Mahasiswa Unibos Produksi Mie Daun Kelor, Cegah Balita Kurang Gizi

Tim PKM-M Unibos yang terdiri dari empat orang mahasiwa yakni, Mirnawati, Junike Safitri, Renal dan Nurlailiyah yang dibimbing oleh Dosen Fakultas Pertanian Unibos, Dr Sri Firmiaty, MP., memperagakan cara pembuatan mie daun kelor. (FOTO: IST)
Tim PKM-M Unibos yang terdiri dari empat orang mahasiwa yakni, Mirnawati, Junike Safitri, Renal dan Nurlailiyah yang dibimbing oleh Dosen Fakultas Pertanian Unibos, Dr Sri Firmiaty, MP., memperagakan cara pembuatan mie daun kelor. (FOTO: IST)

Maros, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Melaksanakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dalam bidang Pengabdian Kepada Masyarakat, Mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) yang lolos dalam PKM-M 2019 ini mengubah daun kelor menjadi olahan mie yang dapat dikonsumsi bagi masyarakat termasuk balita.

Pengolahan produksi mie daun kelor ini dilakukan di Desa Nisombalia Dusun Mambue, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat, 21 Juni 2019.

PKM-M ini dilaksanakan oleh empat orang mahasiwa Unibos termasuk Mirnawati, Junike Safitri, Renal dan Nurlailiyah yang dibimbing oleh Dosen Fakultas Pertanian Unibos, Dr Sri Firmiaty, MP.

Dibuat dengan tujuan memberi solusi mengubah kelor yang termasuk makanan rendah kalori menjadi makanan tinggi kalori, hasil produksi ini tetap memiliki gizi seimbang yang baik dikonsumsi untuk ibu hamil dan balita kekurangan gizi.

Masyarakat Desa Nisombalia Dusun Mambue, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros mencicipi mie daun kelor hasil penelitan mahasiswa Unibos yang tergabung dalam Tim PKM-M Unibos . (FOTO: IST)
Masyarakat Desa Nisombalia Dusun Mambue, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros mencicipi mie daun kelor hasil penelitan mahasiswa Unibos yang tergabung dalam Tim PKM-M Unibos . (FOTO: IST)

Hal tersebut juga dituturkan oleh Ketua Tim PKM-M yang dinamakan program M3DOR Daun Kelor. Menurut Mirnawati, melalui program M3DOR Daun kelor yang tadinya hanya dikonsumsi sebagai sayuran saja kini dapat dijadikan sebagai produk yang memiliki nilai tambah. Mie Daun Kelor ini termasuk olahan yang sangat mudah sehingga masyarakat dapat mandiri mengembangkan produk tersebut dan aman untuk dikonsumsi sehari-hari.

Baca Juga :   FH Unibos Bahas Peran Perguruan Tinggi dalam Penguatan NKRI

“Kami menemukan ide ini berawal dari keprihatinan melihat banyaknya tumbuhan kelor yang ada di lahan sekitar lingkungan yang dibiarkan mati begitu saja. Sehingga kami mencari ide bagaimana caranya agar tumbuhan tersebut bisa dimanfaatkan warga setempat menjadi olahan yang lebih memiliki nilai tambah. Nah, bersama tim PKM-M, kami menemukan sebuah ide untuk membuat program M3DOR (Mari Makan Mie Daun Kelor) Zaman Milenial Cegah Balita Kurang Gizi”, ungkap mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan itu.

Ketua PKK Desa Nismobalia, Hj Purwani sangat mengapresiasi kreativitas mahasiswa Unibos itu. “Program ini sangat bagus, karena dapat membantu masyarakat jadi lebih tahu kalau daun kelor tidak hanya bisa dijadikan sayur, tetapi dapat juga diolah menjadi makanan lain seperti, mie yang sehat. Sehingga anak-anak tidak ketergantungan beli mie instan di luar karena sudah bisa dibuat sendiri di rumah,” tutur Purwani. (*)