Beranda blog Halaman 3398

Mudahkan Civitas Akademika, Rektor UNM Resmikan Pujasera

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Husain Syam meresmikan pusat jajanan serba ada (Pujasera) yang terletak di Kampus II UNM, Parangtambung Makassar, Jumat 2 November 2018.

“Dengan mengucap bismilahirrahmanirahim, Pujasera ini resmi kita buka, semoga harapan kita akan layanan, kecepatan akan kebutuhan, dapat terwujudkan,” kata Rektor saat melaunching.

Pujasera ini sengaja dihadirkan guna menjawab kebutuhan civitas akademika UNM akan tempat belanja kebutuhan perkuliahan dan kebutuhan sehari hari yang masih terjangkau di sekitar kampus, selain itu bisa menjadi alternaif tempat rehat, diskusi, bercengkrama serta tempat bersantai dari padatnya aktivitas akademik.

Hadirnya Pujasera yang baru ini semakin menambah fasilitas di kampus berlogo perahu pinisi tersebut. Pujasera ini sekaligus menjadi kepedulian dan apresiasi kampus terhadap masyarakat.

“Mari kita sama-sama mencari rezeki halal, tentu tempat ini masih perlu dibenahi dan ditambah daya dukungnya. Misalnya, tak perlu seluruhnya taman, tapi bisa didesain semi tertutup,” terang Mantan Dekan Teknik Dua periode ini dihadapan para pemilik tenant.

Meski baru beroperasi, Pujasera ini telah direncanakan dengan matang sejak beberapa bulan lalu, didesain lebih minimalis. Tak tanggung tanggung, 30 stand disiapkan guna melayani ragam kebutuhan.

“Akan menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus keluar dari areal kampus, semoga ini memudahkan mahasiswa, dosen dan semuanya, sehingga tidak memperlukan tambahan waktu lagi, dan bisa fokus dengan kegiatan kita kembali,” demikian Prof Husain Syam.

Reporter : Ahadri

Tingkatkan APK, UNM-UT Bersama Tiga Pihak Teken MoU

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Uiversitas Negeri Makassar (UNM) bersama Universitas Terbuka, Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LL DIKTI) Wilayah IX Sulawesi, Universitas Musamus Marauke dan Universitas Cendrawasih Jayapura sepakat bekerjasama dan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait partisipasi pendidikan melalui peningkatan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia, dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ), sekaligus peningkatan sumber daya manusia (SDM), penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

MoU ini ditandatangani oleh Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Husain Syam, Universitas Terbuka, Prof Ojat Darojat, Ketua LL DIKTI Wilayah IX Sulawesi, Prof Jasrudin, perwakilan dari Universitas Cendrawasih dan Universitas Musamus, di Ballroom Pinisi UNM Makassar, Jumat 2 November 2018.

Rektor UNM, Prof Husain Syam, menyampaikan kerja sama yang dibangun ini, sebagai tindaklanjut amanah Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti). Baginya, online learning atau pendidikan jarak jauh (PJJ) dinilai menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia. Mengingat, APK saat ini masih berada pada angka 32 persen.

“Kerja sama ini tentu dalam menjalankan program strategis Menristekdikti dalam memberikan dan mengembangkan pembelajaran jarak jauh dan online learning. Hal ini dapat menyelesaikan sejumlah tantangan, salah satunya APK,” terangnya.

Rektor UT, Prof Ojat yang mengisi kuliah umum, meyinggung tentang pembelajaran dalam jaringan di era revolisi industri 4.0. Ia menjelaskan bagaimana UT membangun Infrastruktur Pendidikan di tiap-tiap daerah di pelosok negeri untuk menjangkau masyarakat agar menikmati pendidikan melalui PJJ.

“MoU ini sangat penting, dalam mengembangkan online learning yang sangat dibutuhkan sekarang ini. Apalagi ini terkait sentuhan perkembangan teknologi 4.0,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, dunia telah berada pada era revolusi industri 4.0. Karena itu, sistem pendidikan tinggi, termasuk PJJ, harus mampu beradaptasi dengan merancang terobosan dan program yang seirama dengan perkembangan zaman.

“Bagaimana memindahkan interaksi perkuliahan terjadi di layar komputer, di Indonesia saat ini peningkatan APK Perguruan Tinggi baru mencapai 32 persen, dari penduduk rentang usia 19-23 tahun yang mengenyam pendidikan tinggi. APK ini harus dipacu sehingga pada 2020 nanti dapat mencapai hingga 40 persen,” katanya.

Kampus dinilainya memiliki peluang yang cukup besar dalam membantu pemerintah dalam meningkatkan APK, dengan online learning memililki luasan daya jangkau, akses, dan kapasitas layanannya. “Kita berupaya mewujudkan, sehingga harapannya Indonesia mampu meningkatkan pendidikan dengan baik,” tutupnya.

Kegiatan sesi diakhiri dengan penandatanganan MoU sekaligus pertukaran cinderamata antar perguruan tinggi negeri dan LL Dikti.

Reporter : Ahadri

Takabonerate, Surga di Kawasan Atol Terbesar Ketiga Dunia

0

Kepulauan Selayar, FajarPendidikan.co.id– Takabonerate adalah tanah yang diciptakan oleh Tuhan dalam kondisi Tuhan tersenyum. Sehingga kalau di banyak tempat dikenal sebagai surga, maka surga yang sebenarnya ada di Takabonerate.

Takabonerate adalah sebuah kecamatan yang dihadirkan oleh Tuhan, agar seluruh masyarakat menyadari betapa pesona kebahagiaan, kedamaian dan ketenangan itu hanya didapatkan di kawasan atol terbesar ketiga di dunia ini, setelah Kwajifen di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa.

“Kita bisa menyaksikan begitu masyarakat ramai. Jarang ada, ketika kita datang, masyarakat hadir. Itu bukti bahwa masyarakat menyambut kehadiran para tamu semua,” tutur Camat Takabonerate, Andi Asling, (25/10).

Takabonerate merupakan kawasan atol terbesar ketiga di dunia ini, setelah Kwajifen di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa

“Andai kita memiliki waktu yang banyak dan berkeliling di Kecamatan Takabonerate ini, maka sesungguhnya ada pesona eksotik yang terdapat di sana.”

Olehnya itu, ia berharap kepada para peserta Festival Takabonerate 2018, kunjungan ini bukan yang pertama dan terakhir, akan tetapi ada rasa penasaran untuk selalu mencicipi keindahan Takabonerate.

“Kami berharap sekali lagi, ini bukan perjumpaan kita yang pertama dan terakhir, tetapi ada keinginan untuk mengulang kembali. Karena sebuah kebersamaan yang selalu terjalin akan menghadirkan harmonisasi di dalamnya,” pungkas Andi Asling.

Salah seorang perwakilan peserta Festival Takabonerate 2018 mendapat sambutan dari Kepala Desa Jinato, Abdullah bersama keluarga.

Peserta Festival Takabonerate 2018 tiba di Pulau Jinato pada Kamis sore, 25 Oktober. Kedatangan rombongan disambut oleh Asisten Administrasi Setda Kepulauan Selayar, Dahlul Malik; Kepala Dinas Kepariwisataan, Andi Abdurahman; Camat Takabonerate, Andi Asling; Kepala Desa Jinato, Abdullah dan ratusan masyarakat setempat.

“Selamat datang kepada seluruh peserta Festival Takabonerate 2018, kami pemerintah Desa Jinato mengucapkan banyak terima kasih atas kedatangan para bapak/ibu. Saya juga bersyukur dan sangat bangga karena terpilihnya desa kami sebagai pelaksana Festival Takabonerate 2018,” kata Kepala Desa Jinato, Abdullah.

Ratusan masyarakat Desa Jinato, mulai dari anak sekolah hingga orang tua memadati pelabuhan Jinato menyambut kedatangan rombongan peserta Festival Takabonerate 2018

Dia menjelaskan, Desa Jinato sudah beberapa kali ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Festival Takabonerate. Pertama di tahun 2011, 2016 dan 2018.

“Alhamdulillah, Jinato ditunjuk lagi sebagai tuan rumah Festival Takabonerate 2018. Mudah-mudahan para bapak-bapak dan ibu-ibu puas berkumpul di desa kami dan tahun depan ditunjuk lagi sebagai pelaksana festival ini,” tuturnya.

Selain snorkeling dan menyelam, jangan lewatkan menikmati sunset dengan bermain kano di sekitar pulau Tinabo.

Penulis: Sriyanto

Festival Takabonerate Kenalkan Pesona Bahari dengan Sentuhan Budaya

0

Kepulauan Selayar, FajarPendidikan.co.id– Puluhan peserta Festival Takabonerate 2018 dan ratusan masyarakat Benteng –ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar memadati Taman Pelangi, Rabu malam, 24 Oktober. Mereka sangat antusias menyaksikan seremoni pembukaan Festival Takabonerate 2018 yang diwarnai berbagai pementasan pagelaran seni budaya dari sejumlah sanggar seni.

Festival Takabonerate 2018 dibuka oleh Bupati Kepulauan Selayar, H Muh Basli Ali dan berlangsung 24-28 Oktober. Kehadiran bupati didampingi Asisten Administrasi Setda Pemprov Sulsel, H Ruslan Abu yang didaulat melakukan penabuhan gendang menandai pembukaan festival.

H Ruslan Abu yang mewakili Gubernur Sulsel salut atas terlaksananya event tahunan ini. “Atas nama pemerintah provinsi Sulawesi Selatan mengucapkan salut dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bupati dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar, atas terlaksananya event Festival Takabonerate 2018 yang sudah 10 kali berturut-turut dilaksanakan tidak terputus,” ujar Ruslan membacakan sambutan Gubernur Sulsel.

Event Festival Takabonerate merupakan event pariwisata kebanggaan kepulauan Selayar dan Sulawesi Selatan, awalnya bernama Takabonerate Island Expedition. Event ini dirancang sebagai ajang promosi untuk memperkenalkan keindahan alam dan keunikan  budaya Kabupaten Kepulauan Selayar, khususnya potensi bawah laut Taman Nasional Takabnerate yang sangat fantastis dan menakjubkan.

“Upaya kita sekarang adalah bagaimana kita membesarkan event Festival Takabonerate ini agar bisa menjadi ajang promosi bagi kabupaten Kepulauan Selayar dan Sulawesi Selatan,” ujarnya.

“Tentunya keindahan bawah laut Taman Nasional Takabonerate sebagai karang atol terbesar ketiga di dunia dan sudah ditetapkan sebagai cagar biospek dunia oleh UNESCO, perlu kita lindungi dan promosikan. Agar dapat menarik wisatawan untuk mengunjungi surga bawah laut kabupaten Kepulauan Selayar.”

Ruslan mengatakan, setiap potensi yang dimiliki harus dapat diberdayakan agar bisa menghasilkan devisa dan pendapatan bagi daerah serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Namun, tentu juga harus memperhatikan upaya-upaya pelestarian dan penyelamatan aset berharga tersebut.

“Potensi bawah laut kabupaten Kepulauan Selayar yang selama ini banyak dieksploitasi oleh masyarakat guna memenuhi kebutuhan ekonominya. Hal ini wajar-wajar saja sepanjang tidak merusak keadaan bawah laut,” tutur Ruslan.

Oleh karena itu, katanya, pemerintah dan stakeholder harus senantiasa melakukan edukasi pada masyarakat agar aktivitas yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya, tetap bisa jalan, namun tidak merusak biota laut yang merupakan kebanggaaan masyarakat Sulawesi Selatan bahkan masyarakat dunia.

Puluhan penari diiringi musik gendang yang dimainkan oleh siswa-siswa dari sejumlah sanggar seni tampil pada seremoni pembukaan Festival Takabonerate 2018 di Taman Pelangi

Kembalikan Kepercayaan

Festival Takabonerate 2018 dilaksanakan untuk mendukung pemerintah pusat dalam mewujudkan program 20 juta wisatawan datang ke Indonesia. Di samping itu, kegiatan ini juga merupakan sebuah sarana promosi bagi Pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar untuk memperkenalkan potensi-potensi yang ada di Selayar, khususnya di bidang kebaharian.

“Jadi hampir 80 persen kegiatan yang dilaksanakan terkait dengan Festival Takabonerate ini adalah festival kegiatan kebaharian. Makanya titik inti pada kegiatan ini berada di zona Taman Nasional Takabonerate,” ujar Bupati Kepulauan Selayar, H Muh Basli Ali.

Kegiatan Festival Takabonerate dulunya sempat menjadi kalender event nasional. Namun harus bersaing dengan beberapa kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, karena jatah yang diberikan untuk Sulsel masuk pada kalender nasional, cuma tiga.

“Karena kemarin, terus terang kegiatan yang kita laksanakan kurang berhasil, ada berbagai macam kekurangan. Sehingga yang dipilih untuk mewakili Sulawesi Selatan saat itu adalah Festival Phinisi di Bulukumba, F8 di kota Makassar dan Lovely December di Toraja,” ujar bupati.

Momentum Festival Takabonerate 2018 yang dilakukan ini adalah untuk mengembalikan kepercayaan pemerintah pusat, terkait kemampuan pemerintah daerah untuk bisa mewujudkan kembali Festival Takabonerate bisa menjadi ikon di Sulawesi Selatan.

“Apalagi kita sementara terus berjuang agar kabupaten Kepulauan Selayar bisa menjadi sebuah kawasan ekonomi khusus di bidang pariwisata. Saya lihat progresnya tinggal sedikit lagi, mudah-mudahan tahun ini kita berdoa Kepulauan Selayar bisa ditetapkan menjadi kawasan ekonomi khusus.”

H Ruslan Abu yang mewakili Gubernur Sulsel berharap, agar event tahunan Festival Takabonerate dapat terus berlanjut. Namun kontennya harus lebih ditingkatkan dan lebih bervariasi lagi, agar semakin meriah dan mampu menarik wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

“Pemerintah Sulawesi Selatan telah mengusulkan event Festival Takabonerate kepada menteri. Mudah-mudahan yang tiga disebut pak bupati tadi, tambah dengan Festival Takabonerate menjadi empat. Jadi kita usahakan di tahun mendatang, Kementerian Pariwisata memasukkan Festival Takabonerate 2019 menjadi kalender nasional,” ujarnya. (Baca juga di versi cetak FAJAR PENDIDIKAN edisi 302, 1-15 November)

Penulis: SRIYANTO

KONI Sulsel Siapkan Atlet Sulsel Prima, Hadapi PON Papua

0

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar di Papua 2020 mendatang. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel, resmi meluncurkan program proyeksi Sulsel Prima.

Ketua Umum KONI Sulsel, Ellong Tjandra mengatakan atlet yang sudah dinyatakan sebagai bagian dari Sulsel Prima, harus melewati proses penyeleksian yang sangat ketat.

Dia menjelaskan, atlet yang lolos Sulsel Prima belum tentu akan berlaga di pra PON Papua 2019 nanti. Lantaran program unggulan KONI Sulsel ini memiliki empat kelas.

“Jadi Sulsel Prima ini sistemnya promosi degradasi. Ada empat kategori di dalam yakni Utama, Madya, Pratama dan Potensial,” ungkapnya saat ditemui usai acara Launching Program Sulsel Prima, di Kantor KONI Sulsel, Kamis, 1 November 2018.

Lanjut Ellong , pembagian empat kelas ini, bertujuan agar kualitas atlet tidak kendor. Sehingga, para pegiat olahraga itu terus berlatih dan bersaing jelang Pra PON 2019 nanti.

“Khusus kelas Utama, itu kita proyeksikan untuk meraih emas. Sementara bagi Kelas Potensial harus berhati-hati. Sebab jika degradasi, maka akan keluar dari program Sulsel prima,” tegas Ellong.

Sementara itu, Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Sulsel, Prof Muzakkir menyebut sebanyak 211 atlet dan 48 pelatih dari 28 cabang olahraga (cabor) yang lolos bergabung dengan Sulsel Prima. Penjaringan ini dilakukan pada April lalu.

Meski begitu, khusus atlet, masih akan bertambah. “Kita akan data atlet yang meraih medali emas di Porda Pinrang lalu. Dan akan bergaung di Sulsel Prima,” pungkasnya.

Reporter : Ahadri

Dosen FKM Unhas Kenalkan Stres Kerja Bagi Petugas ATC Makassar

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Tim dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bagi karyawan Air Traffic Controller (ATC) di Hotel Harper Perintis, Makassar, Kamis, 1 November 2018.

Kegiatan pengabdian tersebut mengambil topik tentang manajemen stres dan safety performance pada petugas lalu lintas udara. Peserta merupakan pemandu pilot dalam menjalankan pesawat mulai proses take off sampai tiba di tujuan.

Kegiatan ini diikuti oleh 26 orang peserta yang terdiri dari ATC senior dan junior. Ketua tim pengabdian, Dr Lalu Muhammad Saleh, SKM., MKes menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan agar para pihak ATC dapat mengenali masalah yang dihadapi terkait stres kerja demi meminimalisir terjadinya human error. “Kita bekerjasama dengan pihak Air Traffic Controller Association Makassar. Profesi ATC termasuk pihak paling berjasa dalam keselamatan penerbangan, seperti yang terjadi pada petugas ATC Palu yang merelakan jiwanya untuk keselamatan penerbangan pesawat,” jelas Dr Lalu Muhammad Saleh.

Ketua Indonesia Air Traffic Controller Association (IATCA), Taufik Alexander, ST, MM dalam sambutannya berpendapat kegiatan ini sangat penting mengingat vitalnya profesi ATC. “Pengetahuan terkait manajemen stres itu penting agar petugas ATC mengenali apakah mereka mengalami stres atau tidak, dan juga mengetahui pada posisi mana tingkat stresnya,” jelas Taufik Alexander.

Sementara itu, Manajer Safety Management System (SMS) Bapak Andi Ibrahim, SAP, MM menambahkan pentingnya pengetahuan tentang kondisi stres agar dapat mengenali keadaan diri sendiri.

Kegiatan ini menyajikan beberapa topik seperti pengenalan dasar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan penyakit akibat kerja (PAK). Materi ini disajikan oleh Dr dr Syamsiar S. Russeng, MS.

Selain itu, kegiatan ini turut menghadirkan Elvita Bellani, SPsi., MSc. seorang psikolog dan konselor guna memberikan wawasan kepada petugas ATC tentang cara mengenali stres kerja dan mengelolanya secara tepat.

Materi lain yang diberikan yaitu tentang safety performance oleh Dr Lalu Muhammad Saleh, SKM, MKes. Dalam paparannya, Dr Lalu Muhammad Saleh menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi kinerja seorang petugas ATC. Materi ini didasarkan pada kajian mendalam melalui penelitian saat menyelesaikan disertasi di Bidang K3 Penerbangan.

Seperti diketahui, bekerja sebagai air traffic controller merupakan profesi penting dalam dunia penerbangan. Petugas ini yang memandu pesawat mulai dari take off sampai landing, juga menentukan posisi pesawat di darat maupun di udara. Petugas ATC juga mengatur jarak antarpesawat (separasi). Oleh karena itu, pekerja perlu ketelitian dan tingkat konsentrasi yang tinggi dalam proses kerjanya. (FP)

 

Tuty Dieksekusi Mati, Mana Pemerintah Indonesia?

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id– Rakyat Indonesia, terkhusus para buruh migran, kembali berduka. Indonesia serasa ditampar. Komitmen Pemerintah Indonesia melindungi tenaga kerjanya di luar negeri dipertanyakan.

Itulah yang terasa saat kabar kematian Tuty Tursilawaty tersiar. Perempuan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ini dieksekusi mati pemerintah Arab Saudi, Selasa 29 Oktober 2018.

Anehnya, mengutip cuitan akun @migrancare, eksekusi hukuman mati terhadap TKI asal Majalengka itu dilakukan tanpa ada notifikasi dari Pemerintah Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia.

Padahal proses kasus yang menimpa Tuty telah lama terjadi. Merujuk pemberitaan sejumlah media massa, Tuty bekerja di Arab Saudi sejak September 2009.

Selama bekerja di sana, Tuty sering mendapat pelecehan seksual dari sang majikan. Tak tahan dengan perlakuan majikannya, pada 11 Mei 2010 Tuty melawan. Ia membela diri dengan tongkat yang menimbulkan kematian majikannya.

Takut, Tuty melarikan diri. Dalam pelarian, Tuty justru kembali mendapat musibah. Ia diperkosa sembilan pria. Tuty kemudian ditangkap polisi Arab Saudi.

Hakim pengadilan setempat menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Tuty pada Juni 2011.

Kini kabarnya masih ada belasan TKI/TKW yang menanti nasib serupa yang menimpa Tuty: eksekusi mati.

Merespon kabar duka nan memilukan itu, kami dari berbagai elemen masyarakat kembali akan menggelar Aksi Kamisan Makassar.

Pada Aksi Kamisan Makassar ke-43 ini, kami menyatakan sikap:
1. Mengecam eksekuti mati yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi terhadap Tuty Tursilawaty tanpa notifikasi kepada pemerintah Indonesia.

2. Meminta pemerintah Indonesia mengirim surat protes ke pemerintah Arab Saudi atas eksekusi mati terhadap Tuty tanpa notifikasi ke pemerintah Indonesia.

3. Menyesalkan sikap pemerintah Indonesia, terkhusus Kementerian Luar Negeri RI, yang terkesan tak memedulikan nasib Tuty.

Tak terdengar ada upaya diplomasi, bantuan hukum atau pendampingan dari pemerintah Indonesia untuk menangguhkan hingga membatalkan eksekusi mati terhadap Tuty.

4. Menyesalkan peran negara yang terkesan tidak optimal dalam menjamin hak-hak buruh migran. Termasuk hak untuk hidup.

Pemerintah Indonesia sejauh ini terkesan hanya sebagai institusi yang mengesahkan perekrutan dan pendistribusian para buruh migran ke luar negeri, tanpa jaminan perlindungan.

5. Mendesak pemerintah Indonesia serius melaksanakan amanat Undang-Undang No.18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Selama ini negara belum serius dalam upaya mengkampanyekan perlindungan buruh migran di forum-forum multilateral.

Kematian Tuty dan TKI/TKW lain yang dieksekusi mati di luar negeri merupakan bentuk paling nyata ketidakhadiran negara dalam melakukan perlindungan terhadap hak-hak dasar dari seorang warga negara.(Rls)

Hadiah Untuk Guru Mengaji, Imam dan Syara Dari Pemkab Barru

0

Barru, FajarPendidikan.co.id—Pemerintah kabupaten Barru melalui Bagian Kesra Sekertariat Daerah (Setda) memberi reward dengan memberangkatkan umroh gratis kepada 30 orang guru mengaji, imam mesjid dan pegawai syara yang dilepas langsung oleh Bupati Barru Ir. H. Suardi Saleh didampingi oleh Ketua Kelompok Pengajian Nurul Huda kabupaten Barru drg. Hj. Hasnah Syam Mars di ruang pola Cholliq Pujie, Kantor Bupati Barru, Rabu 31 Oktober 2018.

Dihadapan para calon jamaah umroh dan puluhan keluarganya, Kabag Kesra Setda Barru Dr. H. Irham Jalil S, Ag. M, Ag menyampaikan bahwa pemberangkatan calon jamaah umroh ini telah dijadwalkan sebelumnya.

“Pemberangkatan calon jamaah umroh ini telah kita jadwalkan akan kami berangkatkan pada 5 November mendatang,” ungkapnya.

Ia melanjutkan bahwa pemberangkatan ini merupakan sebuah penghargaan dari pemerintah.

“Pemberangkatan ini merupakan sebuah pengharagaan Pemerintah Kabupaten Barru kepada para guru mengaji, imam mesjid dan pegawai syara atas jasanya mendidik anak-anak kita sehingga dapat secara fasih membaca Al Qur’an dengan baik,” sahutnya.

Disamping itu, Bupati Barru juga memberi ucapan selamat kepada para jamaah yang terpilih.

“Kami selaku pemerintah Kabupaten Barru, berharap agar para calon jama’ah tetap menjaga kesehatan, tetap menjaga kekompakan di tanah suci dan semoga kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal afiat,” kata H. Suardi Saleh dalam sambutannya.

Penulis: Abd Latif Ahmad

Fakta Dibalik Kecelakaan Pesawat Lion Air JT-610

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id— Setelah bencana alam yang menimpa beberapa daerah di Sulawesi Tengah, Minggu 28 Oktober 2018 lalu, masyarakat Indonesia kembali berduka atas kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang menewaskan 181 orang.

Dalam peristiwa tersebut beberapa awak pesawat  yang mencapai 10 orang juga menjadi korban. Satu dari 10 orang tersebut, diantaranya dalah Bhavye Sunaje, yang merupakan pilot dari pesawat naas tersebut. Sebagai pilot yang telah bergabung dengan maskapai ini sejak tahun 2011, dapat dikatakan pengalaman yang ia miliki amat luar biasa. Setidaknya, bersama Lion ia telah mengangkasa selama 600 jam.

Dan ternyata bukan hanya warga sipil yang berada didalam peristiwa tersebut, terdapat korban yang berasal dari kementerian keuangan. Dari Ditjen Kekayaan Negara, Ditjen Perbendaharaan dan KPP Pratama Bangka. Tercatat ada 31 orang yang bekerja ditempat tersebut menjadi korban.

Dan menurut ketua Komisi Nasional Keselamatan Terbang (KNKT), mode transportasi umum ini masuk dalam jenis pesawat  yang baru dan jika dilihat dari track record nya, pesawat ini baru catatkan terbang sekira 800 flight hour.

Bahkan dari desas desus yang beredar pesawat ini bahkan baru mengangkasa untuk kebutuhan komersial, dua bulan belakangan. Lion Air JT-610 sendiri merupakan pesawat pengembangan dan boing 737 klasik dan merupakan series yang paling modern.

Insiden Lion Air JT-610 ini mungkin bukan yang pertama, rentetan peristiwa udara di Indonesia yang terjadi memang sering meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban yang ada di dalam kecelakaan pesawat.

Terlepas dari berbagai pemberitaan tentang peristiwa Lion Air, sebagai masyarakat Indonesia tentunya kita turut merasakan pilu yang keluarga korban rasakan.(Int)

 

HI Unibos Adakan Penyuluhan Pendidikan Karakter Anak

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Program Studi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Bosowa (Unibos) melaksanakan kegiatan penyuluhan pendidikan karakter terhadap anak usia dini kepada orang tua murid Taman Kanak-kanak PABBATA UMMI di area TPAS Antang, Makassar,  Rabu (31/10/2018).

Kegiatan penyuluhan ini menghadirkan narasumber Amelia Kristina dari UNICEF Indonesia. Dengan penyuluhan ini, diharapkan agar pihak orang tua dapat membangun komunikasi yang santun terhadap anak dan meminimalisir potensi kekerasan terhadap anak.

Selain penyuluhan, melalui kegiatan ini peserta didik diperkenalkan dengan budaya perdamaian melalui aktivitas bermain peaceboard game yang difasilitasi oleh Komunitas PeaceGen Makassar.

Kegiatan ini dilaksanakan juga sebagai perwujudan program mata kuliah Internship bagi mahasiswa tingkat akhir HI Unibos.

“Jadi program ini adalah salah satu diantara beberapa program yang dilaksanakan oleh mahasiswa tingkat akhir program studi Hubungan Internasional yang mengambil mata kuliah Internship atau magang. Mata kuliah Internship sendiri baru semester ini dijalankan karena ia bagian dari Kurikulum 2018 yang baru diimplementasikan pada semester ini” Tutur Zulkhair Burhan, SIp MA selaku Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional.

Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi bersama UNICEF Indonesia dan PeaceGen Makassar ini diakhiri dengan pembagian hadiah untuk pemenang lomba mewarnai yang diadakan diawal kegiatan.

Zulkhair menambahkan, “Melalui mata kuliah Internship ini mahasiswa diharapkan dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapatkan selama masa perkuliahan dan diharapkan mereka dapat membangun jejaring dengan berbagai pihak. Harapannya, program Internship ini dapat menjadi jembatan yang baik sebelum mahasiswa mengakhiri studi dan masuk ke dunia kerja,” harapnya.

Reporter : Ahadri