Beranda blog Halaman 3385

Reaktor Biogas Limbah Jadi Berkah Antar Mahasiswa STIP Bone Lolos Lomba TTG

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Yayasan Pendidikan Indonesia (STIP YAPI) Bone mengikuti lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Provinsi Sulawesi Selatan angkatan II.

TTG merupakan salah satu cara atau pendekatan yang ampuh dalam upaya mendorong percepatan mewujudkan kemandirian masyarakat desa.

Panitia membagi lomba ini menjadi dua kategori, yakni kategori umum dan kategori Perguruan Tinggi.

“Mahasiswa kami lolos enam besar kategori perguruan tinggi, Yakni Muh Asmar dan Aldhi Fasau mahasiswa Agribisnis STIP Yapi Bone Semester I,”kata Wakil ketua I Bidang Akademik STIP Yapi Bone Ir H Lanto Palawa MP kepada FAJAR PENDIDIKN, Kamis (20/12).

Muh Asmar dan Aldhi Fasau telah presentasi di Hotel Maleo Makassar, Kamis 20 desember 2018. Mereka memaparkan karyanya yang berjudul “Reaktor Biogas – Limbah Jadi Berkah”. Limbah yang dimaksud adalah kotoran ternak sapi.

“Kami berharap lomba TTG ini dapat memberikan motivasi atau dorongan agar semua mahasiswa mampu melakukan inovasi, khususnya yang memiliki karakter sebagai teknologi tepat guna,”harap Lanto.

Reporter: Abustan

KPU Bone Goes To Campus Bawa ‘Kardus’, Ini Tujuannya

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– KPU Kabupaten Bone menggelar sosialisasi yang bertajuk KPU Bone Goes To Campus di Auditorium Andi Abdullah STKIP Muhammadiyah Bone, Jl. Abu Dg. Pasolong, kelurahan Tanete Riattang, Bone. Rabu (19/12/2018).

Komisioner KPU Bone Divisi Sosialisasi, Harmita, menjelaskan KPU Go to Campus pada dasarnya digelar sebagai sosialiasi pendidikan pemilih muda, yakni diantaranya kalangan mahasiswa. Selain itu, lanjutnya, pada kesempatan sosialisasi, juga dilakukan penadatangan MoU antara KPU dan STKIP Muhammadiyah Bone, dalam rangka melarikan Mahasiswa dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak 17 April 2019 mendatang.

“Jika memungkinkan kita kunjungi semua. Tetapi ada beberapa kampus yang jadi prioritas, seperti IAIN, STKIP, PRIMA dan UNM,”ungkap Harmita kepada FAJAR PENDIDIKAN

Pada kesempatan ini, KPU Bone juga sosialisasikan kotak suara dari bahan Dupleks. Penggunaan kotak suara berbahan dupleks ini pro kontra dalam masyarakat. Bahkan sampai disebut Kotak suara ‘kardus’. KPU Bone pun melakukan sosialisasi, simulasi untuk membuktikan kekuatan dan ketahanan kotak suara dupleks.

“Sekaligus sosialisasi kotak suara dari bahan Duplex yang akan digunakan pada pemilu 2019 mendatang,”ungkapnya

Reporter: Abustan

Misteri Batu Hajar Al Aswad

0

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id—Batu yang dikenal dengan nama Al-Hajaru Al-Aswad atau Black Stone ini terletak disalah satu sudut kabah, disemen dan dibungkus perak untuk mencegah kerusakan.

Banyak orang yang berbondong-bondong memasukkan kepala mereka kedalam lubang tersebut untuk mencium batu ini saat menjalankan rirual tawaf.

Mencium Batu Hajar Aswad sudah menjadi tradisi umat muslim, seperti yang dilakukan Nabi Muhammad. Batu Hajar Aswad merupakan batu rubi hitam yang berlubang dan berdiameter sekitar 30 sm. Konon, dulunya batu Hajar Aswad ini berwarna putih, seperti tertulis di Al-Qur’an.

“Hajar Aswad diturunkan dari surga. Warnanya lebih putih dari susu, dan dosa-dosa anak cucu Adam yang menjadikannya hitam,” sabda Rasulullah SAW (Jami’al-Tirmidzi al-Hajj)

Banyak spekulasi mengenai asal usul batu ini. Ada yang mengatakan bahwa hajr aswad merupakan batu meteorid seperti yang ditempatkan dan disembah di Kuil Artemis Yunani.

Elsebeth Thomsen dari University of Copenhagen mengajukan hipotesis pada tahun 1980 yang merupakan pecahan kaca atau dampak meteorit yang terfragmentasi yang jatuh 600 tahun yang lalu di Wabar, sebuah situs di Gosok ‘al Khail  gurun 1,100 km dari Mekkah.

Editor: Wulandari/*

Perpres 82/2018 Edukasi Peserta JKN KIS

0

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– BPJS Kesehatan Cabang Watampone menggelar Konferensi Pers Serentak Implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018, di Kopi Tiam, Jl Biru, Watampone, Rabu (19/12/2018). Konferensi Pers ini dihadiri puluhan wartawan media online dan cetak.

Diantara poin bahasan, yakni Perpres tersebut memberi ketegasan dan edukasi mengenai denda bagi peserta JKN-KIS yang menunggak iuran.

Status kepesertaan JKN-KIS seseorang dapat dinonaktifkan, jika ia tidak melakukan pembayaran iuran bulan berjalan sampai dengan akhir bulan, apalagi bila ia menunggak lebih dari 1 bulan.

Status kepesertaan JKN-KIS peserta tersebut akan diaktifkan kembali jika ia sudah membayar iuran bulan tertunggak, paling banyak untuk 24 bulan. Ketentuan ini berlaku mulai 18 Desember 2018.

“Dulu, hanya dihitung maksimal 12 bulan. Sekarang, diketatkan lagi aturannya menjadi 24 bulan,” tegas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Watampone, Hartono Purba.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, ilustrasi bila peserta yang pada saat Perpres ini berlaku telah memiliki tunggakan iuran sebanyak 12 bulan, maka pada bulan Januari 2019 secara gradual tunggakannya akan bertambah menjadi 13 bulan dan seterusnya pada bulan berikutnya, sampai maksimal jumlah tunggakannya mencapai 24 bulan.

Dalam Perpres juga dijelaskan, denda layanan diberikan jika peserta terlambat melakukan pembayaran iuran.

Jika peserta tersebut menjalani rawat inap di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dalam waktu sampai dengan 45 hari sejak status kepesertaannya aktif kembali, maka ia akan dikenakan denda layanan sebesar 2,5 persen dari biaya diagnosa awal INA-CBG’s.

“Besar dendanya, paling tinggi adalah Rp 30 juta,”sebutnya.

Ketentuan denda layanan, masih lanjutnya, dikecualikan bagi peserta PBI, peserta yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah, dan peserta yang tidak mampu. Ketentuan ini, disebut bukan untuk memberatkan peserta JKN KIS.

“Tapi lebih untuk mengedukasi para peserta agar lebih disiplin dalam menunaikan kewajibannya membayar iuran. Jangan lupa, di balik hak yang kita peroleh berupa manfaat jaminan kesehatan, ada kewajiban yang juga harus dipenuhi,” pungkasnya.

Reporter: Abustan

Ternyata Thomas Alva Edison Bukan Penemu Lampu

0

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id—Sebagian besar orang menganggap bahwa penemu lampu pijar adalah Thomas Alva Edison.

Namun sebenarnya hal itu salah. Thomas Alva Edison bukanlah penemu lampu pijar , ia hanya memperbaiki sistem kerja lampu pijar sehingga dapat digunakan lebih lama.

Perkembangan lampu pijar berawal pada abad ke 19 saat Alesando Volta menemukan Sel Volta sebagai sumber listrik. Pada tahun 1802, Sir Humpry Davy menemukan bahwa seutas logam tipis jika dialiri listrik akan menyala keputihan.

Dan ini adalah awal pengembangan lampu pijar. Kemudian seorang ilmuwan yang bernama Sir Joseph Wilson Swan menciptakan lampu opijar pertama di dunia. Tapi lampu  ini hanya mampu bertahan selama 13,5 jam sampai filamennya putus terbakar.

Karena pendeknya waktu pakai, maka penemuan ini tidak berarti secara komersial.

Penemuan ini kemudian diperbaiki oleh Thomas Alva Edison, yang kemudian menciptakan lampu pijar yang lebih baik, yang mampu bertahan selama 40 jam.

Pada lampu ini, Thomas menggunakan untaian karbon yang dipasang didalam bohlam kaca yang hampa udara. Tujuan penggunaan ruang hampa udara adalah agar filamen tidak teroksidasi sehingga tidak mudah putus.

Editor: Wulandari/*

Ini Cara Dinas Sosial Barru Terampilkan Anak Telantar

0

Barru, – FAJARPENDIDIKAN.co.id – Setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru yang di perakarsai Dinas Sosial (Dinsos) Barru berhasil mengaplikasikan berbagai program penentasan kemiskinan terhadap masyarakat Barru, kini Dinsos Barru melalui Bidang dan Seksi Rehabilitasi Sosial Anak Dan Lansia kembali menggelar program dalam bentuk kursus membuat Roti dengan melibatkan Anak terlantar di Aulah Kantor Dinsos Barru, Jl. HM Saleh Lawa, Kelurahan Sumpang Binangae Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, pada hari Selasa 19 November 2018.

Dari pantauan wartwan FAJARPENDIDIKAN.co.id, kegiatan tersebut di buka langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kab.Barru Andi Makmun Aksa SE, M,Si didampingi Kabid Dra, Hj. Hasnah dan Kasi RSADL Dinsos Barru Rysma Rahayu SKM.M, Kes.sebagai pembina dan pelaksana kegiatan, serta para peserta hasil seleksi TKSK dan Karang Taruna tingkat Kelurahan/Desa dari Tujuh Kecamatan se- Kabupaten Barru.

Diketahui dari Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Hj.Hasnah melalui pembimbing Kursus Rysma, menyampaikan bahwa Kegiatan tersebut dilaksanakan khusus terhadap anak terlantar/ putus Sekolah dengan cara membina dengan ketrampilan dalam bentuk kursus membuat berbagai jenis roti, ” kegiatan ini kami laksanakan selama 10 hari, ditempat ini juga kami sengaja kita datangkan ahli pembuat roti dari Gabba untuk membina anak-anak kita agar nantinya mereka dapat lebih terampil membuat berbagai jenis roti “,ujar Risma.

Selain itu  lanjut Risma, menambahkan bahwa,” kami juga akan membekali mereka dengan berbagai fasilitas peralatan pembuatan roti seperti, mixer, oven, Gekas Ukur, Rolling PinSerapper Dough (Pemotong), Pipping Bag, Mangkuk, Timbangan Kue, panci dan Loyang sesuai kebutuhan peralatan produk roti yang akan digeluti mereka nantinya, agar mereka dapat mengaplikasikan hasil dari kegiatan kita ini untuk menunjang kebutuhan hidup mereka sekeluarga ditengah-tengah masyarakat nantinya”, terang Risma.

Sesaat sebelum Kadis Sosial Andi Makmun membuka kegiatan, Ia (Kadis) sangat mengapresiasi animo kehadiran para peserta yang di utus TKSK dari berbagai penjuru se- kabupaten Barru,” kami sangat antusias melihat minat para peserta untuk menghadiri kegiatan kita ini, mereka akan kami bimbing, bina dan pasilitasi mulai dari uang saku serta berbagai kebutuhannya secara geratis selama sepuluh hari ditempat kita ini”, ungkap mantan Kadis Koperindag Barru itu.

Andi Makmun juga berharap selepas mereka mengikuti kursus yang digelar Dinas yang di nahkodainya itu,” harapan kami agar para anak-anak binaan kita ini nantinya, dapat hidup lebih mapan, mandiri dan menghidupi keluarga dari hasil keterampilannya sebagai pengusaha roti di tempat tinggal mereka masing-masing”, pungkasnya.

Reporter: Abd Latif Ahmad

Puluhan Mahasiswa IAIN Bone Kursus Hingga Dua Tahun di Pare

0

Bone, FAJARPENDIDKAN.co.id– Jika tak ada aral melintang, puluhan Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, penerima bantuan biaya pendidikan Bidikmisi akan bertolak ke Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018) besok.

Mahasiswa Bidikmisi angkatan 2015 ke Pare, dalam rangka studi banding dan kursus bahasa selama dua tahun, yakni akhir tahun 2018 hingga awal tahun 2019 mendatang. Dengan kata lain, selama kurang lebih sebulan mereka menimba ilmu di Pare, dari tanggal 19 Desember 2018 hingga 22 Januari 2019.

“Besok saya ke Pare, bersama Mahasiswa Bidikmisi sseangkatan ku,”kata salah satu Mahasiswi Bidikmisi, Imma mejawab FAJAR PENDIDIKAN, Selasa (18/12).

Reporter: Abustan

Alumni Unhas Dibekali SKPI, Ini Kata Rektor Unhas

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menyelenggarakan acara wisuda sarjana  periode II tahun akademik 2018/2019 dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa di  Baruga AP Pettarani, Selasa, 18 Desember 2018.

Dalam pidato wisudanya, Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mungucapkan selamat kepada para wisudawan alumni Unhas yang kini telah berjumlah 116.163 orang. Menurutnya, kualitas wisudawan periode Desember ini berdasarkan persentase IPK, terdapat 53,23 persen lulusan dengan IPK lebih dari 3.50, dan sebanyak 42,95 persen lulusan dengan IPK 3.0 – 3.50, serta hanya 0.37 persen yang memiliki IPK kurang dari 3.

Sementara dari sisi persentase masa studi lulusan, sebanyak 23,8 persen dengan masa studi kurang dari 4 tahun, 53,2 persen lulusan dengan masa studi 4 – 5 tahun, serta 22,9 persen yang lulus dengan masa satudi lebih dari 5 tahun.

Rektor Unhas menyampaikan bahwa pada proses wisuda Desember ini, untuk pertama kalinya para alumni diberikan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) sebagai bukti tertulis tentang kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan, prestasi dan kompetensi seorang lulusan. “Adanya SKPI ini diharapkan semakin memberikan kesempatan kerja yang lebih luas bagi para lulusan yang sesuai dengan kompetensi prestasinya,” kata Prof Dwia.

Selain itu, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengungkapkan sejumlah prestasi membanggakan yang diraih mahasiswa Unhas pada tahun 2018, di antaranya juara 1 Research Paper dalam Padjadjaran Scientific Festival tingkat internasional oleh mahasiswa Kedokteran, juara 1 pada 13 kegiatan, juara 2 dalam 7 kegiatan, dan juara 3 sebanyak 11 kegiatan kemahasiswaan, baik secara akademik maupun minat dan bakat.

Rektor Unhas juga menyatakan,  saat ini Unhas telah memiliki 9 program studi yang terakreditasi internasional, dan telah dilakukan visitasi pada 4 prodi untuk akreditasi internasional.  Pada akhir tahun 2018 ini diharapkan Unhas memiliki 13 prodi yang terakreditasi internasional.

“Ini menunjukkan bahwa upaya Universitas Hasanuddin menuju pencapaian reputasi internasional telah berjalan sesuai dengan rencana strategis dan rencana pengembangan 2030,” tandasnya. (FP)

873 Alumni Unhas Diwisuda Hari Ini

0

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menyelenggarakan acara wisuda sarjana  periode II tahun akademik 2018/2019 dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa di  Baruga AP Pettarani, Selasa, 18 Desember 2018.

Prosesi wisuda yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dibuka oleh Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, dihadiri oleh para anggota senat, Wakil Rektor, anggota Majelis Wali Amanat, serta para dekan se-universitas.

Dalam acara wisuda sarjana kali ini, Unhas menghasilkan 873 alumni baru dari 15 fakultas, yang terdiri atas: Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, 67 wisudawan, wisudawan terbaik: Anisa Aulia Sabila (Prodi Ilmu Kelautan) dengan IPK 3.84, masa studi 3 tahun 1 bulan

Fakultas Kedokteran, 48 wisudawan, terbaik: Olga (Prodi Kedokteran Hewan) dengan IPK 3.83, masa studi 4 tahun

Fakultas Pertanian, 76 wisudawan, terbaik: Riska Tiasmalomo (Prodi Agroteknologi) dengan IPK 3.76, masa studi 4 tahun

Fakultas Ilmu Budaya, 51 wisudawan, terbaik: Rosmiati (Prodi Sastra Indonesia) dengan IPK 3.83, masa studi 4 tahun 2 bulan

Fakultas Farmasi, 35 wisudawan, terbaik: Arfiatul Hikmah M. (Prodi Farmasi) dengan IPK 3.78, masa studi 3 tahun 2 bulan

Fakultas Keperawatan, 25 wisudawan, terbaik: Aminah (Prodi Ilmu Keperawatan) dengan IPK 3.77, masa studi 3 tahun 2 bulan

Fakultas Teknik, 151 wisudawan, terbaik: Muhammad Yusuf Pratama (Prodi Teknik Elektro) dengan IPK 3.93, masa studi 4 tahun

Fakultas Hukum, 59 wisudawan, terbaik Rifki Riyadi Murti Ramadhan (Prodi Hukum Administrasi Negara) dengan IPK 3.89, masa studi 4 tahun

Fakultas Peternakan, 35 wisudawan, terbaik: Sri Anggraeni Zainuddin (Prodi Peternakan) dengan IPK 3.77, masa studi 3 tahun 11 bulan

Fakultas Kesehatan Masyarakat, 51 wisudawan, terbaik: Magfirah Izzania (Prodi Kesehatan Masyarakat) dengan IPK 3.88, masa studi 4 tahun

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 69 wisudawan,  terbaik: M. Abdi Shalihin (Prodi Ilmu Ekonomi) dengan IPK 3.78, masa studi 3 tahun 2 bulan

Fakultas Kedoteran Gigi, 78 wisudawan, terbaik: Meilissa Thunru (Prodi Pendidikan Kedokteran Gigi) dengan IPK 3.58, masa studi 2 tahun 11 bulan

Fakultas Kehutanan, 36 wisudawan, terbaik: Dian Ayu Lestari Hasanuddin ( Prodi Kehutanan) dengan IPK 3.83, masa studi 3 tahun 2 bulan

Fakultasi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 49 wisudawan, terbaik: Intan Firdausi (Prodi Ilmu Komunikasi) dengan IPK 3.80, masa studi 3 tahun 10 bulan.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 43 wisudawan, terbaik: A. Muthiah Nur Angriany ( Prodi Statistika) dengan IPK 3.85, masa studi 3 tahun 2 bulan

Dari 15 lulusan terbaik fakultas, yang terpilih menjadi wisudawan terbaik tingkat universitas adalah  Anisa Aulia Sabila (Prodi Ilmu Kelautan) dari rumpun Saintek, dan M. Abdi Shalihin (Prodi Ilmi Ekonomi) untuk bidang Soshum. (FP)

Disangka Maling, Mahasiswa Tewas Dikroyok di Masjid

0

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id—Lagi… Tragedi main hakin sendiri yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang terjadi ditempat ibadah yang merupakan tempat suci. Kali ini korbannya adalah seorang Mahasiswa bernama Muhammad Khaidir (23 tahun) yang tengah menuntut ilmu disalah satu Perguruan Tinggi Swasta di Kota Makassar.

Muhammad Khaidir tewas dikeroyok oleh warga di masjid Nurul Yasin Kampung Jatia, Kelurahan Mata Allo, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan karena disangka maling.

Dari video yang viral di sosial media beberapa waktu lalu, terlihat  warga yang membabi buta melakukan tindak kekerasan kepada Muhammad Khaidir di dalam masjid.

Dari kronologi kejadian, Muhammad Khaidir awalnya datang kesalah satu rumah seorang warga yang tidak jauh dari masjid. Hanya waktu itu ia mengetuk pintu rumah warga yang berinisial YDS dengan keras.

Dari gedoran yang keras itulah pemicu hilangnya nyawa Muhammad Khaidir.  YDS pemilik rumah yang digedor oleh Khaidir, merasa bahwa gedoran tersebut adalah sebuah ancaman. Setelah mendengar gedorang dari Khaidir, YDS lalu lari ke masjid lewat pintu yang lain.

YDS kemudian bertemu dengan RDN yang merupakan marbut masjid, menceritakan apa yang dialaminya. Dari cerita YDS, RDN lalu menggunakan pengeras suara dan berbicara seolah ada maling yang masuk kedalam masjid.

Warga yang mendengar suara RDN dari pengeras suara terprovokasi, dan menuju ke masjid. Sementara itu, Khaidir yang tidak sadar dengan hal yang akan menimpahnya, berjalan menuju masjid hingga akhirnya warga mengeroyoknya.

Pebuatan main hakim sendiri memang tidak dibenarkan karena bertentangan dengan ajaran agama dan hukum positif, namun apa daya warga yang naik pitam karena maraknya aksi pencurian justru terkesan salah sasaran.

Mirisnya lagi, kasus salah sasaran ini tercacat telah beberapa kali terjadi di negeri ini dan sangat disayangkan pula karena lokasi kejadiannya itu terjadi dilingkungan masjid, sebuah tempat yang sangat disucikan ummat Islam.

Editor: Arini Wulandari/*