Beranda blog Halaman 3379

Al-Haitam Sang Penemu Kamera Obscura

0

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Kamera Obscura adalah awal dari kecanggihan masa kini dalam dunia fotografi yang ditemukan oleh seorang muslim bernama Al-Haitam atau sering disebut Alhazen. Peradaban dunia telah banyak berubah melalui kamera.

Karena kamera adalah penemuan penting yang mampu mengubah dunia. Lewat jepretan kamera kita semua dapat mengabadikan momen-monem indah di dunia, hal-hal penting maupun tidak penting di dunia.

Awalnya Al-Haitam melakukan experimen pada ruang gelap (kamar kecil) dengan titik lubang agar cahaya masuk, kemudian menyimpan bayangan yang terbayang masuk oleh cahaya tersebut kedalam. Di dalam alat sudah disediakan media untuk menyimpan bayangan tersebut.

Pada saat itu, istilah yang digunakan untuk penamaan kamera adalah Qumroh yang diadopsi dari bahasa Arab yaitu Qomar yang berarti bulan. kata Qomar ini digunakan karena cahaya yang diprokyeksikan dalam kamar gelap adalah cahaya bulan.

Sedangkan kamar gelap atau ruang gelap pada saat tu dalam bahasa latin dikenal dengan istilah Kamera Obscura, inilah yang menjadi cikal bakal kamera-kamera canggih yang ada pada saat ini, yang dari masa ke masa terus berkembang.(*)

Ketua TP-PKK Barru Kunjungi PAUD Toga dan Posyandu Kacang

0

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Ketua TP-PKK Kabupaten Barru, Hj Hasnah Syam berkunjung ke desa Tompo, Rabu (6/2/19). Kedatangannya saat itu untuk melihat lebih dekat bentuk pelayanan di Posyandu Kacang dan kegiatan para kader dalam memberikan layanan kesehatan. Diselah-selah kunjungannya,  Hj Hasnah Syam juga menyempatkan diri mengunjungi lembaga PAUD di desa itu.

Lembaga PAUD yang dikunjunginya adalah Kelompok Belajar Toga (Tompo Galung) yang terletak di dusun Barang, Desa Tompo. Lembaga PAUD tersebut merupakan PAUD terpadu dan layanan holistik yang terintegrasi dengan Posyandu dalam memberikan layanan seperti layanan kesehatan anak dan Bina Keluarga Balita (BKB).

Kelompok Belajar Toga yang dikelola Nursyam S Pd dan Aryuni SP sebagai guru, pernah meraih juara 1 Tingkat Provinsi Sulsel dalam layanan kesehatan Posyandu, PAUD dan Bina Keluarga Balita yg terintegrasi tahun 2018.

Ketua TP-PKK Kabupaten Barru, Hj Hasnah Syam saat memberi arahan kepada kader Posyandu.

Pada kesempatan itu, Hj Hasnah Syam memberi dukungan berupah semangat kepada anak usia dini dan juga memastikan mereka mendapatkan layanan sesuai kurikulum pendidikan anak usia dini. “Usia dini adalah usia emas yang harus didorong untuk membentuk krakter anak dalam mewujudkan generasi yang berkualitas,” ujarnya.

Hj Hasnah Syam selaku Bunda PAUD Kabupaten Barru juga menegaskan bahwa pemerintah selalu hadir bersama Bunda PAUD. “Tujuannya jelas, mewujudkan kepedulian terhadap pendidikan anak usia dini yang muatannya bermain sambil belajar, sehat, cerdas dan ceria sesuai tuntunan Pendidikan PAUD,” tegasnya.

Reporter: Rustam

Nyawa Taruna ATKP Makassar Melayang, Pihak Kampus Bungkam

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Kasus kekerasan hingga berujung kematian kembali mencoreng dunia pendidikan negeri ini.

Kali ini menimbah seorang Taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar bernama Aldama Putra Pangkolan (19) yang tewas ditangan seniornya pada Minggu (3/2/2019).

Menurut Kepala Polrestabes Makassar Kombes Polisi Dwi Ariwibowo, kasus ini terungkap setelah keluarga korban curiga dengan penyebab kematian korban.

Pasalnya, Pelda Daniel ayah korban, awalnya mendapat laporang anaknya meninggal lantaran terjatuh di kamar mandi.

Namun, fakta di lapangan, menurut Pelda Daniel, putra semata wayangnya itu tewas setelah menderita beberapa bekas luka di bagian wajahnya yang diduga akibat penganiayaan.

“Saya ditelpon malam-malam oleh pengasuh anak saya di ATKP, katanya bisa merapat ke RS Sayang Rakyat soalnya anak saya (Aldama Putra Pangkolan) katanya jatuh. Jadi, awalnya perkiraan saya hanya luka atau patah. Pas saya tiba (di RS Sayang Rakyat), saya disambut pelukan dan berkata, ‘Bapak yang sabar ya. Kami sudah berusaha, tapi apa daya.’ Di situlah saya langsung seperti tidak bisa berkata-kata lagi karena di pikiran saya anak saya sudah meninggal,” tutur Pelda Daniel.

Pelda Daniel yang syok mendengar kabar anaknya telah meninggal dunia, berusaha untuk tegar dan memenangkan diri.

“Beberapa saat, saya diberi air putih minum, saya bilang, ‘ Bisa saya lihat anak saya? Jadi saya diantar masuk ke UGD dan melihat anak saya sudah diselimuti,” ujar Pelda Daniel bernaada sedih.

“Saya buka kainnya, saya lihat wajahnya banyak luka-lukanya di kepalanya, di pelipis dan di bawah matanya,” ujar Pelda Daniel.

Namun, kata Pelda Daniel, pihak ATKP Makassar berusaha menutupi kasus penganiayaan yang menewaskan putranya dengan berkata “Terjatuh di kamar mandi”. Akan tetapi, saat dikonfirmasi ulang, pihak kampus ATKP enggan berkomentar banyak dan terkesan menutupi soal kasus mahasiswanya yang dianiaya seniornya.

Menerima laporan keluarga yang curiga dengan kematian korban, polisi bergerak cepat dan   memeriksa 20 orang saksi dan sejumlah rekaman CCTV di dalam kampus ATKP. Polisi akhirnya mengerucut pada satu nama dan menetapkannya sebagai tersangka, yakni Muhammad Rusdi (21) taruna tingkat 2 ATKP Makassar.

Muhammad Rusdy

Pelaku melakukan penganiayaan pada korban lantaran hal sepele, korban tak memakai helm saat berkendara. Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengungkapkan, hasil pemeriksaan pelaku menganiaya karena pelanggaran tidak pakai helm.

Pelaku kemudian memanggil korban dan diarahkan ke salah satu kamar senior. Di situlah tindak penganiayaan terjadi.

“Pelaku memanggil korban, diarahkan ke salah satu kamar senior. Di situlah terjadi penganiayaan,” kata Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo di Mapolrestabes, Selasa (5/2/2019).

Pelaku menganiaya korban dengan cara memukulinya di bagian dada dan tubuhnya. Pihak penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar pun menetapkan M Rusdi tersangka dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal.

“Tersangka dijerat pasal 338 KUHP dan pasal 351 ayat 3 KUHPidana ancaman hukuman 7 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” tegas Ariwibowo.

Polisi juga masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah.

Reporter: Ahadri/*

Terapkan Pembelajaran yang Inovatif, Mahasiswa Administrasi Negara Unibos Kunjungi Benteng Rotterdam

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Sebagai perwujudan memahami mata kuliah penalaran, seni dan olahraga, mahasiswa Prodi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik angkatan 2018 Universitas Bosowa (Unibos) gelar kunjungan ke Benteng Rotterdam, Rabu 6 Februari 2019.

Kunjungan bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan kebersamaan tinggi diantara mahasiswa angkatan 2018 khususnya Prodi Administrasi Negara.

Hal itu diungkapkan salah satu dosen pendamping kunjungan tersebut, Nining Haslinda, S Sos.,M Si. “Dengan kegiatan ini, kita harapkan ada ikatan emosional yang kuat diantara mahasiswa untuk lebih dapat memacu kerjasama dan solidaritas,” ungkap Dosen Administrasi Negara Unibos itu.

“Kegiatan belajar yang semakin inovatif memang dibutuhkan generasi muda saat ini. Pasalnya mahasiswa tidak hanya ingin memahami teori secara monolog didalam kelas tetapi juga berbaur dengan masyarakat sesuai bidang ilmunya,” tambahnya.

Untuk aplikasi mata kuliah tersebut, mahasiswa turut melakukan beberapa kegiatan. Termasuk memahami hal-hal terkait sejarah, budaya, dan bagaimana mahasiswa bisa berbaur dengan lingkungan sekitar, terutama pengunjung Benteng Rotterdam dari negara luar. (FP)

Melalui Program Inovasi Lumbung Baca, Pemkab Toraja Utara Pacu Minat Baca

0

Toraja Utara, FAJARPENDIDIKAN – Pemerintah Kabupaten Toraja Utara melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Toraja Utara mengusung program inovasi Lumbung Baca. Program tersebut ambil bagian pada tahapan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Program Lumbung Baca merupakan inovasi layanan publik sebagai bentuk mendekatkan diri serta meningkatkan minat baca masyarakat. Pada tatanan pranata sosial melalui metode pendekatan keperpustakaan pada instrumen arsitektur yang terdapat pada budaya Toraja.

Instrumen arsitektur yang dimaksud melalui pemanfaatan struktur “Alang” (Lumbung padi) sebagai sarana perpustakaan rakyat.

Salah satu anggota tim evaluator Independen Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK), ketika meninjau implementasi program inovasi “Lumbung Baca” di objek wisata Ke’te’ Kesu, Jumat, 1/2.

Sarwansah Sahabuddin mengatakan program inovasi diusung oleh DPK Toraja Utara merupakan inovasi yang memiliki keunikan tersendiri, keunikannya mampu memberdayakan nilai-nilai budaya dalam meningkatkan pelayanan publik di Toraja Utara.

Sarwansah melanjutkan, inovasi lumbung baca ini sangat unik dan menarik, membaca buku di atas lumbung serta tempat buku yang sederhana tetapi justru memberikan nilai kearifan lokal. Terutama ada dukungan dari pihak Yayasan Ke’te Kesu, inovasi ini akan menambah minat baca masyarakat.

Membaca buku di atas lumbung jadi keunikan program ini.

Tim KOMPAK menilai, setelah melihat langsung efektifitas pelaksanaan program inovasi Lumbung Baca. Hal ini berpotensi besar masuk dalam 30 besar inovasi di Sulawesi Selatan untuk diiregistrasi pada Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik).

“kita akan upayakan inovasi lumbung baca ini masuk ke 30 besar inovasi di Provinsi Sulawesi Selatan untuk naik level lebih di atas,” tambah Sarwansah.

Turut hadir, Tim Evaluator Independen KOMPAK, Kepala DPK Toraja Utara Israel Ray Ratu, Kepala Bagian Organisasi Tata Laksana, Kornelia, Camat Kesu Ely Pamalingan serta Pengelolah Yayasan Ke’te Kesu Layuk Sarungallo.

Reporter : MAR/PTR

FKIP Unismuh Makassar Jamin Lulusannya Diterima Masyarakat Global

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah (FKIP Unismuh) Makassar, Erwin Akib menjamin lulusannya dapat bersaing dalam dunia global.

“Hendaknya lulusan FKIP jangan pernah berkecil hati karena dimanapun nantinya ketika anda selesai anda akan tetap dibutuhkan masyarakat,” ujarnya saat menjadi dosen tamu di FKIP Universitas Muhammadiyah Kalimantan timur (UMKT), Selasa (5/2/2018).

Untuk diterima di tataran masyarakat dan persaingan global, kata dia, harus mengimplementasikan pendekatan Critical Thinking, Communicative Competence, Creative dan Collaboration atau 4C sebagai modal untuk masuk dalam dunia global termasuk dalam dunia usaha.

“Critical Thinking, seorang alumni FKIP harus memiliki kemampuan dalam merumuskan permasalahan hingga mampu untuk melakukan evaluasi dari setiap apa yang dilakukan,” tambahnya.

Lanjutnya Communicative Competence dimaksudkan alumni FKIP tentu harus dibekali dengan kemampuan berkomunikasi yang baik dan itu dilakukan dengan penguasaan bahasa Asing sehingga bisa membaca peluang peluang yang ada di dunia global ini.

Sementara, Creative, diharapkan alumni mampu untuk menciptakan produk yang lebih unik dan lebih berbeda dibanding dengan apa yang ada saat ini.

Lebih jauh dia menekankan alumni FKIP mampu berinteraksi dan berkolaborasi dengan pihak lain sehingga dapat menemukan peluang peluang yang memungkinkan untuk mengkreasikan produk yang dapat dipasarkan dan dapat diterima ditengah masyarakat.

“Sisi Collaboration itu juga penting,” tegasnya.

Sekedar diketahui, antara FKIP Unismuh Makassar dan FKIP UMKT telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU), bentuk implementasi MoU tersebut adalah diadakannya kuliah pakar atau kuliah tamu.
(Irsal)

Rehab Dua Ruang, SDN 186 Tandung Ra’bung Rampung Seratus Persen

0

Tana Toraja, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Proyek pembangunan rehabilitasi dua ruang kelas di SDN 186 Tandung Ra’bung Kabupaten Tana Toraja telah rampung seratus persen. Sumber dana yang digunakan untuk membenahi infrastruktur pendidikan di sekolah itu, berasal dari Kemendikbud RI melalui program Takola SD 2018 lalu.

Adapun besarnya dana yang diterima SDN 186 Tandung Ra’bung sekitar 196 juta. Dana tersebut diperuntukkan untuk perbaikan dua ruang kelas dibeberapa titik di antaranya pemasangan atap, lantai keramik, pintu dan jendela.

Meski pada proses pembangunan rehab SDN 186 Tandung Ra’bung mengalami sedikit kendala. Namun kendala itu tak begitu berarti, tim panitia pembangunan  mengawal langsung para pekerja agar bekerja selalu mengedepankan kualitas pekerjaan. Hal itu dikatakan kepala SDN 186 Tandung Ra’bung, Lusiana Silalan SPd di ruang kerjanya, Kamis, 31/1.

Dua ruang kelas yang sudah selesai perbaikan dan peserta didik telah menempati proses belajar

Lusiana melanjutkan, besarnya dana diterima sekolahnya  itu telah digunakan untuk perbaikan, ganti atap, rangka atap, plafon, penambahan tinggi dinding, pemasangan kusen pintu/jendela, pekerjaan lantai tegel, hingga kolom beton teras.

“Kendala itu datang pada bulan Desember lalu, dimana pada bulan itu bertepatan padatnya kegiatan sosial dan kegiatan keluarga sehingga mereka (tukang) tidak masuk bekerja beberapa hari, sehingga proses penyelesaian pembangunan rehab mengalami sedikit keterlambatan.”

Meski demikian, lanjut Lusiana kualitas pekerjaan selalu diutamakan, proses pekerjaan dengan sistem secara swakelola dengan melibatkan tim pembangunan dan masyarakat setempat.

Pola manajemen transparansi terhadap pengelolaan keuangan salah satu cara menjalin komunikasi dengan tim panitia, melalui komunikasi tentunya akan menghasikan dukungan dari seluruh stake holder sekolah.

“Ruang kelas selesai dikerjakan, peserta didik sudah menempati belajar, siswa siswi kami merasa nyaman mengikuti proses belajar mengajar,” tuturnya.

“Saya bersyukur atas adanya dukungan kerjasama dari masyarakat setempat sehingga proses pembangunan dua ruang kelas dapat terselesaikan dengan volume rampung seratus persen,” tutur Lusiana Silalan.

Reporter: Patrum

FKIP Unismuh Makassar dan FKIP UMKT Tandatangan MoU

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – FKIP Unismuh Makassar dan FKIP Univ Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), menandatangani nota kesepahaman terkait tri dharma perguruan tinggi, Senin (4/2/2019).

Kedua institusi ini bersepakat untuk membangun kerjasama yang lebih intens dengan melakukan aktivitas akademik yang lebih produktif dan lebih mencerdaskan.

Dekan FKIP UMKT, Prof Harun, SH., MH menyampaikan apresiasinya atas dilaksanakannya kegiatan ini, karena menurut beliau bahwa kegiatan ini akan lebih menambah nilai akademik kedua institusi ketika betul-betul bisa terimplementasi dalam bentuk kerja-kerja akademik yang lebih baik.

Sementara itu Dekan FKIP Unismuh Makassar, Erwin Akib, Ph. D menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak.UMKT karena bersedia untuk menjalin kerjasama yang lebih erat dengan kami.

Lebih lanjut Erwin menyatakan bahwa salah satu agenda action yang akan dilakukan adalah mengirim mahasiswa FKIP Unismuh untuk melakukan kegiatan P2K Nasional di UMKT.

“Selain itu juga akan dikembangkan dalam bentuk pertukaran dosen untuk melakukan proses pengajaran dan juga tentunya adalah seminar bersama dan publikasi penelitian bersama,” pungkasnya

Acara penandatangan nota kesepahaman ini selanjutnya secara langsung direalisasikan bentuk kegiatannya yaitu Kuliah Pakar yang dibawakan oleh Dekan FKIP Unismuh Makassar, dengan mengangkat tema tentang Peluang Wirausaha bagi Lulusan FKIP.

Reporter : Ahadri

Bupati Bone Harap Pemilih Pemula Betul-betul Tercerahkan

0

Bone, FAJARPENDIDKAN.co.id – Pemerintah Kabupaten Bone Sulawesi Selatan berharap kalangan pemilih pemula agar betul-betul mendapatkan pencerahan dalam rangka pesta demokrasi pada April mendatang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bone Dr H A Fahsar M Padjalangi MSi saat menghadiri Talk Show bertajuk “Cerdas Memilih dan Memilih itu Juara” digelar di Gedung PKK Jl Andi Mappayukki Watampone, Senin (4/2/2019).

“Saatnya kaum milineal menjadi juara dan para pemilih harus memahami aturan sebagai pemilih antara lain menggunakan hak suaranya pada April mendatang,” kata A Fahsar M Padjalangi.

Kegiatan yang digelar di Gedung PKK Jl Andi Mappayukki Watampone ini menarik perhatian ratusan siswa

Bupati Dua Priode ini berharap, kegiatan yang digelar bisa betul-betul memberikan pencerahan khususnya pemilih pemula dalam rangka pesta demokrasi pada April mendatang. Baik pemilih pemula yang hadir, maupun yang tidak hadir dalam kegiatan.

Kegiatan tersebut terlaksana atas kerjasama RRI dengan KPU Bone.

Selain Bupati Bone Dr H A Fahsar M Padjalangi, hadir pula Ketua KPU Bone Izharul Haq, Komisioner Panwaslu Bone Hj l Ernida Mahmud, Dir PP RRI Soleman Yusuf dan Anggota DPR RI A Rio Idris Padjalangi serta diikuti kalangan pemilih milineal dari unsur pelajar SMA Sederajat.

Reporter: Abustan

Laksanakan Simulasi, SMKN 2 Wajo Siap UNBK

0

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Sebanyak 187 Peserta Didik dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN 2) Wajo siap melakukan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Dengan dilaksanakannya Simulasi UNBK tersebut, peserta didik dari SMKN 2 Wajo mengaku sudah siap untuk melaksanakan UNBK yang akan dilaksanakan pada April mendatang.

“Kami peserta Didik sudah siap untuk melaksanakan UNBK Tahun ini, dan kami sudah mempersiapkannya dari jauh – jauh hari bahkan dalam Simulasi ini kami sangat bersemangat dalam melakukannya,” ujar salah satu siswa.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 2 wajo Drs Asdar M Pd saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan. “Simulasi UNBK ini adalah salah satu kegiatan untuk menguji kesiapan, baik peserta didik maupun perangkatnya sehingga ketika UNBK yang sebenarnya nanti baik anak–anak maupun perangkatnya sudah siap tanpa ada kendala suatu apapun,” ujarnya.

“Dan mudah–mudahan anak–anak mampu memanfaatkan simulasi ini dengan sebaik baiknya karena akan berdampak kepada hasil UNBK kelulusan tahun 2018-2019, dan saya saya berharap peserta didik agar belajar yang giat dan jangan banyak main baik di Sekolah maupun di luar sekolah harus fokus kepada pelajaran,” tutupnya.

Reporter : Lutfi Baso