MIB Indonesia Hadirkan Jantung Puisi Saat Launching Buku Diamorfosis

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Puluhan anak muda Makassar seru-seruan bermanfaat bersama Penulis Antologi Puisi ‘Diamorfosis’ dan salah satu Pegiat Literasi Makassar dalam rangka Launching Buku & Talkshow Kepenulisan, Sabtu, 27 Juli 2019, di Cafeteria 99, Pasar Segar, Panakkukang, Makassar.

Ada enam penulis buku ‘Diamorfosis’ diantaranya; Syahril Mappatabe, Diaul Muhsinat, Ihsan Hidayat, Dyah Fitrokhtul Insani, Musfirah Rahman dan Nur Ilmi. Mereka semua tergabung dalam Forum Kajian Ekonomi Syariah (Forkeis) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam tepatnya di kampus Universitas Islam Negeri (UIN).

Mereka bersepakat bahwa hasil penjualan buku Diamorfosis 100% akan diberikan kepada sekolah-sekolah terpencil.

Tak hanya launching buku kegiatan itu juga dirangkaikan tetapi berlangsung juga Talkshow Kepenulisan Puisi oleh Liyana Zahirah seorang Penulis & Pegiat Literasi di Makassar.

“Struktur batin puisi yaitu tema. Tema ibarat kompas dalam sebuah puisi, agar tidak tersesat, mengetahui kapan harus menyisipkan jantung dalam sebuah puisi,” kata Liyana.

“Jantung puisi lebih kepada amanat yang ada dalam puisi tersebut atau inti dalam puisi,” sambung pemateri, Zahira.

Baca Juga :   Perkenalkan Makassar Lewat Blog

Lanjut pemilik nama lengkap Ratu Bulkis Ramli mengutarakan bahwa jika menulis baiknya ada isi dalam puisi tersebut.

“Dalam menulis puisi atau dalam menulis apa pun, penting sekali menyelipkan ilmu pengetahuan. Ada landasan ilmu yang melatarbelakangi tulisan itu,” ungkap Ratu.

“Bisakah puisi tanpa kata-kata? Puisi tanpa kata, itu bisa, dengan menggunakan simbol. Jadi kalau teman-teman baca tentang sejarah penulisan puisi, akan menemukan beberapa puisi yang minim kata tapi memiliki makna. Kadang malah kita’ gambar love saja itu bisa jadi puisi,” terang Liyana Zahira.

Di akhir acara Aurora Rahmah selaku Pimpinan Redaksi Penerbit MIB Indonesia turut menyumbang suara untuk memotivasi peserta untuk menulis.

“Manfaat menulis bebas berimajinasi, unek-unek yang ada di hati tersaluri. Perasaan akan enak. Menulis itu juga bisa menghasilkan finansial yang mencukupi,” ucap Aurora.

“Mental seorang penulis adalah menulis dan menerbitkan tulisannya, jangan coba-coba curhat di Facebook, curhatlah di Microsof Word kemudian edit, dan kirim ke penerbit MIB Indonesia. Itu lebih bermanfaat, bisa jadi buku, buku bisa dibeli dan bisa menghasilkan finansial. Kalau di FB bisa jadi gosip baru,” saran Pimred MIB Indonesia, Aurora Rahmah.

Baca Juga :   Tak Sekadar Merajut

Citizen Jurnalis: Azimah Nahl