Beranda blog Halaman 7

Pemkab Barru Apresiasi Peresmian Pusat Ekonomi DDI Mangkoso pada Milad ke-87

Barru – Pemerintah Kabupaten Barru memberikan apresiasi atas peluncuran Pusat Perekonomian Toserba Terpadu DDI Mangkoso yang dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-87 Darud Da’wah Wal-Irsyad (DDI). Kegiatan tersebut dihadiri sekaligus ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., mewakili Bupati Barru, di GOR Kampus III Putri Bululampang, Kelurahan Mangkoso, Kecamatan Soppeng Riaja, Ahad (11/1/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Barru menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang DDI yang selama puluhan tahun terus berkontribusi dalam bidang pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia. Menurutnya, peringatan Milad DDI bukan hanya menjadi momentum bagi DDI Mangkoso, tetapi juga milik seluruh keluarga besar DDI yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air.

Ia menilai DDI telah tumbuh sebagai organisasi Islam yang besar dan moderat dengan tetap menjunjung nilai persatuan serta semangat ukhuwah Islamiyah.

“DDI hadir sebagai organisasi yang terus menjaga nilai wasathiyah dan konsisten mengajak umat pada kebaikan dengan tetap memperkuat persatuan,” ujarnya.

Wabup Barru juga memberikan penghargaan atas suksesnya rangkaian kegiatan Milad ke-87 yang diisi dengan berbagai agenda seperti kegiatan ilmiah, olahraga, seni, silaturahmi, hingga perlombaan. Ia menilai keberhasilan kegiatan tersebut lahir dari semangat kebersamaan dan kerja sama seluruh panitia serta keluarga besar DDI.

Menurutnya, antusiasme para santri dan santriwati dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan menjadi hal yang membanggakan. Di tengah berbagai tantangan moral dan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, para santri dinilai telah memilih jalan yang positif dengan mendekatkan diri pada pendidikan dan nilai-nilai agama.

“Menjadi sosok yang baik jauh lebih penting daripada sekadar menjadi orang penting. Nilai inilah yang diharapkan tumbuh dalam diri para santri sebagai generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Barru, ia menegaskan dukungan penuh terhadap keberadaan Pondok Pesantren DDI Mangkoso yang selama ini dinilai memiliki kontribusi besar dalam membangun citra positif daerah melalui pendidikan dan pembinaan keagamaan.

Ia juga berharap sinergi antara pesantren, sekolah, dan madrasah di Kabupaten Barru terus diperkuat, termasuk peran aktif pesantren dalam memberikan masukan konstruktif bagi pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pendidikan keagamaan.

Terkait peluncuran Pusat Perekonomian Toserba Terpadu DDI Mangkoso, Wakil Bupati menilai langkah tersebut sebagai terobosan penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi umat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati Barru berharap DDI Mangkoso terus berkembang dan melahirkan generasi santri yang unggul dalam aspek spiritual, intelektual, mental, dan sosial, dengan tetap menjaga nilai persatuan dan keharmonisan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso Prof. Dr. H. Muh. Faried Wadjedi, Lc., M.A., ulama Al-Azhar Mesir Syekh Ala Muhammad Mustafa Na’imah, pakar Qiraah Sab’ah Prof. Dr. Syekh Salah Saki Ibrahim Al-Gadiri Al-Hasanah, Lc., M.A., Pakar Budaya Unhas Prof. Dr. Hj. Nurhayati Rahman Mattammeng, M.Huk., Ketua TP PKK Barru Andi Milawati Abustan, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah Barru Abubakar, S.Sos., M.M., unsur Kementerian Agama, Forkopimda, anggota DPRD Barru, pimpinan wilayah DDI Sulawesi Selatan, alumni, tenaga pendidik, serta para santri dan santriwati.

Pemkab Barru dan BREXA Raya Indonesia Bersinergi Cetak SDM Siap Bersaing di Tingkat Global

Barru — Pemerintah Kabupaten Barru terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tingkat internasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Program Pengembangan SDM bersama BREXA Raya Indonesia yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Menara MPP Lantai V, Selasa (13/1/2026), dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Abustan menegaskan bahwa pembangunan Barru ke depan tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, melainkan lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas manusianya.

Menurutnya, generasi muda Barru harus dipersiapkan agar memiliki kemampuan dan kompetensi yang mampu menembus pasar kerja internasional, termasuk di Jepang dan negara lainnya.

“Hari ini yang kita siapkan adalah masa depan generasi Barru. Mereka harus mampu bersaing, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di dunia internasional. Melalui kerja sama ini, kita ingin melahirkan tenaga profesional yang siap bekerja di Jepang maupun negara lain,” ujar Abustan.

Ia menilai kerja sama dengan BREXA Raya Indonesia menjadi langkah strategis untuk membuka akses peluang kerja yang lebih luas bagi lulusan SMA, SMK, MA, serta generasi produktif di Kabupaten Barru. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendukung dan mengawal program tersebut agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wabup juga berharap Barru nantinya tidak hanya menjadi daerah yang menyaksikan perkembangan global, tetapi mampu tampil sebagai daerah penghasil tenaga kerja profesional yang membawa nama baik daerah di kancah internasional.

Sementara itu, Prof. Dr. Hafid Abbas dari BREXA Raya Indonesia menjelaskan bahwa BREXA merupakan bagian dari BREXA Holdings Jepang, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang layanan sumber daya manusia internasional dan penyaluran tenaga kerja ke Jepang maupun negara lainnya.

Ia menerangkan bahwa BREXA menyediakan layanan terpadu yang mencakup proses rekrutmen, pelatihan tenaga kerja, persiapan kerja internasional, pengurusan legalitas dan visa, hingga pelatihan bahasa dan konsultasi SDM.

“Program ini disusun untuk memastikan tenaga kerja Indonesia tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami budaya kerja dan aturan yang berlaku di negara tujuan,” jelasnya.

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal terbangunnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja internasional dalam mendukung percepatan peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Barru menuju daerah yang lebih maju, mandiri, dan memiliki daya saing global.

Turut hadir dalam kegiatan ini para kepala SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Barru, jajaran perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pemkab Barru Gelar Evaluasi Kinerja 2025 dan Matangkan Program Prioritas Tahun 2026

Barru — Pemerintah Kabupaten Barru mengawali Tahun 2026 dengan menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Kinerja Tahun 2025 sekaligus penyusunan rencana aksi Tahun 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Barru, Abubakar, S.Sos., M.Si., di Baruga Pettu Adae, Lantai VI Menara MPP Kantor Bupati Barru, Kamis (8/1/2026).

Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Barru untuk meninjau capaian seluruh perangkat daerah selama tahun sebelumnya, sekaligus menyusun strategi kerja yang lebih terukur guna meningkatkan efektivitas pemerintahan dan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Pelaksanaan evaluasi pada awal tahun dinilai tepat karena memberi kesempatan kepada pemerintah daerah untuk melakukan refleksi terhadap hasil kerja, hambatan, dan tantangan yang dihadapi sepanjang Tahun 2025. Dari hasil evaluasi tersebut, pemerintah dapat merumuskan langkah kerja yang lebih sistematis dan terarah dalam menghadapi Tahun 2026.

Dalam pertemuan itu, sejumlah hal strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya penyusunan indikator kinerja yang lebih rinci melalui penjabaran indikator utama menjadi indikator dan subindikator agar proses perencanaan lebih mudah dipantau dan diukur.

Selain itu, pemerintah daerah juga menetapkan jadwal pelaksanaan program dan kegiatan secara berkala, mulai dari bulanan, triwulanan, semesteran hingga tahunan. Penyesuaian rentang waktu tersebut dilakukan berdasarkan karakteristik dan durasi masing-masing kegiatan agar proses monitoring dan evaluasi berjalan lebih efektif.

Rapat koordinasi tersebut turut menegaskan pentingnya RPJMD Kabupaten Barru Tahun 2025–2029 sebagai pedoman utama dalam penyusunan program kerja daerah. Dengan demikian, seluruh rencana aksi yang dirancang diharapkan tetap sejalan dengan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Barru, sekaligus sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.

Penguatan reformasi birokrasi juga kembali menjadi perhatian utama dalam forum tersebut. Langkah ini dipandang penting untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pelayanan publik melalui optimalisasi tugas dan fungsi seluruh perangkat daerah.

Suasana rapat berlangsung interaktif karena disertai pemaparan contoh indikator kinerja serta ruang diskusi terbuka yang memungkinkan peserta memberikan masukan dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Peran pimpinan rapat sebagai fasilitator dinilai mampu mendorong keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah dalam menyusun strategi pencapaian target kinerja.

Selain membahas aspek perencanaan, rapat juga menyoroti faktor penunjang keberhasilan program, seperti ketersediaan anggaran, dukungan sarana dan prasarana, hingga kualitas sumber daya manusia. Evaluasi berkelanjutan dianggap menjadi langkah penting agar setiap program benar-benar memberikan dampak nyata terhadap pembangunan daerah.

Dalam upaya meningkatkan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Pemkab Barru menekankan penguatan pada aspek perencanaan, pengukuran, pelaporan, dan evaluasi kinerja. Penetapan penanggung jawab yang jelas, pelaporan yang terkoordinasi oleh Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, serta evaluasi internal oleh Inspektorat menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai standar dan ketentuan.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Barru kembali menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan agar semakin efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pada tahap awal, pemerintah daerah telah mengidentifikasi 35 Kinerja Utama yang mengacu pada Indikator Kinerja Utama (IKU) RPJMD Kabupaten Barru Tahun 2025–2029, reformasi birokrasi, serta tugas dan fungsi perangkat daerah. Beberapa indikator yang menjadi prioritas meliputi Indeks Reformasi Birokrasi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), indeks pendidikan dan kesehatan, prevalensi stunting, pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, pengendalian inflasi, Indeks Pemerintahan Digital, penilaian pelayanan publik Ombudsman RI, hingga pengelolaan keuangan dan aset daerah.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada peningkatan daya saing daerah, penguatan ketahanan pangan dan ketahanan daerah, optimalisasi layanan MPP Digital, inovasi pelayanan publik, hingga berbagai indikator nasional seperti Adipura, Kabupaten Layak Anak, dan Anugerah Parahita Ekapraya.

Barru Perkuat Koordinasi Pengamanan Malam Tahun Baru demi Situasi Tetap Kondusif

Barru – Pemerintah Kabupaten Barru bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperlihatkan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pergantian tahun. Setelah menghadiri kegiatan di Masjid H. Baiturrahman Lawe Zam-Zam Center, Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., melanjutkan agenda ke Pos Lantas Polres Barru atau Pos Barru Terpadu pada Selasa malam (31/12/2025).

Di lokasi tersebut, Wabup Barru mengikuti rapat koordinasi virtual bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang turut dihadiri sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pemantauan situasi keamanan malam pergantian tahun di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Barru.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kapolres Barru AKBP Ananda Harahap, S.I.K., M.H., Ketua DPRD Barru Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M.Si., perwakilan Dandim 1405/Parepare Kapten Inf Gusmin, serta Pj Sekda Barru Abubakar, S.Sos., M.Si.

Dalam rapat koordinasi, berbagai laporan kondisi keamanan daerah disampaikan oleh jajaran Kapolda, gubernur, dan pihak terkait lainnya. Kapolri menegaskan pentingnya kesiapan personel di lapangan, peningkatan kerja sama lintas sektor, serta penerapan langkah preventif dan preemtif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Setelah mengikuti rapat virtual, Wakil Bupati Barru bersama Forkopimda menyerahkan paket hidrasi kepada petugas yang berjaga di Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 sebagai bentuk dukungan terhadap petugas lapangan.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Pos Pengamanan dan Pelayanan Nataru di Kecamatan Tanete Rilau. Pada kunjungan tersebut, paket hidrasi kembali dibagikan kepada personel yang bertugas. Wabup Abustan juga menyempatkan diri menyapa para petugas dan memberikan motivasi agar tetap bersemangat menjalankan tugas pengamanan malam tahun baru.

“Selamat Tahun Baru, tetap semangat menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat,” ujarnya kepada para petugas.

Kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan memastikan kesiapan aparat keamanan dan pelayanan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap petugas yang berada di garis depan dalam menjaga situasi tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.

Sampai berita ini diterbitkan, kondisi di wilayah Kabupaten Barru dilaporkan aman dan terkendali. Kehadiran pimpinan daerah di sejumlah pos pengamanan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan serta pelayanan terbaik kepada masyarakat selama malam pergantian tahun.

ASN Barru Mulai Bike to Work, Pemkab Dorong Gaya Hidup Sehat

0

Barru, fajarpendidikan.co.id – Pemerintah Kabupaten Barru resmi menerapkan kebijakan efisiensi anggaran sekaligus mendorong pola hidup sehat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Program Bike to Work (BtW).

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai tindak lanjut Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Nomor 000.9.6.1/3509/SJ terkait pengurangan penggunaan kendaraan dinas jabatan.

Selain itu, aturan tersebut juga mengacu pada Surat Edaran Bupati Barru Nomor 100.3.4.2/6060/Bag.Organisasi tentang pelaksanaan tugas kedinasan secara fleksibel dalam mendukung transformasi budaya kerja ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barru.

Dalam surat edaran itu, ASN diimbau mengurangi penggunaan kendaraan dinas jabatan hingga maksimal 50 persen.

Sebagai alternatif, pegawai didorong menggunakan kendaraan listrik, transportasi umum, maupun sepeda saat berangkat ke kantor.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), mengurangi polusi udara, serta membangun budaya hidup sehat di lingkungan pemerintahan.

Tak hanya membatasi kendaraan dinas, Pemkab Barru juga menetapkan Program Bike to Work bagi ASN setiap hari Rabu.

Program tersebut mulai diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan sejak 29 April 2024.

ASN yang memiliki jarak tempat tinggal maksimal tiga kilometer dari kantor diwajibkan mengikuti program BtW menggunakan sepeda menuju tempat kerja.

Sementara pegawai yang tinggal lebih dari tiga kilometer tidak diwajibkan, namun tetap dianjurkan ikut berpartisipasi secara parsial maupun melalui kegiatan bersepeda di lingkungan kantor.

Meski demikian, terdapat sejumlah pengecualian dalam pelaksanaan program tersebut.

Pegawai dengan kondisi kesehatan tertentu, ASN yang sedang hamil, pegawai yang menjalankan tugas lapangan mendesak, hingga kondisi cuaca ekstrem tidak diwajibkan mengikuti program BtW.

Dalam pelaksanaannya, pegawai yang mengikuti program wajib melakukan presensi sesuai ketentuan yang berlaku.

ASN juga diminta melampirkan dokumentasi pendukung berupa foto atau validasi di titik parkir sepeda.

Pengawasan pelaksanaan program dilakukan langsung oleh atasan di masing-masing unit kerja melalui verifikasi laporan dan pengecekan berkala.

Kepala Bidang Humas dan IKP Dinas Kominfo-SP Kabupaten Barru, Zulfachmy, membenarkan kebijakan tersebut.

“Betul. Sesuai hasil keputusan dan kesepakatan rapat, dalam rangka menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat, Pemda mengambil kebijakan untuk menerapkan sesuai yang tertuang dalam surat edaran,” kata Zulfachmy kepada wartawan.

Ia mengatakan kebijakan tersebut diambil sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung efisiensi anggaran sekaligus membangun budaya kerja yang sehat dan ramah lingkungan.

Sementara pegawai yang tidak mengikuti program tanpa alasan yang sah akan mendapatkan pembinaan dari atasan langsung.

Ketidakikutsertaan dalam program tersebut juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penilaian disiplin maupun kinerja ASN.

Untuk mendukung program itu, seluruh perangkat daerah diminta menyediakan tempat parkir sepeda yang aman dan nyaman.

Pemkab Barru berharap kebijakan tersebut mampu menciptakan budaya kerja ASN yang lebih sehat, hemat energi, serta mendukung pengurangan polusi di lingkungan pemerintahan.

Lemuria, Mitos Benua yang Hilang atau Jejak Kesadaran Manusia Purba?

0

Ada satu hal yang selalu menarik perhatian manusia sejak dahulu: misteri tentang sesuatu yang hilang. Semakin sulit dijelaskan, semakin besar pula rasa penasaran yang muncul. Di antara berbagai legenda dunia seperti Atlantis, Kota Z, atau Shambhala, terdapat satu nama yang jarang dibicarakan namun memiliki daya tarik kuat—Lemuria.

Konon, Lemuria adalah benua luas yang pernah terbentang di kawasan Samudra Hindia hingga Pasifik. Ia sering digambarkan sebagai tempat yang damai, dengan peradaban yang maju secara spiritual dan hidup selaras dengan alam. Namun, benarkah Lemuria pernah ada, atau hanya refleksi dari keinginan manusia untuk menemukan asal-usul yang lebih dalam?

Awal Mula: Dari Lemur ke Hipotesis Benua Hilang

Konsep Lemuria bermula dari dunia ilmiah abad ke-19. Seorang zoolog asal Inggris, Philip Sclater, mengamati pola penyebaran hewan lemur di Madagaskar, India, dan Asia Tenggara yang sulit dijelaskan dengan ilmu geologi saat itu.

Karena teori pergeseran benua belum dikenal, ia mengusulkan adanya daratan besar yang kini telah tenggelam untuk menjelaskan fenomena tersebut. Dari sinilah nama “Lemuria” muncul—diambil dari kata lemur.

Namun, setelah teori Tektonik Lempeng berkembang dan mampu menjelaskan pergerakan benua secara ilmiah, hipotesis Lemuria pun ditinggalkan oleh sains. Meski begitu, gagasan ini justru menemukan “kehidupan kedua” dalam dunia spiritual dan esoterisme.

Lemuria dalam Perspektif Spiritual

Dalam tradisi metafisik modern, Lemuria tidak lagi dipandang sebagai sekadar benua yang hilang. Ia berkembang menjadi simbol peradaban kuno dengan kesadaran tinggi. Lemuria digambarkan sebagai:

  • Tempat lahirnya peradaban manusia awal
  • Masyarakat yang hidup dengan empati dan keselarasan
  • Pusat energi bumi yang berkaitan dengan konsep chakra planet
  • Negeri yang hilang akibat bencana alam besar

Berbeda dengan gambaran peradaban modern, masyarakat Lemuria disebut lebih mengutamakan hati dibanding logika.

1. Peradaban Berbasis Empati

Masyarakat Lemuria dipercaya hidup dalam harmoni tanpa konflik kekuasaan. Nilai utama mereka adalah kerja sama, kedamaian, dan keseimbangan emosional.

2. Komunikasi Non-Verbal

Dalam banyak kisah, Lemurian berkomunikasi melalui telepati dan energi, bukan bahasa lisan. Hal ini diyakini menciptakan interaksi yang lebih jujur dan tanpa manipulasi.

3. Kehidupan yang Menyatu dengan Alam

Lemuria sering digambarkan seperti surga tropis—hutan luas, gunung vulkanik, dan laut yang jernih. Mereka tidak mengeksploitasi alam, melainkan hidup berdampingan dengannya.

4. Teknologi Penyembuhan Energi

Berbagai praktik modern seperti penyembuhan chakra, penggunaan kristal, hingga terapi energi sering dikaitkan sebagai “warisan Lemuria”.

5. Tenggelamnya Lemuria

Legenda menyebutkan bahwa Lemuria hilang akibat bencana besar, seperti perubahan iklim ekstrem atau aktivitas geologi. Konon, sebagian penduduknya bermigrasi ke wilayah seperti Hawaii, Polinesia, hingga Rapa Nui.

Pandangan Ilmiah: Mitos atau Realitas?

Secara ilmiah, tidak ada bukti kuat yang mendukung keberadaan benua besar seperti Lemuria yang tenggelam secara tiba-tiba. Namun, beberapa fenomena tetap menarik perhatian:

  • Kesamaan legenda lokal di wilayah Pasifik dan Hindia tentang daratan yang hilang
  • Kemiripan budaya dan bahasa di berbagai pulau terpencil
  • Struktur geologi bawah laut seperti plateau dan gunung laut yang menunjukkan sejarah bumi yang kompleks

Meski tidak membuktikan Lemuria secara langsung, temuan ini menunjukkan bahwa mitos sering kali berakar dari potongan realitas.

Lemuria sebagai Simbol Kesadaran

Terlepas dari benar atau tidaknya secara fisik, Lemuria telah berkembang menjadi simbol dalam pemikiran modern. Ia mewakili kondisi ideal manusia:

  • Kehidupan yang lebih tenang dan seimbang
  • Hubungan yang lebih dalam antar individu
  • Harmoni antara manusia dan alam
  • Kesadaran energi yang sering diabaikan

Bagi sebagian orang, Lemuria bukanlah tempat yang hilang, melainkan keadaan batin yang bisa dicapai.

Mengapa Lemuria Terus Menarik?

Di tengah dunia modern yang penuh tekanan—kompetisi, konflik, dan kelelahan emosional—Lemuria menawarkan gambaran alternatif tentang kehidupan yang lebih damai.

Ia bukan sekadar legenda, tetapi refleksi dari kerinduan manusia akan keseimbangan.

Pada akhirnya, Lemuria mungkin tidak pernah tercatat dalam peta geologi. Namun, ia tetap hidup dalam imajinasi dan kesadaran manusia. Dan selama manusia terus mencari makna, kedamaian, dan harmoni, kisah tentang Lemuria tidak akan pernah benar-benar hilang.

Meriah! Pesta Panen Adat Barru, Polisi Jaga Keamanan Warga

0

Barru, fajarpendidikan.co.id – Suasana Pesta Panen Adat Pa’engnge Majjimpo-jimpo di Dusun Birue, Desa Siawung, Kecamatan Barru, Senin (27/4/2026), berlangsung meriah dan dipadati antusias warga.

Tradisi tahunan ini menjadi salah satu momen yang selalu dinantikan masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen.

Ratusan warga terlihat hadir memenuhi lokasi kegiatan untuk menyaksikan rangkaian acara adat yang sarat nilai budaya tersebut.

Di tengah keramaian, jajaran Polsek Barru hadir melakukan pengamanan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Kapolsek Barru, AKP Rudi, S.E., memimpin langsung pengamanan bersama personelnya di lapangan.

Aparat kepolisian juga bersinergi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat setempat dalam menjaga kelancaran kegiatan.

Sejak awal kegiatan, personel Polsek Barru tampak melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi acara.

Petugas juga disiagakan di sejumlah titik untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Kapolsek Barru AKP Rudi mengatakan, pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat.

“Kami hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi Pa’engnge Majjimpo-jimpo merupakan warisan budaya yang masih dijaga hingga saat ini oleh masyarakat setempat.

Berkat sinergi aparat kepolisian, pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.

Pastikan Kedisiplinan, Bupati Bone Bakal Sidak di Rumah ASN WFH

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menetapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Bone yang diberlakukan setiap hari Rabu. Untuk memastikan WFH berjalan dengan baik, sewaktu-waktu ASN WFH memungkinkan disidak di rumahnya.

Kebijakan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas kedinasan secara fleksibel sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4/617/ORG tertanggal 22 April 2026. Dalam skema tersebut, ASN menjalankan WFH setiap Rabu, sementara hari kerja lainnya tetap work from office (WFO).

Meski memberikan fleksibilitas, Bupati menegaskan bahwa kinerja ASN tidak boleh menurun. Ia meminta seluruh pegawai tetap bekerja secara profesional dan bertanggung jawab meskipun menjalankan tugas dari rumah.

“Walau WFH, saya minta ASN bekerja dengan sungguh-sungguh,” tegas Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Selasa (28/4/2026).

Untuk memastikan kedisiplinan, pemerintah daerah akan melakukan pengawasan ketat. Bahkan, Bupati menyatakan tidak menutup kemungkinan dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah ASN yang menjalankan WFH.

“Sewaktu-waktu yang WFH akan disidak di rumahnya untuk memastikan apakah benar-benar berada di rumah atau tidak, bukan di tempat lain seperti berlibur atau keluar nongkrong,” ujarnya.

Selain itu, dalam kebijakan tersebut juga diatur berbagai ketentuan, di antaranya komposisi WFH sebesar 50 persen ASN, pelaksanaan rapat secara hybrid, serta efisiensi penggunaan energi dan anggaran. ASN yang menjalankan WFH juga diwajibkan tetap berada di wilayah tugas, responsif, serta melakukan absensi berbasis aplikasi.

Pemerintah Kabupaten Bone berharap kebijakan kerja fleksibel ini dapat meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik, sekaligus menjaga produktivitas kinerja ASN.*

Baba Yaga, Penyihir Misterius dari Legenda Slavia yang Menyeramkan sekaligus Membantu

0

Baba Yaga merupakan salah satu tokoh paling ikonik dalam cerita rakyat Rusia dan kawasan Slavia. Sosok ini dikenal sebagai penyihir tua yang hidup terasing di tengah hutan, menempati rumah unik yang berdiri di atas kaki ayam—sebuah gambaran yang sekaligus aneh dan menyeramkan.

Dalam banyak kisah, Baba Yaga digambarkan sebagai figur berbahaya. Ia kerap dikaitkan dengan penculikan hingga memakan manusia, terutama anak-anak yang tersesat di dalam hutan. Citra ini membuatnya menjadi simbol ketakutan dalam dongeng-dongeng tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Namun, karakter Baba Yaga tidak sepenuhnya hitam. Dalam beberapa cerita, ia justru berperan sebagai sosok yang membantu tokoh utama. Bantuan tersebut biasanya diberikan jika sang pahlawan mampu menunjukkan keberanian, kecerdikan, serta sikap hormat. Hal ini menjadikan Baba Yaga sebagai karakter kompleks—tidak hanya jahat, tetapi juga bisa menjadi penguji sekaligus penolong.

Ciri khas lain yang melekat pada Baba Yaga adalah cara bepergiannya. Ia digambarkan terbang menggunakan lesung besar yang digerakkan dengan alu, sementara di tangannya terdapat sapu yang digunakan untuk menghapus jejaknya di udara. Elemen-elemen ini semakin memperkuat aura mistis yang menyelimuti sosoknya.

Selama berabad-abad, legenda Baba Yaga telah menjadi bagian penting dari budaya Slavia. Kisah-kisahnya sering dimaknai sebagai peringatan tentang bahaya hutan yang liar, sekaligus mengajarkan nilai keberanian dan kecerdikan dalam menghadapi situasi sulit.

Hingga saat ini, Baba Yaga tetap hidup dalam berbagai karya modern, mulai dari sastra, film, hingga permainan video. Kehadirannya menunjukkan bahwa mitos lama masih memiliki daya tarik kuat dan terus berevolusi mengikuti zaman.

Daftar Kampus Terpopuler di Jakarta Versi uniRank 2026: Bukan Soal Akademik, Tapi Eksistensi Digital

0

Jakarta kembali mencuri perhatian, bukan hanya sebagai pusat bisnis dan gaya hidup, tetapi juga sebagai salah satu kota dengan pilihan perguruan tinggi yang sangat beragam. Banyaknya kampus di ibu kota sering membuat calon mahasiswa kesulitan menentukan pilihan yang tepat.

Di era digital seperti sekarang, penilaian terhadap kampus tidak lagi hanya bergantung pada akreditasi atau kualitas akademik. Kehadiran di dunia online juga menjadi faktor penting. Inilah yang menjadi dasar pendekatan yang digunakan oleh uniRank dalam menyusun pemeringkatan perguruan tinggi.

Berbeda dari lembaga pemeringkatan lainnya, uniRank tidak menilai aspek akademik seperti riset atau publikasi ilmiah. Sebaliknya, mereka mengukur performa digital kampus melalui berbagai indikator, seperti popularitas website, jumlah pengunjung, hingga visibilitas di mesin pencari. Data yang digunakan pun berasal dari sumber independen, bukan laporan internal kampus.

Pendekatan ini dinilai relevan dengan kebiasaan masyarakat saat ini yang sangat bergantung pada internet untuk mencari informasi. Kampus dengan website aktif, informatif, dan mudah diakses cenderung lebih dikenal luas oleh publik.

Berikut daftar 10 kampus di Jakarta dengan peringkat tertinggi versi uniRank:

  1. Universitas Bina Nusantara – peringkat 6
  2. Universitas Budi Luhur – peringkat 22
  3. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta – peringkat 42
  4. Universitas Negeri Jakarta – peringkat 46
  5. Universitas Bina Sarana Informatika – peringkat 52
  6. Universitas Esa Unggul – peringkat 53
  7. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka – peringkat 56
  8. Universitas Mercu Buana – peringkat 74
  9. Universitas Trisakti – peringkat 92
  10. Universitas Pertamina – peringkat 97

Daftar ini menunjukkan keberagaman, mulai dari perguruan tinggi negeri hingga kampus swasta ternama. Menariknya, beberapa kampus yang jarang menjadi sorotan justru memiliki performa digital yang kuat dan konsisten.

Universitas Bina Nusantara (Binus) masih mempertahankan posisinya sebagai yang teratas di Jakarta. Sementara itu, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, berhasil mengalami peningkatan peringkat, menandakan konsistensi mereka dalam membangun kehadiran digital.

Fenomena ini menegaskan bahwa eksistensi di dunia online kini menjadi bagian penting dari reputasi sebuah kampus. Website yang informatif, pembaruan konten yang rutin, serta interaksi aktif di platform digital dapat meningkatkan daya tarik institusi pendidikan di mata calon mahasiswa.

Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa pemeringkatan uniRank tidak mencerminkan kualitas akademik secara menyeluruh. Faktor lain seperti program studi, fasilitas, hingga kebutuhan pribadi tetap harus menjadi pertimbangan utama dalam memilih kampus.

Pada akhirnya, memilih perguruan tinggi bukan sekadar soal peringkat, tetapi tentang menemukan tempat yang paling sesuai dengan tujuan dan kebutuhan. Namun, daftar ini bisa menjadi referensi awal untuk melihat kampus mana yang paling menonjol di ranah digital.