Rabu, Januari 20, 2021

Imbas Covid-19 Terhadap Budaya Membaca

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Selasa (10/11) telah menerima laporan Survey Budaya Baca Tahun 2020 dari Tim Survey Independen sebagai kegiatan tahunan Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca untuk melihat dan mengukur sejauh mana nilai budaya Kota Makassar.

Jika melihat tren budaya baca selama enam tahun terakhir telah mengalami peningkatan dari kategori rendah ke kategori sedang.

Namun di tahun 2020 mengalami penurunan 0,26. Penurunan ini disebabkan oleh salah satu indikator yakni tingkat kunjungan perpustakaan menurun cukup drastis setelah ada kebijakan pemberhentian sementara aktivitas di luar rumah akibat Coronavirus Discase (Covid-19).

Tekanan penurunan akibat Covid-19 tersebut ternyata bukan hanya berimbas pada ekonomi saja tetapi juga pada layanan perpustakaan.

“Penurunan ini sempat ditangkal dengan dimasifkan mempromosikan penyediaan Layanan Perpustakaan e-Pustaka Kota Makassar sehingga penurunan tersebut sedikit dapat dikendalikan,” terang Tulus Wulan Juni Pustakawan kota Makassar.

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan-kegiatan rutin pengembangan pembudayaan kegemaran membaca tahun ini juga banyak tidak dilaksanakan yang dikarenakan ada pergeseran anggaran (refocusing).

“Namun Dinas Perpustakaan Kota Makassar tidak tinggal diam dan tetap berupaya bisa menghadirkan layanan digital dengan anggaran yang sangat terbatas,” ungkapnya.

Tulus juga mengakui bahwa berkat dukungan para pendongeng, Dinas Perpustakaan Kota Makassar menghadirkan satu layanan pembinaan kegemaran membaca yang diberi nama DONGKELOR (Dongeng Keliling Online dari Rumah).

“Berbagai upaya keras yang telah dilakukan di tengah Pandemi Covid-19 akhirnya mau tidak mau tahun ini harus menerima kenyataan angka penurunan akibat tekanan dari Covid-19,” ucapnya.

Walaupun turunnya hanya di angka 0 koma, kata Tulus, namun tetap menjadi bahan evaluasi dan tentunya tidak akan menyurutkan Dinas Perpustakaan Kota Makassar untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat ditengah berbagai keterbatasan sarana dan prasarana.

“Program Online pun akan terus digencarkan bersama para pegiat literasi untuk mengimbangi perkembangan teknologi dan Pandemi Covid19,” tutupnya.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sah! STIE Nobel Jalin Kerja Sama dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda)

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia Makassar sepakat melaksanakan kerja sama dengan PT. Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), senin 18...

Jasa Raharja Peduli Sasar Masyarakat Terdampak Covid-19 di Empat Lokasi Ini

FAJARPENDIDIKAN.co.id- PT. Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan mengadakan giat pembagian sembako dengan mengusung tema “Pegawai dan Manajemen Jasa Raharja Berbagi Bantuan Donasi...

Peduli Gempa Sulbar, Sekolah Islam Athirah Galang Donasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah melalui Tim Athirah Peduli melakukan penggalangan donasi untuk korban terdampak gempa Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat,...

PBB Terbitkan Laporan Demografi; Populasi Laki-Laki Jauh Lebih Sedikit

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Baru-baru ini PBB menerbitkan laporang Demografi suku pertama 2019 yaitu manusia berjumlah 7.7 Milyar orang di planet bumi ini.

Opini : Potensi Unggul Generasi Terancam Demi Korporasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) bersama Google, Gojek, Tokopedia, dan Traveloka menyelenggarakan program Bangun Kualitas...

REKOMENDASI