Bappeda Majene Bermitra dengan FKM Unhas Tangani Stunting

Penandatangan MoA Bappeda Majene dengan FKM Unhas terkait masalah stunting.[Foto:/Ist.]
Penandatangan MoA Bappeda Majene dengan FKM Unhas terkait masalah stunting.[Foto:/Ist.]

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat yang memiliki angka stunting yang tinggi adalah Kabupaten Majene. Oleh karena itu,  untuk menanggulangi masalah tersebut,  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Majene mengajak Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) untuk bekerjasama yang ditandai dengan penandatangan MoA antara Kepala Bapeda Kabupaten Majene dengan Dekan FKM Unhas Jumat, 22 Februari 2019.

Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam, SKM., M Kes., M Med Ed., dalam sambutan di ruang kerjanya menyampaikan, terima kasih atas kemitraan ini.

“Tentu saja kami (FKM Unhas) sebagai institusi pendidikan kesehatan masyarakat diajak atau tidak diajak memiliki tanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di Indonesia. Khususnya di Indonesia Bagian Timur. Kami memiliki doktor dan professor bahkan mahasiswa S1, S2 dan S3 yang siap membantu menangani masalah stunting di Kabupaten Majene,” terang Aminuddin Syam.

Penanganan stunting, kata Aminuddin Syam, perlu komprehensif pendekatannya bahkan jika perlu dibuatkan Rencana Aksi Daerah Penanganan Gizi dan atau Stunting. Dengan demikian, tanggung jawab tidak hanya ada pada Bapeda tetapi ada pada masing-masing sektor.

Baca Juga :   Fakultas Kedokteran Unhas Sambut Mahasiswa Asal Kabupaten Asmat Papua

“Jangan nanti banyak masalah stunting terus yang disalahkan adalah Dinas Kesehatan sementara penyebabnya ada pada sektor lain. Dengan model seperti ini, maka setiap sektor memberi peran berbeda berdasarkan kapasitas dan kewenangan masing-masing untuk menangani masalah ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, perlu ada data yang kuat dan pendampingan berkelanjutan. “Kami menawarkan 1 SKM atau S.Gz  1 Desa atau pada beberapa kelompok orang sehingga kehadiran mereka dapat memonitor dan mengidentifikasi jenis intervensi dan kebutuhan yang diperlukan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Syahrinullah, SE., MM., Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Majene, mewakili kepala badan juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama ini.

“Saya berharap perlu ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan dan program yang lebih ril sehingga dapat lebih terukur dan bergerak secara sistematis. Saya ini pejabat baru, saya meminta saran pada pejabat sebelumnya, apa yang harus saya tindaklanjuti. Salah satu diantaranya adalah penandatanganan MoA dengan FKM Unhas terkait penanganan stunting,” ungkap Syahrinullah.(*)