FLP Unismuh Gelar Sekolah Menulis dengan Materi PUEBI

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Kegiatan literasi berupa TOWR (Training of Writing and Recruitment) kembali diadakan. Kini FLP (Forum Lingkar Pena) Ranting Unismuh Makassar yang mengadakan Sekolah Menulis dengan materi PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) yang bertempat di Gedung Iqra’ B Lantai 2 Unismuh Makassar, Minggu, 21 April 2019.

Kegiatan ini dihadiri oleh Tetta Sally, Ketua FLP Makassar serta Suhring, Sekretaris FLP Makassar.

FLP Unismuh juga menghadirkan seorang editor serta pimpinan redaksi CV MIB Indonesia, Aurora Rahmah sebagai pemateri PUEBI.

“PUEBI merupakan salah satu yang menjadi penilaian utama dalam lomba-lomba kepenulisan nasional. Karenanya, kita harus mengetahui ilmu utama ini,” papar Rahmah, salah satu penggagas Komunitas Pecandu Aksara (PA).

“Yang paling sering saya temukan kesalahan PUEBI saat mengedit naskah yaitu
partikel pun, memang di EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) semua partikel pun bersambung dengan kata yang mendahuluinya, sedang untuk PUEBI 2015 partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya, kecuali partikel pun yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai, contoh: meskipun, walaupun,” tambah Aurora, Editor MIB Indonesia.

Baca Juga :   Menulis Dengan Hati Maka Pembaca Akan Jatuh Hati

Lanjut Aurora, dalam PUEBI 2015 Kata depan: di, ke, dari, bertemu dengan kata yang menunjukkan keterangan waktu dan tempat itu di pisah, contoh: di tahun 2015, dari sekolah, ke rumah.

“Terdapat kata yang baru dalam dari EYD ke PUEBI,
sekedar, sekarang, sekadar.
Pete-pete itu kata yang sudah baku, coba cari di KBBI V sudah ada,” ungkap Pimpinan Redaksi MIB Indonesia.

Penggagas Komunitas PA, Rahmah menyarankan, “Jika ingin mengusai PUEBI, rajin-rajin membaca buku-buku ilmiah, sebab PUEBI banyak diterapkan dalam buku-buku tersebut. Jangan lupa untuk mengakses terus KBBI Daring, karena kita bukan penghapal kamus,” tutur Aurora Rahmah dengan senyum.

Kegiatan Sekmen (Sekolah Menulis) ini merupakan program kerja FLP Ranting Unismuh yang wajib dihadiri oleh para anggota baru.

Sekmen ini akan berlangsung selama 12 pertemuan dengan materi yang berbeda-beda. Tujuannya untuk menambah wawasan mengenai literasi yang akan diakhiri dengan menerbitkan karya bersama nantinya.

“Selama ini, EYD yang sering menjadi sandaran kita dalam membuat karya ternyata telah diperbaharui menjadi PUEBI. Melalui Sekmen kemarin, kita dapat membedakan antara EYD dan PUEBI,” kata peserta kegiatan, Hilyatul Janna dari jurusan Manajemen.

Baca Juga :   Polemik Retribusi Baypass Kolut

Penulis/Citizen Jurnalistik: Mutiaraa Zah (Anggota FLP Unismuh)