Beranda blog Halaman 3394

PNUP Cetak Wirausaha Baru Berbasis Iptek melalui PPK

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Saat ini masih banyak lulusan perguruan tinggi yang menganggur dan sebagian besar dari mereka tidak memiliki keterampilan berwirausaha sebagai dampak dari sistem pendidikan yang berorientasi pada menghasilkan lulusan pencari kerja, bukan pencipta kerja. Berangkat dari hal itulah, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menjadikan program kewirausahaan bagi mahasiswa sebagai salah satu kurikulum pembelajaran nasional dan menjadi mata kuliah.

Sebagai mata kuliah, kewirausahaan di PNUP diajarkan di setiap program studi untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Pembelajaran kewirausahaan dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan pengalaman berwirausaha. Selain sebagai mata kuliah, program kewirausahaan di PNUP juga dibuatkan wadah dalam bentuk unit kewirausahaan yang melaksanakan Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) 2018 berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

Menurut salah seorang dosen pengajar kewirausahaan sekaligus ketua PPK PNUP, Nurhayati, S.Si., M.T., PPK merupakan program kegiatan pembimbingan dan pendampingan usaha sekaligus monitoring hasil dan evaluasi usaha yang dilakukan secara berkelanjutan dengan pendanaan dari Kemenristekdikti sejak tahun 2017 hingga 2019. “Melalui PPK diharapkan lahir budaya kewirausahaan di perguruan tinggi dan menumbuhkan motivasi berwirausaha bagi mahasiswa yang berminat menjadi wirausaha baru sehingga pola pikir sebagai lulusan pencari kerja berubah menjadi pencipta kerja,” terangnya.

Pelaksanaan kegiatan PPK terdiri atas beberapa rangkaian yang telah dimulai pada April lalu hingga akhir November.  Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi, diklat kewirausahaan, magang, pembuaan business plan, penetapan peserta PPK-PNUP 2018, penandatanganan kontrak kerja bantuan dukungan start-up usaha, serta bimbingan teknis penjualan online dan branding usaha.

Sosialisasi PPK 2018 diikuti lebih banyak peserta dibandingkan tahun lalu yaitu sebanyak 64 peserta. Setelah melalui seleksi administrasi dan presentasi proposal bisnis, akhirnya ditetapkan sebanyak 24 peserta yang lolos mengikuti diklat kewirausahaan.

“Dalam diklat tersebut, peserta harus mengerjakan business plan yang telah ditentukan sebagai syarat untuk memilih 20 peserta terbaik yang berhak mengikuti tingkat akhir program berupa penandatanganan kontrak kerja bantuan dana inisiasi usaha, bimbingan start-up usaha, dan akan tampil dalam acara Entrepreneur Day dan Expo Usaha yang diadakan pada 24 November mendatang,” jelasnya.

Selain itu, sambungnya, guna mengasah kemampuan lapangan peserta PKK PNUP melakukan magang kewirausahaan di beberapa tempat usaha kecil yang tersebar di Makkassar.

“Kewirausahaan di kalangan mahasiswa giat digencarkan sebagai salah satu usaha menekan angka pengangguran dengan memberi bekal kewirausahaan kepada mahasiswa sekaligus sebagai motivasi agar mahasiswa tidak ragu untuk mengembangkan kewirausahaan sehingga pada nantinya mampu menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global,” terangnya.

“Sejak dini harus ditanamkan sugesti di dalam diri setiap mahasiswa bahwa, begitu lulus kuliah mereka harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan bukan mencari lapangan pekerjaan. Dengan menciptakan lapangan pekerjaan, berarti akan terserap lagi sejumlah tenaga kerja lainnya sehingga secara tidak langsung dapat memotong mata rantai pengangguran secara perlahan-lahan,” pungkasnya.(Rls)

Ambo Dalle Hadiri Peresmian IAIN Bone di IAIN Parepare. Ini Kata Menag

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Peresmian Kampus IAIN Parepare dan IAIN Bone dirangkaikan dengan Seminar Nasional dengan tema “Meneguhkan Peran IAN Parepare Sebagai Pengembangan Akulturasi Islam-Budaya untuk Mewujudkan Islam Washatiyah” telah digelar di Auditorium IAIN Parepare, Senin 19 November 2018.

Hadir, Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI) Lukman Hakim Saifuddin meresmikan dua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tersebut. Peresmian ditandai dengan pemukulan gendang dan menekan tombol sirine, dilanjutkan penandatanganan dua prasasti oleh Menag.

Selain dihadiri Menag, peresmian tersebut juga hadiri oleh Walikota Parepare, Wakil Bupati Bone, Sekretaris Kota Parepare, Ketua DPRD Parepare, Kakanwil Kemenag Sulsel dan Forkopinda Sulsel serta sejumlah rektor PTKIN dari sejumlah provinsi dan pejabat Kemenag pusat.

Melansir di laman madsos Humas dan Protokol Setda Bone, dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone Drs H Ambo Dalle MM mengucapkan banyak terimah kasih atas kehadiran bapak Menteri Agama RI, untuk meresmikan kampus IAIN Parepare dan IAIN Bone, dari AmSTAIN menjadi IAIN. Ambo berharap Menag dapat juga berkunjung di Bumi Arung Palakka, karena Bone adalah kabupaten yang terluas di sulawesi selatan dan memiliki 27 Kecamatan.

Rektor IAIN Bone, Prof Dr A Nuzul SH Mhum dalam sambutannya mengatakan, setelah melalui perjalanan panjang akhirnya STAIN Bone beralih menjadi IAIN Bone dan akhirnya hari ini akan diresmikannya kampus IAIN Bone dan IAIN Parepare.

Sementara itu, Menag RI Lukman Hakim Syaifuddin merasa lebih percaya diri dan berbangga karena bisa memakai songkok recca. Menag merasa bahagia berasa berada dirumah sendiri. Hadir untuk meresmikan beralihnya STAIN Parepare dan STAIN Bone menjadi IAIN Parepare dan IAIN Bone.

Selain itu, Menag mengapresiasi motto IAIN Parepare ‘Sopan Bertutur dan Santun Berperilaku’. Menurutnya, nilai yang terkandung dalam motto tersebut luhur dan diharapkan menjadi cerminan akhlak civitas akademika.

Kepada segenap civitas akademika IAIN Parepare dan IAIN Bone, Menag mengajak untuk menangkap esensi ajaran Islam dengan melestarikan budaya serta mendoakan para pendahulu, orang tua, guru dan ulama yang telah mewariskan tradisi luhur dan kebajikan seperti dirasakan saat ini.

Menurut Menag, Islam di Indonesia pada dasarnya proses dari akulturasi. Agama dan budaya bukan untuk diperdebatkan dan dipertentangkan. “Agama membutuhkan wadah dan itulah budaya. Sebagaimana budaya untuk kita jaga dan rawat agar esensi dan substansial agama itu tetap terpelihara,” kata Menag dilansir FAJAR PENDIDIKAN di laman Kemenag RI, Selasa (20/11/2018).

“Poinnya bahwa perlu mempercepat membawa umat kepada pemahaman yang esensial dan subtansial dengan memanusiakan manusia,” sambungnya.

Mahasiswa, lanjut Menag, merupakan komunitas terdidik, terpelajar, dan mestinya berdiri paling depan dalam mengawal nilai Islam di seluruh nusantara agar menjadi rahmat bagi semesta

Reporter: Abustan

Kesehatan Masyarakat Berkibar di Timur Indonesia melalui Persakmi

0

Papua, FajarPendidikan.co.id – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cendrawasih (Uncen) bekerjasama dengan Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Msyarakat Indonesia (Persakmi)  Papua menggelar seminar, workshop dan sesi poster, Sabtu, 17 November 2018.

Dekan FKM Uncen, Dr Arius Togodly, SPd., MKes., yang juga bertindak sebagai panitia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang banyak membantu dalam kegiatan seminar ini dan kemajuan FKM Uncen secara keseluruhan.

Seminar tersebut dibuka oleh rektor Uncen, Dr Ir Apolo Safanpo, ST., MT., Dalam sambutannya, Apolo banyak mengurai pentingnya pendidikan dan kualitas SDM terutama dalam era revolusi 4.0.

Tampil sebagai pembicara Prof Dr Ridwan Amiruddin, SKM, MKes., MSc.PH, Ketua Umum PP PERSAKMI; Prof Sukri Palutturi, SKM, MKes., MSc.PH, PhD, Guru Besar FKM Unhas. Pembicara lainnya adalah Dr. Aminuddin Syam, SKM, M.Kes., M.Med.Ed., Dekan FKM Unhas, drg. Aloysius Giayi, M.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan Dr. M. Bagus Qomaruddin, Drs., MSc, Dosen FKM Unair.

Seminar tersebut mengusung topik, “Ayo Hidup Sehat, Mulai Diri Kita, Peran Persakmi, Penguatan Kesehatan Masyarakat dan Institusi Pendidikan” dan juga dirangkaikan dengan pelantikan dan penyerahan SK terhadap pengurus Daerah Persakmi Provinsi Papua dan 19 Pengurus Cabang Persakmi Se kabupaten/kota Papua.

Menurut Ketua Umum PP Persakmi, Prof Dr Ridwan Amiruddin, SKM, MKes., MSc.PH menyampaikan kepada seluruh pengurus bahwa terjadi Kebangkitan literasi kesmas  di Papua. “Terbentuknya jaringan Persakmi di seluruh Papua, sebagai langkah strategis penguatan SKM di ujung tombak layanan  upaya  kesehatan berbasis masyarakat (UKBM). Persakmi akan memberikan pendampingan dalam berbagai kegiatan training, pendidikan maupun riset,” jelasnya.

Prof Dr Andreas Rantetampang, MKes., sebagai pendiri dan dekan pertama FKM Uncen juga hadir di tengah-tengah acara tersebut. “Berterima kasih kepada Persakmi. Saya senang alumni saya para SKM bekerja dimana-mana bukan hanya di pemerintahan tetapi juga di sektor swasta,” katanya.(Rls)

Ketua Persakmi Wilayah IV Menilai Kemenkes Diskriminasi terhadap SKM

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Ketua Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Wilayah IV meliputi Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua, Prof Sukri Palutturi, PhD., menilai Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, telah melakukan diskriminasi terhadap para Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) seluruh Indonesia terkait pendaftaran calon peserta Pelatihan Surveior tahun 2018 Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.

Salah bentuk diskriminasi yang dilakukan, lanjut Prof Sukri, adalah berkaitan dengan pelatihan surveior bidang administrasi manajemen yang mensyaratkan mereka adalah tenaga kesehatan yang berpendidikan dokter atau dokter gigi seperti yang ditandatangani oleh Ketua Eksekutif, drg. Tini Suryanti Suhandi, M. Kes. tertanggal 14 November 2018.

“Bidang administrasi manajemen itu adalah bidang yang digeluti oleh para Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM), itu adalah salah satu kompetensi yang dimiliki, apalagi mereka yang mengambil departemen administrasi dan kebijakan kesehatan. Bidang manajemen kesehatan adalah bidang mereka. Syarat yang ditetapkan oleh Menkes itu terlalu tendensius dan mematikan profesi kesehatan lainnya,” bebernya.

Lebih lanjut Prof Sukri menjelaskan, bidang Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), adalah bidang yang digeluti oleh para Sarjana Kesehatan Masyarakat dalam proses pendidikannya. “Selama empat tahun masa pendidikan S1, mereka ditempa dengan mata kuliah dan proses pembelajaran 100 persen berorientasi pada UKM,” terangnya.

“Karena itu kami berharap, agar syarat calon peserta Pelatihan Surveior terutama untuk bidang administrasi manajemen dan UKM ditinjau kembali dan memberikan kesempatan bagi para Sarjana Kesehatan Masyarakat,”pungkasnya.(Rls)

Paham Pacaran Rentan Dosa, Mahasiswi Cantik di Bone Dilamar Saat Yudisium

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Ada yang heboh disela-sela prosesi yudisium mahasiswa di STKIP Muhammadiyah Bone, Jl Abu Dg Pasolong, Watampone, Kamis (15/11/2018).

Tiba-tiba, pria bertubuh tinggi maju ke atas podium menghampiri seorang mahasiswi. Sepatah kata pamungkas pun keluar, seraya mengeluarkan cincin dari sakunya. Sontak seluruh peserta yudisium baper kegirangan menyaksikan kejadian langka dan heboh itu.

Yah!, seorang mahasiswi peserta yudisium dilamar seorang pria yang bernama Muh Irfan (23). Ekspresi tersipu malu pun tak tertahankan di raut wajah mahasiswi itu.

“Iya, saya terima.” kata Mahasiswi cantik itu bernama Miftahul Jannah Muzgun(22). Ia mahasiswi program studi Bahasa Inggris STKIP Muhammadiyah Bone.

Mengetahui perihal momen romatis itu, salah seorang mahasiswi mengatakan, kebanyakan yang sudah paham akan bahaya dan rentannya dosa dalam pacaran, memilih jauhi pacaran. Memilih perbaiki kualitas diri tuk bersiap nikah, cepat nikah ketimbang digantung dalam hubungan gelap (pacaran), yang rentan dosa, bahaya dan fitnah.

“Bagus itu cepat atau lansung nikah, jauh dari dosa dan fitnah. Pilihannya, lamar atau tinggalkan karena Allah. Tidak ada pilihan pacaran. Walau ditinggalkan karena Nya, kalau jodoh pasti ketemu juga dalam kualitas diri yang lebih baik dan membahagiakan,”jelas mahasiswi yang enggan disebutkan namanya.

Reporter: Abustan

Ratusan Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Ikuti Yudisium

0

Bone, FajarPendidikan.co.id– Ratusan Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bone mengikuti Yudisium Program sarjana Strata Satu (S1). Kamis 15 November 2018.

Yudisium tersebut beralngsung di Auditorium H Andi Abdullah, Jalan Abu Dg Pasolong, Watampone.

“459 Mahasiswa ikut yudisium dari tujuh program studi,” kata Waka IV STKIP Muhammadiyah Bone kepada Fajar Pendidikan.

Dari pantauan kru Fajar Pendidikan, nampak di Auditorium dengan warna warniselempang nama masing-masing yang dikenakan oleh kaum hawa sedang kaum adam mengenakan jas. dari raut wajahnya, mereka nampak sumringan mengikuti prosesi yudisium.

Reporter: Abustan Abiy

Dekan Kesehatan se-Unhas Siap Bantu Pemerintah Tangani Kematian Ibu dan Anak

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan keseriusannya dalam menangani masalah angka kematian ibu dan bayi serta penurunan prevalensi stunting di Sulawesi Selatan. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU dengan Dekan Fakultas Kesehatan se-Unhas di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan saat upacara sebagai rangkaian Hari Kesehatan Nasional yang dilaksanakan 13 November 2018.

Dalam penandatanganan tersebut, hadir Dekan Fakultas Kedokteran Unhas, Prof Budu, PhD Sp M(K); Dekan Fakultas Kedokteran Gigi, Prof Dr Bahruddin Thalib, MKes., Sp Pros; Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Dr Aminuddin Syam, SKM MKes., MMed Ed; Dekan Fakultas Keperawatan, Dr Ariyanti Saleh, SKep., MSi dan Dekan Fakultas Farmasi, Prof Dr Gemini Alam, MSi. Para dekan tersebut siap membantu berdasarkan kompetensi dan profesi yang dimilikinya.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Dr Ir H M Nurdin Abdullah, menyampaikan bahwa, sehat-sakit adalah outcome dari pembangunan kesehatan. Pendekatan keluarga harus diperkuat demi mewujudkan Indonesia Sehat. Manajemen Puskesmas dan Germas perlu diperkuat untuk mencegah seseorang jatuh sakit.

“Kita memiliki tugas berat dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Sulawesi Selatan demikian pula prevalensi stunting,” kata mantan Bupati Bantaeng itu.

Sementara itu, Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan kesiapan FKM Unhas dalam membantu pemerintah daerah dalam hal ini dinas kesehatan untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Kami memiliki sumber daya doktor dan Profesor, bahkan mahasiswa yang siap membantu. Kami mengusulkan 1 SKM 1 desa atau sarjana gizi yang siap ditempatkan di desa dan tinggal bersama masyarakat untuk memantu masalah kesehatan masyarakat,” tutupnya. (FP)

 

Baru Shooting Hit N Run, Meme Chandra Liow dan Jefri Nichol Jadi Viral

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id– Film produksi Screenplay Production berjudul Hit N Run baru memasuki tahap shooting, namun film ini rupanya sudah banyak memancing rasa penasaran publik, terlebih film ini dibintangi sederet bintang ternama yaitu Joe Taslim, Tatjana Saphira, Jefri Nichol, Chandra Liow, dan Yayan Ruhian.

Keakaraban dan keseruan para pemain film Hit N Run sudah diperlihatkan selama menjalani proses reading dan shooting, baik Joe, Tatjana, Chandra Liow dan Nichol rajin mengupdate kegiatan mereka di sosial media.

Baru-baru ini muncul beragam meme viral Chandra Liow yang tengah menggendong Jefri Nichol di punggungnya. Ekspresi Chandra dan Nichol penuh iba, terlihat seperti orang menangis, tak pelak banyak netizen yang mengedit foto mereka dan hasilnya pun menjadi sangat lucu.

“Keseruan aksi laga dan komedi menjadi hal yang ditawarkan dalam film Hit N Run. Tentu saja film ini akan membuat pecinta film Indonesia penasaran, Rencananya, film Hit N Run akan dirilis pada 2019,” ujar Imelia Pebreyanti, PR & Publity ScreenPlay Films.(Rls)

Peringati HUT ke 73, Brimob Bone Ziarah di Taman Makam Pahlawan

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Jajaran Brimob yang bermarkas di  Mako Detasemen C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel Jl Mh Thamrin Watampone melaksanakan upacara tabur bunga dalam kegiatan ziarah Rombongan di Taman Makam Pahlawan ( TMP) Watampone, Jl Jend Gatot Subroto, Kelurahan Biru, Kec Tanete Riattang, Kab Bone, Selasa (13/11/2018).

Kegiatan tersebut merupakan agenda dari beberapa rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ( HUT) Korps Brimob Polri ke-73. Puncak Hut Brimob akan dilaksanakan di Mako Sat Brimob Polda Sulsel jalan Ks.Tubun Makassar dan dilaksanakan Upacara Hut Brimob Polri Ke 73 pada Hari Rabu (14/11/2018).

Giat ini di hadiri oleh Wadanyon C Pelopor,  AKP A.Muh.Syafei S.Sos, MH selaku Pimpinan Ziarah, Pasi Min Yon C Pelopor, IPTU A.Dahlan S.Pdi Selaku Perwira Ziarah, Para Pasi Jajaran Yon C Pelopor, Para Danki Jajaran Yon C Pelopor, Para Wadanki dan Danton Jajaran Yon C Pelopor, 1 SSK Anggota Yon C Pelopor, dan Bhayangkari Jajaran Yon C Pelopor.

Wadanyon C Pelopor,  AKP A.Muh.Syafei S.Sos, MH selaku Pimpinan Ziarah mengatakan, upacara tabur bunga, ziarah rombongan di TMP ini adalah rutin dilaksanakan setiap menjelang HUT Brimob. Giat digelar guna memperingati jasa para Pahlawan dalam memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Muh Syafei  berharap agar kegiatan ini bisa berdampak positif bagi generasi bangsa terutama anggota Brimob yang ada di Bumi Arung Palakka.

Reporter: Abustan

Momentum Hari Pahlawan, Rektor UNM: Perkuat Daya Saing Bangsa!

0

Makassar, FAJARPEENDIDIKAN.co.id – Universitas Negeri Makkassar (UNM), menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional di pelataran menara Pinisi, Kampus Gunung Sari UNM, Makassar, Senin (11/11).

Bertindak sebagai pembina upacaran Rektor UNM, Prof Husain Syam yang diikuti seluruh dosen, pegawai dan sivitas akademika UNM.

Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh mahasiswa, civitas akademika dan element masyarakat lainnya agar menjadikan momentum hari pahlawan dapat menjadi spirit dan inspirasi, karenanya peringatan ini harus melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan.

“Pada hakekatnya tidak ada kata akhir atau berhenti untuk berjuang. Setiap etape perjuangan berlanjut pada etape perjuangan berikutnya, sesuai dengan tantangan zaman. Mentransformasikan kecerdikan para pahlawan dalam mengatur strategi, menjadi inspirasi rakyat lndonesia untuk melakukan inovasi cerdas memperkuat daya saing bangsa dalam pergaulan dunia,” jelas Rektor.

Eks Dekan Teknik UNM ini melanjutkan, setiap zaman pasti ada pahlawannya dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya. Terkait dengan hal tersebut, bangsa Indonesia memerlukan pahlawan baru yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri ini dan menjadi tugas bersama.

“Negeri ini juga membutuhkan pemuda dan generasi yang mempunyai pandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadikan Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan bersanding dengan negara lain khususnya ketika negeri ini memasuki era revolusi industri 4.0,” bebernya.

Dalam upacara tersbeut juga dibacakan pesan pesan pahlawan dan pemberian penghargaan kepada mahasiswa UNM yang berprestasi di tingkat nasional. (*)