Sunday, September 20, 2020

Lomba Seni Suara Burung Berkicau LANAL Kendari Gunakan Nama Kapal Perang Untuk Kelas Lomba

Kendari, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Selasa, 11 Agustus 2020, Lanal Kendari yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Andike Sry Mutia S.Sos., menempuh cara yang berbeda dalam mengenalkan TNI Angkatan Laut kepada masyarakatSulawesi khususnya di Sulawesi Tenggara, kali ini Lanal Kendari mengadakan Lomba Seni Suara Burung Berkicau Danlanal Kendari Cup I Th 2020 yang diikuti oleh ratusan peserta dari wilayah Sulawesi Tenggara bahkan Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur. Berbagai kelas dilombakan dalam kegiatan ini dan menggunakan nama beberapa kapal perang yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut seperti KRI Nala – 363, KRI John Lie – 358, KRI Oswald Siahaan – 354 ,dan KRI Bung Tomo – 357 untuk tiap kelas lombanya.
.
Kapten Laut (P) Sahiadam selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa tujuan utama even ini diadakan adalah mengenalkan TNI AL kepada masyarakat dengan cara yang berbeda seperti pengenalan nama-nama KRI melalui nama kelas lomba, penyebaran brosur rekruitmen Caba dan Catam yang akan berlangsung pada bulan September s.d Oktober nanti kepada peserta lomba, serta banyak lagi hal lain yang dikenalkan.
Selain itu ajang ini digunakan untuk mewadahi para kicau mania di wilayah Sulawesi Tenggara maupun Sulawesi untuk adu prestasi dan juga menjalin silaturahmi antar komunitas dan penghobi burung berkicau.
.
Selama berlangsung perlombaan tetap dilaksanakan protokol kesehatan seperti pengukuran suhu tubuh, cuci tangan sebelum memasuki area lomba, serta pembagian masker kepada seluruh peserta lomba.
.
Sementara itu Danlanal Kendari menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dari himbauan Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI Heru Kusmanto kepada seluruh jajaran Lanal di wilayah kerja Koarmada II agar selalu menjadi pioneer dalam segala hal, memberi manfaat kepada lingkungan sekitar serta mendukung program pemerintah untuk mengurangi penyebaran Covid 19 di wilayah masing-masing.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Awali Kepengurusan, LD Al-‘Aafiyah FKM Unhas Gelar Daurah Pengurus

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Lembaga Dakwah Al-'Aafiyah FKM Unhas melaksanakan daurah pengurus pada hari sabtu, 19 September 2020. Kegiatan ini dilaksanakan melalui  zoom cloud...

Kapolres Barru Serukan Pilkada Damai 2020, Di Takkalasi

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Barru AKBP Welly Abdillah, menyerukan Pemilukada Damai, saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pilkada Damai 2020 dan...

Danyonmarhanlan VI Hadiri Rakor Pemilu dan Peningkatan Disiplin Protokol Kesehatan Pemkot Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan VI (Danyonmarhanlan VI) Letnan Kolonel Marinir Gigih Catur Pramono, S.H, M.T.r. Opsla menghadiri Rapat...

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

REKOMENDASI