersebut dikatakan Fitra saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW, berlangsung di Masjid Nurul Tagwa Di Bolu Tallunglipu,Kamis, 22/11.

“Melalui Maulid Rasulullah SAW,mari kita tingkatkan toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Tana Toraja dan Toraja Utara,” harap Fitra.

Kegiatan tersebut menyusung tema ” Hikmah Maulid Meningkatkan Keimanan, Mempererat Silaturahmi serta Membangun Kebersamaan”

Salah satu pengurus Masjid Nurul Taqwa, Ustad Rusli Kadir mengatakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah kegiatan rutin dilaksanakan umat Islam.

Khusus memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW maka pihak Panitia Masjid Nurul Tagwa mengundang seluruh umat muslim yang berada di Toraja Utara.

Ustad Rusli melanjutkan, Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar umat beragama. Toleransi dalam beragama perlu untuk terus di terapkan. Junjung tinggi nilai-nilai beragama.

Turut hadir anggota Kodim 1414 Tana Toraja, Pimpinan PWM Sulsel Muhammad Syaiful Saleh, Ketua MUI Tana Toraja dan Toraja Utara , Pimpinan PCNU Tana Toraja dan Toraja Utara, Dewan Masjid Indonesia Sulsel, BKPRMI Toraja Utara bersama umat muslim se kabupaten Toraja Utara.

Reporter : Swi/Ptr

Desiminasi Sekolah Model, SMPN 2 Balusu Juara 1

0

Toraja Utara, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan bekerjasama Dinas Pendidikan Toraja Utara menggelar Pameran Desiminasi Sekolah Model. Pameran desiminasi sekolah model melibatkan dua puluh sekolah terbagi enam SMP dan empat belas SD, berlangsung di SMPN 2 Rantepao, Selasa 13 hingga 14 November 2018.

Kegiatan itu, berlangsung selama dua hari, secara resmi dibuka Kepala Dinas Pendidikan Toraja Utara Hetty MG Dalopis, Selasa 14/11. Pameran tersebut, akan di pilih satu sekolah sebagai pemenang setelah melalui seleksi atau penilaian.

SMPN 2 Balusu di anggap mampu menyediakan segala persyaratan sehingga berhak menyandang sebagai pemenang. Sekolah itu berhak mewakili Kabupaten Toraja Utara pada ajang pameran sekolah model tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada akhir bulan November.

“Selamat untuk Bapak, Ibu guru pegawai jerih payah kita tidak sia-sia, siapkan yang lebih baik ke tingkah Provinsi akhir November nanti,” tutur Kepala SMPN 2 Balusu Tarto Derias Tangkeallo.

Laporan: Patrun