Beranda blog Halaman 3395

PNUP Perkuat Inovasi Penelitian dan Pengabdian Melalui Kerjasama Industri

0

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Selain mengajar, dosen diwajib melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat disekitarnya sebagaimana yang termaktub dalam tridharma perguruan tinggi. Penelitian dan pengabdian yang dilakukan seorang dosen perguruan tinggi harus selalu terjaga kualitas penyelenggaraannya, produk yang dihasilkan, dan bagaimana kontribusinya terhadap kebutuhan masyarakat.

Berangkat dari hal tersebut, Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Ujung Pandang (UPPM PNUP) menggelar Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (SNP2M) 2018 selama dua hari bertempat di Karebosi Condotel (10-11/11). Seminar kali ini mengusung tema “Penguatan Inovasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk Meningkatkan Link and Match dengan Industri”.

Direktur PNUP, Ir Muhammad Anshar MSi Ph D, saat membuka acara SNP2M 2018 menyampaikan rasa apresiasi atas kerja keras panitia pelaksana yang telah merealisasikan kegiatan ini. Tercatat 44 perguruan tinggi dan satu pusat penelitian yang ikut serta dalam SNP2M yang digelar UPPM PNUP ini.

“Seminar nasional ini merupakan forum ilmiah untuk memberi kesempatan kepada para peneliti dan pelaksana pengabdian dari berbagai kalangan/pihak seperti akademisi, industri, dan pemerintah untuk merintis kerjasama yang saling menguntungkan sehingga rutin dilaksanakan setiap tahun oleh UPPM PNUP,” ujar Ir Suryanto M Sc Ph D, selaku Kepala UPPM PNUPdi sela-sela acara.

Selain sangat membantu para dosen dan peneliti untuk meningkatkan kemampuan meneliti, seminar ini sengaja diadakan sebagai salah satu bentuk diseminasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk berbagi pengalaman dan ide-ide inovatif di bidang keteknikan dan sosial sains.

Seminar yang diikuti ratusan peserta se-Indonesia menghadirkan Dr Ir Jumain Appe M Si, yang merupakan Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti dan Sutarno yang menjabat sebagai Senior Manajer SDM PT PLN Sulselbar. Terkait dengan inovasi, Jumain Appe menekankan perhatian pada keluaran perguruan tinggi yang harus yang full skill dengan kualitas yang siap bersaing di era revolusi industri 4.0.

Sementara untuk industri, dirinya berharap agar industri yang bersebaran di berbagai sektor hendaknya meningkatkan daya absorpsi terhadap berbagai teknologi baru yang bermunculan. Sementara itu, keynote speaker Sutarno dari pihak industri lebih banyak memberikan gambaran mengenai industri kelistrikan masa kini dan memberikan motivasi untuk berinovasi demi mengembangkan kehidupan bangsa. (*)

Dugaan Pungli, Orang Tua Siswa SMPN 5 Sa’dan Mengeluh

0

Toraja Utara, FajarPendidikan.co.id – Pungutan liar atau pungli di dunia pendidikan bukan lagi sesuatu hal yang baru. Modusnya pun makin beragam. Ada yang berkedok sebagai sumbangan, adapun yang terang-terangan. Kegiatan tak patut itu cukup meresahkan orang tua siswa.

Seperti halnya, di SMPN 5 Sa’dan  Lembang Sa’dan Ulusalu, Kabupaten Toraja Utara. Di sekolah itu  ada dugaan sekolah melakukan praktik pungutan liar. Sumbernya berasal dari Program Indonesia Pintar  (PIP) 2018. Orang tua siswa pun mengeluhkan dengan adanya pemotongan dana PIP oleh oknum pihak sekolah.

RM salah satu orang tua siswa kepada FAJARPENDIDIKAN.co.id, Selasa (6/11), mengatakan kekecewaan terkait praktik pemotongan dana PIP itu. Ia sangat menyesalkan masih adanya oknum yang menyalagunakan dana yang telah jelas diperuntukan bagi siswa dalam memenuhi kebutuhan kelengkapan sekolah itu.

“Bahkan proses pencairannya pun dilakukan oleh pihak sekolah, sementara buku rekening masih berada di tangan pihak sekolah. Anak saya sebelum tamat,  sudah kelas satu SMA sekarang, hanya menerima bantuan PIP sebesar Rp 150 000,  padahal tertulis di buku rekening Rp 375 000,” tuturnya.

RM melanjutkan, adanya pemotongan dana bantuan siswa oleh pihak sekolah, katanya  untuk biaya penyelesaian ijasah Rp 100.000 dan SKHUN Rp 50.000. ”Lain halnya anak saya  di  kelas VII dan VIII, ia hanya menerima sebesar Rp 650, 000 padahal  tertulis di buku rekening  Rp 750 000. Dan sebelumnya tidak ada kesepakatan ada pemotongan,”  tambahnya.

Menurutnya RM, pihak sekolah tidak komitmen dengan hasil kesepakatan dalam rapat seharusnya menjadikan acuan dalam pelaksanaan.

Ituji kuncinya, kenapa hasil rapat tidak sesuai yang terlaksana, seandainya hasil rapat  yang terlaksana, tidak adaji keributan,” ujar RM dengan nada kesal.

Kepala SMPN 5 Sa’dan  saat akan ditemui di kantornya, tak berada di tempat. “Kepala Sekolah baru-baru keluar, katanya ada urusan,” tutur salah satu guru kepada FAJARPENDIDIKAN.co.id, Selasa (6/11).

Kepala SMPN 5 Sa’dan, Adolfina  Sampewai dihubungi melalui via seluler, Kamis (6/11),  mengatakan dana bantuan PIP untuk kelas IX yang sudah tamat tahun ini sebesar Rp 375, 000 sedangkan kelas VIII sebesar Rp 750,000.

Adanya protes dari orang tua siswa kata Adolfina terjadi karena adanya penyampaian informasi antara orang tua siswa tidak utuh.

“Memang ada orang tua siswa yang komplain, karena tidak pahami dan tidak mengerti yang siswa tamat itu, padahal anak-anak bilang nanti kita sudah terima bantuan baru kita ambil ijasah” tutur Adolfina.

Reporter: Patrun

Memprihatinkan, Beginilah Kondisi Bangunan SDN 9 Rantebua Toraja Utara

0

Toraja Utara, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pemerintah Kabupaten Toraja Utara melalui Dinas Pendidikan Toraja Utara gencar melakukan perbaikan gedung sekolah. Hal itu dilakukan sebagai komitmen pemerintah dalam memenuhi pelayanan standar pendidikan tak terkecuali sekolah yang berada di pelosok desa.

Di tengah keseriusannya, ada gedung sekolah belum tersentuh dan nyaris terlupakan, padahal kondisi bangunan ruang kelas sangat memprihatinkan.

Sekolah itu adalah SDN 9 Rantebua Toraja Utara. Sekolah ini memiliki ruang kelas berdinding papan yang telah termakan usia.

Atap dan lantainya begitu memprihatinkan. Kondisi itu makin diperparah saat musim hujan datang. Atap yang bolong membuat air hujan menembus ke dalam kelas, tiupan angin kencang menembus sela-sela dinding papan berlubang membuat siswa tidak nyaman belajar.

Kepala SDN 9 Rantebua Sulaiman Siang saat dihubungi mengatakan, ada satu unit
ruang kelas darurat berdinding papan di sekolahnya. Ruangan itu ditempati siswa kelas dua dalam proses belajar tiap hari.

“Meski kondisi bangunan itu memperihatinkan namun karena keterbatasan ruangan kelas maka pihak sekolah terpaksa menggunakan kelas itu untuk kegiatan belajar,”  kata Sulaiman Siang.

Reporter: Patrun

Guru Besar FKM Unhas Urai Healthy Cities dalam Konteks Local wisdom

0

Baubau, FajarPendidikan.co.id – Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof Sukri Palutturi, PhD menjadi narasumber pada seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau, Sabtu 10 November 2018.

Prof Sukri mengurai Healthy Cities (kota sehat) dalam konteks Local wisdom (kearifan lokal). Secara global, dari sebelas indikator yang ditetapkan oleh WHO, salah satu ukuran yang disebut kota sehat adalah kota ya bisa menghargai budaya yang ada dalam wilayah tersebut, bukan hanya karena kota bersih, aman, pemenuhan tempat tinggal bahkan status kesehatan yang baik.

“Di Indonesia pun, kota sehat yang berhubungan dengan faktor budaya diatur dalam tatanan pariwisata sehat yang ditangani oleh Dinas Pariwisata. Pariwisata sehat ini terdiri dari beberapa indikator misalnya tersedianya tempat-tempat wisata, hotel sehat, rumah makan sehat, jumlah wisatawan, tersedianya jaminan kesehatan bagi wisatawan dan sebagainya. Aspek-aspek budaya lokal diatur dalam tatanan ini dan harus dijaga dan dilestarikan,” jelas Prof Sukri.

Pembicara lainnya dalam seminar ini adalah Dr. Andi Asrina, SKM, M.Kes. Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia. Seminar ini diwakili oleh WR 1 dan 3 Universitas Dayanu Ikhsanuddin serta Dekan dan staf dosen FKM. Kurang lebih 200 orang yang hadir pada seminar ini.[Rls]

Yayasan Hadji Kalla Gandeng FKM Unhas Adakan Program Kampung Sehat

0

Enrekang, FajarPendidikan. Co. id – Yayasan Hadji Kalla menggandeng FKM Unhas dalam Program Kampung Sehat : Percepatan Penanggulangan Stunting Berbasis Desa di Desa Langda, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari, 7 hingga 8 November 2018. Berlangsung di Lantai Dasar Mesjid Desa Langda, pelatihan ini dihadiri oleh ibu Penggerak PKK, Kader Posyandu, perwakilan pemuda Desa Langda,  Remaja Mesjid Desa Langda, Perangkat Desa, Perwakilan Puskesmas Buntu Batu, dan perwakilan Guru TK.

Hari pertama pelatihan dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengetahui respon dan kepekaan masyarakat, terutama pemuda dan remaja mesjid untuk sadar akan permasalahan gizi dan kesehatan di desa. Hari kedua, pelatihan diisi dengan materi pengorganisasian masyarakat, sosialisasi tentang pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan, dan pelatihan skrining (temu kenali) ibu hamil anemia, remaja putri kurang gizi serta balita stunting.

Dalam materinya berjudul “Pengorganisasian Masyarakat”, Dr Aminuddin Syam, SKM.,M.Med.,Ed selaku dekan FKM Unhas mencoba menyemangati pemuda desa dan remaja mesjid Desa Langda dengan kutipan ayat Al-Qur’an. Menurut Aminuddin, remaja mesjid di Desa Langda sangat potensial untuk menjadi motor penggerak di daerahnya, khususnya dalam hal gizi ibu dan anak. Ia juga mengajarkan tentang bagaimana manajemen organisasi masyarakat, mencari mitra, serta memanfaatkan sumber daya yang ada di daerah.

Sementara itu, Ketua Prodi Ilmu Gizi, Dr dr Citra Kesumasari, M.Kes.,SpGK,membawakan materi yang lebih membahas kepada aspek kesehatan dan gizi ibu dan anak. Melalui materinya, Citra membangun kesadaran seluruh elemen masyarakat tentang pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam intervensi stunting. “Dalam hal menangani stunting dapat dilakukan dengan pendekatan empat cara yaitu : praktek pengasuhan, pelayanan Antenatal Care, Akses makanan bergizi dan akses air bersih. Terakhir, Citra mengajarkan skrining atau temu kenali tanda-tanda ibu hamil anemia, remaja putri KEK, serta balita stunting,” jelasnya.

Berdasarkan data Penilaian Status Gizi tahun 2017, prevalensi balita stunting di Kecematan Buntu Batu adalah 25 persen, peringkat pertama tertinggi diantara seluruh kecamatan di Kabupaten Enrekang. Hasil Riskesdas Tahun 2013 juga menyebutkan Kabupaten Enrekang adalah satu-satunya Kabupaten yang masuk dalam 100 Kabupaten dengan prevalensi Stunting tertinggi di Indonesia.

Hal inilah yang mendorong Yayasan Hadji Kalla menjalankan Program Kampung Sehat : Percepatan Penanggulangan Stunting Berbasis Desa di Desa Langda, Kabupaten Enrekang, dan membentuk MoU dengan FKM Unhas untuk membantu program ini. Untuk program selanjutnya, masyarakat Desa Langda diharapkan dapat berinisiatif untuk membentuk klinik remaja dan pertemuan rutin setiap minggu untuk mendampingi program penanganan stunting ini, telah disediakan pula alat antropometri untuk kebutuhan skrining, disamping itu juga ditempatkan sarjana pendamping lulusan Program Studi Ilmu Gizi untuk mendampingi selama program tersebut berlangsung.[Rls]

Mahasiswa FKM Unhas Ikut Magang Perkuat Skill Pengendalian Resiko Lingkungan

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Mahasiswa Kesehatan Lingkungan (FKM) Unhas magang di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Makassar sejak tanggal 3 September 2018 sampai 5 November 2018. Kegiatan magang ini ditutup dengan seminar hasil magang di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Makassar. Kamis, 8 November 2018.

Seminar hasil magang yang dilakukan untuk memaparkan hasil kegiatan magang yang telah mahasiswa  lakukan dan juga sebagai momentum untuk saling berdiskusi dan mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.

Kegiatan seminar ini, selain dihadiri mahasiswa yang magang, juga dihadiri oleh  Kepala Bagian, Kepala Bidang, kepala seksi, staf pegawai KKP, serta dihadiri juga supervisor dari kampus.

Dalam sambutannya, Muh Fajaruddin Natsir, SKM.,M.Kes, supervisor sekaligus dosen FKM Unhas, menjelaskan bahwa kegiatan magang  ini merupakan mata kuliah wajib dan sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena dapat menambah pengalaman di dunia kerja dan sekaligus dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan.

“Tujuan dari magang ini kita berharap agar mahasiswa dapat merasakan langsung bekerja pada suatu intitusi, mendapatkan pengalaman kerja, dan juga mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan dibangku perkuliahan,” jelas Fajar.

“Pengalaman magang di tempat ini, sangat bermanfaat bagi mahasiswa, karena bisa menambah skill mereka mengenai pengendalian resiko lingkungan, yang merupakan sklill yang penting untuk dimiliki sarjana kesehatan lingkungan,” tambahnya.

Dalam seminar magang ini, mahasiswa memaparkan kegiatan yang telah mereka lakukan selama magang berupa kegiatan pokok dalam hal hygiene, sanitasi dan pengendalian vektor binatang penular penyakit yang meliputi pengambilan dan pemeriksaan sampel makanan, pengambilan dan pemeriksaan air, pemeriksaan sanitasi kapal, trapping, identifikasi pinjal, pemasangan racun tikus, survey jentik Anopheles dan Aedes aegypti, inspeksi TPM, inspeksi visual kecaok dan pemantauan kepadataan lalat.

Selain itu juga, kegiatan mahasiswa magang ini juga turut berpartisipasi membantu korban bencana dari Palu, Sulteng  yaitu melalui pemeriksaan sampel makanan untuk korban bencana alam dan pencatatan data pengungsi di Landasan Udara Posko Galaktika.

Pihak KKP sendiri sebagai institusi tempat magang sangat mengapresiasi mahasiswa magang, dan berharap ini bisa berkesinambungan.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Unhas yang memilih KKP menjadi salah satu tempat magang mahasiswa karena kehadiran mahasiswa bisa membuat warna baru di KKP, dan kami berharap ini berkesinambungan,” Kata Nirwan SKM., M.Kes, Kepala Bagian Tata Usaha KKP Makassar.

“Kehadiran mahasiswa magang bukan beban institusi, tetapi bisa memperluas cakupan kerja institusi, dan membantu kerja-kerja staf dan pegawai,” tutup Nirwan. (FP)

 

Kader LKIM-PENA Unismuh Lakukan Penelitian Pelestarian Budaya

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Satu tim kader LKIM-PENA Unismuh telah melakukan pengujian media pembelajaran GARUDAKU yang dilaksanakan pada Rabu, 07 November 2018 di SMP Unismuh Makassar.

Penelitian tersebut berjudul “Garudaku: Inovasi Pelestarian Budaya Nusantara Berbasis Cultural Maps menuju Indonesia Emas 2045” merupakan penelitian yang sementara ini melalui tahap implementasi. “Adapun yang menjadi sampel pada tahap implementasi penelitian ini adalah SMP Unismuh Makassar,” terang Afia selaku ketua tim.

Media pembelajaran GARUDAku merupakan media pembelajaran berbasis cultural map yang dirancang dengan maksud untuk melestarikan kebudayaan nusantara. Media ini merupakan perancangan aplikasi yang memuat konten maupun fitur-fitur perkenalan kebudayaan yang ada di Indonesia, di antaranya: rumah adat, pakaian tradisional, tari tradisional, dan kebudayaan lainnya.

“Tahap pelaksanaan media ini diawali dengan identifikasi masalah. Hasil identifikasi masalah menunjukkan bahwa sebagian besar siswa(i) SMP Unismuh Makassar tidak mengenal kebudayaan Indonesia,” ungkap Afia.

Tahap selanjutnya, sambungnya, peneliti memperkenalkan media Garudaku. “Antusiasme siswa-siswi dapat terlihat ketika satu demi satu diberikan kesempatan untuk mengoperasikan aplikasi secara langsung,” katanya.

“Selanjutnya, tahap akhir pelaksanaan ditandai dengan hasil perolehan data yang menunjukkan bahwa 15 dari 31 siswa telah mampu mengenal kebudayaan Indonesia dengan menjawab pertanyaan yang diberikan secara tepat,” tambahnya.

Afia juga berharap media ini diharapkan mampu meningkatkan dan memperkaya pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia. (FP)

 

Guru dan Pengawas Kemenag Barru Study Banding Ke Malang

0

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sejumlah kepala sekolah dan guru yang tergabung dalam kelompok kerja guru madrasah bersama pengawas sekolah lingkup kementrian agama (Kemenag) kabupaten Barru melakukan study banding ke kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/11/2018).

Rombongan tersebut dipimpin kepala seksi pendidikan madrasah kemenag Barru H Muhlis Hakim,SPdi MPd dengan mengunjungi sekolah favorit di kota bunga dan kota dingin sebutan lain kota Malang Jawa Timur ini.

Saat dikonfirmasi via Whatsapp, Muhlis Hakim mengatakan jika kunjungan para guru dan kepala sekolah serta pengwas sekolah di kota malang untuk peningkatan wawasan para kepala sekolah. “Sekaligus dalam rangka penerapan proses belajar mengajar yang muaranya untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah madrasah lingkup kemenag Barru,” sebutnya.

Lanjutnya, Muhlis Hakim menambahkan, bahwa kegiatan ini mendapat dukungan dari Kepala Kantor Kemenag Barru DR. H. Syafaruddin,MAg, agar para guru dan kepala sekolah.

“Selain itu, dapat menimbah ilmu melalui kunjungan silaturahmi ilmiah ini dan dapat memaksimalkan fungsi dan peran K3M,” tambahnya.

Foto Bersama

Kepala sekolah MAN 2 Malang DR Hj Binti Maqsudah,M.Pd yang menerima rombongan di aula sekolah memaparkan sejumlah kegiatan dan program selama ini dilakukan untuk kemajuan sekolahnya. “Sehingga sekolah yang dipimpinnya tetap menjadi favorit masyarakat untuk menyekolahkan anaknya disekolah dibawah naungan kementrian agama ini,” pungkasnya.

Hal lain yang menarik dari kunjungan ini karena ada tiga sekolah yang berada pada lokasi yang sama dan ketiganya merupakan sekolah besar dan pengelolaan pendidikannya sudah lebih maju yakni MAN 2 Malang, MTSN Malang, dan MIN Malang.

Sekedar diketahui Kota Malang merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang banyak dikunjungi oleh tenaga pendidik maupun para pelajar untuk study banding. karena kota ini pendidikannya sudah lebih maju dan terdapat 62 Universitas negeri dan shasta, sehingga kota tersebut juga di juluki kota pendidikan.

Reporter : Rustam

Pemkab Pangkep Genjot Pengentasan Kemiskinan

0

Pangkep, FajarPendidikan.co.id– Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), berkolaborasi dengan pimpinan SKPD, Program Kompak dan beberapa NGO, membahas penanggulangan kemiskinan yang merupakan bahagian target Visi dan Misi Pangkep 2016 – 2021, Jum’at, 09 November 2018 Di ruang rapat Bappeda Pangkep.

Salah satu upaya serius Bappeda yaitu bekerjasama dengan Australian National University melakukan survei secara detail dan berbasis individu yg belum pernah dilakukan oleh lembaga manapun di Pangkep. Hasil survey tersebut dipresentasikan oleh Prof.Sharon, Dr. Mandy Yap, Dr. Anggie Bexley, dkk.

Kepala Bapeda Pangkep, Dr. Gaffar, mengatakan, Kolaborasi dengan berbagai pihak dilakukan untuk memastikan kemiskinan di Pangkep menurun secara signifikan.

“Target Minimal dalam RPJMD menurun dari 16,22 persen menjadi 10 persen, Kebijakan berbasis riset merupakan bagian penting sehingga target sasaran jelas melalui intervensi data,” jelas Gaffar.

Aksi kongkrit dilapangan sudah semakin kuat dilakukan melalui peran fasilitasi pemerintah dengan swasta, masyarakat dan perguruan tinggi.

Sementara dalam rapat tersebut, Distrik Koordinator Kompak Pangkep, Nasthain Gasba, mengatakan, cara penaggulangan kemiskinan harus jelas indikatornya, kemudian dengan metode yang bukan lagi berupa himbauan tapi perlakuanya harus dengan Intervensi secara terfokus sesuai data yang telah di himpun saat ini.

“Saya yakin dengan Intervensi terfokus, penanggulangan kemiskinan di Pangkep lebih terukur secara signifikan, sehingga memudahkan kita untuk melangkah secara merata,”kata Nas.

Kegiatan rapat tersebut, dilaksanakan selama dua hari, dengan fokus terhadap data yang sudah ada, kemudian persiapan perencanaan pogram yang ingin dilakukan pada tahun 2019.

Penulis: Adhan

Cari Bibit Atlet SMAN 6 Adakan Turnamen Futsal Yang ke 7

0

Wajo, FajarPendidikan.co.id– Olahraga merupakan salah satu contoh bidang non akademis yang memiliki manfaat dalam membentuk karakter siswa. Manfaat yang bisa didapatkan antara lain mengembangkan sikap kompetitif, sportivitas dan meningkatkan kebugaran tubuh, serta menjalin tali silaturrahmi antar siswa dan siswi SMAN 6 Wajo yang digelar selama 3 hari.

SMA Negeri 6 Wajo bukan hanya mengembang keunggulan di bidang akademis, hal ini dibuktikan oleh OSIS SMA Negeri 6 Wajo melalui Bidang Olahraga dengan menyelenggarakan kegiatan TURNAMEN FUTSAL memperebutkan Piala bergilir OSIS CUP SMAN 6 WAJO sebagai implementasi dari program kerja OSIS Masa Bakti 2017-2018.

Kegiatan ini berupa turnamen futsal antar kelas yang melibatkan kelasX, XI dan XII. Pembukaan TURNAMEN FUTSAL OSIS CUP yang ke 7 dibuka langsung oleh kepala SMA Negeri 6 wajo diwakilli Oleh H.Jamaluddin S. Ag, M. Si . wakasek kesiswaan Dan pengurus osis Dan guru-guru pada Tanggal 20 – 21 Oktober Dan final 4 November 2018

Kepala sekolah SMAN 6 WAJO Drs Amir M. S.i yang dikonfirmasi melalui via telpon mengatakan. Tujuan diselenggarakan acara ini sebagai pencari bakat siswa – siswi juga efent antar kelas

“Kita tumbuhkan rasa silahturahmi serta menumbuhkan minat dan bakat khusus bidang olahraga Futsal,Pertandingan diselenggarakan setiap tahun di bulan Oktober dan November,” ungkap kepsek SMAN 6 WAJO.

Pembukaan dilakukan di lapangan sekolah dengan melibatkan siswa, pembina Osis dan Pengurus Osis. Selesai pembukaan, turnamen ini berlangsung pertandingan pertama dan kedua.

”Mohon doa dari segenap keluarga besar SMA Negeri 6 Wajo agar kegiatan para siswa dapat berjalan lancar, maju terus OSIS SMA Negeri 6 Wajo,” kata H.Jamaluddin S. Ag, M. Si.wakasek kesiswaan SMAN 6 WAJO pada saat membuka Turnamen Futsal Osis Cup tersebut.

Reporter: Baso Lutfi