38 Menteri Resign, PM Boris Johnson Mundur, Pekan Depan Pemilihan PM Baru

FAJAR Pendidikan

Gonjang – ganjing yang terjadi di Inggris dengan mundurnya 38 Menteri, dan Perdana Meteri Boris Johnson diminta mundur, Rabu, 6 Juli 2022. Mungkin inilah yang pertama kali dalam sejarah di dunia, begitu banyaknya anggota cabinet sebuah Negara mengundurkan diri dari jabatannya.

Disaat bersamaan, Perdana Menterinya juga dituntut mundur. Ini terjadi pasca skandal yang baru muncul. Johson meminta maaf ke publik, karena telah memilih seseorang yang terkena kasus pelecehan seksual dalam posisi penting.

Hal ini terdampak pada reaksi publik dan pengunduran diri sejumlah menteri, sebagai tanda mosi tak perrcaya. 38 Menterinya serentak mundur, dalam waktu 24 jam.

Diantara menteri yang mudur, Menteri Keuangan Rishi Sunak, Menteri Kesehatan dan Sosial Sajid Javid , Menteri Anak dan Keluarga Will Quince, dan Menteri Lingkuungan Jo Churchill.

Bukan baru pertama kali ini, PM Boris Johnon diminta mundur. Reaksi tersebut, sudah terjadi pada akhir tahun lalu. Karena skandal ‘’party gate’’, dimana dirinya terkait pada pesta – pesta yang berlangsung kala Pemerintah memberlakukan kebijakan lockdown, di awal pandemic covid-19, awal 2020.

Namun tuntutan tersebut, ditolak Johnson. Mantan wartawan ini, tidak memperlihatkan tanda – tanda akan melepas jabatannya. ‘’Saya tidak akan mundur, dan hal terakhir yang dibutuhkan Negara ini, sejujurnya, adalah pemilihan umum’’, ujarnya saat itu. Dia menyebit memiliki mandate dari pemilihan umum nasional 2019 yang dia menangkan dengan mayoritas besar,dikutif dari Reuters.

Hal senada juga dimuat CMBC internasional, mengutif media Inggris Sky News. Johson dilaporkan telah mengatakan sama sekali menentang pengunduran diri’’.

Aturan partai saat ini menetapkan bahwa Johson tidak dapat menghadapi mosi tidak percaya lagi sampai musim panas mendatang. Tetapi resiko utama sekarang adalah bahwa aturan itu akan diubah untuk memaksa pemungutan suara lagi . Atau Johson ditekan untuk secara sukarela mundur’’,kata seorang ekonom di JPMorgan, Allan Monks mengatakan dalam sebuah catatan. ‘’Ini dapat bergerak sangat cepat, dengan potensi terpilihnya Perdana Menteri baru dalam beberapa bulan ke depan.

Mata uang Poundsterling sendiri diperdagangkan pada level terendah dua tahun terhadap dollar karena ketidakstabilan politik Inggris kemarin. Bagaimana pasa bereaksi dalam beberapa hari ke depan akan diawasi dengan ketat. ‘’Ada kelumpuhan dan ada begitu banyak ketidakpastian tentang, bagaimana hal itu akan terjadi’’ kata Direktur Pelaksana Strategi Makro Global Medley Global Advisors, Ben Emons. (onlineindo News.
Johson Akhirnya Mundur

Perdana Menteri Inggris Boris Johson akhirnya mundur dari jabatannya, pada Kamis, 7 Juli 2022. ‘’Proses pemilihan yang baru bisa dilanjutkan mulai dari sekarang’’, kata Johson seperti dkutif dari Reuters.

Johson ditunjuk sebagai Perdana Menteri Inggris pada 24 Juli 2019. Dia menggantikan posisi Theresa May. Sebelum menjabat PM, Johnson menjabat sebagai Menlu. Selain Menlu, Johson pernah pula menjabat Wali Kota London. Informasi mengenai pengunduran di Johson pertama kali dibocorkan Editor Politik BBC Chris Mason di Twitter. ‘’Boris Johnson akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif hari ini’’, cuit Mason.

‘’Sekarang jelas anggota parlemen Patai Konservatif ingin pemimpin baru untuk partai itu. Yang berarti Perdana Menteri baru dan saya setuju. Proses untuk menentukan pemimpin baru harus dimulai saat ini. Dan jadwal pemilihan akan diumumkan pekan depan. Hari ini saya menunjuk cabinet untuk menjabat sampai pemimpin baru ditentukan’’, demikian pidato Johson mengakhiri pengunduran dirinya. (ana)

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI