Beranda blog Halaman 3399

Guru Besar FKM Unhas Beri Pandangan Umum tentang RPJMN

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Bappenas melalui Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kedeputian Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan melakukan Background Study RPJMN 2020-2024 dibidang Kesehatan. Kajian tersebut menghasilkan analisis capaian, identifikasi isu strategis dan tantangan, serta rekomendasi arah kebijakan dan strategi pembangunan kesehatan ke depan.

Salah satu agenda yang dilakukan adalah pembahasan hasil analisis kewilayahan yang berlangsung di Jakarta, Hotel Sari Pan Pacific 31 Oktober 2018. Guru Besar FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi, SKM MKes., MSc PH., PhD, yang juga sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas banyak memberikan masukan terutama indikator status kesehatan. Indikator status kesehatan tersebut tidak hanya kematian bayi, kematian ibu tetapi juga indikator inklusif meliputi ibu hamil (KIA), lansia (life expectancy) dan orang cacat (disabilitas prevalence).

“Perlu ada sinkronisasi antar indikator misalnya, ada indikator prevalensi gizi buruk, Stunting dan sebagainya sementara tidak diikuti persentase tenaga gizi, demikian pula terdapat beberapa indikator yang sifatnya penyakit menular atau tidak menular dan masalah sanitasi, lingkungan dan air bersih sementara tidak diikuti dengan persentase tenaga kesehatan masyarakat (Sarjana Kesehatan Masyarakat) pada wilayah tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut, kata Prof Sukri, perlu ada sinkronisasi antara indikator outcome dengan indikator input, proses dan output.

Prof. Sukri, yang juga sebagai Ketua Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Sulsel, mengatakan bahwa semangat indikator RPJMN ini adalah bahwa sehat itu jauh lebih baik daripada orang sakit. “Karena itu, Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) perlu diperkuat tanpa mengabaikan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP), Prevention is much better than cure,” tutupnya. (FP)

 

Kepala Humas UNM Resmi Dilantik BPC Perhumas Indonesia

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Kepala Humas Universitas Negeri Makassar (UNM) Burhanuddin dilantik sebagai Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Makassar – Sulsel, di Hotel Grammara, Rabu 31 Oktober 2018.

Burhanuddin menjadi salah satu pengurus PERHUMAS cabang Makassar menempati posisi bidang Ristek dan Kompetensi, setelah dilantik langsung oleh ketua umum Perhumas Agung. Sementara itu BPC Perhumas Makassar Sulsel diketuai oleh Devo Khaddafi.

Burhanuddin mengungkapkan perlu adanya wadah resmi untuk para Humas bisa berhimpun, apalagi menurutnya dalam menghadapi era industri 4.0 menuntut kecepatan dan ketepatan dalam mengelola informasi.

“Memang perlu ada wadah resmi yang menaungi teman-teman Humas Sulsel, apalagi kita sedang menghadapi era industri 4.0. karena citra pimpinan dan lembaga ada pada Humas, kita harus membranding diri sebagai Humas yang cerdas dan keren,” ungkapnya.

Ia berharap BPC Perhumas Makassar Sulsel bisa mewadahi para Humas, untuk sharing informasi seputar kehumasan.

“inilah yang bisa menjadi tempat atau wadah untuk saling bertukar pikiran dan terbosan Humas dalam membangun reputasi dari sebuah organisasi dan menghasilkan trust (kepercayaan),” harapnya.

Reporter : Ahadri

Filosofi Rambut Gondrong

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id— Oleh manusia rambut biasanya dijadikan sebagai mahkota. Baik itu secara hiostoris maupun social, gaya rambut punya dimensi yang sangat luas.

Tidak hanya gondrong, tapi ada banyak gaya rambut untuk menujukkan identitas atau bahkan perlawanan.

Misalanya gaya rambut Mohawk yang menjadi identitas bagi anak-anak yang tergabung dalam genk Punk, gaya rambut yang mereka gunakan diambil dari kisah perjuangan kaum indian.

Olehnya itu, rambut tidak hanya menjadi mahkota tapi boleh jadi menjelaskan pendirian politik.

Di Indonesia, gaya rambut gondrong mempunyai dinamikanya sendiri dalam sejarah. Bahkan kaum laki-laki yang memelihara rambut hingga panjang atau gondrong dipandang sabai manusia dengan tipikal bebal atau tidak mau diatur. Bahkan di beberapa cerita film, penjahat digambarkan dengan rambut gondrong, bertato dan menggunakan tindik dibeberapa bagian tubuhnya.

Namun, jika ditelik secara historis seluruh pendangan tentang rambut gondorng yang dikenal garang akan berguguran, seperti misalnya pahlawan asal Sulawesi Selatan, Sultan Hasanuddin. Pada masanya, rambut gondrong sangat melekat pada kehidupan masyarakat kala itu, bahkan digunakan sebagai lambing atau simboll kekuatan dan kewibawaan seseorang.

Dalam masyarakat Indonesia, setelah masuknya pengaruh islam dan barat, rambut mulai menjadi penanda seksualitas seseorang. Laki-laki identik dengan rambut pendek dan rapi sedangkan perempuan berambut panjang.

Bakan sejak masa itu hingga sekarang, pemotongan rambut juga dikaitkan dengan persoalan agama, sesuatu yang membedakan dengan tradisi leluhur masyarakat setempat yang dianggap belum beragama.

Selain peci, pakaian rapi sebagai simbol  aktivitas pergerakan, rambut gondrong pun pernah menjadi identitas para pemuda dalam perjuangan revolusi Indonesia. Mulai dari jaman Jepang hingga masa-masa revolusi fisik, para pemuda pejuang semakin identic dengan rambut gondrong dan seragam militer.

Ali Sastromidjojo, menggambarkan pemuda yang berambut gondong dengan gaya urakan sebagai kekuatan revolusi di Yogyakarta pada awal tahun 1946.

Walaupun pernah menjadi symbol dari pemuda revolusioner, tapi Soekarno pernah dibuat kesal dengan gaya rambut gondrong ini terutama saat perjuangan melawan kebudayaan imperialis sedang memuncak. Karena rambut gondrong identik dengan lifestyle pemuda-pemuda barat. Maka Soekarno punpernah mencap mereka sebagai “Kontra Revolusioner”.

Setelah memsuki era rezim Soeharto, rambut gondrong semakin ditindas dan divonis sebagai gaya  yang bertentangan dengan kepribadian bangsa. Bahkan, rambut gondrong dianggap membuat pemuda acuh tak acuh. (int)

 

EHSA Indonesia Gelar Mukernas III di Makassar

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Environmental Health Spesialist Association (EHSA) Indonesia telah melaksanakan Musyawarah Kerja Nasional III di Hotel Harper Makassar, Jumat, 26 Oktober 2018. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus EHSA Cabang Sulsel Periode 2018/2021 oleh Ketua EHSA Pusat, Dr Ir Tri Joko, M Si.

Peserta Mukernas adalah Pengurus Pusat dan Cabang EHSA seluruh Indonesia yang  merupakan profesional dalam Bidang Kesehatan Lingkungan.

Ketua EHSA Sulsel, dr Makmur Selomo, MS yang juga merupakan dosen Kesling FKM Unhas menjelaskan bahwa, pengurus EHSA Sulsel berasal dari berbagai instansi.
“Pengurus EHSA Sulsel tidak hanya berasal dari Unhas saja, tetapi dari berbagai instansi seperti Universitas Islam Negeri Alauddin, Universitas Muslim Indonesia, Poltekkes Makassar, dan dari Dinas Kesehatan,” terangnya.

Ketua Koligium dalam sambutannya, menjelaskan sejarah lahirnya EHSA di Indonesia.
“EHSA awalnya digagas dari lima Universitas di Indonesia; salah satu inisiator adalah Almarhum Ir H Muh Hasyim Djafar dari Unhas,” tutur Prof UFA sapaan akrab Prof dr Umar Fahmi Achmadi.

Cita-cita EHSA, lanjutnya, adanya Profesi yang diakui dunia kerja dan bisa mandiri serta memiliki dasar keilmuan sarjana yang kuat. Seperti halnya notaris, lawyer, dokter. Cita-cita ini didukung oleh Undang-undang Tenaga Kesehatan. Tenaga Kesehatan Lingkungan bukan Tenaga Kesehatan Masyarakat, memiliki irisan yang sama yaitu preventif orientik, tapi jelas berbeda.

Mukernas ini menghasilkan perubahan AD/ART, seperti nama EHSA dalam Bahasa Indonesia Perkumpulan Profesi Kesehatan Lingkungan Indonesia (PPKLI), yang dalam pembahasannya sangat alot. Pembahasan ini dipandu moderator Syamsuddin salah satu pengurus EHSA Sulsel yang juga dosen Poltekkes Makassar. Selain itu,
EHSA Sulsel mendapatkan amanah untuk mengembangkan website dan atribut organisasi seperti bendera dan seragam EHSA.

“Sampai ketemu di Batam, untuk membahas agenda yang tertinggal dalam Mukernas ini. Juga nantinya akan ditambah agenda yang sesuai dengan Road map EHSA,” jelas Tri Joko Ketua EHSA Indonesia saat menutup acara Mukernas III EHSA di Makassar. (FP)

 

Pengajian Lorong, Menarik Perhatian Masyarakat

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id— Melaksanakan salah satu program sosial Pemerintah Kota Makassar yang dicetuskan oleh Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, disambut baik oleh warga RT 05/02 Baji Ampe, Kelurahan Baji Mappakasunggu, Kecamatan Mamajang.

Pada Kamis 25 Oktober 2018 lalu, warga Baji Ampe beramai-ramai menggelar pengajian di lorong yang telah tertata dengan indah.

Meski pengajian ini baru pertama kalinya di gelar di lorong karena biasanya digelar di mesjid namun antusias masyarakat sangat nampak pada kegiatan sederhana tersebut.

Disamping itu suasana lorong memang kondisinya sudah nyaman dengan hiasan bunga-bungaan yang tumbuh subur, juga sekaligus menikmati “hasil keringat”, berhasil meraih prestasi juara II lomba lorong se kelurahan Baji Mappaka Sungguh.

Selain untuk menjalankan program pemerintah untuk masyarakat ini, kegiatan ini juga digelar dalam rangka menghidupakan lorong-lorong yang ada di kota Makassar, khususnya lorong di RT 05/02 Baji Ampe, Makassaar.

“Kalau tidak salah program ini, tahun lalu diluncurkan “, ujarRatna Rahim,  istri Ketua RT 02, yang mengkordinir kegiatan tersebut. (ana)

Bupati Maros Izinkan ASN Mencoblos Pada Pilkades

0

Maros, FajarPendidikan.co.id— Bupati Maros. Ir. HM. Hatta Rahman, MM mengizinkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS, BUMN dan BUMD menyalurkan hak pilihnya pada pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa Serentak 2018 yang berlangsung, Rabu,31 Oktober 2018 besok .

Penyaluran hak suara para ASN itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Maros Nomor, 141/26/DPMD tertanggal, 28 Oktober 2018 agar para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OKP) memberi izin kepada bawaannya untuk ikut memilih pada Pilkades. Sebanyak 64 desa akan melaksanakan Pilkades.

Tidak hanya ASN, bahkan tenaga kontrak pun diizinkan untuk menyalurkan hak suaranya.
Dalam Surat Edaran tersebut, Hatta Rahman menyebutkan, pertama, memberikan izin kepada ASN dan tdnaga kontrak yang msmpunyai hak pilih di 64 desa yang melaksanakan Pilkades Serentak.

Kedua. bagi perusahaan dan pimpinan BUMN/BUMD baik di dalam wilayah mau pun di luar Kabupaten Maros agar dapat memberikan izin kepada karyawan dan karyawati yang mempunyai jang hak pilih.

Penulis: Anto

HAPSC FKM Unhas Gelar Futsal Competition

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Forum mahasiswa Health Administration and Policy Student Community (HAPSC) FKM Unhas menggelar “HAPSC Futsal Competition” yang dilaksanakan di lapangan The Futsal NTI, Sabtu, 27/10/2018. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja forum mahasiswa Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) FKM Unhas tersebut.

Ketua Panitia Ni’mawati menyebutkan, kegiatan ini dilakukan untuk menjalin tali silaturahmi antar sesama mahasiswa kesehatan yang ada di Kota Makassar. Peserta yang berpartisipasi diantaranya Winslow FC, FKM UH FC, S2 AKK, Poltekkes Keperawatan, Yapma 1, Yapma 2, Yapma 3, dan Farmasi UIN Alauddin. Dosen Departemen AKK FKM Unhas yang turut hadir menyaksikan pertandingan yaitu Sekretaris Departemen AKK Muh. Yusri Abadi, S.KM, M.Kes. dan Dr. Darmawansyah, SE, MS.

Setelah melewati babak penyisihan, pertandingan memasuki babak semi final. Pertandingan babak semi final diikuti Winslow FC melawan Yapma 1, dan Farmasi UIN Alauddin melawan Poltekkes Keperawatan. Selanjutnya memasuki babak Final, Winslow FC berhadapan Farmasi UIN untuk mencari juara 3 dan 4. Sementara itu Yapma 1 melawan Poltekkes Keperawatan untuk berebut Juara 1 dan 2.

Pada akhirnya kompetisi futsal ini dimenangkan oleh Yapma 1. Juara 2 direbut oleh Poltekkes Keperawatan dan juara 3 oleh Winslow FC. Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan hadiah dari panitia. Hadiah yang diberikan berupa piala dan sertifikat yang diserahkan oleh ketua HAPSC dan Wakil Ketua HAPSC.

Sekretaris Departemen AKK Muh. Yusri Abadi, S.KM, M.Kes. berharap kegiatan ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dan dapat diikuti oleh seluruh perguruan tinggi kesehatan di Kota Makassar. “Kegiatan seperti ini akan memperkuat jejaring mahasiswa dan kita berharap dapat ditindaklanjuti dapat bentuk kegiatan lain, misalnya penelitian dan pengabdian masyarakat bersama,” tutup Muh. Yusri.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, PhD yang dihubungi secara terpisah menyampaikan apresiasi kepada departemen AKK. “Ke depan kita berharap departemen dapat meningkatkan kegiatan yang dapat mendorong pemeringkatan kinerja kemahasiswaan di FKM dan universitas secara keseluruhan,” harapnya. (FP)

 

Tiga Guru Besar AKK FKM Unhas Presentasi di Forum Internasional

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Tiga Guru Besar Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) FKM Unhas presentasi pada The 3rd International Conference on Environmental Risks and Public Health (ICER-PH) 2018 yang diselenggarakan oleh Departmen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang berlangsung di Hotel Harper Makassar, 27 Oktober 2018.

Mereka adalah Prof Dr Indar, SH, MPH; Prof Dr Amran Razak, SE, MSc; dan
Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD.

Presentasi Prof. Indar berjudul Analysis of Management System of Healthy Lorong Program in Makassar City. Ia mengatakan bahwa program tersebut telah dikembangkan di Makassar sejak 2015 dan terdapat lorong sehat hingga 2017.

“Program lorong sehat ini dikembangkan dengan pendekatan kesehatan keluarga yang merupakan program nasional misalnya keluarga berencana, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan, bayi memperoleh imunisasi dasar, bayi memperoleh ASI dan penderita TB memperoleh pengobatan menurut standard,” jelas Prof Indar.

Sementara Prof Amran menyampaikan topik mengenai Economic Burden of Cancer Patients at Hasanuddin University Teaching Hospital. Ia menjelaskan bahwa kanker termasuk penyakit katastropik dengan karakteristik membutuhkan biaya tinggi dan jumlah pasien yang banyak yang memiliki risiko kematian.

Prof Amran menambahkan,  mestinya Provinsi Sulawesi Selatan menjadikan program prioritas mengenai kabupaten/kota sehat ini.

Selanjutnya, Prof Sukri mengkaji mengenai re-standardisation Makassar Healthy City based on Local Needs. Prof Sukri menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengeluarkan suatu kebijakan atau peraturan mengenai Healthy Cities yaitu Peraturan Bersama antara Kementerian Dalam Negeri dan Kementrian Kesehatan pada tahun 2015.

“Peraturan tersebut sebagai payung penyelenggaraan yang berlaku secara nasional sementara masalah dan sumber daya yang dimiliki berbeda. Karena itu penelitian tersebut menghasilkan temuan dan rekomendasi yaitu revisi standar dan indikator Makassar Healthy Cities,” terang Prof Sukri. (FP)

 

Forum International Conference on Environmental Risks and Public Health

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Departmen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menggelar The 3rd International Conference on Environmental Risks And Public Health (ICER-PH). Konferensi ini berlangsung di Hotel Harper Makassar, 26-27 Oktober 2018.

Konferensi internasional ini dibuka oleh  Rektor Unhas yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Infrastruktur, Prof Dr Ir Sumbangan Baja, M.Phil. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa FKM adalah salah satu fakultas favorit di Unhas yang banyak memberi kontribusi dalam pemeringkatan prestasi di berbagai bidang. “Konferensi ini tentu akan menghasilkan pemikiran dan publikasi yang dapat diterbitkan pada berbagai jurnal internasional yang terindeks Scopus,” katanya.

ketua panitia, dr Hasanuddin Ishak, MSc, PhD, melaporkan bahwa masalah-masalah kesehatan lingkungan telah menjadi isu global sejak lama. “Isu ini berkembang dari masalah kesehatan lingkungan tradisional, seperti masalah sanitasi dasar dan hygiene, ke masalah-masalah yang lebih kompleks seperti polusi,” terangnya.

Masalah-masalah ini, sambungnya, memberikan kontribusi yang cukup besar bagi berbagai masalah kesehatan masyarakat yang ada. Hingga kini kedua masalah ini, masalah-masalah kesehatan lingkungan tradisional dan kontemporer, belum dapat diatasi dengan baik.

Sebagian besar masalah kesehatan lingkungan yang ada saat ini terjadi akibat perkembangan industri dan aktivitas manusia yang semakin beragam dan tak terkendali.

Perkembangan ekonomi dan industri di Indonesia memberikan tekanan yang berat terhadap lingkungan dan akhirnya berdampak pada kesehatan masyarakat. Perkembangan perkotaan juga menyebabkan penggunaan lahan yang baik langsung maupun tidak mempengaruhi sumber daya dan ekosistem air dan menyebabkan bahaya bagi kesehatan. Air permukaan dan tanah terkontaminasi dengan berbagai zat organik dan anorganik; udara yang tercemar zat-zat kimia yang diemisikan oleh kendaraan dan industri. Semuanya berdampak pada kesehatan.

Berbagai masalah kesehatan yang muncul tidak semata-mata karena lingkungan yang buruk, tetapi juga berkaitan dengan berbagai hal, seperti nutrisi, tekhnologi, dan lingkungan. Karena itu, untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat terkait lingkungan, perlu ditinjau dari berbagai sudut pandang.

Konferensi ini dihadiri oleh hampir 400 peserta dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia dan juga beberapa dari luar negeri. Panitia mampu menghadirkan beberapa pembicara dari luar negeri misalnya Prof. Dino Pisaniello dan Leonid Turczynowicz dari University of Adelaide Australia, Leng Huat, PhD dari University Sains Malaysia, kraihchat Tantrakarnava, PhD dari Mahidol University dan beberapa narasumber dalam negeri yang tidak kalah pentingnya yaitu Prof. Umar Fahmi dari Universitas Indonesia, Dr. Ismail Suardi Wekke dari STAIN Sorong  dan Anwar Mallongi, SKM, MSc., PhD dari Universitas Hasanuddin.

Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam, SKM, M.Kes., M. Med.Ed. menyampaikan bahwa Konferensi ICERPH ketiga ini mengambil tema “Environmental Challenges and Global Health Impact” adalah sangat tepat melihat berbagai masalah kesehatan masyarakat secara global. “Tentu saja Tujuan konferensi ini diharapkan dapat menyediakan wadah untuk menyebarkan dan saling bertukar informasi hasil-hasil penelitian dan kajian mengenai berbagai aspek dalam bidang kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat saat ini dan di masa mendatang,” jelasnya.

Dekan lebih lanjut menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi pada semua pihak yang telah ikut berkontribusi menyukseskan kegiatan ini, tutupnya. (FP)

Sekilas Tentang “Otak Udang”

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id— Otak Udang, istilah ini mungkin tidak asing ditelinga masyarakat. Betapa tidak, dari usia muda hingga usia senja kerap menggunakan istilah ini untuk menggambarkan sifat seseorang atau sebutan lain dari kata bodoh, goblok, tidak pintar. Meski sebenarnya dia cerdas.

Tapi uniknya, dari ribuan bahkan ratusan hewan yang hidup di jagat raya kenapa justru Udang yang digunakan untuk menggambarkan istilah ini.

Pertanyaan ini mungkin muncul dibenak Anda tapi entah siapa pencetus dan sejak tahun berapa istilah ini ada. Dan mengapa istilah otak udang ini bisa sampai di telinga masyarakat.

Istilah ini mungkin familiar di telinga Anda, tetapi biasanya masyarakat lebih cenderung menggunakan kata bodoh atau goblok.

Kata otak selalu dikaitkan dengan kepala, maka apa yang terdapat didalam isi kepala adalah otak. Tetapi  beda halnya dengan udang, dalam kepala udang berisi makanan. Kemudian dua kata ini dikaitkan, sehingga muncullah istilah “otak udang” karena pada dasarnya otak udang hanya berisi makanan atau dengan kata lain “perut di dalam kepala” dan perumpamaan ini biasanya dipakai untuk menggambarkan sifat seseorang yang tidak pintar, bodoh, goblok .

Selain sistem pencernaan, dikepala juga terdapat jantung, hati, dan berbagai macam organ lain yang pada manusia terdapat pada perut. Jadi isi kepala udang seperti isi perut manusia, yaitu kebanyakan berupa organ-organ pencernaan. Sehingga manusia bila berpikir berdasarkan perutnya (hawa nafsu), tidak menggunakan otaknya untuk memilih baik atau buruk, halal atau haram, dan sebagainya… maka pantaslah jika ada yang menyebut otak udang.

Istilah ini disematkan ke udang karena prilaku undang yang berenang mundur, bahkan melompat mundur. Sehingga orang yang tidak mau maju kadang juga disebut/diibaratkan udang. Walau sebenarnya ada hewan khusus yang memang berjalan mundur yaitu Undur-undur yang katanya bisa digunakan untuk menyembuhkan diabetes dan hipertensi.