HMI: Tahun Politik Sangat Lekat Dengan Tindak Korupsi

Dialog Akhir Tahun HMI Korkom Unibos [Foto: Wira]

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id—Dipenghujung akhir tahun 2018, Himpunan Mahasiswa Islam  Koordinator Komisariat Universitas Bosowa Makassar (HMI Korkom Unibos) mengadakan dialog akhir tahun dengan mengusung tema “Korupsi dan Tahun Politik” dengan mengang narasumber yang ahli dibidangnya, diantaranya Akademisi Unibos, Prof. Dr. Marwan Mas SH MH, Pengamat Politik, Arief Wicaksono S Ip MA, Koordinator Tindak Pidana Khusus Kejati Sulsel, Nana Riana SH MH, dan Wakapolrestabes Makassar, Adhi.

Dialog Akhir Tahun HMI Korkom Unibos

Berbicara tentang korupsi dan tahun politik, dari kacamata akademisi mengatakan bahwa sepanjang tiga tahun berturut-turut selalu disebut tahun politik. “Sudah tiga tahun itu  selalu disebut tahun politik, kapan tahun kesejahteraan rakyat, tahun kebangkitan rakyat ? Seolah-olah negeri ini dikuasai oleh para politikus. Pertanyaannya kenapa sih kata-kata ini hanya dipenuhi dengan kata-kata politik ?” paparnya dalam dialog yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa tersebut. Selasa, 11 Desember 2018.

Tahun politik tidak terlepas dari praktek korupsi sebab demokrasi langsung yang dilakukan di negeri ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga tidak heran jika sejak awal korupsi sudah menjadi cita-cita. “Akibat dari pilkada dan politik langsung itu seolah membuka peluang bagi orang untuk melakukan korupsi. Dapat kita lihat pada jaman Presiden Soeharto memimpin korupsi itu tersentralisasi jadi hanya terjadi dipusat, berbeda dengan saat ini korupsi itu tidak terpusat, tidak hanya terjadi di pemerintah pusat tapi juga sudah sampai kedaerah-daerah. Korupsi meluas dari pusat hingga ke daerah, dan karena biaya untuk menjadi kepala daerah sangat mahal,” jelasnya.

Baca Juga :   Mahasiswa FKIP Unismuh Pamerkan Hasil Pengabdian Masyarakat

Di Indonesia, korupsi bak penyakit kronis yang sulit untuk disembuhkan karena terjadi dimana-mana dan disemua kalangan.  Koordinator Tindak Pidana Khusus Kejati Sulsel, Nana Riana SH MH menuturkan terdapat sepuluh wilayah yang sangat sensitif akan kasus korupsi sehingga memang diperlukan tindakan untuk meminimalisir tindak korupsi tersebut.

“Ada sepuluh sektor yang tindak korupsinya banyak, diantaranya sektor pengadaan barang dan jasa, sektor perpajakan, sektor migas, BUMN, APBN, APBD, Politik, dll. Dan dampak dari tahun politik ini pasti akan terjadi tindakan-tindakan korupsi,” ujarnya.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia menjadi ladang bagi pelaku korupsi, uniknya semakin banyak institusi yang menangani tindak pidana korupsi, diharapkan dapat meminimalisir tindakan korupsi yang memang sedang marak tapi hal ini justru jauh dari harap karena korupsi tetap ada bahkan makin banyak.

Oleh sebab itu, sebagai agen of change, mahasiswa yang terhimpun dalam HMI Korkom Unibos melalui dialog yang diadakan di Warkop Fly Over berharap ada pembahasan menarik yang dapat diambil dari diskusi singkat tersebut.

Baca Juga :   FKM Unhas Perkuat Kerjasama dengan Mahidol University Thailand

“Kami berharap dari diskusi ini ada hal yang dapat dilakukan instansi terkait dalam menyikapi dengan tegas kasus-kasus korupsi yang merugikan banyak pihak, terlebih ini adalah tahun politik dimana banyak dana yang beredar, jangan sampai terjadi money politik yang hanya menguntungkan satu dan beberapa pihak saja,” kata Wira, perwakilan HMI Korkom Unibos.