Beranda blog Halaman 3400

Tim Transisi Bupati Wajo Sambangi Gubernur Sulsel

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id– Pasca disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wajo sebagai Bupati dan Wakil Bupati Wajo Periode 2019-2024, Amran Mahmud-Amran SE bersama Tim Trasisi Wajo berkunjung ke kantor Gubernur Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo Makassar, untuk memenuhi undangan Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis 18 Oktober 2018.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur  Sulawesi Selatan Professor Nurdin Abdullah dan Amran Mahmud membahas banyak isu-isu aktual khusus terkait pelaksanaan pemerintahan daerah.

Di antaranya jadwal pelantikan Amran Mahmud dan Amran SE sebagai bupati dan wakil bupati Wajo,  pembangunan infrastruktur jalan, water treatment, listrik, Irigasi termasuk rehabilitas bendung Awo, optimalisasi danau tempe, rencana pembangunan rumah sakit regional, pengembangan pelabuhan bangsalae dan penyelesaian pembangunan pasar Siwa menjadi pasar percontohan serta berbagai isu hangat lainnya.

Dalam kesempatan itu Amran Mahmud yang didampingi wakil bupati terpilih Amran SE, Tim Transisi Bupati Terpilih Kabupaten Wajo Elfrianto dan Andi P. Rukka, juga menyerahkan buku karya Amran Mahmud yang berjudul Birokrasi Pemerintahan yang Bersih’ kepada Gubernur Sulawesi Selatan.

Penulis: Lutfi Baso

Jaksa Masuk Sekolah, Ini Pesan Cerdas Kajari Bone

0

Bone, FajarPendidikan.co.id– Kejaksaan Negeri (Kejari) Watampone, Kebupaten Bone menggelar kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di Gedung PGRI Jl Ahmad Yani, Watampone, Kamis 18 Oktober 2018.

Hadir Kepala Kejari (Kajari) Bone, Hj Nurni Farahyanti, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Nursalam, Kasi Rehabilitasi Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bone, Savitri dan Dinas Kesehatan, Yusuf. Hadir pula sejumlah Kepala Sekolah dan siswa perwakilan dari sejumlah sekolah SMP dan SMA di Kabupaten Bone.

Kajari Bone Hj Nurni Farahyanti dalam materinya, selain menyampaikan perihal peran Kejaksaan, juga memaparkan penerangan hukum terkait konsekuensi dari pelaku yang terlibat dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba.

“Kali ini saya berkolaborasi dengan dari Dinas Kesehatan dan BNK Bone. JMS penting tuk penerangan hukum sejak dini bagi kalangan pelajar, generasi penerus bangsa, “kata Hj Nurni dihadapan para Kepala Sekolah dan Siswanya

Lebih lanjut Nurni berpesan kepada para pelajar, sebagai generasi bangsa harus bersikap disiplin diri dari berbagai aspek. Mulai dari disiplin waktu untuk ibadah, datang dan pulang dari sekolah hingga disiplin dalam belajar. Cerdas dalam menggunakan waktu untuk hal yang positif untuk diri, keluarga, sesama dan bangsa.

“Generasi bangsa harus disiplin waktu, disiplin belajar, dan disiplin cerdas,”kata Nurni menjelaskan diselingi memberi kuis berupa pertanyaan. Bagi pelajar yang mampu menjawab diberikan hadiah. Pelajar pun nampak antusias menyimak dan merespon materi JMS tersebut.

Terkait disiplin cerdas, Kajari Bone nampak menjelaskannya dengan contoh reka adegan penerapan pasal bagi para pelaku pada kasus yang terkait lingkaran penyalahguna narkoba. Pemeran dalam penjelasannya, melibatkan  peserta kalangan pelajar. Hal itu dilakukan agar hadirin antusias dan bisa dengan mudah mengerti penerangan hukum dan konsekuensi hukuman bagi pelanggarnya.

“Disiplin cerdas itu artinya jika sudah tahu tidak baik maka mesti konsisten tuk menjauhinya. Sekarang kita semua yang ikuti JMS ini, sudah tahu melanggar hukum dapat hukuman, terlibat penyalahgunaan narkoba tidak baik dan dihukum, maka itu harus selalu dijauhi,”jelasnya

Sementara Kasi Intelijen Kejari Watampone A Satya Adhi Chipta mengatakan JMS terus digelar dalam rangka memberi penerangan  dan pemahaman hukum bagi kaum pelajar, generasi bangsa.

“JMS ini tujuannya mengenalkan Kejaksaan itu sendiri dan penerangan hukum kepada para siswa sejak dini, agar kedepannya mempunyai pengetahuan dan pemahaman tentang hukum sehingga bisa menjauhkan diri dari melanggar hukum,”kata A Satya Adhy Chipta kepada FAJAR PENDIDIKAN

Penulis: Abustan

Jaksa Masuk Sekolah, Lima Pelajar Terciduk Gunakan Narkoba

0

Bone, FajarPendidikan.co.id– Sebanyak lima pelajar dari sejumlah sekolah di Kabupaten Bone yang mengikuti kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di Gedung PGRI Jl Ahmad Yani, Watampone, terciduk terlibat penyalahgunaan narkoba. Keterlibatan mereka itu bukan keterlibatan sungguhan, melainkan sebagai reka adegan yang dilakukan Kajari Bone dalam menjelaskan materi yang dibawakannya dalam kegiatan JMS tersebut.

“Ada bisa bantu saya?, kalau ada, maju kedepan, saya jelaskan dengan contoh kasus penerapan pasal terkait penyalahgunaan narkoba,”kata Kajari Bone, Hj Nurni Farahyanti disambut antusias dan angkat tangan senjumlah pelajar sebagai tanda bersedia maju kedepan.

Pantauan FAJAR PENDIDIKAN, Kajari Watampone pun memilih lima palajar pada sesi penjelasan contoh kasus itu. Mereka dibagi dalam sejumlah peran. Ada sebagai pembawa/pengantar shabu, penyuruh dan pihak yang akan diberi shabu-shabu tersebut.

“Bagi pembawa shabu, jangan coba-coba bawakan orang lain atau teman anda, karena itu bisa dijerat hukum bersama yang lainnya. Kalau sudah tahu shabu maka jangan coba terlibat dalam lingkarangnya karena anda akan ditangkap juga,”jelasnya

Penulis: Abustan

Karena Usia Adalah Doa, Selamat Milad Jendral

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id— Menginjak usia ke 67 tahun, Letnan Jenderal Prabowo Subianto dibanjiri ucapan dan doa dari para sahabat.

Diusia yang tidak muda lagi, dikatahui Jendral kelahiran 1951 silam ini, sejak usia muda hingga diusia sekarang selalu mempunyai mimpi dan cita-cita mulia untuk masyarakat Indonesia.

Bertepatan dengan hari lahirnya yang jatuh pada tanggal 17 Oktober tahun ini, Direktur dan segenap kru PT. Fajar Media Pendidikan memberi ucapan dan doa untuk sang Jendral.

Sekolah Ini Terapkan Pendidikan Karakter Bagi Siswanya

0

Bone, FajarPendidikan.co.id– Sikap hormat dari orang yang lebih muda kepada yang lebih tua adalah hal yang selayaknya dilakukan, terlebih di sekolah. Namun, interaksi antara orang tua atau guru  berjalan layaknya teman biasa, sehingga terkadang ada adab terabaikan. Misal mencium tangan.

Cium tangan dan atau jabat tangan antara pelajar dan guru suatu adab yang amat sederhana namun begitu bermakna. Keberadaannya, dirasa cukup mampu untuk  lebih menumbuhkan sikap hormat, sopan santun pelajar terhadap guru di sekolah maupun luar sekolah.

Hal tersebut seperti yang terus digiatkan di SMP Negeri 8 Watampone.

“Jabat tangan ini terus dilakukan, sebagai salah satu upaya menumbuhkan karakter positif para pelajar di sekolah,”kata Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Watampone, Lukman kepada FAJAR PENDIDIKAN belum lama ini.

Lebih lanjut, Lukman mengatakan, dengan pembiasaan cium atau berjabat tangan sebelum masuk belajar dan saat akan pulang sekolah, para pelajar diharapkan dapat lebih menaruh rasa hormat kepada guru dan sesama pelajar lainnya. Selain itu, diharapkan akan mememperkecil kemungkinan terjadinya tindakan yang tak diinginkan .

Semua orangtua pelajar juga diharapnya mengupayakan pendidikan karakter bagi anaknya di rumah, agar semua unsur bisa benar-benar memberikan perhatian terhadap kemajuan sekolah dalam mendidik para pelajar.

Penulis: Abustan

 

Perwakilan UIT  Desak Kemendikti  Untuk Melakukan Evaluasi

0

Jakarta , FajarPendidikan.co.id– Puluhan perwakilan orang dari 32 elemen yang ada di kampus Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar saat ini sedang berada di Jakarta untuk bertemu Kemendikti.

Pertemuan ini untuk meminta pihak Kemendikti melakukan evaluasi atas sanksi yang selama ini berikan kepada kampus UIT. Pasalnya selama ini pihak UIT sedang melakukan perbaikan sesuai dengan petunjuk dari pihak Kemendikti.

“Kita mau mempertanyakan akan evaluasi yang tidak pernah dilakukan,namun tiba-tiba ada sanksi baru lagi yang diberikan, inikan aneh,” ujar  Humas UIT Zulkarnain Hamson di Jakarta Rabu 17 Oktober 2018.

Dia menjelaskan bahwa kedatangannya di Jakarta bersama 32 elemen kampus tersebut sebagai bentuk perlawanan mereka terhadapa kebijakan LD2K Kemedikti yang memberikan sanksi tanpa melihat perubahan yang terjadi di kampus UIT. Padahal selama dua bulan terakhir ini pihak UIT sudah banyak melakukan perubahan.

“Jangan karena hanya pengaduan 40 orang, tidak melakukan cek, langsung mengeluarkan sanksi,” tegasnya.

Karenanya dia berharap bisa bertemu dan berdialog dengan pihak kemendikti, untuk menyampaikan aspirasi ratusan mahasiswa dan dosen yang selama berada di kampus UIT. Jika saja apa yang menjadi aspirasi mereka tidak direspon oleh pihak kemendikti, maka pihak akan terus berjuang termasuk akan mengadu ke presiden dan berjuaang lewat jalur hukum.

” kita juga sudah siapkan langkah hukum untuk menggugat LD2K, jika apa yang menjadi aspirasi kita tidak di indahkan,” tegasnya.

Zulkarnain menjelaskan, ia bersama tim ke Jakarta dengan membawa surat pernyataan dari semua dekan dan prodi yang ada di UIT.  Selain membawa surat pernyataan beberapa elemen kampus juga ikut dalam rombongan ini, mulai dari perwakilan mahasiswa, UKM Pers dan beberapa organisasi kampus lainnya.(Rls)

Tingkatkan Kompetensi, Guru Bahasa Arab Dilatih Di IAIN Bone

0

Bone, FajarPendidikan.co.id– Pelatihan peningkatan kompetensi Guru Bahsa Arab se-Sulawesi Selatan digelar di Aula utama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, di Jl Hos Cokroaminoto Watampone, 13 hingga 14 Okotber 2018.

Pelatihan tersebut dilaksanakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Bahasa Arab se-Indonesia (IMLA) dan Word Assembly of Moslem Youth  (WAMY) bekerjasama dengn IAIN Bone dan Pengurus Cabang IMLA Bone.

Hadir sebagai pemateri utama,  Dr. Wildana Margadinata, Ust. Ahmad Makki Hasan, M.Pd. dan Dr. Nursyirwan.

Sebanyak 75 peserta dengan latar dosen dan guru bhs arab mengikuti kegiatan ini. Mereka perwakilan beberapa Madrasah, SMA, dan PT dari Kabupaten Bone, Bulukumba, Pinrang, Enrekang, Jeneponto, Luwu Utara, dan Palopo.

“Kegiatan pelatihan ini adalah kegiatan nasional, digelar di sembilan titik, salah satunya di IAIN Bone,”kata Ketua Panitia Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Arab, Muslihin Sultan kepada Fajar Pendidikan

Mulishin menyebutkan, diantara materi yang dikupas dalam pelatihan, yakni Tren Baru Dalam Pembelajaran B. Arab, Strategi Pembelajaran Istima’ dan kalam,  Membaca, Kitaba, Unsur bahasa, dan  Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Arab.

Penulis: Abustan

Perempuan Harus Berprestasi di Bidang Seni Beladiri

0

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Setelah mengikuti seleksi pra porda pada 10 Desember 2017 lalu, Riska berhasil menempati peringkat ketiga setelah bertarung mewakili Kabupaten Wajo dan menyingkirkan pesaingnya.

Berbagai prestasi yang diraih Riska Rafi melalui olahraga beladiri Judo, dimulai dari Pra Porda di kabupaten Pangkep pada tahun 2013. Namun dia hanya berhasil mendapat juara dua setelah dikalahkan Judoka dari kabupaten Pangkep di babak final.

Akan tetapi, semangat tidak terhenti sampai di situ dan ia kembali mengikuti pertandingan Porda Bantaeng pada 2014 dengan cabang olahraga yang sama. Namun ia hanya meraih medali perak.

Riska yang menggeluti olahraga beladiri Judo sejak masih duduk di bangku SMA kelas 1 hingga sekarang, meskipun setelah bertanding di Porda kabupaten Bantaeng 2014 lalu, ia sempat vakum beberapa tahun lantaran sibuk mengurus kuliah dan organisasi. Namun ia kembali fokus latihan di Gelanggang Olahraga (GOR) Aspol Panaikang menjelang Porda Pinrang.

“Meski saya vakum beberapa tahun karena ada sedikit urusan akademik yang harus saya selesaikan di kampus dan setelah itu saya mendapatkan kesempatan untuk menggeluti hobi berolahraga beladiri Judo ini,” ungkap Chika sapaan akrabnya.

Menurutnya, Judo merupakan seni beladiri yang menggunakan tangan kosong yang banyak memberikan pelajaran dalam pertarungan. Dimulai dari teknik menyerang lawan dan bertahan dari serangan lawan itu harus diseimbangkan untuk menjatuhkan lawan.

“Mendalami olahraga beladiri Judo itu banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik, dimulai dari teknik bantingan atau menjatuhkan lawan yang khas dalam bertarung, di situ kita bisa ambil hikmahnya bahwa kita jatuh untuk bangkit lagi,” kata Chika.

Ia pun menambahkan jika bertarung dalam pertarungan beladiri Judo tentu dibutuhkan teknik dan fisik yang bagus serta mental yang kuat. Selain itu, percaya diri menjadi modal dasar utama yang harus dimiliki para Judoka untuk menaklukkan lawan tandingnya.

“Soal olahraga beladiri bukan hanya laki-laki yang bisa berprestasi, dan perempuan bukan hanya pintar coret alis dan lipstik, tapi ia harus berprestasi di bidang seni beladiri,” pungkasnya.

Tentunya dia optimistis untuk meraih gelar juara di Porda Pinrang di cabang olahraga Judo demi membanggakan kedua orang tua dan mengharumkan nama kampusnya.

“Persoalan kalah dan menang itu Tuhan yang atur. Tapi bertarung dengan tampil yang terbaik itu yang perlu karena yang terbaik tentu sudah bisa membanggakan. Insya Allah saya beroptimis dan semangat untuk meraih gelar juara yang selama ini saya impikan,” harapnya.

Penulis: Ahadri

Semua Pihak Harus Aktif Membantu Korban Bencana Sulteng

0

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Lebih dari 100.000 siswa, 20.000 guru, dan 2.000 sekolah terdampak bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus melakukan pendataan untuk membantu pemulihan kondisi di Sulteng, khususnya bidang pendidikan.

Untuk menangani masalah pendidikan pasca gempa, diperlukan kerja sama semua pihak, termasuk kementerian dan lembaga lainnya, terutama masyarakat dan pemda terdampak gempa di Sulteng.

Pemerintah daerah dan lembaga lainnya pun diimbau aktif membantu. Khususnya dalam menangani pelajar yang mengungsi ke luar Sulteng, agar pemerintah daerah mengedepankan fleksibilitas dalam menerima siswa baru terdampak gempa di Palu, Sigi dan Donggala.

Semua sekolah, di mana saja sekolah itu berada, untuk bersedia menerima anak-anak yang dalam status pengungsi. Buat urusan administrasi lebih fleksibel, dan kedepankan pemenuhan hak anak-anak untuk bisa terus belajar.

Termasuk bagi siswa-siswa yang telah memutuskan untuk pindah permanen, sekolah di luar Palu dan Donggala diharap dapat melayani siswa dengan tidak mengedepankan proses birokrasi. Intinya semua anak harus belajar, tidak boleh tertunda karena bencana ini.

Redaksi

Antisipasi Hal Yang Buruk, Polisi Mulai Razia Kost

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id—- Anggota Kepolisian Resort (Polres) Bone melakukan razia, menyasar tempat-tempat yang dianggap rawan terjadinya perbuatan yang bisa
mengundang bencana, gempa, (maksiat).

Razia tersebut dipimpin langsung oleh KSPKT Polres Bone Ipda Achmad Alfian Nurrochim dengan sasaran para remaja dan atau pemuda yang tinggal di tempat kos maupun
kontrakan di kawasan Jln Majang Kelurahan Macege Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone, Kamis (11/10/18) pukul 00.00 Wita.

Hasilnya, sebanyak 4 pasangan bukan suami istri yang sedang berada di dalam kamar ditemukan langsung oleh anggota Polres Bone. Dari ke 4 pasangan tersebut, satu
pasangan yang masih di bawah umur dengan berstatus pelajar SMA di Kabupaten Bone ini.

“Sasaran razia kami pada malam hari ini adalah pada tempat-tempat kos ataupun kontrakan dan kami menemukan langsung 4 pasangan bukan suami istri bahkan satu pasang
diantaranya masih di bawah umur dan masih berstatus pelajar,” kata Alfian dilansir FAJAR PENDIDIKAN di laman Tribrata News Polres Bone, Kamis (11/10).

Pihak Kepolisian pun membawa mereka yang terjaring razia ke Mako Polres Bone. Mereka diberi pembinaan dan memanggil orang tuanya. Selain itu, membuat surat pernyataan
yang ditanda tangani oleh orang tua mereka agar para pelaku maksiat tersebut tidak mengulangi lagi perbuatannya.