Mahasiswi di Bone Tolak Valentine Day dengan Gerakan Tutup Aurat

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Puluhan mahasiswi dari sejumlah kampus, yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Insyirah Bone menggelar aksi Gerakan Menutup Aurat (GEMAR), Minggu (10/2/2019).

Mereka longmarch dari Jalan Ahmad Yani hingga Lapangan Merdeka Jalan Petta Ponggawae Watampone. Selain itu, mereka juga gelar orasi, membagikan hijab, dan aksi tutorial hijab.

Koordinator Syiar LDK Al Insyirah Bone, Novi mengatakan, aksi GEMAR selain sebagai langkah berdakwah, mengajak setiap muslimah, untuk berkesadaran ibadah kepada Allah Swt, aksi juga sebagai bentuk penolakan terhadap valentine day.

Aksi tutorial memakai hijab

“Perayaan valentine tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, hari dimana kaum muda-mudi yang belum halal saling menumpahkan rasa kasih sayang (rentan kesetanan) melalui wujud saling tukar kado lah, coklat, bunga, atau saling bertemu berdua-berduaan. Oleh karenanya, kami Lembaga Dakwah Kampus menolak kegiatan ini,” kata Novi kepada FAJAR PENDIDIKAN.

Lebih lanjut Novi menegaskan, menyuarakan Gerakan Menutup Aurat adalah jauh lebih positif dan untuk menggantikan hari tersebut sebagai hari hijab. Karena itu, juga bisa menjadikan kaum hawa di Bone lebih baik dan terjaga kemuliaanya dengan mengenakan hijab karena Allah Swt.

Baca Juga :   Santo Valentine, Si 'Pelopor' Hari Kasih Sayang

“Sesuai dengan hastag kita #Bone_Berhijrah, dari pada melakukan kegiatan yang sudah jelas bisa menjadi dosa besar yaitu zina, maka lebih baik berbuat baik dengan berjamaah melalui aksi nyata Gerakan Menutup Aurat,”terangnya

Hal senada disampaikan peserta aksi perwakilan FUIM, Ayu. Ia mengatakan gerakan menutup aurat yang bertajuk ‘Sempurnakan Hijabmu’ ini, sekaligus sebagai momentum silahturahmi antar ormawa, berbagi, berdakwah dan menolak valentine day.

“Orasi (Gerakan Menutup Aurat), membagikan jilbab , tutorial memakai jilbab. Sekalian silaturahim dengan ormawa lain (Kampus, SMP, SMA),” kata Ayu.

Reporter: Abustan