Sabtu, Januari 23, 2021

Dukung SRA, IGI Sulsel Dapat Penghargaan dari Menteri PPPA

Bandung, FajarPendidikan.co.id – Salah satu penghargaan kategori yang diperebutkan dalam acara penganugrahan kabupaten/kota layak anak isu perempuan dan anak oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Prof Yohana Susana Yembise yaitu, kategori lembaga masyarakat pendukung aktif sekolah ramah anak (SRA).

Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulsel dan IGI NTB, dinilai punya peran sehingga pantas menyabet penghargaan kategori tersebut dan piagam penghargaan diterima langsung oleh Abdul Wahid Nara sebagai Ketua IGI Sulsel dan Ernawati, Ketua IGI NTB, Minggu, 16 Desember 2018 di Sasana Budaya Ganesa ITB Bandung didampingi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Menurut Yohana, acara penganugrahan kabupaten/kota layak anak isu perempuan dan anak adalah cross cutting issues dan melebur disetiap lini pembangunan. Untuk memecahkan berbagai permasalahan yang terkait dengan perempuan dan anak tentunya dibutuhkan koordinasi yang kuat dari semua pemangku kepentingan yang ada, mulai dari pemerintah sampai ke masyarakat. “Tak mungkin kementrian PPPA yang kerja sendiri, harus semua pihak,” katanya. “Termasuk lembaga masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, ketua IGI Sulsel menjelaskan jika peran guru dalam mensukseskan sekolah ramah anak sangat besar sehingga organisasi guru mesti mendorong anggotanya dalam mensukseskan SRA tersebut.

“Kita berharap agar generasi bangsa  Indonesia didik dengan baik, cerdas dan penuh keramahan sehingga generasi kita lahir dan mampu membesarkam bangsa ini,” jelas Wahid Nara  yang juga mantan ketua BEM UNM ini.

Menurutnya, kekerasan terhadap anak bisa terjadi jika di sekolah tidak dilakukan pembiasaan bertindak ramah kepada anak. “Guru harus tampil digarda terdepan dalam melahirkan generasi yang siap membesarkan bangsa ini,” ucapnya.

Dalam kegiatan penganugerahan tersebut dihadiri ribuan undangan dari berbagai kalangan pejabat, anak-anak, perempuan yang diselingi dengan penampilan tari musik dan lagu dari siswa maupun band papan atas.(Rls)

 

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Telah Terjadi Laka Lantas Avanza Dengan Pemotor Nmax Mengakibatkan Korban Luka-Luka

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sebuah mobil Toyota Avanza DP 1629 EH dengan NMAX DW 2262 NT Pada hari Jumat Tgl 22 Januari 2021...

Peduli Sulbar, Abustan Memberikan Bantuan Kepada Warga Yang Mengungsi di Barru

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Usai menghadiri acara  sosialisasi Peraturan Bupati Barru Nomor 47 Tahun 2020 di Aula Kantor Camat Mallusetasi. Sekretaris...

Inovasi Program Kolaborasi di Luncurkan Disdukcapil 7311 Membahagiakan Masyarakat Barru

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Simpul belajar Yassiberrui permantap koordinasi dengan Kadisdukcapil Nasaruddin untuk menerapkan program inovasi 7311 membahagiakan masyarakat. Kegiatan tersebut...

Unhas Kembali Salurkan Satu Ton Ayam Palekko dan Telur Untuk Korban Gempa Sulbar

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Fakultas Peternakan bekerjasama dengan PT. Charoen Pokphand kembali menyalurkan donasi berupa satu ton olahan ayam palekko...

Mahasiswa PBL Posko 9 Ujung Tanah FKM Unhas Gelar Penyuluhan Prokes dan Swab Test

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Salah satu rangkaian kegiatan PBL II FKM Unhas yakni melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Aula Kantor Kelurahan Ujung Tanah, Kecamatan...

REKOMENDASI