Sunday, May 31, 2020

Editorial Majalah FAJAR PENDIDKAN Edisi 335: Virus Corona, Melek IT Jadi Tuntutan

- Advertisement -

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Sejak pemerintah memberlakukan program ‘Belajar di Rumah’ akibat pandemi Covid-19, sekolah-sekolah kemudian meliburkan siswanya. Kondisi ini membuat guru, siswa, dan orang tua, mau tak mau harus menyesuaikan diri.

Mereka yang sebelumnya terbiasa mengajar secara tatap muka, harus mengubah metodenya. Sebagai pengganti tatap muka, guru harus menggunakan metode belajar daring (dalam jaringan) alias online.

Kondisi ini tentu bukan masalah bagi guru yang pernah menerapkan belajar daring sebelumnya. Namun sebaliknya, bagi mereka yang belum pernah menggunakan metode belajar daring sekalipun, hal ini menjadi kendala.

Pandemi Covid-19, metode belajar daring menjadi tuntutan bagi semua guru. Mereka harus menyiapkan bahan ajar yang akan diunggah atau disebarkan kepada siswa melalui media atau aplikasi pembelajaran yang dipilih.

Para guru juga harus menentukan media belajar yang sesuai dengan kondisi siswa, agar belajar di rumah dapat berjalan secara efektif. Siswa SD, SMP, dan SMA tentu berbeda.

Selain itu, guru juga diharapkan mengunggah media pembelajaran, berupa modul, tutorial, video, latihan soal, atau lembar kerja siswa ke media yang telah ditetapkan atau disepakati bersama. Di sana, guru wajib memberikan penjelasan atas pertanyaan yang disampaikan siswa.

Selain guru, program belajar di rumah ini juga berdampak pada siswa dan orang tua. Mereka harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada, semaksimal mungkin. Siswa harus mulai menyesuaikan diri dengan cara belajar secara online, baik via smartphone, laptop atau PC di rumah masing-masing.

Siswa diharapkan mempelajari bahan atau materi mata pelajaran yang diunggah guru melalui media yang telah disepakati . Siswa juga dapat melakukan diskusi dengan guru melalui media online jika masih ada hal yang kurang jelas dari materi yang diberikan.

Sementara bagi orang tua yang mempunyai anak usia sekolah dasar atau pra sekolah, sebagian besar mungkin belum memfasilitasi anaknya dengan smartphone atau laptop pribadi. Karena itu, para orang tua ini dituntut lebih ekstra mendampingi dan memaksakan anaknya melaksanakan kegiatan belajar di rumah masing-masing dan membatasi izin kegiatan di luar rumah.

Selain itu, mereka juga diharapkan melakukan koordinasi dengan guru kelas masing-masing. Tak kalah penting di tengah pandemi Covid-19 ini, orang tua juga diimbau membantu anak-anak menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah. (FP)

- Advertisement -

TERKINI

Lantamal VI Terjunkan Pasukannya Sandarkan KRI Banda Aceh-593 Di Pelabuhan Hatta Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kapal Perang TNI AL yang panjangnya melebihi lapangan bola tiba di Makassar hari ini, Minggu (31/05/2020). Kapal perang...

IDAI Minta Sekolah Ditutup Sampai Desember 2020

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ikut merespon wacana pembukaan sekolah seiring berakhirnya masa tanggap darurat Covid-19 pada 29 Mei 2020, serta berakhirnya...

Selamat! UIN Alauddin Peringkat Ketiga Paling Diminati di UMPTKIN 2020

Gowa, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pemeringkatan peminat Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) 2020 untuk pilihan pertama menempatkan UIN Alauddin Makassar diurutan...

Pemudik Asal Bone Ingin Balik ke Jakarta Ternyata Positif Covid-19

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Seorang warga dari Desa Pattimpa Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, yang hendak balik ke Jakarta ternyata terkonfirmasi Positif Covid-19, Sabtu (30/5/2020).

REKOMENDASI