Toraja Utara, FAJARPENDIDIKAN.co.id-
Memiliki halaman sekolah yang indah bersih nyaman dan tertata sudah tentu impian semua orang.
Halaman sekolah semakin tertata, sudah pasti menciptakan kenyamanan serta membuat diri semakin betah tinggal di sekolah.
Seperti halnya, SMPN 2 Balusu Toraja Utara meski terkendala dana namun mereka tidak menjadikan satu alasan untuk tidak berkreasi, bahkan di balik kekurangan itu mereka selalu berupaya menuangkan ide-ide kreatifnya, salah satunya penataan halaman sekolah.
Melakukan penataan lingkungan sekolah serta berupaya peningkatan kualitas peserta didiknya, itu tidak terlepas peran sosok kepala sekolah dan seluruh warga sekolah.
Kepala SMPN 2 Balusu Toraja Utara Tarto Derias Tangkeallo SPd mengatakan, ia memiliki jiwa seni sehingga dia terus mencoba berkreasi dengan menata mengatur dan merapikan halaman sekolah.
“Kebetulan saya berbakat dalam bidang seni maka saya tuangkan itu di sekolah sebagai wujud pengabdian,” ujar Tarto melalui pesan singkat Messenger
Tarto menambahkan, semua orang memiliki kemampuan untuk bisa dikembangkan dan diterapkan terutama ketika orang itu jadi pimpinan, agar dituangkan di tempat tugas masing-masing.
Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id— Iyabelale merupakan sebuah lagu yang kerap didendangkan oleh para ibu atau perempuan tua bugis untuk menidurkan anak mereka.
Namun, lagu yang dahulu menjadi ritual masyarakat bugis ini seakan menghilang tergerus arus kecanggihan teknologi, oleh sebab itu, Dosen Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM), Arifin Manggau membuat sebuah disertasi menganai budaya suku bugis di Sulawesi Selatan.
Mengangkat judul, Iyabelalae, Ritual Pengantar Tidur Anak; Makna pada struktur dan fungsi sebagai ekspresi budaya dalam pendidikan keluarga suku Bugis di Sulsel.
Karya disertasinya mengangkat tentang struktur bentuk pada penyajian anak sekaitan Iyabelale dan fungsinya di masyarakat.
Pendukung dalam struktur dan bentuk adalah salah satu bentuk pola asuh dan tatacara dalam mendidik anak sejak dini. Bagaimana tentang merawat anak menuju kebaikan, memiliki gizi yang baik serta berahlak mulia.
Namun pada konten fungsi, sebagai sarana ritual magis, sarana bentuk kepribadian ibu, serta sebagai bentuk peletakan dasar pendidikan anak sejak dini.
Iyabelale adalah sebuah nyanyian Pakkurru Sumangek (pembasuh jiwa) dan memiliki nilai sakral yang tinggi bagi masyarakat pendukung dengan berbentuk buaian senandung.
Karya ini dipromosikan didepan para penguji yakni prof. DR. H. Cjetcjep R. Rohodi, M, Hum (promotor), Prof Totok Sumaryanto, M.Pd (copromotor), DR. Karta Jayadi, M.Sn (Copromotor), Prof. Dr. Suminto (Penguji Ekternal), Dr. Udi Utomo M.hum (Penguji Internal), Dr. Hartono, dan Rektor Unnes selaku Pimpinan Sidang dan Direktur Pasca Unnes selaku Sekertaris sidang ujian.
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir menyerahkan bantuan Unhas kepada korban gempa Palu.
Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Menyambung informasi yang disampaikan oleh Humas Unhas sebelumnya, banyak laporan dari mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) yang telah meninggalkan Palu sangat kesulitan berkomunikasi dengan pihak kampus. Selain karena jaringan komunikasi yang belum sepenuhnya pulih, juga situasi di Kampus Untad yang masih mengalami kerusakan infrastruktur cukup parah.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Dr Ir Muh Restu, MP, Rabu, 3 Oktober 2018 menggelar rapat bersama seluruh Wakil Dekan Bidang Akademik se-Unhas. Rapat ini khusus membahas kesiapan Unhas untuk menampung mahasiswa Untad akan yang mengikuti kuliah sementara (sit in) di Unhas.
“Saya meminta rekan-rekan Wakil Dekan Akademik untuk melaporkan kesiapan daya tampung yang bisa kita akomodasi untuk mahasiswa asal Untad yang akan sit in. Pada saat bersamaan, saya juga meminta Humas untuk mendata jumlah mahasiswa Untad yang ingin kuliah sementara di Unhas,” kata Prof Restu.
Secara umum, kata Prof Restu, para wakil dekan bidang akademik menyatakan kesiapannya. Jika jumlah mahasiswa Untad pada suatu prodi tidak terlalu besar, bisa disisipkan di kelas-kelas yang sudah berjalan. Namun jika jumlah mahasiswa cukup besar pada suatu prodi, kita akan memikirkan alternatif lain, kalau perlu membuka kelas baru.
“Dengan demikian, data mengenai jumlah mahasiswa asal Untad ini sangat penting bagi kita,” lanjut Prof Restu.
Khusus untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran yang sedang proses co-ass masih akan dibahas dulu secara internal oleh Fakultas Kedokteran Unhas. “Saya akan membahas ini dengan masing-masing bidang di fakultas kami,” kata Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran, Dr dr Irfan Idris, M Kes.
Sebelum memulai perkuliahan, mahasiswa asal Untad akan didampingi dalam proses trauma healing. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Keperawatan, Rini Rachmawaty, Ph.D mengusulkan hal ini, mengingat kondisi psikologis mahasiswa yang baru saja mengalami bencana.
“Anak-anak ini pasti mengalami trauma dengan tingkat berbeda-beda. Sebelum kuliah, kita akan berikan pendampingan agar beban mental yang mereka hadapi dapat teratasi,” kata Rini.
Proses Pendataan
Bagi mahasiswa Untad yang telah meninggalkan Palu (khususnya yang berada di Makassar) dan ingin mengikuti kuliah sementara (sit in) di Unhas, dipersilakan langsung mengisi formulir pendataan awal di Unhas. Formulir ini dapat diperoleh dan diserahkan ke Subdit Humas dan Informasi Publik Unhas, Lantai 6 Gedung Rektorat Unhas.
Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, mengatakan bahwa langkah ini merupakan respon dari situasi di Palu yang masih sangat sulit untuk berkomunikasi. “Kita tidak ingin memberatkan mahasiswa Untad. Duka Tadulako adalah duka Unhas. Bagaimanapun, Untad itu lahir sebagai salah satu binaan Unhas,” kata Suharman.
Setelah mahasiswa ini didata, Unhas akan mengirimkan nama-nama tersebut ke pihak Untad untuk memperoleh persetujuan dari pimpinan Untad. “Jadi, prosesnya adalah antarlembaga. Setelah Untad mengirimkan rekomendasi nama-nama yang kita kirimkan, barulah proses kuliah sementara di Unhas bisa dimulai,” lanjut Suharman.
Berkaitan dengan biaya kuliah, Wakil Rektor Bidang Akademik Unhas menegaskan Unhas berkomitmen tidak akan membebani mahasiswa dengan biaya-biaya. “Kita akan memikirkan mekanismenya, berkoordinasi dengan Majelis Rektor, Forum Rektor, dan Kemenristek Dikti. Yang jelas, mahasiswa korban bencana ini tidak akan terbebani,” kata Prof Restu. (FP)
Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Yayasan Wakaf (YW) UMI Makassar, melakukan pergantian struktur pucuk pimpinan Direktur dan wakil Direktur pada Rumah Sakit (RS) Ibnu Sina Makassar.
Pelantikan dilakukan Ketua Yayasan Wakaf UMI Makassar, H Muh Mokhtar Noer Jaya, SE M Si dan dihadiri jajaran Rektorat UMI Makassar, dilakukan di Fakuktas Kedokteran UMI, Lt. 5, Selasa (2/10/2018).
Direktur Dr dr Sultan Buraena Sp OK., mengatakan, dirinya sangat berterima kasih dan bersyukur atas amanah kepercayaan yang diberikan memimpin RS Ibnu Sina.
“Saya berterima kasih kepada atas amanah ini,” ucapnya.
Dia menyampaikan, sejak 2009 lalu dirinya sudah menjadi pegawai di RS Ibnu sina. Oleh sebab itu, besar harapan para jajaran Direksi dan pegawai tetap memiliki semangat bekerja.
“Tentu pelayanan harus ditingkatkan. Pegawai harus punya kinerja tinggi. Semoga spirit ini tetap dikembangkan untuk membantu kami Direksi yang baru,” tuturnya.
Menurut dia, RS Ibnu Sina punya banyak tanggung jawab. Mulai pembayaran listrik hingga gaji pegawa sampai cleaning service. Hal ini sangat berbeda dengan RS pemerintah yang segala finansial ditanggung negara.
Dikatakan, dirinya sudah sepakat dengan wakil direktur membentuk satu tim. Dengan istilah pemasaran dan humas memperluas jaringan di perusahaan untuk bisa menjalin kerja sama.
“Selain itu, penataan juga bagi parkir, satpam santun dan sopan, perawat harus senyum. Itu kami tingkatkan,” katanya.
Untuk itu, Direksi sekarang harus kreatif dalam mencari dana. Melalui pengembangan RS Ibnu Sina, BPJS tak bisa menjadi andalan utama. Tetap harus memperluas pencarian dana.
Ketua Yayasan Wakaf UMI Makassar, H Muh Mokhtar Noer Jaya, SE M Si mengatakan, pergantian pucuk pimpinan di organisasi atau Rumah Sakit adalah hal yang lumrah.
“Kami juga ucapkan terima kasih kepada Direksi sebelumnya. Semoga Direksi yang baru membawa RS Ibnu Sina maju dan berkembang lebih baik,” singkatnya.
Diketahui, proses pelantikan berdasarkan keputusan pengurus yayasan nomor 1203.dst/YW-UMI//A/X/2018. Tentang pengangkatan Direktur dan Wakil Direktur Rumah sakit Ibnu Sina Makassar, masa amanah 2018/2021.
Berikut struktur Direktur dan Wakil Direktur RS Ibnu Sina Makassar yang baru 2018/2021.
– Direktur Dr. dr. Sultan Buraena Sp.OK.
– Wakil Direktur Bidang pelayanan medik, dr. Hj. Aryanti M.Kes. Sp. KG.
– Wakil direktur bidang pendidikan dan SDM l, Dr. dr. Nasruddin Sp. OG, MARS
– Wakil Direktur bidang keuangan, dr. Hj. Suliati P. Amir Sp.M, M.Med l, Ed.
– Wakil Direktur bidang umum dan operasional, Drs. H. Ilham Labase SE, M.Si.
Pembukan Kembaranas ke VIII berlangsung di Kampus UMI Makassar, Rabu (3/10/2018). Dihadiri Direktur Jerderal Belmawa Dikti, Dr Didin Wahidin; Rektor UMI, Prof Basri Modding selaku ketua majalis pembimbing Gugus depan UMI dan Syahrul Yasin Limpo yang juga Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulsel.
Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah hajatan nasional tahun 2018 yaitu, Kemah Bakti Rencana Nasional (Kembaranas) ke VIII.
Kegiatan yang akan berlangsung selama sepakan itu diikuti 300 peserta dari 68 perguruan tinggi se-Indonesia
Pembukan Kembaranas ke VIII berlangsung di Kampus UMI Makassar, Rabu (3/10/2018). Dihadiri Direktur Jenderal Belmawa Dikti, Dr Didin Wahidin; Rektor UMI, Prof Basri Modding selaku Ketua Majalis Pembimbing Gugus Depan UMI dan Syahrul Yasin Limpo yang juga Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulsel.
Dalam sambutannya, Didin Wahidin mengatakan, dirinya sangat berbahagia bisa hadir dalam kegiatan pembukaan Kembaranas ke VIII.
“Kita harapkan menjadi titik awal kembalinya kepramukaan di perguruan tinggi untuk kemudian berjalan membina karakter anak-anak bangsa cinta tanah air,” ujarnya.
Menurutnya, pihak Dikti sangat mendukung kegiatan seperti ini. Oleh sebab itu, kegiatan kemahasiswaan yang namanya kepramukaan ini bisa terus ditingkatkan ke depan.
Dikatakan, kegiatan pramuka merupakan arena untuk membina hal-hal positif yang selama ini sudah ada pada kegiatan kepramukaan.
“Selain itu, juga kami berharap bahwa melalui kegiatan ini ada kesadaran diri dari kita semua. Terutama di kemahasiswaan. Mereka punya kesan apa yang sudah dipelajari selama ini di kepramukaan kita juga butuh untuk penyesuaian kegiatan-kegiatan kemajuan dengan zaman yang sedang kita hadapi, era revolusi industri 4.0,” katanya.
Ditambahkan, kepramukaan harus muncul menjadi hal menarik, bukan hanya warna tali temali atau semaphore dan lain-lain. Akan tetepi keterampilan dasar dipelajari, ditambah dengan kemampuan untuk menanamkan daya saing anak-anak bangsa dengan memberikan keterampilan positif.
Dimulai dengan kemampuan berpikir kritisnya, kemampuan berpikir kreatifnya dan kemampuan bekerja sama satu sama lain, kemudian keterampilan di bidangnya masing-masing. Juga kesadaran bahwa sekarang yang dibutuh keterampilan kerajinan teknologi yang namanya melek digital.
“Kita harus membiasakan diri hidup di era digital, tidak boleh kemudian ketinggalan karena mereka adalah anak bangsa yang nanti akan mengusung bangsa ini ke depan maju,” tuturnya.
Didin menambahkan, perguruan tinggi juga wajib mengintensifkan kerjasama antara kuartir Nasional Gerakan Pramuka dengan mendesak kepramukaan di perguruan tinggi nanti akan lebih intensif lagi dilaksanakan.
“Hasilnya, kemudian nilai-nilai positif yang selama ini sudah diberikan oleh oleh kepramukaan bisa kembali diwujudkan kembali mendapat penekanan kan kembali menjadi salah satu pilar pendidikan yang yang teramat baik bagi pengembangan karakter anak bangsa,” tutup dia.
Sementara itu, Rektor UMI, Prof Dr Basri Modding SE MM, selaku ketua majalis pembimbing Gugus depan UMI mengatakan, kegiatan pramuka merupakan salah satu agenda ekstrakulikuler di dunia perguruan tinggi.
Menurut mantan Direktur PPs UMI itu, kemah Bakti nasional ini merupakan wadah pembentukan karakter. (FP)
Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Brand busana muslim ternama di Indonesia, Rabbani kemvbali beraksi. Rabbani memang tidak pernah kehabisan ide untuk menghasilkan program belanja yang memanjakan konsumennya, kali ini sasarannya adalah siswi, pemudi dan mahasiswi generasi masa kini.
Rabbani untung segambreng adalah tema yang diangkat bran berjuluk Profesor Kerudung Indonesia di Bulan Oktober 2018 ini. General Manager Marketing Rabbani, Ridwanul Karim mengatakan, Rabbani Untung Segambreng ini akan memanjakan konsumen terutama, penggemar kerudung sekolah Rabbani.
Ridwan mengatakan dalam program Rabbani Untung Segambreng ini terdapat tiga program yang bisa diikuti oleh konsumen, terlebih pecinta kerudung sekolah Rabbani. Yakni Rabbani Flash Sale, Rabbani Ajak-ajak dan Duta Rabbani.
Berikut rinciannya:
1. Rabbani Flash Sale 13-14 Oktober 2018, Pesta diskon Flash Sale kerudung sekolah Rabbani. bagi yang berminat diharuskan untuk registrasi via nomor WhatsApp 08112144242 aatau melalui link http://bit.ly/flashsalerabbani.
2. Rabbani Ajak-ajak: 4-31 Oktober 2018, Konsumen mengajak tiga orang untuk belanja ke Rabbani dan membeli kerudung sekolah Rabbani, gratis satu kerudung sekolah Rabbani.
3. Duta Sekolah Rabbani, 4-31 Oktober 2018, memilih dan memilah siswa yang dapat berperan sebagai Key Opinion Leader (KOL) didaerahnya. Akan dijadikan Duta Rabbani dan menerima fasilitas support berupa produk terbaik Rabbani serta potongan harga spesial duta Rabbani.
Disamping itu program Untung Segambreng Rabbani memberikan hadiah Beasiswa, dan Voucher belanja Grati. Maka dari itu dihimbau kepada siswi, pemudi, dan mahasiswi se-antero negeri ini untuk segera ke Rabbani. “Pecinta Kerudung sekolah Rabbani akan dimanjakan selama bulan Oktober 2018 ini.” pungkasnya.(rls)
Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id–
Bupati Barru Suardi Saleh melepas bantuan logistik untuk korban tsunami dan gempa bumi yang terjadi di Donggala dan Palu Sulawesi Tengah yang diprakarsai Gerakan Sedekah Nasional Kurir Langit, Rabu (2/10) di sekretariat Kurir Langit Jalan Anggrek Kelurahan Sumpang, Barru.
Presiden Kurir Langit, Andi Muhammad Nur Syahid dalam laporannya mengatakan, bantuan yang dibawa ke Donggala dan Palu hari ini adalah pemberangkatan gelombang ketiga, ” Kami membawa bahan makanan sebanyak delapan truk dan satu truk khusus untuk roti atas kerjasama dengan Sari Roti yang siap menyuplai kebutuhan roti,” kata Andi Muhammad Nur Syahid.
Lebih lanjut Andi Muhammad Nur Syahid mengungkapkan, Gerakan Sedekah Nasional Kurir Langit adalah lembaga kemanusian yang pertama tiba di Palu dan Donggala pada 29 September 2018 lalu. “Kurir langit sudah berkordinasi dengan sejumlah lembaga sedekah nasional untuk bekerjasama dalam menyalurkan bantuan ke Sulawesi Tengah, kami jadi pintu gerbang bantuan yang berasal dari lembaga sedekah nadional yang ada di pulau Jawa,” ungkapnya.
Bupati Barru, Ir H Suardi Saleh M Si pada kesempatan itu mengaku salut dan terharu atas usaha kurir langit dalam membantu sesama sehingga kurir langit selalu mendapat kepercayaan dari masyarakat.
“Pemkab Barru sangat mengapresiasi gerakan kurir langit dan mengharap kedepan gerakan ini lebih ber kembang untuk.membantu sesama,” tandas mantan Kepala Bappeda Kab Pinrang ini.
Pada acara pelepasan bantuan tersebut juga dihadiri Kapolres Barru AKBP Burhaman, Kadis Pendidikan Abustan, Ketua Baznas H Minu Kalibu serta ketua KONI Barru H Abdul Muthalib.
Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Sejumlah masyarakat dan siswa SMA 6 Wajo melakukan penggalangan dana buat korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
“Kita menggalang dana sebagai wujud kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah tersebut. Kita juga menerima sumbangan pakaian bekas dari masyarakat,” ujar salah seorang koordinator penggalangan dana, Amran, Selasa (1/10).
Amran mengatakan, sekecil apapun bantuan yang diberikan warga Pitumpanua dan sekitarnya dipastikan bermanfaat dalam mengurangi beban masyarakat korban bencana tersebut. Misi kemanusiaan ini terus dilakukan untuk membantu masyarakat korban bencana.
Serka Karim salah satu anggota koramil 1406 – 10 Pitumpanua mengatakan bantuan itu terlebih dahulu bawah ke Kodin untuk dikumpulkan sebelum diantar ke Palu.
Serka Karim mengharapkan, masyarakat korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, kuat dalam menghadapi cobaan itu. Koramil 1406 10 dan Polsek Pitumpanua mendoakan agar musibah ini cepat berlalu.
Lanjut Serka Karim, “Kita juga akan melakukan penggalangan dana buat korban yang terkena bencana itu. Semua bantuan itu nantinya kita salurkan. Semangat kebersamaan, kekuatan dan kerja sama yang baik ini, diharapkan bisa meringankan beban masyarakat di sana,” katanya.
Syamsul Hadi (baju gamis putih) Afdal (kaos putih garis-garis) dan Dede, saat mendatangi Kantor Sat Lantas Polres Wajo menyerahkan donasi untuk korban gempa.
Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Aksi penggalangan dana untuk korban gempa di Sulawesi Tengah yang dilakukan Sat Lantas Polres Wajo ternyata mengundang empati banyak warga.
Hampir semua elemen masyarakat dari seluruh wilayah di Kabupaten Wajo berpartisipasi pada aksi penggalangan dana tersebut. Bahkan anak SD.
Menariknya, saat petugas Satlantas Polres Wajo sibuk-sibuknya mengangkat bantuan logistik ke truk, tiba-tiba muncul seorang bocah menghampiri petugas dan menyodorkan lembaran uang kertas dan recehan.
Polisi yang disodorkan sempat dibuat kaget. Namun setelah ditanya, ternyata uang yang dia serahkan itu untuk disumbangkan pada korban gempa.
Sang bocah pun kemudian digiring petugas ke pos pendaataan bantuan kemanusiaan untuk membubuhkan tandatangan dan menyerahkan uang donasi sebesar Rp 230 ribu, ke petugas petugas pendaataan bantuan.
Usai menyerahkan donasi, bocah yang belakangan diketahui bernama Syamsul Hadi (12 Th), warga jalan Bangau Sengkang ini, mengaku memperoleh uang tersebut dari hasil penggalangan dana. “Saya keliling meminta sumbangan di pedagang pasar Sentral Sengkang, pak,” ujarnya.
Hadi rupanya tidak sendiri dia temani dua temannya yakni, Afdal (10 Th) dan adiknya Dede (6 Th) bocah asal Jl Serikaya Sengkang. Hadi dan Afdal merupakan Siswa kelas IV di SD 3 Madukkelleng.
Kapada Wartawan, Hadi mengaku rela meminta sumbangan untuk korban gempa karena kasihan melihat korban yang selalu disaksikannya melalui layar kaca.
“Kasihan ki’ lihat korban di televisi. Jadi saya mau membantu dan memintakan sumbangan,” katanya dengan nada polos.
Aksi muliah tiga bocah ingusan ini tidaklah berjalan mulus, mereka mengaku sempat dikatai mau menipu.
“Saat saya mintai sumbangan ada yang bilang, saya mau menipu. Saya jawab tidak’ ji, betul-betul saya cari sumbangan untuk korban gempa,” belanya.
Syamsul Hadi dan Afdal yang juga berjualan jalan kote keliling inipun mengaku membawa donasi ke Sat Lantas Polres Wajo karena melihat banyak orang membawa sumbangan kesana.
“Saya bawa sumbangan ke sini, karena saya lihat banyak orang membawah sumbangannya. Semoga itu bisa membantu,” tuturnya.
Salah satu pembicara, Stepanus Patandean, S.Pd, saat memberikan keterangan, Sabtu, 29/9/2018.
Toraja Utara, FAJARPENDIDIKAN.co.id-
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) merupakan suatu forum untuk berkumpul guru mata pelajaran untuk membangun kebersamaan serta berbagi pengalaman.
Sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan diri, bagi guru mata pelajaran matematika jenjang SMP. Hal itu merupakan suatu tuntutan kurikulum 2013 yang harus dipenuhi oleh seorang guru.
Seperti halnya, MGMP Matematika jenjang SMP se Toraja Utara melakukan pertemuan sekali sebulan.
Kegiatan tersebut bertempat di SMPN 1 Kesu’ Toraja Utara, Sabtu, 29/9/2018.
Pertemuan itu, menghadirkan guru matematika dan dua orang sebagai pembicara, masing-masing Stepanus Patandean SPd dan Daniel Puling SPd.
Salah satu pembicara, Stepanus Patandean mengatakan kegiatan ini terselenggara atas inisiatif para guru Matematika minimal satu kali dalam satu bulan.
Stepanus melanjutkan, jenis materi yang dibawakan di antaranya, penyusunan silabus matematika dan penyusunan penilaian kurikulum 2013
melalui MGMP. Stepanus berharap, saat ini tingkat kesulitan yang masih ada, tentang penilaian akan menjadi bagian pembahasan, semoga para guru akan terus meniingkatkan diri dan pemahaman.
“MGMP merupakan sebagai tempat untuk mencari solusi, ,terkait kendala yang di hadapi sebagian para guru matematika, dengan adanya pertemuan tentu pemahaman kita terus meningkat,” ujar Stepanus.