Beranda blog Halaman 3384

Rektor IAIN Wisuda Istri dan Anaknya

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Ada yang berbeda dan menarik di Wisuda Sarjana S1 dan S2 Angkatan I Tahun Akademik 2018/2019 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone di Hotel, Kamis (27/12/2018).

Terutama bagi sang Rektor IAIN Bone, Prof Dr H A Nuzul SH MHum. Sebab, dalam barisan ratusan wisudawan/wisudawati hari ini, terdapat sang istri dan anak sang Rektor.

“Hari ini, istri dan anak sulung bapak Rektor IAIN BONE turut diwisuda, istri Pak Rektor wisuda program S2 sementara putra beliau S1 syariah dan hukum Islam,”kata Plt Warek III IAIN Bone, Drs Aminullah MPd, Kamis (27/12).

Diketahui, isntri Prof Nuzul bbernama Hasbiyah S AG M Pd Alumni S2 Pendidikan Islam dan putranya A. Abu Dzar SH alumni S1 Hukum Tata Negara.

Reporter: Abustan

IAIN Bone Gelar Wisuda di Hotel, Keluarga Wisudawan Mengeluh

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Pihak keluarga dari wisudawan/wisudawati Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone mengeluhkan pelaksanaan wisuda Sarjana S1 dan S2 IAIN Bone di Hotel.

Pasalnya, puluhan keluarga dari sejumlah wisudawan/wisudawati tidak dapat menyaksikan kerabat mereka diwisuda. Bukan hanya itu, mereka tidak disediakan fasilitas tempat duduk untuk menunggu kerabat mereka. Padahal wisuda di IAIN Bone seperti biasanya, dihadiri kerabat wisudawan walaupu tidak masuk gedung tempat wisuda.

“Lebih efisien wisuda di Kampus. Setidaknya di Kampus masih disediakan tempat duduk bagi keluarga wisudawan, ini tidak ada. Dan biasanya kita yang diluar gedung, juga disediakan layar untuk saksikan keluarga yang diwisuda di dalam gedung,”keluh salah satu keluarga wisudawan

Ia berharap hal demikian diperhatikan pihak IAIN Bone, khususnya penitia pelaksana Wisuda.

Terkait hal tersebut Warek III IAIN Bone Drs Aminullah MPd mengatakan, pelaksanaan wisuda di Hotel ruang terbatas. Olehnya itu, undangan disiapkan masing-masing wisudawan/wisudawati didampingi satu orang pendamping. Terkait masih adanya keluarga wisudawan yang tidak kebagian fasilitas, hal itu akan dievaluasinya.

“Semua fasilitas disipakan oleh pihak hotel. Kampus tinggal masuk sesuai kesepakatan. Malam ini kami evaluasi semua kekurangan tadi pagi,”katanya.

Sebagaimana diketahui, IAIN Bone menggelar Wisuda Sarjana S1 dan S2 Angkatan I Tahun Akademik 2018/2019 selama dua hari di Ballroom Sentosa Hotel Novena, Rabu (26-27/12/2018). Sebanyak 415 orang wisudawan/wisudawati mengikuti wisuda gelombang pertama ini.

Sedangkan Wisuda gelombang II dijadwalkan, Kamis 27 Desember 2018, besok. Sebanyak 329 orang dari Fakultas Syariah dengan Prodi HKI, Eksyar dan HTN serta Magister S2 Pascasarjana dari Program Studi (Prodi), Hukum Keluarga Islam, Eonomi Islam, dan Pendidikan Agama Islam akan mengikuti wisuda gelombang II tersebut.

Reporter: Abustan

IAIN Bone Gelar Wisuda Selama Dua Hari di Hotel, Ini Harapan Bupati

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone menggelar Wisuda Sarjana S1 dan S2 Angkatan I Tahun Akademik 2018/2019 di Ballroom Sentosa Hotel Novena, Rabu (26/12/2018). Sebanyak 415 orang wisudawan/wisudawati mengikuti wisuda gelombang pertama ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Bone Dr H A Fahsar M.Padjalangi MSi, Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim, Plt Warek I Dr Nursyirwan, M.Pd, Plt Warek II Dr Abdulahanaa dan Plt Warek III Drs Amunullah M Pd, Kabiro AUAK Bone Drs H Bustan Ramli MSi, dan segenap civitas Akademik IAIN Bone serta keluarga wisudawan/wisudawati.

Bupati Fahsar dalam sambutannya mengatakan, wisuda perdana sejak peralihan status dari STAIN ke IAIN ini diharapkan melahirkan alumni yang memilki kontribusi kuat terhadap kemajuan kampus. Selain itu, lanjut Fahsar, untuk memajukan pemerintahan di Bone juga butuh sumbangsi dunia pendidikan.

“Mutu pendidikan harus diperhatikan, dalam membangun daerah diperlukan SDM yang mumpuni, tentu dalam hal ini pelibatan akademik Perguruan Tinggi sangat diharapkan,”harap Bupati Bone

Adapun, pelaksanaan Wisuda untuk gelombang II dijadwalkan, Kamis 27 Desember 2018, besok. Sebanyak 329 orang dari Fakultas Syariah dengan Prodi HKI, Eksyar dan HTN serta Magister S2 Pascasarjana dari Program Studi (Prodi), Hukum Keluarga Islam, Eonomi Islam, dan Pendidikan Agama Islam akan mengikuti wisuda gelombang II tersebut.

Reporter: Abustan

Cara Jepang Menghadapi Bencana

0

Indonesia menjadi salah satu negara yang rawan gempa. Letak Indonesia berdiri di atas pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang mengakibatkan negeri ini berada di atas jalur gempa.

Seperti Indonesia, Jepang juga menjadi wilayah yang rentan gempa. Bagi orang yang tinggal di Negeri Sakura, gempa kecil seakan-seakan teman sehari-hari. Bahkan beberapa kali mengalami gempa besar, salah satunya terjadi pada 2011 dengan kekuatan 8,9 skala Richter (SR).

Untuk meminimalisisasi kerusakan akibat gempa, Jepang mengambil langkah untuk mempersiapkan diri sebelum gempa terjadi.

1. Rumah tahan gempa

Di Jepang, semua bangunan yang akan dibangun harus mengkuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Bangunan yang dibuat harus memenuhi dua syarat yaitu bangunan dijamin tidak akan runtuh karena gempa bumi dalam 100 tahun kedepan dan dijamin tidak akan rusak dalam 10 tahun pembangunan.

Selain itu, semua bahan yang digunakan untuk konstruksi harus mengikuti aturan ketat dari pihak yang berwenang.

2. Sistem peringatan gempa

Semua handphone di Jepang memiliki sistem peringatan gempa/tsunami yang dipasang. Sistem ini akan memberi peringatan sekitar 5 hingga 10 detik sebelum bencana terjadi, peringatan juga akan memberi tambahan waktu untuk melarikan diri ke tempat aman atau berlindung dibawah meja.

Sedangkan di pesisir lebih mungkin menimbulkan tsunami, Jepang membangun sistem peringatan sekitar 5-10 menit sebelum tsunami datang.

3. Sistem pencegahan bencana terpadu

Untuk mengurangi dampak kerusakan akibat bencana alam, pemerintah Jepang memberikan panduan luas tentang cara bertahan hidup saat terjadi gempa atau tsunami. Jepang telah membangun sistem darurat ketika bencana besar terjadi posko pengungsian.

Lalu, setiap warga disana menyiapkan ransel darurat untuk menyimpan hal-hal penting seperti senter, obat-obatan, makanan, selimut dan lainnya untuk bertahan hidup selama tiga hari hingga 1 minggu.

4. Meningkatkan pengetahuan hadapi bencana

Pemerintah Jepang juga fokus meningkatkan pengetahuan warganya akan gempa dan tsunami. Pelatihan simulasi bencana secara teratur diadakan.

Simulasi bencana sudah mulai diajarkan sejak TK dan siswa-siswi sekolah serta anak muda lainnya. Warga Jepang diajarkan agar tidak panik saat terjadi bencana, melarikan diri dengan teratur dan tidak terburu-buru.

5. Mematikan gas

Ibu rumah tangga di Jepang mempunyai peranan penting dalam pencegahan bencana. Karena gempa bumi kemungkinan akan mempengaruhi saluran pipa gas yang dapat memicu ledakan dan kebakaran, setiap kali gempa terjadi ibu rumah tangga dilatih untuk segera bergegas ke dapur untuk mematikan gas.

 

Nobel Pasca Sarjana Gelar Lokakarya Pengembangan Kurikulum

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Nobel Pasca Sarjana mengadakan kegiatan lokakarya pengembangan kurikulum dan penyusunan RPS untuk mata kuliah Program Studi Magister Manajemen PPs STIE Nobel Indonesia dengan mengangkat topik pembahasan “Pentingnya Pengembangan Kurikulum Program Magister Manajemen untuk Menghasilkan Alumni Berkualitas di Era Revolusi Industri 4.0″.

Lokakarya yang dilaksanakan di Gedung STIE Nobel Indonesia, Minggu, 23 Desember 2018 ini, diikuti oleh Pengurus Yayasan Pendidikan STIE Nobel Indonesia, Ketua STIE Nobel Indonesia, beserta jajaran birokrasi program Pasca Sarjana STIE Nobel Indonesia dan staf tenaga pengajar, dengan menghadirkan Prof Dr H Mansyur Ramly, SE., MSI., selaku Guru Besar Bidang Ekonomi/Manajemen FE-UMI Makassar dan juga Ketua BAN PT Periode 2012-2016 sebagai pembicara utama dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Dr H Mashur Razak, selaku ketua STIE Nobel Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan lokakarya pengembangan kurikulum dan penyusunan RPS untuk mata kuliah Program Studi Magister Manajemen PPs STIE Nobel Indonesia dianggap penting untuk dibahas dan ditetapkan dikarenakan STIE Nobel Indonesia ingin mencetak lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing di era revolusi Industri 4.0 ini.

“Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada Prof Dr H Mansyur Ramly atas kesediannya hadir dalam pembahasan kegiatan kali ini untuk berbagi pengalaman dan wawasannya terkait era revolusi industri 4.0,” kata Ketua STIE Nobel.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Dr H Mansyur Ramly mengatakan, dalam Era Revolusi Industri 4.0 kompetensi lulusan berorientasi paling tidak pada empat hal yaitu, interconnection, big data, integration dan innovation.

“Selain itu, kompetensi yang dibutuhkan di masa depan fokus pada paling tidak lima jenis skill yaitu, compleks problem solving, social skill, process skill, system skill dan cognitive ability. Dimasa depan literasi baru yang perlu dikuasai oleh mahasiswa antara lain literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia,” paparnya.

 

Reporter: Ibhel

Mahasiswa STIE Ikuti Islamic Economic Fair di IAIN Bone

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Sebanyak enam orang Mahasiswa STIE YAPI Bone, yang tergabung dalam Accounting Study Club (ASC) mengikuti Islamic Economic Fair (IEF IV) di Aula Gedung Songkok Recca dan Aula utama IAIN Bone, Jum’at- Ahad, 21-23 Desember 2018.

IEF IV digelar oleh Forum Mahasiswa Ekonomi Islam (Rumah Ekis) IAIN Bone dengan mengangkat tema “Peran Strategi Ekonomi Islam Menuju Pembangunan Berkelanjutan Tahun 2020”. Sejumlah mahasiswa dari beberapa kampus meramaikan kegiatan ini.

Muh Idrus SE MM pembina ASC kepada FAJAR PENDIDIKAN mengatakan, keikutsertaan Mahasiswa STIE YAPI Bone sebagai ajang menambah wawasan dan penglaman mahasiswa, khususnya dalam ilmu ekonomi syariah. Selain itu, kata dia, untuk mengevaluasi kemampuan mahasiswa STIE dalam bidang ilmu ekonomi dan untuk melatih mental serta intelektual mereka.

“Masalah kalah atau menang soal kedua, setidaknya mereka dapat melihat kemampuan dan kekurangan mereka,”pungkas Waket I STIE YAPI Bone ini, Minggu (23/12).

Walau demikian, dia berharap dalam lomba ini, mahasiswanya mampu meraih kemenangan sebagai bukti kesungguhan mereka dalam dunia pendidikan.

Reporter: Abustan

Selamat Ulang Tahun Direktur Fajar Pendidikan

0

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Menjadi tua adalah sebuah kepastian. Waktu bergulir dengan cepatnya. Dan tibalah saat dimana engkau bertambah usia.

Dengan kesabaran dan ketulusan dalam setiap arahanmu, semoga engkau tetap menjadi bos terbaik bagi kami. Selamat ulang tahun buat Direktur Tabloid Fajar Pendidikan, H Nurhayana Kamar SE Doa terbaik kami menyertai langkahmu.

Semoga panjang umur, murah rejeki, sehat selalu, dan bahagia selamanya. Tak banyak yang bisa kami beri untukmu, selain doa tulus dari hati.

Selamat datang di usiamu yang baru. Kami berdoa semoga Allah memberikan kesehatan dan umur panjang, sehingga tak ada kata berhenti untuk terus mengajarkan kami tentang bagaimana menjadi pekerja yang baik. Selamat ulang tahun.

Selamat! UIN Alauddin Makassar Raih Akreditasi A

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – UIN Alauddin Makassar menutup akhir tahun dengan capaian luar biasa. Pasalnya, institusi yang berlabel kampus peradaban ini akhirnya berhasil mendapatkan akreditasi A.

Predikat ini didapatkan setelah Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengeluarkan keputusan No. 466/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2018 yang dikeluarkan pada 20 Desember 2018.

Dari hasil akreditasi ini, UIN Alauddin Makassar menjadi salah satu dari 74 perguruan tinggi swasta dan negeri yang terakreditasi A di Indonesia.

Sebelumnya, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Musafir Pababbari telah mempersentasekan tujuh poin standar untuk akreditasi dihadapan tim asesor BAN PT.

Keseluruhan dokumen tersebut menggunakan tujuh standarisasi, diantaranya adalah: Visi, misi, tujuan dan strategi pencapaiannya; Tata pamong, kepemimpinan, sistem pemeliharaan dan penjaminan mutu; Mahasiswa dan lulusan; Sumber daya manusia; Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik; Pembiayaan, sarana dan prasarana, dan sistem informasi; Penelitian, pelayanan pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama.

Rektor UIN Alauddin Makassar sendiri mengatakan ketujuh standar ini  dipresentasikan ke tim asesor dari BAN-PT yang terdiri dari lima orang, yaitu: Prof Sarwiji Suwandi dari Universitas Sebelas Maret; Dr Syaifan Nur dari Universitas Sunan Kalijaga; Prof Indri Safitri Mukono dari Universitas Airlangga; Prof Sugiono dari Universitas Negeri Yogyakarta dan Dr Sururin dari UIN Syarif Hidayatullah.

“Persiapan akreditasi institusi sudah setahun yang lalu kami bekerja, yah ada tujuh standar itu yang telah dipersentasekan,” ungkap Musafir.

Jika merujuk pada pedoman Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) buku Pedoman Asesmen Lapangan, tim Asesor wajib memeriksa data, informasi, dan bukti yang telah disiapkan oleh institusi perguruan tinggi terkait dan juga keadaan teknis lainnya di lokasi kampus dengan mewawancarai dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, hingga mitrakerja yang dianggap perlu, serta mengobservasi kegiatan dan fasilitas pendukung.

Sementara itu, salah satu tim penyusun borang akreditasi, Isriany Ismail berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung serta memfasilitasi proses re-akreditasi institusi UIN Alauddin Makassar.

“Alhamdulillah kerja kita semua telah membawa UIN Alauddin Makassar memperoleh Peringkat Akreditasi A. Mohon maaf kami haturkan jika ada yang kurang berkenan dari TIM AIPT,” pungkasnya.(*)

Raker FKM Unhas Memperkuat Sinergitas di Era Revolusi Industri 4.0

0

Parepare, FajarPendidikan.co.id – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar rapat kerja tahunan yang dilaksanakan di Kota Parepare 20-22 Desember 2018. Rapat kerja ini lebih menekankan bagaimana memperkuat sinergitas di era revolusi industri 4.0.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam, SKM., MKes., M Med Ed., ia menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan bidang akademik, riset dan inovasi; perencanaan, keuangan dan sumber daya; kemahasiswaan, alumni dan kemitraan maupun penjaminan mutu.

“Dalam bidang akademik misalnya, yang perlu diatasi adalah penjadwalan dosen dalam pengajaran pada mahasiswa S1, S2 dan S3. Dalam bidang perencanaan, keuangan dan sumber daya misalnya, perbaikan fasilitas ruangan perkuliahan, dukungan sarana dan prasarana,” paparnya Aminuddin.

Dalam bidang kemahasiswaan, alumni dan kemitraan, sambungnya, yang perlu diperkuat adalah aspek kepemimpinan mahasiswa terutama terbentuknya senat mahasiswa universitas, peningkatan prestasi mahasiswa, peningkatan dukungan alumni dan bagaimana memperkuat jaringan kerjasama. “Demikian halnya masalah yang berhubungan dengan penjaminan mutu,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, ketua panitia, Muhammad Rachmat, SKM., MKes., menyampaikan bahwa rapat kerja yang dilaksanakan di Parepare ini merupakan lanjutan dari pra raker yang dilaksanakan di fakultas. “Oleh karena itu, kita berharap diskusinya lebih mudah dan terarah dan lebih produktif,” harap Rachmat.

Sementara itu, ketua tim pengarah, Ansariadi, SKM., M Sc PH, PhD., yang juga sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Inovasi lebih mengarahkan kepada peserta raker untuk melakukan brainstorming.

Tak hanya Ansariadi, para dosen senior terutama para dekan pada masanya pun  bergantian menyampaikan masukannya. Seperti yang disampaikan Prof Dr drg Andi Zulkifli, MKes.,ia  menyarankan program PERMATA yaitu program student exchange dalam negeri misalnya, mahasiswa FKM Unhas ke UI atau Unair, UNDIP atau sebaliknya; perlunya penelitian diikuti dengan pengabdian masyarakat.

Sedangkan Prof Dr Tahir Abdullah, MSc., MSPH., menyarankan perlunya pendidikan Bekasi D3 Reproduksi Sehat, pembangunan kantin sehat dan pelibatan alumni dalam kegiatan PBL.

Dosen lainnya yang menyampaikan masukan diantaranya, Prof Dr dr Alimin Maidin, MPH. Menurutnya, perlu dilanjutkan dan dikembangkan student exchange yang pernah dilakukan sebelumnya. “Misalnya dengan Meio University, Okinawa, Khonkhain University dan perlunya penguatan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa,” tuturnya.

Prof dr Veni Hadju, MSc., PhD., mengusulkan kerjasama luar negeri program unggulan Dikti misalnya program SAME dimana dosen bisa ke luar negeri pada universitas mitra. “Output-nya adalah terbitnya publikasi Scopus Q4,” ucapnya. Menurut Veni, persyaratan untuk menjalankan kerjasama tersebut tidak terlalu sulit.

Prof Dr dr Abdul Razak Thaha, MSc., juga menyampaikan perlunya pendidikan vokasi yang lebih spesifik, misalnya D3 pengendalian Stunting, perlunya pengembangan kerjasama dengan perusahaan dan juga hal yang menarik yang ia sampaikan adalah bahwa tidak ada uji kompetensi bagi pendidikan S1 kesehatan masyarakat.

Senada dengan itu, Prof Dr Ridwan Amiruddin, SKM., MKes., MSc PH., menyarankan perlunya dibentuk pendidikan profesi kesehatan masyarakat memenuhi kerangka kualifikasi nasional level 7 dan juga tuntutan undang-undang tenaga kesehatan.

Diskusi sangat dinamis, dan agenda rapat kerja akan dilanjutkan dengan pembagian komisi dan bidang sesuai dengan yang telah ditetapkan.(*)

Mendapat Peringkat ke 64, UMI Berhasil Raih Akreditasi A

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id— Bersaing dengan berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh daerah di Indonesia, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mampu membuktikan diri dimata para PTN dan PTS lainnya dengan perolehan akreditasi A.

Meski berada pada peringkat ke 64, namun UMI Makassar patut berbangga atas perihan akreditasi institusi A.

“Walaupun mendapat nilai yang pas-pas namun berita ini menjadi sebuah kebanggaan besar bagi kami. Untuk meraih akreditasi A itu bukan hal yang mudah karena ternyata kita bersaing dengan PTN yang jelas mempunyai fasilitas dari negara tidak seperti di kita di PT swasta. Dan kunci utama dari terealisasimya akreditasi A ini adalah kebersamaan para civitas dosen dan tim,” kata Rektor UMI prof basri Modding saat menggelar konferensi pers mengenai akreditasi A UMI di ruang rapat senat Menara UMI. Kamis 20 Desember 2018.

Dan berdasarkan data yang ada, telah ada 9 PTS di seluruh Indonesia yang telah mendapat akreditasi A, dan UMI Makassar menjadi satu-satunya PTS diluar pulau Jawa yang terakreditasi A.

Kemudian, jika PTS ingin mendapat akreditasi A terdapat tujuh indikator yang harus dipenuhi seperti jumlah profesornya, berapa banyak penelitianntya, bagaimana mahasiswanya, apa saja prestasi yang diperoleh mahasiswanya, kemudiaan bagaimana dengan alumninya.

“Proses akreditasi itu akan bagus ketika semua komponen-komponen itu terpenuhi. Setelah itu terpenuhi maka kepercayaan masyarakat tentang sebuah PT itu akan baik. Dan akreditasi UMI ini, saya tidak tau persis akreditasi PTS yang keberapa yang pasti adalah UMI adalah PTS pertama diluar pulau Jawa yang terakreditasi A,” kata Kepala LLDikti Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Jasruddin.

Selain itu, berkaca pada keberhasilan UMI Makassar, beberapa PTS yang ada di Sulsel juga digadang-gadang akan mendapat akreditasi A adalah UNISMUH, UNIFA, UIM, UKI Paulus, UNCOK Palopo, dan PTS lainnya yang memenuhi indikator-indikator untuk penilaian menuju akreditasi A.

Penulis: Wulandari